Rabu, 02 Mei 2018

Tujuh Pelajaran Berharga yang Didapat dari Film Infinity War



Gambar Diambil Dari : Forbes.com



Awalnya saya tidak tertarik nonton film Infinity War. Entahlah, saya sih lebih senang superheronya DC dibanding Marvel. Selain itu film Marvel yang saya ikutin ya Spider Man. Itu pun saat yang memerankan adalah Toby Maguire.

Tapi suami kemarin mengajak nonton. Kendati sudah banyak spoiler dimana-mana, dia malah penasaran. Makin ingin nonton. Rugi juga bila melewatkan film yang sudah mencatat sejarah dengan pendapatan box office global sebesar $630 juta (Rp8.75 triliun) pada pekan perdana penayangannya, menurut perkiraan perusahaan pemantau industri film Exhibitor Relations.

Sepanjang film, suami banyak memberi info tentang tokoh-tokoh dalam film. Maklum saya tahunya hanya Captain America, Thor, Hulk, Airon Man dan Spiderman. Saya manggut-manggut aja sambil menikmati film.

Bagi saya yang hanya ingin nonton saja tanpa tahu cerita-cerita para superhero itu sebelumnya, ya Infinity War itu macam film superhero pada umumnya. Berbeda dengan suami yang rajin mengikuti film-film Marvel, ia memiliki ekspetasi lebih pada film ini. Makanya ketika film bubar, dan endingnya agak nggak biasa, suami cuma melongo. Sepertinya dia shock dapat ending seperti itu, hahaha.

Saya? Nothing to loose lah, ending apa saja ya saya bodo amat, haha.
Tapi saya lebih mencermati nilai-nilai berharga dari film tersebut. Setidaknya ada tujuh pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari film Infinity War.



1. Perlunya kerjasama team
Pelajaran pertama yang bisa diambil dari film ini adalah perlunya kerjasama team. Film ini membuat banyak superhero harus bersatu untuk melawan Thanos yang kuat. Thanos kuat karena sudah memiliki tiga batu dari enam batu infinity. Dia harus mencari tiga batu lainnya agar kekuatannya menjadi paripurna. Dan semua superhero bersatu untuk mencegah hal ini terjadi. Setiap superhero melawan denga kekuatannya masing-masing, mereka bersatu dan akhirnya bisa mengalahkan semua anak buah Thanos.

2. Pengorbanan itu diperlukan untuk mencapai tujuan
Bila ingin mendapatkan sesuatu harus ada yang harus dikorbankan. Begitu juga dengan film ini. Banyak hal yang harus dikorbankan oleh para superhero untuk bisa mengalahkan Thanos. Pun begitu juga dengan Thanos, dia pun harus banyak mengorbankan nyawa banyak orang, mengahancurkan setiap planet untuk mendapatkan infinity stones. Hingga akhirnya dia harus mengorbankan, putri angkatnya sendiri. Dia pun harus mengorbankan Gamora.






3. Mendahulukan kepentingan umat
Menjadi superhero sungguh tidak mudah. Mereka harus meninggalkan urusan pribadi, untuk mencegah Thanos menghancurkan planet. Misalnya Tony Stark  ( Iron Man) harus meninggalkan makan malam bersama calon istri, karena masuk ke kapal milik anak buah Thanos. Atau Peter (Spiderman) yang batal ikut karya wisarta karena ikut membantu Tony Stark.

4. Tidak semua yang diinginkan bisa dicapai
Film ini juga mengajarkan bahwa tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Misalnya, para superhero ini ingin memyelamatkan alam semesta dari serangan Thanos tanpa harus ada yang berkorban. Tapi ternyata perlawanan ini tidak mudah. Banyak yang harus di korbankan, termasuk nyawa superhero itu sendiri.

5. Niat baik juga harus dilakukan dengan cara yang baik
Keinginan Thanos untuk memiliki keenam infinity stones adalah agar dia punya kekuatan paripurna untuk bisa mengatur alam semesta menurut pemikirannya. Pengurangan populasi yang dilakukannya bertujuan agar masyarakat hidup lebih makmur dan sejahtera. Sumber daya yang terbatas, maka harus dimiliki orang yang terbatas juga. Niatnya sih baik, tapi caranya itu lhoo. Genosida yang dilakukan Thanos itu bukan hal yang bisa dibenarkan.

6. Cinta milik semua orang
Cinta, perasaan agung ini tak hanya monopoli satu golongan saja. Cinta tidak hanya milik orang-orang baik saja. Penjahat seperti Thanos juga memiliki cinta. Thanos yang kejam itu ternyata juga punya perasaan cinta. Thanos sangat mencintai Gamora. Makanya dia sangat sedih dan kehilangan ketika harus mengorbankan Gamora.

7. Kekuasaan bisa berbahaya bila tidak ada di tangan orang yang tepat
Pelajaran berharga yang saya ambil dari film ini adalah kekuasaan itu harus berada di tangan orang yang tepat. Kekuasaan yang dimiliki oleh Thanos menjadi sangat berbahaya. Ini juga bisa jadi rujukan kita dalam memilih pemimpin lho. Pilih pemimpin yang amanah dan berpihak pada rakyat. Sebab pemimpin itu punya kekuasaan, bahaya klo kekuasaan dimiliki pemimpin yang culas.


Nah ini pelajaran yang bisa saya ambil dari film Infinity War ini. Dilarang protes ya,, ini kan review saya, suka suka saya donk,,haha. Kalau kalian apa yang bisa kalian ambil dari film ini? Oh ya review ini bukan bermaksud jadi spoiler ya :)




16 komentar:

  1. Wah samaan...barusan juga nulis tentang Infinity War

    BalasHapus
  2. Udah nonton aja nih mbk. Aku belooommmm. Hiks.

    BalasHapus
  3. leonardo dicaprio harus masuk jadi pahlawan avenger , biar doi ceramahin thanos soal global warming dan apa aja solusi tepatnya :)

    BalasHapus
  4. wah seru nih, aku juga habis nonton ini film, walaupun bukan marvel fansboy, tapi tetep ini film berkesan dan mendidik sih menurutku..hehhe.. salam inspirasi, sesuapnasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya,, walau awalnya g antusias buat nonton

      Hapus
  5. Dapet bgt ya pelajarannya,, jd penasaran pengen nonton

    BalasHapus
  6. sejahat-jahatnya thanos dengan pikiran "antimainstreamnya" teryata dia sayang sama anak tirinya, sampai2 dia nangis, saya ga mengira akan ada hal yang seperti ini disuguhkan ke para penonton

    BalasHapus
  7. hadeh, belum nonton...jadi nggak ngeh hehehe

    BalasHapus
  8. Lanjut mom... Sy setuju, hal yg baik dr movie itu mendidik cara berfikir kita... Movie isn't just entertainment but more valuable.. Cerminan buat movie indonesia.. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup,,belajar bisa dari mana saja

      Hapus

Tips Bukber Tanpa Ribet

Bulan ramadan identik dengan banyaknya acara bukber alias buka bareng. Acara bukber ini biasanya mulai berdatangan menjelang sepuluh hari...