Mengapa Wahyu Diturunkan Di Gua Bukan Di Masjid ?

Mengapa Wahyu Diturunkan Di Gua Bukan Di Masjid ?

Pertanyaan tersebut menjadi tranding topik baru-baru ini.
Sebuah pertanyaan yang datangnya dari anak SMA yang saat ini menjadi idola masyarakat.
Simbol dari intelektual kaum muda katanya.
Ikon toleransi beragama.

Sebelum saya mencoba menjawab pertanyaan adik yang satu ini, ada baiknya kita kembali membaca sejarah kenabian Muhammad.
Bagaimana kehidupan beliau sebelum menjadi utusan Allah.
Bagaimana proses beliau diangkat sebagai utusan Allah.

Ketika Muhammad belum diangkat sebagai utusan Allah, Muhammad sangat membenci berhala.
Beliau lebih dekat kepada ajaran Nabi Ibrahim.
Namun, hal tersebut tidaklah cukup memuaskan hatinya.
Bagaimana cara menyembah Allah?
Bagaimana Allah menuntun manusia agar keluar dari kesesatan?

Muhammad tidak mencari kebenaran dalam kisah-kisah lama atau tulisan para pendeta.
Dia mencari kebenaran lewat alam.
Dia mengasingkan dirinya dari keramaian dan pergi ke Gua Hira.

Apa yang dilakukan Muhammad di Gua Hira disebut Tahannuts.
Tahannuts berarti menyendiri dalam rangka beribadah kepada Allah.
Dalam bertahannuts, orang menjelajahi hati dan perjalanan hidupnya yang timpang.
Dalam tahannuts, orang menyatukan kembali jiwa dan fisiknya.
Sebab dalam kehidupan, orang zerinh lebih memikirkan fisik dan melupakan jiwa.

Muhammad mengasingkan diri beberapa hari setiap bulan dan sepanjang bulan Ramadhan.
Semakin lama, jiwanya semakin matang dan semakin terisi penuh.
Sampai suatu ketika, saat usia Muhammad menginjak 40 tahun, datanglah Malaikat Jibril yang kemudian menyampaikan wahyu pertama.
Yaitu Surat Al Alaq ayat 1-5.
Sejak itulah Muhammad diangkat menjadi utusan Allah.

Masjid apakah yang pertama kali didirikan oleh Nabi Muhammad?
Ketika Nabi Muhammad melakukan perjalanan untuk hijrah ke Madinah, selama tujuh bulan beliau tinggal di rumah Abu Ayyub, sampai akhirnya beliau mendirikan masjid dan rumah sendiri.
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad.

Mengapa Nabi Muhammad membangun masjid?
Masyarakat Islam tidak akan tegak jika tidak ada masjid.
Di masjid inilah semua menjadi setara.
Tidak ada lagi perbedaan status sosial maupun kekayaan.
Ketika menyembah Allah di dalam masjid semua perbedaan-perbedaan tersebut menjadi sirna.
Masjid juga merupakan tempat berkumpulnya kaum muslimin untuk mempelajari syariat Allah.

Ketika kita membicarakan masjid, tentu kita akan teringat tentang shalat.
Sebab masjid merupakan tempat mendirikan shalat.
Pertanyaannya kemudian, mana yang lebih dulu datang, wahyu pertama atau perintah shalat?

Saat menjelang periode akhir kenabian di Mekkah, sebelum hijrah ke Madinah Nabi Muhammad mengalami dua perjalanan dalam waktu satu malam saja atau yang dikenal sebagai peristiwa Isra' Mi'raj.






Isra' adalah perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Baitul Maqdis di Yerussalem, Palestina.
Isra' dijalani Nabi Muhammad bersama Malaikat Jibril.
Saat itu beliau mebunggangi Buraq.

Mi'raj adalah adalah perjalanan Nabi Muhammad menaiki lapisan-lapisan langit untuk bertemu dengan Allah.
Disinilah Nabi Muhammad menerima perintah melakukan shalat lima waktu.

Nah sekarang apakah sudah menemukan jawaban kenapa wahyu pertama kali diturunkan di gua bukan di masjid.
Apakah pemilihan tempat didasarkan pada indikator kemuliaan suatu tempat?

Inspirasi : Buku Muhammad Teladanku.
Mengapa Wahyu Diturunkan Di Gua Bukan Di Masjid ? Mengapa Wahyu Diturunkan Di Gua Bukan Di Masjid ? Reviewed by Dee_Arif on Juni 10, 2017 Rating: 5

Situs Streaming Film Yang Wajib Dikunjungi

Kesibukan kantor dan juga kesibukkan kampus yang tidak ada hentinya akan menyebabkan pikiran menjadi kusut. Sehingga dampaknya rasa sunt...

Diberdayakan oleh Blogger.