Rabu, 02 Mei 2018

Enam Pelajaran Berharga yang Didapat Oleh Anak Saat Datang Ke Acara Car Free Day




Minggu kemarin, kami sekeluarga menikmati CFD (Car Free Day) di kawasan Jalan Darmo Surabaya. CFD adalah hari bebas kendaraan bermotor yang sudah digagas pemerintah Surabaya sejak tahun 2008. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menjaga kualitas udara di kota. Maklum sebagai kota terbesar ke dua se Indonesia, wajar bila jumlah kendaraan bermotor di Surabaya sangat banyak. Menurut data dari BLH (Badan Lingkungan Hidup) Surabaya, CFD ini mampu menurunkan kadar udara kotor setiap tahunnya. Ada tiga kawasan di Surabaya yang menjadi pusat CFD, yaitu Jalan Raya Darmo, Jalan Tunjungan dan Jalan Kertajaya.  Kami sekeluarga mendatangi CFD yang berada di Jalan Raya Darmo, tepatnya di Taman Bungkul Surabaya.
Anak-anak sangat antusias ketika diajak ke CFD. Ini pengalaman pertama mereka bisa berjalan-jalan di tengah jalan raya. Tak perlu khawatir karena taka da satu pun kendaraan bermotor yang lewat. Lalu apa saja yang bisa didapat dari acara CFD ini? Banyak, anak-anak banyak belajar pengalaman baru dari kegiatan CFD ini.
1.      Belajar Mencintai Lingkungan
Hal pertama yang di dapat saat mengajak anak-anak ke CFD adalah mereka belajar mencintai lingkungan. Dengan tidak adanya kendaraan bermotor, maka jumlah udara kotor akan berkurang. Udara yang ada menjadi layak dan sehat untuk dihirup.
Selain itu, di Taman Bungkul yang merupakan salah satu spot CFD terdapat berbagai jenis tempat sampah. Anak-anak belajar membedakan mana sampah kering, mana sampah basah. Selain itu mereka juga belajar memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah plastik, sampah kertas hingga sampah organik. Memisahkan sampah berdasarkan jenisnya akan mempermudah pengolahan sampah.
2.      Membaca Buku di Perpustakaan Keliling



Di acara CFD ini juga terdapat perpustakaan keliling. Ada dua mobil yang difungsikan sebagai perpustakaan keliling. Perpustakaan keliling ini dikelola oleh Perpustakaan Kota Surabaya. Chacha bisa memilih buku untuk di baca saat CFD

3.      Mencicipi Kuliner Jadul
Saat CFD banyak orang yang berjualan. Mulai dari berjualan pakaian, alat-alat rumah tangga hingga aneka kuliner. Momen CFD kemarin juga menjadi momen mengenalkan anak-anak pada kuliner jadul. Ada dua kuliner jadul yang mereka cicipi.



Pertama, kue rangin. Kue ini adalah jajanan jadul yang masih bisa eksis hingga saat ini. Kue yang terbuat dari adonan tepung beras dicampur santan kelapa ditambah garam secukupnya. Diatasnya diberi taburan gula. Rasanya gurih dan enak. Fyi, kue rangin ini memiliki nama-nama yang beragam lho. Bahasa Indonesianya adalah Kue Gandos, hanya penyebutannya di tiap kota bisa berbeda. Orang Surabaya menamakannya rangin, orang Jakarta mengistilahkan kue pancong, orang Bandung menyebutnya bandros, orang Bojonegoro mengatakan tratak jaran, dan orang Bali memberi nama daluman.



Kedua, menikmati popcorn kuno atau yang biasa disebut emping. Ini adalah jajanan favorit saya saat masih kecil. Emping ini berbeda dengan emping belinjo ataupun emping jagung pada umumnya. Emping ini terbuat dari jagung, seperti popcorn pada umumnya. Emping ini disajikan dengan parutan kelapa segar dan taburan gula garam. Rasanya sangat gurih. Dan anak-anak pun lahap menyantapnya.
4.      Bermain di Play Ground



CFD di Taman Bungkul membuat anak-anak juga bisa bermain bebas di playground yang telah disedikan. Berbagai jenis permainan ada disini. Mulai dari ayunan, prosotan hingga jungkat-jungkit.
5.      Melihat Wayang Modifikasi




Anak-anak juga bisa melihat atraksi wayang modifikasi. Mengapa disebut modifikasi? Karena wayang yang disajikan bentuknya modern, bukan tokoh pewayangan pada umumnya. Selain itu wayangnya juga diselingi lagu-lagu modern yang kekinian. Sayangnya, tak ada lagu anak-anak.
6.      Melatih Fisik
Menikmati CFD ini pada akhirnya melatih fisik anak-anak. Mereka bisa melatih fisik di beberapa arena ketangkasan yang ada di taman. Selain itu, mereka bebas berlarian di jalan raya yang besar.

Wah siapa sangka, CFD bisa menjadi hiburan bagi anak-anak. Hiburan yang sangat sederhana namun kaya makna. Mereka senang dan antusias. Bahkan mereka ingin datang ke CFD lagi.



5 komentar:

  1. Yang paling berasa saat anak ku ikut cfd adlh cinta lingkungan. Klo jajan di cfd kan ga boleh buang sampah sembarangan jd dia belajar kontrol disiplin hehe.
    Wah enak ya disana udh ada perpus keliling di tempatku cfd blum ada. Pokonya emng byk positivnya deh, paling yg olok jajannya ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya,, belajar mencintai lingkungan

      Hapus
  2. dan juga untuk selalu meperhatikan kebersihan ya, krn pastinya gak ada tong sampah

    BalasHapus
  3. Asyik ya bisa ngajak anak2, pastinya bnyak hal yg bisa dipelajari anak2. Kalo di Surabaya, CFD bnyk yg bawa binatang nggak mbak? Kalo di Bandung, sih dilarang, tp msh banyak pengunjung yg bawa anjingnya, jd bikin gak nyaman...

    BalasHapus

Menikmati Makan Malam Romantis di Rooftop Darmo Steakhouse Batiqa Hotel Darmo Surabaya

Beberapa bulan lagi, pernikahan kami menuju tahun ke tujuh. Tujuh tahun menjalani pernikahan, rasanya luar biasa. Bahagia dan kesedihan...