Selasa, 16 Januari 2018

Nikah Muda, Yes or No?!?


Masih tentang usia aqil baligh, bagaimana potret generasi aqil baligh saat ini?
Beberapa kondisi yang dihadapi oleh generasi aqil baligh saat ini antara lain : 

🌼 Derasnya arus informasi di media -> mengaburkan benar dan salah
🌼 era teknologi tingkat tinggi -> ketergantungan pada gadget dan media sosial setiap hari
🌼 Kemudahan yang diterima dalam segala aspek kehidupan -> mengurangi kemandirian
🌼Me Generation -> cenderung narsis dan hanya peduli pada diri sendiri
🌼Pemalas -> ingin hasil instan tanpa usaha
🌼Tingkat konsumtif tinggi
🌼 Hal-hal galau serta percintaan menjadi topik yang sangat digemari -> jomblo itu memalukan.






Beberapa data dan fakta tentang generasi aqil baligh saat ini, sungguh menyesakkan dada.
Misalnya :
*97 Persen anak di Indonesia Pernah Mengakses Pornografi (republika, 2016)
*Survei KPAI: 62 Persen generasi muda Indonesia Tidak Perawan (tribunnews, 2012)
*BKKBN: 63% usia SMP SMA di 33 propinsi di Indonesia telah berzina (nahimunkar.org, 2009)
 58% kejadian Hamil di Luar Nikah Berusaha Aborsi (mediaindonesia, 2016).



Data dan fakta diatas membuat masyarakat mulai mengkampanyekan nikah muda.
Lebih baik menikah muda daripada zina.
Benarkan demikian?
Selesaikah masalahnya dengan nikah muda?
Selesai, jika masalahnya untuk menghindari zina.
Sebab pernikahan menghalalkan hubungan seksual antara suami dan istri.


Bila saat menikah kematangan mental belum tercapai, bisa dipastikan pernikahan itu akan penuh drama khas anak aqil baligh.
Apalagi jika belum mandiri finansial, duh itu namanya orangtua nambah masalah.
Tak hanya menenafkahi anak, tapi juga menanggung menantu.



Lalu apa yang harus dilakukan?
Caranya adalah mebumbuhkan cinta positif.
Cinta positif adalah cinta yang dilandasi ketauhidan.
Cinta yang didasari kecintaan sang Maha Cinta.
Cinta positif membingkai fitrah seksualitas dalan ketauhidan.
Tumbuhkan fitrah keimanan anak, dengab demikian maka kecintaannya terhadap Rabbnya akan mengukir kuat.
Dengan begitu anak akan terhindar dari hal-hal negatif.
Anak yang cinta pada Allah akab takut untuk melakukan hal yang dibenci oleh Allah.



Referensi : Kuliah Bunda Sayang Level 11


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

1 komentar:

Tradisi Lebaran di Kampung Halaman

Setelah menempuh perjalanan hampir lima jam, kami berempat tiba di Sukowati Bojonegoro. Perjalanan mudik kali ini sungguh melelahkan. T...