Selasa, 06 Februari 2018

No Internet Without Modem



Di hari ketiga ini, saya akan menceritakan salah satu teknologi multimedia yang sangat membantu saya dalam mendidik dan membersamai anak-anak, apa itu?.
Jawabannya adalah modem!
Modem berasal dari singkatan dari modulator demodulator. Modulator bagian yang mengubah sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. 








Atau secara singkatnya modem adalah alat penyedia sinyal internet.
Sebagai bunda zaman now, tentu berselancar di internet adalah sebuah kebutuhan sehari-hari.
Mulai dari mencari resep masakan, teori parenting, belanja bulanan atau berkomunitas dilakukan melalui internet.
Dan modem lah yang membantu saya dalam memanfaatkan teknologi internet.
Mengapa saya memilih modem daripada mengakses data melalui pulsa paket data? 


Ada dua alasan utama, pertama karena bisa digunakan untuk berbagai perangkat.
Bisa untuk hp dan laptop, maklum terkadang saya juga online menggunakan laptop.
Kedua, modem ini lebih murah.
Bila habis tinggal beli kartu perdana.
Biaya online jadi lebih murah, maklum yang namanya ibu-ibu, pertimbangan finansial jadi rujukan utama,hahaha.
Tapi kadang ada nggak enaknya juga pakai modem.
Apa itu? Jika modem tertinggal di rumah, otomatis saya tak bisa mengakses internet.
Apalah artinya smart phone jika tanpa internet.
Hmm,, benar adanya no internet without modem.



#Day3
#Tantangan10hari
#Level12
#KuliahBunSayIIP
#KeluargaMultimedia

1 komentar:

  1. Saya terkadang juga pakai modem ini mbak kalau punya rejeki lebih. Karena aksesnya yang kenceng banget, pulsa 100 ribu cuma dipakai 2 minggu. Gak tau ini termasuk boros atau norma

    BalasHapus

Keliling Jakarta Dua Hari, Tidak Cukup !!

Jakarta, kota yang cukup berarti buat saya. Merantau selama 1,5 tahun cukup membuat saya jatuh cinta dan merindu. Makanya se...