Selasa, 05 Desember 2017

Kisah Aisya dan Puteri Raja

Hari kelima ini saya menceritakan tentang kisah Aisya dan Puteri Raja.
Chacha suka sekali dengan dongeng puteri.
Saya mencoba menghadirkan kisah puteri dari sisi yang lain.

Dongeng 5 : Aisya dan Puteri Raja

***Di sebuah desa, tinggal seorang anak perempuan bersama ibunya.
Anak itu bernama Aisya.
Mereka berdua tinggal di gubuk yang ada di pinggir desa.


Setiap hari Aisya membantu ibunya.
Membereskan pekerjaan rumah dan mencari kayu bakar untuk dijual.


Suatu ketika, sepulang dari mencari kayu bakar, Aisya berjumpa dengan rombongan puteri raja.
" hmm alangkah enaknya jadi puteri raja. Punya gaun yang indah, tinggal di istana. Bisa makan enak." Guman Aisya dalam hati.









Tiba-tiba topi sang puteri jatuh dari kereta kencananya.
Aisya mengambil topi itu, dan memberikannya pada puteri tersebut.


Sebagai ucapan terimakasih, sang puteri mengajak Aisya untuk tinggal di istana selama beberapa hari.
Aisya sangat gembira.
Sudah lama dia ingin masuk kerajaan.


Awalnya Aisya sangat senang berada di kerajaan.
Tapi dia kangen dengan ibunya.
Dia terus memikirkan ibunya.


Selama tinggal di istana dia jadi tahu, bahwa menjadi puteri raja tak seenak bayangannya.


Setiap hari puteri raja harus belajar ini dan itu.
Harus mendatangi banyak kegiatan.
Tidak bebas bermain.


Aisya pun meminta pulang.
Dia ingin kembali tinggal di gubuk bersama ibunya.
Biarlah hidup seadanya, yang penting masih punya waktu bermain.****




Melalui dongeng ini saya ingin Chacha selalu bersyukur dengan keadaan yang dimiliki.
Menjalani setiap takdir dengan sebaik-baiknya.
Bahagia tak harus tinggal di istana.


#Day4
#Tantangan10hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tradisi Lebaran di Kampung Halaman

Setelah menempuh perjalanan hampir lima jam, kami berempat tiba di Sukowati Bojonegoro. Perjalanan mudik kali ini sungguh melelahkan. T...