Kamis, 28 September 2017

Tabungan Sekolah

Selain menabung di rumah, Chacha juga menabung di sekolah.
Di sekolahnya, tabungan bekerjasama dengan sebuah bank syariah.

Setiap jum at ada mobil bank yang datang ke sekolah.
Chacha bisa belajar langsung cara menabung di bank.





Tabungan di sekolah ini ditujukan untuk biaya sekolah.
Nabung saat TK A, untuk biaya daftar ulang ke TK B.

#Day16
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Bikin Camilan Yuk

Chacha akan selalu bersemangat bila diajak eksperimen di dapur.
Kali ini saya mengajaknya membuat sosis bunga.
Camilan yang simple, hanya butuh dua bahan.
Kulit siomay dan sosis.





Kegiatan ini slain mengembangkan skil memasaknya juga belajar konsep harta.
Bikin camilan sendiri lebih hemat dibandingkan beli di luar.
Bunda bisa ngirit uang belanja,, he hehe






#Day15
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Rabu, 27 September 2017

Ketika Chacha Berbelanja

Jika beberapa hari yang lalu saya mengajak Chacha bermain jual beli.
Hari ini saya memintanya berbelanja sungguhan.
Saya minta tolong padanya untuk membeli sabun cuci piring dan snack untuk bekal sekolahnya.







Alhamdulillah dia bisa.
Hari ini dia praktek secara langsung, tentang fungsi uang.
Uang sebagai alat tukar.

#Day14
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Melukis dengan Garpu

Hari ini aktivitas Aluna adalah melukis.
Namun kali ini saya ajak Aluna melukis menggunakan garpu.
Bukan kuas.
Bahan yang dibutuhkan gampang kok :
* buku gambar
* garpu kecil
* cat air






Caranya :
Siapkan buku gambar dan cat air.
Lalu ajak si kecil menempelkan garpu ke cat air, dan kemudian menyapukannya diatas buku gambar.
Aluna senang sekali melakukan aktivitas ini.
Namun ada yg kucu, ketika dia lihat tangannya belepotan terkena cat, dia menangis.
Minta dibersihkan,,he he.
Jangan takut kotor sayang,, nggak kotor nggak belajar :)

#HomeEducation
#FBE.Aluna.1y5m
#FitrahBelajar
#FitrahBakat
#FitrahSeni

Selasa, 26 September 2017

Menabung untuk E-Pen

Alhamdulillah di rumah kami sudah punya perpustakaan mini.
Buku-buku Chacha memang kebanyakan harganya jutaan.
Bukan bermaksud pemborosan, namun saya akui, ada harga ada kualitas.
Tapi nggak terasa berat, karena dibeli pakai arisan.






Uang bayar arisan adalah uang hasil tabungan Chacha sehari-hari.
Sekarang, dia ingin punya e-pen, karena ada dua set bukunya yang bisa dibaca dengan e-pen.
Namun memang waktu itu uangnya hanya bisa buat buku.
Baiklah nak,, yuk nabung buat beli e-pen.

#Day13
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Senin, 25 September 2017

Tabungan Kurban

Sebenarnya Chacha sudah mengenal kebiasaan menabung.
Selama ini dia menabung untuk beli buku.
Alhamdulillah koleksi bukunya sudah banyak.











Sekarang kami mulai mengenalkan berbagai jenis tabungan.
Salah satunya tabungan kurban.
Kami kenalkan pada Chacha bahwa  ada tabungan kurban.
Uang yang terkumpul dalam wadah plastik ini nantinya untuk dibelikan hewan kurban pada idul adha tahun depan.
Semoga tercapai.
Amin




#Day12
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Minggu, 24 September 2017

Belajar Uang dengan Bermain Peran

Dihari kesebelas ini, saya kenalkan Chacha dengan uang sebagai alat tukar.
Kami bermain peran.




Chacha jadi penjual, saya jadi pembeli.
Dari permainan ini dia mengerti bahwa uang bisa menjadi alat tukar .
Dengan uang kita bisa menukar barang-barang yang diinginkan.


#Day11
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 22 September 2017

Belajar Sambil Safar

Qadarallah hari ini kami harus ke Bojonegoro.
Ada saudara yang meninggal dunia.
Walaupun banyak yang bilang bahwa saya dan anak-anak tidak perlu ikut, tapi kami mantap pergi berempat.
Sengaja mengajak anak safar karena bisa mengajak mereka mengambil hikmah dari safar dan mereka mengerti apa itu takziah.

Kami berempat baik bis antar kota.
Di dalam bis Chacha melihat banyak orang berjualan.
Pedagang asongan banyak yang berjualan.
Mualai dari penjual makanan dan minuman, koran sampai mainan.
Lalu ada beberapa pengamen.
Mulai dari pengamen kecil hingga dewasa.
Kami meminta Chacha yang memberikan uang itu kepada para pengamen.

Safar kali ini bisa mengasah kecerdasan finansial Chacha juga.
Bahwa banyak usaha yang dilakukan orang untuk mencari rezeki.
Dan mengajarkan untuk berbagi pada orang yang membutuhkan.

Alhamdulillah.
Akan selalu ada hikmah dalam segala peristiwa.
Chacha bisa belajar sambil safar.

#Day10
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Bang Bing Bung , Ayo Menabung

"Bang bing bung yuk, kita nabung.., Tang ting tung yuk, jangan dihitung,, Lama-lama kita nanti dapat untung"
Diatas adalah lirik lagu anak jaman saya kecil, lagunya membuat anak-anak semangat untuk menabung.
Sebaiknya kapan kita mulai mengajarkan anak menabung?
Jawabannya sedini mungkin, bukankah lebih cepat lebih baik?
Maka saya mulai mengajari Chacha (4y5m) sejak usia 2 tahun

Apakah dia mengerti?
Ya anak sudah bisa menilai perilaku orang dewasa sejak mereka lahir di dunia dan mulai belajar lingkungan disekitarnya.
Apalagi pada usia balita yg merupakan periode emas anak.
Pada usia ini sangat tepat mengajari anak berbagai macam keterampilan dan kebiasaan-kebiasaan yg baik, misalnya menabung.
 
Di hari  kesembilan ini saya mencoba merefresh lagi pengetahuan Chacha tentang menabung.
Saya bacakan lagi buku ini, buku yang membantu saya mengenalkan apa itu menabung.
Buku yang sudah dimiliki Chacha sejak usia 6 bulan.
Dan sekarang bisa dinikmati berdua bersama adiknya, Aluna.


Pada buku ini ada dua tujuan yang ingin dicapai,,
1. Membiasakan anak suka menabung

2. Mengajarkan anak manfaat dari menabung




#Day9
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Kamis, 21 September 2017

Let's Make Timmy Cotton Ship


Aluna sudah mulai mengenal beberapa jenis binatang.
Kendati belum bisa mengungkapkannya dengan jelas.

Hari ini saya mencoba mengenalkan domba dengan menggunakan kapas dan gambar.





Alat dan Bahan :

* buku gambar
* pensil warna
* mata-mata an
* kapas
* lem

Cara membuat :

*Saya gambar dombanya diatas buku gambar.
*Lalu saya ajak Aluna merobek kapas menjadi kecil-kecil.
*Setelah itu gambar saya lapisi lem
*Saya ajak aluna menempel kapas diatas gambar
*Jangan lupa tempelkan matanya

Aluna sempat bengong, saat Melihat gambar domba.
Senang saat merobek kapas.
Dan heboh banget ketika sudah jadi.
Dia bilang "mbekk mbekk"

Hihi,,dia lebih bisa bilang suara dombanya,,


#HomeEducation
#FBE.Aluna1y6m
#FitrahBelajar
#FitrahPerkembangan

Mengenal Uang

Kecerdasan finansial memang bukan soal uang fokus utamanya.
Namun tidak ada salahnya mulai mengenalkan anak pada uang.
Sampai sekarang memang Chacha belum mengerti tentang uang, nilai-nilai uang.
Hanya yang dia tahu, bila ingin membeli sesuatu harus pakai uang.



Malam ini saya ajak dia bermain dengan uang.
Saya minta dia mengelompokkan uang berdasarkan jenisnya.
Ada lima jenis uang yang dia kelompokkan, yaitu 1000, 2000, 5000, 10.000 dan 50.000.
Berikutnya kami akan bermain jual beli.
Memperkenalkan uang sebagai alat pembayaran.

#Day8
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Rabu, 20 September 2017

Mengenal Bank

Hari ini selepas pulang sekolah kami mengajak Chacha mampir ke bank.
Kami sengaja mengajaknya agar dia tahu bahwa kita bisa menyimpan uang di bank.







Selama ini dia hanya tahu celengan sebagai tempat penyimpanan uang.
Kini pengetahuannya tentang cara menabung bertambah.
Bahwa selain di celengan kita bisa menabung di bank.


#Day7
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Mengenal Preeklampsia : Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Kehamilan



“ Di, mohon bantuan donor ASI ya. Temanku barusan melahirkan, tapi ibunya tidak selamat.”.  Ahh, saya menghela nafas panjang. Ini adalah kali kedua dalam bulan ini saya mendapatkan WA seperti itu. Mendengar kabar ibu meninggal saat melahirkan, dan penyebabnya sama : Preeklampsia!.  Aktivitas saya sebagai konselor laktasi dan juga pengurus LSM menyusui membuat saya sering dimintai bantuan yang berkaitan dengan donor ASI. Sebelumnya, saya mendapat kabar bahwa ada ibu meninggal karena preeclampsia setelah melahirkan tiga orang bayi kembarnya. Keadaan ini membuat saya ingin mencari lebih banyak informasi tentang penyakit ini. Saya pun melakukan wawancara dengan teman SMA yang saat ini sedang menempuh PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) bidang kandungan. Kebetulan teman saya ini lah yang menangani dua kasus tersebut. Berikut hasil wawancara saya dengan beliau.

Apa itu preeklampsia
Preeklampsia didefinisikan sebagai suatu penyakit yang dalam bahasa awam disebut keracunan kehamilan yang dapat disertai dengan kerusakan organ (system pembuluh darah, jantung, paru-paru, ginjal, syaraf dan lain-lain). Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi setelah usia kehamilan 20 minggu.  Preeklampsia terbagi menjadi dua, yaitu :
1.      Preeklampsia (PE) : yaitu bila tekanan darah lebih dari 140/90, disertai dengan adanya protein dalam urine.
2.       Preeklampsia Berat (PEB) : yaitu bila tekanan darah lebih dari 160 dengan disertai gangguan organ.

Penyebab preeklampsia
Hingga  saat ini masih belum diketahui penyebab utama dari preeklamsia. Namun beberapa ahli percaya jika preeklamsia mulai berkembang di plasenta. Plasenta adalah organ yang menghubungkan suplai darah ibu hamil dengan suplai darah janin yang dikandungnya, dan nutrisi selama janin di dalam kandungan diberikan melalui plasenta.
Pada ibu hamil dengan preeklamsia, pertumbuhan dan perkembangan pembuluh darah plasenta terganggu, sehingga lorong pembuluh lebih sempit dari yang seharusnya serta melakukan reaksi berbeda terhadap rangsangan hormon. Kondisi itu menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang bisa dialirkan.
Beberapa ahli lainnya menduga bahwa kurangnya nutrisi, tingginya kandungan lemak tubuh, faktor keturunan, dan kurangnya aliran darah ke uterus menjadi penyebab terjadinya preeklamsia.
Beberapa faktor resiko preeklampsia antara lain :
1.      Hamil terlalu muda (usia kurang dari 20 tahun) atau usia lebih dari 35 tahun atau hamil anak pertama setelah lebih dari 4 tahun menikah.
2.      Obesitas
3.      Diabetes
4.      Jarak dengan kehamilan sebelumnya lebih dari 10 tahun.
5.      Riwayat hipertensi
6.      Kehamilan ganda
Preeklampsia bisa timbul kapan saja, tanda-tanda awal bisa diketahui saat usia kehamilan 34 minggu. Namun jika semakin muda usia kehamilan, makin jelek prognosisnya lebih dari 34 minggu. Preeklampsia biasa diakhiri saat kehamilan berusia 37 minggu, dengan melakukan kontrol rutin ke rumah sakit setiap 1-2 minggu sekali.  PEB diakhiri saat usia kehamilan 34 minggu, dengan sebelumnya melakukan perawatan konservatif di rumah sakit. 

Peluang selamat dari preeklampsia
Belum ada penelitian pasti tentang besarnya peluang ibu bisa selamat dengan preeklampsia , semua tergantung jenis preeklampsia yang diderita. Bila hanya PE atau PEB biasa tanpa komplikasi organ, maka kemungkinan besar akan selamat. Namun bila terjadi komplikasi ke gangguan pembekuan darah atau otak atau jantung itu yang berat. 



Penanganan preeklampsia :
1.      Langkah preventif dalam menghadapi preeklampsia adalah setiap ibu hamil yang memiliki faktor resiko harus segera dilakukan skrining preeklampsia saat usia kehamilan 12-16 minggu. Bila positif preeklampsia  akan diberikan aspilet dosis rendah dan kalsium elemenatal. Namun pengobatan ini tidak menjamin 100% akan terhindar dari preeklampsia. Selama hamil, maka kemungkinan preklampsia akan tetap ada.
2.      Bila divonis PE, harus sering control rutin ke rumah sakit setiap 1-2 minggu sekali. Semakin dekat usia kehamilan maka semakin sering kontrol. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, laboratorium dan USG Doppler (aliran darah dalam Rahim dan jantung). Bila PE janin akan dilahirkan ketika usia 37 minggu.
3.      Bila PEB harus rawat inap di rumah sakit hingga usia 34 minggu. Dengan dilakukan monitoring ketat, pemberian obat anti kejang, antihipertensi dan monitoring ketat cairan.  Bila PEB akan dilahirkan pada usia 34 minggu, sebab semakin tua usia kehamilan maka komplikasi akan semakin banyak.
4.      Pada intinya pengobatan preklampsia adalah mengakhiri kehamilan. Namun pengobatan di Indonesia masih menganut mempertahankan janin apabila kondisi mama masih cukup baik. Kemampuan NICU di Indonesia rata-rata mampu merawat bayi sekitar 2000 ram, makanya jika mengalami preklampsia mama diminta untuk melahirkan saat usia kandungan 34 minggu.

Pengobatan di rumah
Pongobatan preklampsia yang bisa dilakukan saat  dirumah :
1.      menjaga diet sesuai anjuran
2.      istirahat total dengan posisi miring ke kiri
3.      memeriksa urin sesuai anjuran
4.      membberi tahu dokter  jika tangan, kaki, wajah membengkak, atau perubahan penglihatan, sakit kepala atau nyeri perut
5.      hubungi dokter  jika berat badan Anda naik lebih dari 1,4 kg dalam 24 jam

Oleh karena itu penting bagi ibu hamil untuk mempelajari gejala dan penangananan preklampsia sejak dini sebelum terlambat. Ibu hamil hendaknya rutin memeriksakan kehamilannya.

Selasa, 19 September 2017

Bermain Bentuk dan Warna

Aluna sudah mulai telaten memasukkan satu persatu bentuk-bentuk ke dalam tiangnya.
Menumpuk 50 buah bentuk.
Ketika dia memasukkan setiap bentuk, saya menyebutkan warna-warna bentuk tersebut.






Hal itu saya lakukan untuk mengenalkan jenis-jenis warna padanya.
Dia belum bisa bila harus mengumpulkan bentuk berdasarkan warna.
Selain itu saat dia berhasil memasukkan bentuk, saya memberinya tepuk tangan.
Sambil memuji "anak pintar", "anak hebat".
Mendengar pujian itu dia tertawa senang dan semakin semangat melakukan aktivitasnya.


#HomeEducation
#FBE.Aluna.1y6m
#FitrahFisik
#FitrahPerkembangan

Selasa BerInfaq

Bila kemarin malam saya bercerita tentang infaq, maka hari ini Chacha praktek langsung dalam berinfaq.
Di sekolahnya setiap hari Selasa dan Jum at ada kegiatan berinfaq.
Anak-anak diajak praktek langsung merelakan sebagian uang jajannya untuk di infaq kan.





Chacha tidak punya uang jajan, karena saya selalu membawakannya bekal.
Sekolahnya juga tidak membiasakan untuk jajan sembarangan dan meyarankan orangtua membawakan bekal.
Jadi saya sengaja memberinya uang untuk di infaq kan.
Alhamdulillah, Chacha sudah tau ilmunya dan bisa langsung mempraktekkannya.


#Day6
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Senin, 18 September 2017

Menyusuri Jejak Kraton Surabaya Bersama Surabaya Herritage Track

Libur Idul Adha lalu, saya bersama dua orang sahabat menghabiskan waktu menyusuri kota Surabaya.
Kami bertiga mencoba naik bis Surabaya Herritage Track.


Sebelumnya kami harus mendaftar dulu seminggu sebelum keberangkatan untuk mendapatkan tiket.
Namun saat registrasi, kami hanya bisa mendapatkan dua tiket.
Satu tiket lainnya, kami harus berjuang mengantri langsung di lokasi saat waktu keberangkatan.
Setelah dua jam antri, akhirnya tiket kami dapatkan.
Lengkap sudah, kami dapat tiga tiket.
Yeaayy jadi berangkat..!!
Oh ya tiketnya gratis lhoo..





Destinasi perjalanan kami ada 3 tempat : Kampung Kraton-Balai Kota-Gedung Kesenian Cak Durasim.
Saya sempat bertanya-tanya ketika membaca destinasi pertama : Kampung Kraton.
Kampung kraton itu hanya nama sebuah tempat atau ada sejarah khusus dari nama tersebut.
Selama di perjalanan, kami ditemani seorang pemandu wisata.
Pemandu wisata menjelaskan secara singkat tentang tempat-tempat yang kami kunjungi.
Dan betapa kagetnya saya, bahwa kampung kraton adalah bagian dari sejarah Surabaya.
Saya baru tahu kalau ternyata Surabaya punya kraton!.




*Sejarah Singkat Kraton Surabaya*
Sejarah kraton Surabaya dimulai dari pertempuran sengit dengan tentara Mongol yang kemudian dimenangkan oleh Raden Wijaya, semenjak tahun 1293, Hujung Galuh berganti nama menjadi Curabhaya yang berarti keberanian menghadapi bahaya. Sistem pemerintahannya pun menjadi kekeratonan atau kerajaan.

Seiring berjalannya waktu, Surabaya pun menjadi sebuah kawasan yang semakin tangguh. Terletak strategis dekat laut dengan pusat kota yang berada di tepi sungai, membuat daerah yang kala itu dipimpin oleh Pangeran Jayalengkara menjadi incaran kerajaan Mataram.

Segala upaya dilakukan kerajaan Mataram untuk menaklukkan Syrabaya.
Namun Surabaya tetap tangguh tak terkalahkan.
Menjelang tahun 1625 kraton Surabaya mulai mengalami kemunduran.
Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh kerajaan Mataram.

Pasukan Mataram lantas membendung Kali Mas, anak Kali Brantas yang mengaliri kota dan merupakan sumber utama kehidupan masyarakat Surabaya. Caranya dengan menenggelamkan ratusan pohon kelapa yang ditopang oleh bambu, kemudian setiap pohon kelapa diberinya bangkai binatang.

Akibatnya, Surabaya menjadi kekurangan air bersih dan krisis pangan. Hanya sedikit air yang mengalir, pun sudah tercemar dengan bangkai. Tak sedikit penduduk yang mati kelaparan dan terkena wabah penyakit

Melihat penderitaan rakyatnya, Pangeran Jayalengkara menjadi iba.
Beliau mendatangi Tumenggung Mangunoneng, Panglima Mataram, untuk meminta bendungan tersebut dibongkar. Pada peristiwa inilah Pangeran Jayalengkara memutuskan untuk menyerah. Sejak saat itu pula Surabaya menjadi milik Mataram.

Ketika Belanda berhasil menguasai Mataram, tak ayal Surabaya pun terkena imbasnya.
Seluruh bangunan kraton Surabaya dihancurkan oleh Belanda.
Semua peninggalan kraton juga dihilangkan.
Semua ini dilakukan karena Belanda tidak mau ada dualisme kekuasaan.

Walaupun tidak ada bukti sejarah berupa monumen, berbagai literatur sejarawan Surabaya dan Belanda memperkirakan jika Keraton Surabaya dahulunya meliputi kawasan Kebonrojo sebagai Taman Keraton, Tugu Pahlawan sebagai Alun-alun Utara dan Alun-alun Contong (Baliwerti – Bubutan) yang merupakan bagian dari Alun-alun Selatan.

*Kampung Kraton : Sisa-Sisa Jejak Kraton Surabaya*

Bis kami berhenti di sebuah gang kecil bertuliskan "Jalan Kraton".
Jalan ini terletak diantara Jalan Pahlawan dan Jalan Keramat Gantung.
Konon, kawasan ini merupakan tempat berdirinya Keraton Surabaya.
Kampung Keraton, begitu lah julukannya.
Bangunan-bangunan yang ada di dalamnya masih banyak yang berbentuk rumah-rumah kuno khas kolonial.
Rumah dengan jendela besar dan beratap tinggi.




Di ujung gang Kampung Keraton, terdapat satu-satunya bangunan peninggalan fisik Keraton Surabaya yang masih tersisa, yang diyakini sebagai gerbang Keraton Surabaya. Sebagian orang juga percaya bahwa  gapura setinggi kurang lebih empat meter tersebut merupakan sebuah tempat pengintaian dan bagian kecil dari gerbang selatan Keraton Surabaya.
Sayangnya, bangunan tersebut belum termasuk cagar budaya.
Sehingga rawan bila suwaktu-waktu di hancurkan.

Demikian, cerita yang bisa saya bagikan tentang secuil sejarah Surabaya.
Dan asal pembaca tahu, bahwa tidak biasanya pertemuan kami bernilai edukasi seperti ini.
Persahabatan kami selama 15 tahun biasanya banyak dihabiskan dengan ngobrol cantik sambil menikmati secangkir kopi.
Namun kali ini, kami bertiga belajar sejarah Surabaya.








Ada Hak Orang Lain Dalan Rezeki kita

Dihari kelima ini, saya mengenalkan pada Chacha bahwa di setiap rezeki yang kita terima ada hak orang lain.

Kita wajib berbagi rezeki pada orang-orang yang membutuhkan.
Tujuannya untuk mensyucikan rezeki yang kita terima.
Bentuknya bermacam-macam.
Mulai dari zakat, infaq dan shidaqoh.

Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur an surah At- Taubah ayat 103 "Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Kemudian Chacha bertanya, apa itu zakat, apa itu infaq dan apa pula shodaqoh.
Shodaqoh adalah oemberian seorang muslim kepada orang lain dengan ikhlas dan sukarela tanpa ada batasan dan jumlah.
Shodaqoh lebih luas dari zakat ataupun infaq, karena bentuknya tak hanya harta tapi juga amal baik.





Sedangkan infaq adalah pemberian harta kepada orang lain.
Sementara zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim kepada golongan yang berhak menerimanya sesuai aturan syariat.



#Day5
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Sabtu, 16 September 2017

Ketika Chacha Berdoa

Akhir-akhir ini Chacha sering bangun subuh.
Ketika saya bangun, dia ikut bangun.
Terkadang dia ikut shalat subuh, tapi terkadang juga tidak.
Saya memang membebaskannya.
Tidak memaksanya untuk shalat.
Usianya baru 4 tahun.

Selesai shalat dia selalu membaca doa untuk kedua orangtua dan doa kebaikan dunia akhirat.
Nah ketika dia selesai membaca doa, saya beritahukan bahwa ketika selesai shalat kita bisa berdoa meminta rezeki pada Allah.

Allah Mahakaya dan Maha Pemberi rezeki.
Maka, kita harus selalu mengawali, mengiringi, dan mengakhiri setiap upaya kita, termasuk ikhtiar menjemput rezeki, dengan segenap doa.








Saya ajak Chacha memanjatkan doa minta rezeki dalam keadaan rezeki lapang atau sempit.

Saya jelaskan pula bahwa doa akan membentengi kita dari menempuh cara-cara yang buruk dalam mencari rezeki, seperti berbuat curang, mengambil hak orang lain, menyuap, korupsi, atau meminta bantuan kepada jin melalui perantaraan manusia.

Doa minta rezeki juga akan membuat kita senantiasa bersyukur ketika mendapatkan limpahan rezeki dan tetap bersabar ketika kita diuji dengan kesempitan rezeki.


#Day4
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial



Mengenal Malaikat Mikail, Sang Pembagi Rezeki

Membaca buku adalah agenda rutin bagi anak-anak.
Malam ini saya membacakan buku " About Islam ".
Dimana salah satunya membahas malaikat-malaikat Allah.






Saya membahas malaikat Mikail dengan lebih detail.
Mengenalkan anak-anak pada malaikat Mikail.
Mikail adalah malaikat yang mengatur air, menurunkan hujan/petir, membagikan rezeki pada manusia, tumbuh-tumbuhan juga hewan-hewan dan lain-lain di muka bumi ini.

Lalu Chacha bertanya, " kok hujan rezeki si Bunda?".
Saya tersenyum mendengar pertanyaannya.
Lalu saya jelaskan bahwa hujan adalah rezeki karena melalui hujan dapat tumbuh berbagai macam tanaman, sayuran dan buah-buahan yang menjadi makanan manusia.

Hari ini anak-anak belajar tentang malaikat pembawa rezeki.
Dan mengenal jenis-jenis rezeki, dimana salah satunya adalah hujan.

#Day3
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Jumat, 15 September 2017

Mengenal Allah Sebagai Maha Pemberi Rizki

Hari kedua dalam menumbuhkan kecerdasan finansial anak adalah dengan mengenal siapa yang memberi rizki.
Saya bacakan kisah asmaul husna.
Dimana salag satu sifat Allah adalag Ar-Razaq.





Ar-Razzaq artinya Allah Maha Pemberi Rizki.
Rizki tidak hanya berbentuk uang atau makanan lho
Rizki ada banyak macamnya.
Kesehatan, ilmu dan suasana yang damai juga adalah rizki yang wajib untuk disyukuri.

Cerita bergambar dalam buku ini, mampu membuat Chacha lebih cepat memahami sifat Allah sebagai Ar-Razaq.
Sebagaimana dalam pendidikan berbasis fitrah.
Bahwa fitrah keimanan ditumbuhkan dengan penciptaan imaji positif tentang Allah, Rasul dan agamanya.
Caranya dengan keteladanan dan kisah inspiratif


#Day2
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Rabu, 13 September 2017

Anak-anak Masih Sulit Membuang Sampah Pada Tempatnya? Coba Mama lakukan 5 Tips Berikut

Anak-anak perlu dididik untuk menjaga lingkungan. Salah satunya dengan membuat mereka mau membuang sampah pada tempatnya. Betul nggak, Ma? Nah apakah Mama masih suka menjumpai anak-anak masih sulit membuang sampah pada tempatnya? Jangan risau Ma, simak tips berikut ini :
1. Jadilah Contoh
Anak-anak mungkin bisa salah mengerti. Tapi mereka tidak pernah salah mengcopy. Anak-anak adalah peniru ulung. Mama, selalu tunujukkan contoh untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu mereka akan mencontohnya. Mereka akan membuang sampah pada tempatnya.





2. Beri Tau Manfaatnya
Ceritakan pada anak, tentang manfaat membuang sampah pada tempatnya. Bila mereka tahu manfaatnya, mereka akan mau melakukannya.
3. Jelaskan Akibatnya
Ceritakan juga pada anak, apa saja akibat bila kita membuang sampah tidak pada tempatnya. Mama boleh membacakan buku atau memberikan video tentang akibat membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, mereka akan merasa bersalah bila tidak membuang sampah pada tempatnya.
4. Latih Terus
Latih anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Berikan anak tempat sampah lucu. Agar mereka suka membuang sampah pada tempatnya.
5. Belajar Sampah
Ajari anak tentang jenis-jenis sampah. Bila anak sudah bisa membuang sampah pada tempatnya. Ajari mereka untuk membuang sampah sesuai jenisnya. Bahwa sampah terdiri dari sampah basah dan sampah kering.
Nah Mama, mudah bukan. Yuk tetap semangat mengajari anak untuk membuang sampah pada tempatnya.

Belajar Konsep Rejeki Dari Doa Sebelum Makan

Pada game level 8 kali ini, tantangannya adalah mengenalkan konsep kecerdasan finansial bagi anak.
Apa itu kecerdasan finansial?
Menurut para ahli cerdas finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan.

Apabila disesuaikan dengan konsep di Ibu Profesional bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, sehingga dengan belajar mengelola uang artinya kita belajar  bertanggungjawab terhadap bagian  rejeki yang kita  dapatkan di dalam kehidupan ini.
Prinsip yang harus dipahami adalah rejeki itu paati, kemuliaanlah yang harus dicari.






Maka langkah pertama yang harus dilakukan dalam rangka mengasah kecerdasan finansial pada anak, adalah mengenalkan konsep apa arti rejeki itu sendiri.
Pagi ini ketika Chacha akan sarapan dia memulai dengan doa sebelum makan.
Dan yang membuat saya bangga adalah ketika selesai melafadzkan doanya, dia sebutkan pula artinya.

" Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka "
Sungguh luar biasa bila kita merenungkan apa yang tersirat dalam doa makan tersebut.

Maka saya mulai berdialog dengan Chacha.
Tentang apa itu rejeki dan apa saja bentuk-bentuk rejeki.

Mungkin sekarang Chacha masih belum benar-benar mengerti.
Tapi saya yakin, nanti dia akan mengerti.
One little bit ya sayang.

#Day1
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Camilan Rabu

🍓🍎🍐 Cemilan Rabu #8.1 🥝🍉🥑


⚖ *Melatih Anak Berdagang* ⚖

Perhatian Rasulullah dalam membentuk anak dalam hal sosial maupun ekonomi terlihat jelas dalam bimbingan beliau. Sebab kegiatan berdagang akan memberikan gerakan sosial kemasyarakatan yang kuat pada anak.

Manfaatnya bagi anak,
🌷Anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya
🌷Membiasakan diri terus berkembang
🌷Memanfaatkan waktu untuk hal-hal berguna
🌷 Memperoleh kepercayaan diri
🌷 Belajar bersusah payah, terbiasa memberi dan menerima serta memahami kehidupan dengan baik dan benar.

Rasulullah bahkan mendoakan anak kecil agar Allah memberikan berkah dalam usahanya untuk berdagang. Abu Ya'la dan Tabrani meriwayatkan dari Amru Bin Hutais bahwa "Rasulullah melewati Abdullah Bin Ja'far yang ketika itu sedang melakukan transaksi jual beli dengan anak-anak yang lain. Lalu berdoa,

_"Ya Allah, berkahilah transaksi jual belinya."_

Anak yang mulia ini adalah anak dari paman Rasulullah. Rasulullah tidak merasa malu, namun justru mendoakan keberkahan untuknya.


Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang Nasional/


📚Sumber bacaan:
(Cara Nabi Mendidik Anak, Muhammad Ibnu Abdul Hafidh Suwaid, 2013)

*Tantangan 10 Hari* *Level #8*


Periode 14 - 30 September 2017

*MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI*

Memahamkan anak-anak bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, itu dimulai dari ibu. Termasuk pengelolaan uang, membaginya kepada yang berhak, membedakan keinginan serta kebutuhan juga dimulai dari ibu.

Yuk bertumbuh bersama anak dengan menjadi teladan, sehingga anak ikut belajar mengelola uang dan bertanggungjawab terhadap bagian rejeki yang didapatkan di dalam kehidupan ini.

🎎Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak:

👶🏻 *Anak usia dini (<7th)*
Buatlah proyek pengenalan menabung, proses menabung dan membelanjakan tabungan. Perkuat bahwa semua rejeki berasal dari Allah. Ceritakan pengalaman bunda dalam mengenalkan konsep rejeki pada si kecil melalui tulisan dan atau foto.

👦🏻 *Usia pra baligh (7-14th)*
Jika anak mulai mengerti uang/ memasuki usia SD ajarkan anak untuk mulai memilah antara keinginan dan kebutuhan. Buatlah tabel keuangan sederhana dan dampingi anak saat melakukan pencatatan. Ceritakan pengalaman bunda dan ananda dalam pengelolaan keuangan ananda. Bunda juga bisa membuat proyek sederhana untuk memperkuat konsep kepemilikan dan pengelolaan uang bagi ananda.

👱🏻 *Usia baligh (>14 tahun)*
Jika anak sudah baligh atau sudah mulai mempunyai mimpi ajak anak menuliskan vision board dan mewujudkan mimpinya dengan membuat financial planning. Dampingi dan beri semangat dalam menjalankan strategi dalam mendapatkan dan mengelola keuangan. Bunda juga dapat menyertakan ananda dalam pengelolaan keuangan keluarga sebagai bagian pembelajaran bersama.

👩🏻‍💻 *Bagi yang sudah menikah belum memiliki anak serta bagi yang belum menikah:*
Ceritakan pengalaman anda dalam mengelola keuangan. Catatlah proses belajar membuat pencatatan keuangan dan membaginya ke dalam kantong belanja, infaq, dan tabungan. Identifikasi catatan keuangan Anda apakah sudah baik, perlu review ulang ataupun ada bocor halus dalam pengelolaannya.

💻 Bagi anda yang menggunakan blog, gunakan label:
Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 8
Tantangan 10 Hari

🖥 Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas:
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Setorkan tugas anda dengan menggunakan link berikut:

http://bit.ly/LinkLevel8

*Latih - percayakan - jalani - supervisi - latih lagi*

MENDIDIK ANAK CERDAS FINANSIAL SEJAK DINI

_Institut Ibu Profesional_
_Kelas Bunda Sayang sesi #8_



*_Apa itu Cerdas Finansial?_*

Menurut para ahli cerdas finansial adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan dan mengelola keuangan.

Apabila disesuaikan dengan konsep di Ibu Profesional bahwa uang adalah bagian kecil dari rejeki, sehingga dengan belajar mengelola uang artinya kita belajar  bertanggungjawab terhadap bagian  rejeki yang kita  dapatkan di dalam kehidupan ini.

*_Apa pentingnya cerdas finansial ini bagi anak-anak?_*

Di dalam Ibu Profesional kita memahami satu prinsip dasar dalam hal rejeki yaitu,

_Rejeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari_

Ketika anak sudah paham konsep dirinya, maka kita perlu menstimulus kecerdasan finansialnya agar :

_Kemuliaan Anak Meningkat_

dengan cara :

a. Anak paham konsep harta, bagaimana memperolehnya dan memanfaatkannya sesuai dengan kewajiban agama atas harta tersebut.

b. Anak bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan sendiri.

c. Anak terbiasa merencanakan (membuat budget) berdasarkan skala prioritas.

d. Anak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

e. Anak memiliki rasa percaya diri dengan pilihan "gaya hidup" sesuai dengan fitrahnya, tidak terpengaruh dengan gaya hidup orang lain.

f. Anak paham dan punya pilihan hidup untuk menjadi employee, self employee, bussiness owner atau investor.

_Bagaimana Cara Menstimulus Cerdas Finansial pada Anak_?"

1.Anak-anak perlu dipahamkan terlebih dahulu bahwa rejeki itu datang dari Sang Maha Pemberi Rejeki,  sangat luas dan banyak, uang/gaji orangtua itu hanya sebagian kecil dari rejeki.

Sehingga jangan batasi mimpi anak, dengan kadar rejeki orangtuanya saat ini.

_Karena sejatinya Anak-anak adalah milik Dia Yang Maha Kaya, bukan milik kita_

Sehingga kalau akan minta sesuatu yang diperlukan anak, mimpi sesuatu,  mintalah ke Dia Yang Maha Kaya, bukan ke manusia,  meski itu orangtuanya.

2. Ajak anak berdialog tentang arti KEBUTUHAN dan KEINGINAN

Kebutuhan adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda

Keinginan adalah sesuatu yang bisa ditunda.

Bantu anak-anak membuat skala prioritas kebutuhan hidupnya berdasarkan dua hal tersebut di atas.

3. Setelah paham dengan prioritas kebutuhan hidupnya, maka latih anak untuk membuat "mini budget", sebagai bentuk latihan merencanakan berdasarkan skala prioriitas

Mini budget ini bisa dibuat 3 harian, 1 minggu atau 1 bulan bergantung pada kemampuan dan usia anak.

Dengan adanya mini budget ini anak akan berkomitmen untuk mematuhi apa yang sudah disepakati, kemudian bertanggung jawab menerima konsekuensi apapun atas kesepakatan yang sudah dibuatnya

 4. Anak dilatih mengelola pendapatan berdasarkan ketentuan yang diyakini oleh keluarga kita.

Contoh : Apabila mini budget sudah disetujui oleh orangtua, dana sudah keluar,  anak-anak akan belajar memakai ketentuan yang sudah disepakati keluarga misal kita ambil contoh sbb:

Hak Allah : 2,5 - 10% pendapatan
Hak orang lain : max 30% pendapatan
Hak masa depan : min 20% pendapatan
Hak diri sendiri : 40-60% pendapatan

5. Lakukan apresiasi setiap anak menceritakan bagaimana dia menjalankan mini budget sesuai kesepakatan.

Latih lagi anak-anak untuk membuat mini budget berikutnya dengan lebih baik.

Prinsipnya adalah : Latih - percayai-jalani-supervisi-latih lagi.


 Ingat sekali lagi prinsip di Ibu Profesional

_for things to CHANGE, I MUST CHANGE FIRST_

Apabila kita menginginkan perubahan maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu.

Maka sejatinya materi ini adalah proses kita sebagai orangtua agar cerdas finansial dengan cara _learning by teaching_ belajar mengajar bersama anak-anak. Jadi yang utama harus belajar tentang cerdas finansial ini adalah kita, orangtuanya, kemudian pandu kecerdasan finansial anak-anak kita sesuai tahapan umurnya.

Salam Ibu Profesional,


/Tim Fasilitator Bunda Sayang/


📚Sumber bacaan

_Ahmad Gozali, Cashflow for muslim, 2016_

_Septi Peni Wulandani, Mendidik Anak Cerdas Finansial, bunda sayang, 2015_

_Eko P Pratomo, Cerdas Finansial, artikel Kontan, 2015_

Selasa, 12 September 2017

Bijak Bersosial Media, Yuk !!

Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju kita bergerak mengikuti perkembangan zaman, salah satunya adalah menggunakan sosial media. Sosial media digunakan untuk mengkespresikan perasaannya, menumpahkan isi pikirannya, dan juga untuk mengenal orang banyak.

Namun dewasa ini sosial media menjadi ajang pertempuran bagi pihak-pihak tertentu.
Bila saya amati, perang di sosmed itu dimulai saat pemilihan presiden tahun 2014.
Ketika itu netizen terbagi atas dua kubu, yaitu kubu Prabowo dan kubu Jokowi.
Masing-masing saling serang di sosmed.
Perang di sosmed kembali memanas ketika pilkada DKI yang terjadi beberapa bulan lalu.
Peran antara pendukung pasangan calon no 1 dan pasangan calon no 3.






Lalu bagaimana kita menyikapi perang di sosmed?
Saya ada tiga langkah jitu menyikapi perang di sosmed.
Pertama, tidak ikut berkomentar dengan topik yang menjadi bahan perang tersebut.
Kedua, tidak ikut menyebarkan berita yang berkaitan dengan perang sosial media.
Ketiga, memblock orang-orang yang sangat masif melancarkan perang di sosial media.
Nah itu adalah langkah yang saya lakukan dalam menghadapi perang sosial media.

Bagaimana dengan kamu?

Senin, 11 September 2017

Anak Menolak Sayur? Jangan Khawatir Bunda ! Siasati dengan Carrot Bites. Camilan Sehat yang Tidak Akan Ditolak Anak.

Siapa yang tidak tahu manfaat sayuran.
Setiap orang menyadari bahwa sayuran memiliki banyak manfaat.
Namun sayangnya, tidak semua orang suka sayur.
Apalagi anak-anak.

Banyak para bunda merasa kesulitan membuat anak suka pada sayur.
Apalagi ketika anak berusia satu tahun keatas.
Ketika usia satu tahun, anak sudah mengenal berbagai jenis makanan.
Pola makan yang dikonsumsi anak seperti layaknya orang dewasa, yakni nasi, lauk, sayur, dan buah.

Selain itu usia satu tahun adalah fase dimaba anak suka memakan camilan.
Bunda, bisa memberikan camilan yang sehat namun tetap disukai anak.

Seperti yang saya berikan pada Chacha.
Carrot Bites adalah camilan sehat kesukaan Chacha.
Carrot Bites adalah cara saya mensiasati Chacha yang tidak suka sayur.

Carrot Bites ini mudah lho cara membuatnya.
Bahan-bahannya juga mudah didapatkan.





Bahan :
1 buah wortel
1. Butir telur
1 siung bw putih + 1/4 sd teh merica + sedikit pala haluskan goreng (seperti bumbu sop)
Gula garam secukupnya.
Tepung panir
Tepung beras

Cara Membuat :
Kukus wortel (optional bisa ditambah sayuran lain yg bubda suka), blender sampai halus.
Campur adonan sayuran dengan telur dan bumbu sop.
Tambahkan tepung beras dan tepung panir sedikit demi sedikit sampai kalis.
Bentuk bola dan isilah dengan keju parut didalamnya atau sosis atau bakso yg dipotong kecil.
Goreng sampai kecoklatan lalu sajikan.

Dengan carrot bites ini, Chacha jadi suka wortel.
Carrot Bittes menjadi camilan yang sehat dan bergizi.

Selamat mencoba ya Bunda.

Sabtu, 09 September 2017

Aliran Rasa Gams Level 7

Alhamdulillah...
Game ketujuh membuat saya menyadari bahwa semua anak adalah bintang.
Setiap anak akan punya fitrah bakatnya masing-masing.
Tugas orangtua adalah memfasilitasi.

Memperkenalkan anak dengan berbagai aktivitas.
Mengamati dan mencatat setiap aktivitas anak.

Pada akhirnya game ketujuh ini membuat saya bisa menerima tanpa drama.
Mencintai anak dengan lebih baik.

Meet Up Sambil Mencicipi Oleh-Oleh Khas Surabaya di D'Neven Surabaya Bersama Blitz Community

Bulan syawal identik dengan maraknya acara halal bi halal. Berbagai postingan halal bi halal bersliweran di media sosial. Banyak yang po...