Sabtu, 23 Desember 2017

Dongeng Tak Hanya Bermanfaat untuk Anak, Tapi Juga Bermanfaat Bagi Ibu

Aliran Rasa Game Level 10



Selama ini saya memang rutin mendongeng kepada anak-anak.
Namun dongengnya berasal dari koleksi buku-buku kami yang ada di rumah.
Tapi sejak mendapat materi 10 ini, semuanya berubah.

Sebagai seorang ibu, kali ini saya harus belajar hal baru.
Apa itu? Ya saya harus belajar membuat dongeng sendiri.
Setiap hari saya harus berjibaku dengan kreatifitas membuat dongeng.
Merangkai setiap kata agar menjadi sebuah cerita yang menarik.

Dongeng bisa menjadi media menyampaikan nilai-nilai baik dengan cara yang menyenangkan.
Misalnya saat mengajarkan nilai percaya diri pada Chacha, saya membuat dongeng " Rambut Keriting Mikay ".
Selama ini Chacha kurang percaya diri dengan rambut keritingnya.
Namun setelah mendengar dongeng ini, dia tidak malu lagi dengan rambutnya.

Lalu saya juga menanamkan nilai cerdas finansial pada dongeng         " Pergi Ke Pasar Kaget".
Dalam dongeng tersebut saya menanamkan pada Chacha bahwa ketika membeli barang, itu harus yang dibutuhkan.
Bukan yang diinginkan saja.

Semua juga sudah tahu banyak manfaat yang di dapat oleh anak, saat mendengar dongeng.
Tapi tak banyak yang membahas manfaat dongeng bagi ibu.
Padahal banyak lho manfaat yang di dapat ibu saat mendongeng.

Pertama, dengan mendongeng khususnya dongeng yang di buat sendiri, akan mengasah sisi kreatifitas ibu.
Setiap hari ibu akan belajar kreatif membuat dongeng.

Kedua, ibu akan mudah menanamkan nilai-nilai baik dengan cara menyenangkan.
Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.
Menanamkan nilai-nilai baik pada anak adalah tugas utama ibu.
Dengan dongemg tugas tersebut akan berjalan dengan mudah.

Ketiga, mempererat bonding atau kedekatan antara ibu dan anak.
Saat mendongeng, ibu akan semakin dekat dengan anaknya.

Ya inilah dongeng, tak hanya bermanfaat untuk anak tapi juga bermanfaat bagi ibu.
Sesuai dengan prinsip "Raise Your Child, Raise Yoursel."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keliling Jakarta Dua Hari, Tidak Cukup !!

Jakarta, kota yang cukup berarti buat saya. Merantau selama 1,5 tahun cukup membuat saya jatuh cinta dan merindu. Makanya se...