Jumat, 30 Juni 2017

Mengajarkan Agama Dengan Rileks

Ketika adzan magrib selesai berkumandang, kami mengkondisikan waktu mengaji bersama
Magrib mengaji, begitu kami menyebutnya






Namun akhir-akhir ini kakak sedikit tidak antusias untuk mengaji
Maka saya tidak langsung memintanya mengaji, saya beri dia pilihan :
" kakak, mau baca buku dulu apa mau ngaji dulu? "
" hmm, baca buku dulu "
Dan setelah di bacakan dua buku pilihannya, dia pun mau mengaji.
Walaupun hari ini hanya membaca satu lembar.

Alhamdulillah,,disyukuri semuanya
Sesuai dengan fitrahnya, bahwa usia 0-7 tahun adalah masa keemasan bagi berkembangnya fitrah keimanan
Maka ajarkan agama dengan rileks



#HomeEducation
#Portofolio.FBE.Chacha.4y2m
#FitrahKeimanan

Jumat, 23 Juni 2017

Bercerita Dengan Boneka Tangan

Reading Time Aluna hari ini sedikit berbeda dengan biasanya.
Kali ini bunda bercerita dengan menggunakan boneka tangan.





Cerita hari ini tentang bebek.
Bebek suka berenang dan memiliki telur yang sangat bergizi lho.

Banyak manfaat yang bisa di dapat dengan bercerita menggunakan boneka tangan.

Pertama, boneka tangan menjadi media yang menyenangkan dalam menyampaikan pesan. Sehingga anak akan mudah menerima pesan yang disampaikan.

Kedua, bercerita dengan boneka tangan membuat anak belajar mendengarkan.

Ketiga, meningkatkan kemampuan berbahasa. Mendengarkan cerita dengan boneka tangan membantu anak menambah kosa kata baru. Ini juga akan membantu anak dalam berkomunikasi dengan baik.

Oleh karena itu boneka tangan dijadikan media edukatif alternatif dalam mendidik anak.

#day16
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Kamis, 22 Juni 2017

Berkenalan Dengan Nabi Muhammad

Aluna kini berusia 1 tahun 3 bulan.
Usia tersebut dalam pendidikan berbasis fitrah tergolong dalam masa pra latih (0-7 tahun)

Masa pralatih adalah masa keemasan bagi berkembangnya fitrah keimanan.
Pada usia pra latih, menceritakan kisah inspiratif tentang Allah, Rasul dan agama adalah salah satu upaya mengembangkan fitrah keimanan.






Hari ini Aluna mendengarkan kisah tentang Nabi Muhammad.
Dengan kisah ini Aluna berkenalan dengan Nabi nya.

Dia senang sekali mendengarkan saya bercerita isi buku ini.
Dia paling semangat membuka lembae demi lembar buku.

Alhamdulillah..
Kenali Rasul mu nak, agar kau bisa mencintainya..
Semoga jadi anak yang sholeha ya nak...

#day15
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP

Rabu, 21 Juni 2017

Membaca Menstimulus Kemampuan Berbahasa

Aluna sekarang berusia 15 bulan.
Belum lancar berbicara, namun sudah mampu mengucapkan beberapa kata.
Seperti ayah, mama, nda (bunda),
maem dan pong (empong alias nenen).
Dia juga sudah bisa menguangkapkan kemauannya, menunjukkan benda-benda yang diinginkan.

Setiap hari selalu ada reading time untuk Aluna.
Sejauh ini ada dua buku yang menjadi favoritnya.
Salah satunya buku " words ".
Melalui buku ini dia bisa menambah suku katanya.





Ketika melihat gambar bola dia pun bisa menunjukkannya dan berkata "bola" dan menunjukk boneka beruang dengan sebutan "sha" (boneka beruang alias misha)

Alhamdulillah..
Dengan rutin membacakannya buku, semakin menstimulasi kemampuan berbahasanya.

Hari ini saya membacakannya buku tentang berkata "tolong" dan "terimakasih".
Dua dari tiga kata ajaib yang wajib dia ucapkan sesering mungkin.
Tiga kata ajaib "tolong", "maaf" dan "terimakasi" yang wajib dia mengerti agar dia tumbuh menjadi pribadi yang sholeha.
Semoga.

#day14
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Selasa, 20 Juni 2017

Menjadi Teladan

Sejak punya dua balita, membaca buku menjadi sesuatu yang mewah bagi saya.
Sedikit sekali waktu yang saya miliki untuk membaca buku.
Biasanya saya membaca ketika anak-anak sudah tidur.
Atau ketika dalam perjalanan berangkat mengajar.






Namun di game ke lima ini saya menyadari, bahwa anak-anak butuh keteladanan.
Memang selama ini mereka sudah suka dengan buku, walaupun saya jarang terlihat membaca buku di hadapan mereka.

Sekarang saya akan membaca buku ketika berada diantara mereka.
Kami akan bersama-sama membaca buku.

Kebetulan ada tiga buku baru yang harus saya baca.
Dua hari ini sudah mencicil membaca novel dari Tere Liye.


#day12
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirs

Senin, 19 Juni 2017

Sarapan Pagi Kami

Hari ini adalah pagi kedua anak-anak minta di bacakan buku ketika mereka bangun tidur.

Chacha ingin buku " Aku Berani Ke Dokter ".
Di buku ini dia belajar tentang bagaimana profesi seorang dokter gigi.
Cerita dalam buku ini juga bisa sebagai tour the tallent untuk mengasah fitrah bakatnya.










Di buku ini dia juga belajar bagaimana caranya menjaga dan merawat kesehatan gigi.

Sementara Aluna masih konsisten dengan buku yang kemarin.
Buku yang menceritakan jenis-jenis emosi.
Buku yang terdapat halaman sentuh dan rasa, yang bagus untuk perkembangan motoriknya.

Sarapan buku di bagi hari.
Buku sebagai nutrisi otak :)

#day12
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Minggu, 18 Juni 2017

Bangun Tidur Ku Terus Baca

Membaca buku telah menjadi agenda wajib di rumah kami.
Sejak Chacha kecil kami sudah membacakan buku untuknya.
Sekarang juga demikian untuk Aluna.

Biasanya ada dua waktu khusus untuk membacakan buku bagi mereka.
Pertama, ketika jam belajar yaitu pukul 09.00-11.00 wib.
Kedua, ketika menjelang tidur.





Namun pagi ini sedikit berbeda.
Anak-anak bangun tidur langsung minta dibacakan buku.
Chacha mengambil dua buku ; buku seri profesi dan buku seri aku anak hebat.
Chacha mempelajari tentang profesi polisi dan bagaimana mengucapkan assalamualaikum.
Sementara Aluna menunjuk satu buku busa.
Dia senang karena bukunya berbentuk mobil-mobilan.

Alhamdulillah semoga kalian semua semakin cinta buku ya nak.
Cinta buku berarti cinta ilmu.
Semoga..

#day11
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Sabtu, 17 Juni 2017

Fase Fantasi (Magical Stage)

Di usianya yang sekarang menginjak 15 bulan, Aluna sudah bisa menunjukkan keinginanya.
Dia memang belum bisa berbicara lancar, tapi dengan jarinya dia bisa menunjukkan benda apa yang diinginkannya.

Seperti tadi siang, saat saya menggendongnya.
Jarinya menunjuk sesuatu di rak buku.
Saya kira dia ingin mainan yang ada di rak.
Ternyata dia menunjukk sebuah buku.
Buku berjudul " Hmm " seri buku emosi dari Rabbit Hole.

Aluna suka dengan buku ini.
Mungkin karena ilustrasinya yang menarik dan terdapat halaman sentuh dan rasa.
Tangannya selalu suka menyentuh halaman ini.
Di bagian akhir buku ini terdapat cermin.
Aluna suka melihat wajahnya di cermin.





Apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan fase fantasi, yang merupakan tahapan awal perkembangan membaca anak usia dini.
Dimana dalam fase ini anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

Aluna suka membolak-balikkan buku.
Dan dia sudah punya kecenderungan terhadap buku tertentu.
Alhamdulillah.

#day10
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Kamis, 15 Juni 2017

Memahami Isi Cerita

Buku ini adalah buku yang saya beli di BBW tahun lalu.
Jenisnya board book dan bilingual, inggris spanyol.

Aluna suka dengan buku ini.
Warna-warnanya yang sangat cerah, mampu menarik perhatian Aluna.









Di buku ini ada gambar bola dan boneka teddy bear.
Setiap saya membacakan buku ini,,ketika ada ada dua gambar tersebut Aluna minta diambilkan bola dan boneka beruangnya.

Rupanya dia sudah bisa memahami benda yang dia lihat di buku dengan benda miliknya.


#day9
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Camilan Rabu 2

πŸ’‘Cemilan Rabu 3πŸ’‘
14 Juni 2017

_Ratna dan Galih bersiap untuk pergi ke resepsi pernikahan sahabat Ratna. Ratna telah membeli gaun baru dan ingin tampil sempurna. Dia memegang dua pasang sepatu, yang pertama berwarna biru, dan yang kedua berwarna keemasan. Kemudian Ratna mengajukan pertanyaan pada Galih, pertanyaan yang paling ditakuti para pria, “Sayang, sepatu yang mana yang cocok untuk gaun ini?”_

_Rasa dingin menjalari punggung Galih. Ia tahu ia dalam kesulitan. “Ahh … umm … yang mana saja yang kamu suka, sayang,” jawabnya dengan tergagap._

_“Ayolah, mas,” desak istrinya dengan tidak sabar. “Yang mana yang lebih bagus … Yang biru atau yang keemasan?_

_“Keemasan!” sahut Galih gugup._

_“Emangnya apa yang salah dengan sepatu biru ini?” tanya Ratna. “Kamu memang ngga suka kan aku beli sepatu ini, Mas!”_

_Bahu Galih melorot. “Kalau kami ngga terima pendapatku, jangan bertanya dong!” katanya. Galih pikir istrinya bertanya untuk menyelesaikan “masalah”, tetapi ketika ia memberikan jawaban, istrinya sama sekali tidak berterima kasih._

πŸ”…πŸ”…πŸ”…πŸ”…πŸ”…

Apakah Bunda pernah mengalami hal serupa di atas? 😊

Jika YA, sampaikan tips ini pada suami Bunda ya. Bantulah suami memahami kebutuhan dan keinginan Bunda dengan cara yang positif.

πŸ’‘ *TIPS MENGATASI SEPATU BIRU ATAU MERAH* πŸ‘ 

Apa yang harus dilakukan pria jika mendapatkan pertanyaan “sepatu biru atau merah”?

❎ Tidak “terjebak” memilih
✅ Balik bertanya ➡ “Kamu sudah memilihkan, sayang?”
✅ Puji apapun pilihan akhir wanita


*OTAK DAN BICARA*

Dr. Tonmoy Sharma, kepala pengajar psikofarmakologi di Institut Psikiatri, London, pada tahun 1999 melakukan scan otak MRI. Hasilnya, pria memiliki sedikit titik penting dalam otak untuk fungsi bicara, yaitu seluruh belahan otak kiri aktif, namun MRI tidak dapat menemukan banyak pusat bicara.

Sedangkan pada wanita, keterampilan berbicara berada dibelahan otak kiri depan, dan masih ditambah di area yang lebih kecil dibelahan kanan.

Karena memiliki area berbicara di kedua belahan, selain membuat wanita pandai berkomunikasi, hal ini membuat wanita menikmati berbicara dan banyak melakukannya. Hal ini memungkinkan wanita dapat mengerjakan pekerjaan lain sambil terus bicara ( _multi tasking_ ).


*WANITA BUTUH BICARA*

Otak pria terbagi-bagi dan memiliki kemampuan untuk memisahkan dan menyimpan informasi. Pada akhir hari yang penuh masalah, otak pria yang _mono-tracking_ dapat menyimpan semua masalah tersebut.

Berbeda dengan otak wanita, masalah wanita terus berputar di dalam kepalanya. Satu-satunya cara wanita melepaskan masalah dari kepalanya adalah membicarakan masalah tersebut untuk mengungkapkannya. Karena itu, saat seorang wanita bicara diakhir harinya, tujuannya adalah untuk melepaskan ganjalan hatinya, bukan untuk mendapatkan kesimpulan atau solusi.


*BERPIKIR*

Apa yang dilakukan oleh pria jika mendapatkan tantangan?

Jawaban populer : _“Serahkan padaku”_ atau _“Akan Aku pikirkan”_.

Pria berpikir dalam diam, curhat tanpa suara dengan diri sendiri, dengan wajah nyaris tanpa ekspresi.

*Kelemahan :*
Wanita salah sangka menganggap pria tersebut pendiam, murung dan tidak ingin bersamanya.

Apa yang dilakukan wanita ketika berpikir?

Berpikir keras-keras = berbicara secara acak sekaligus mendaftar segala kemungkinan dan pilihan solusi.

*Kelemahan :*
Pria salah paham menganggap wanita “memberinya” sederet masalah dan mengharapkan solusi. Hal ini membuat pria cemas, marah, atau mencoba memberikan solusi. dalam dunia kerja, pria menilai wanita yang berpikir keras-keras sebagai wanita yang tidak disiplin dan tidak cerdas.

πŸ”…πŸ”…πŸ”…πŸ”…πŸ”…

Dalam sehari, wanita memiliki 21.000 kata yang harus dikeluarkannya. Bandingkan dengan pria yang hanya memiliki ⅓-nya yaitu 7.000 kata. Perbedaan ini menjadi jelas dipenghujung hari ketika pria dan wanita bertemu setelah aktivitas harian masing-masing. Pria yang telah menghabiskan 7.000 katanya di tempat kerja tidak berkeinginan berbicara lagi. Sementara wanita tergantung aktifitasnya hari itu. Jika ia menghabiskan hari dengan berbicara dengan orang lain, mungkin ia telah menggunakan jatah katanya hari tersebut dan hanya sedikit berkeinginan berbicara lagi dengan pria pasangannya (berbicara bagi wanita adalah membangun hubungan). Jika wanita itu di rumah saja bersama anak-anaknya yang masih kecil-kecil, wanita itu akan beruntung jika dia sudah menggunakan 2.000 - 3.000 katanya. Ia masih memiliki sekitar 15.000 kata lagi yang bisa diucapkannya!

Proses wanita berbicara pada pasangan di penghujung hari dengan sisa kata yang ada sering disalah artikan oleh pasangannya sebagai cerewet dan omelan. Hal ini karena pria yang telah kehabisan kata tersebut menginginkan kedamaian dan ketenangan. Masalah muncul ketika wanita mulai kesal karena merasa tidak ditanggapi dan diabaikan.

*Ketika pria tidak berkata apa-apa (diam), serta merta wanita merasa dirinya tidak dicintai.*

Tujuan wanita berbicara adalah bicara.

Tetapi, menurut pria, ketika wanita menceritakan masalahnya tanpa henti maka itu adalah sebuah kode permohonan untuk mendapatkan solusi. Dengan otak analitisnya, pria akan memotong pembicaraan pasangannya dan memberikan solusi.

Kabar baik bagi pria :

*Ketika seorang wanita berbicara untuk mengeluarkan kata-kata yang belum sempat diucapkannya hari itu, dia tidak ingin disela dengan solusi untuk masalahnya. WANITA HANYA INGIN DIDENGARKAN.*

Ketika seorang wanita telah selesai berbicara dia akan merasa lega dan bahagia. Wanita akan menilai pasangannya sebagai pasangan yang hebat karena mau menyimak.

Dengan membicarakan masalah sehari-hari, wanita modern mengatasi rasa tertekannya. Mereka menilai percakapan yang terjalin antara mereka sebagai sebuah hubungan dan dukungan.

74% wanita bekerja dan 98% wanita yang tidak bekerja, menyebutkan kegagalan terbesar pasangan mereka adalah mereka enggan berbicara, terutama di penghujung hari sepulang dari aktivitas.

Generasi wanita sebelumnya tidak pernah mengalami ini karena mereka selalu mempunyai begitu banyak anak dan wanita-wanita lainnya yang dapat diajak bicara dan saling mendukung. Sekarang, para ibu yang tinggal di rumah sepertinya tampak kesepian karena ketiadaan teman bicara. Akan tetapi, dengan kemampuan otak yang luar biasa, wanita dapat belajar keterampilan baru yang dibutuhkan untuk bertahan.


*MEMBUAT PRIA MENDENGARKAN/MENYIMAK*

✅Tentukan waktu
✅Tegaskan bahwa Anda butuh/tidak butuh solusi

_“Sayang, Aku ingin ngobrol denganmu tentang pengalamanku hari ini. Setelah makan malam ya. Aku tidak perlu solusi darimu, Aku hanya ingin Kamu mendengarkanku.”_

Kebanyakan pria akan memenuhi permintaan seperti ini karena jelas waktunya dan tujuannya ➡ sesuai dengan otak pria.

Sebaliknya, jika Anda membutuhkan solusi/masukan, perhatikan :

✅Choose the right time
✅Penuhi kebutuhannya
✅Tegaskan kebutuhan Anda akan solusi

_“Sayang, Aku ingin ngobrol denganmu tentang perkembangan belajar Arya. Setelah Arya tidur ya. Aku butuh masukanmu sayang.”_


*WANITA DAN SUARA*
Penelitian menunjukkan, dalam dunia kerja, seorang wanita yang bersuara lebih dalam dianggap lebih cerdas, berwibawa dan dapat dipercaya. Untuk mendapatkan suara yang lebih dalam, Anda dapat berlatih merendahkan dagu, berbicara lebih lambat dan monoton.

Di lapangan, untuk mendapatkan kewibawaan, banyak wanita yang menaikkan suaranya, padahal hal tersebut justru memberi kesan agresif dan kontraproduktif.

/Tim Fasilitator Bunda Sayang 2/

πŸ“š Sumber Bacaan :
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan,
Allan + Barbara Pease

Reading Time Bunda

Alhamdulillah akhirnya bisa mebamatkan buku ini.
Buku " Kesebelasan Halilintar " yang saya beli saat acara wisuda matrikulasi IIP batch 3.

Buku yang didapat langsung dari penulisnya.
Mendapatkan tanda tangan langsung dari keluarga halilintar yang berjumlh 13 orang.
Dua orangtua plus 11 anak.







Hikmah yang bisa diambil dari buku ini antara lain :
1. Punya banyak anak itu seru, tidak seperti anggapan orang kebanyakan yang menganggap punya banyak anak itu merpotkan.

2. Setiap anak itu unik, mereka akan berperan sesuai dengan bakat uniknya tersebut.

3. Selalu melibatkan Allah disetiap langkah.

4. Memiliki anak yang baik bergantung pada proses seleksi orangtua yang benar.

5. Mendidik kemandirian anak sesuai tahapan usia.

6. Sekolah bukan satu-satunya tempat dalam menuntut ilmu.

7. Selalu bersabar dan bersyukur dalam menghadapai setiap takdir Nya.

Semoga bisa meneladani nilai-nilai yang baik dari keluarga Halilintar ini.


#day8
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Rabu, 14 Juni 2017

Menstimulasi Magical Stage Aluna

Tahap pertama dalam perkembangan membaca anak usia dini adalah tahap magical stage.

Di tahap ini salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh orang tua adalah sering membacakan buku pada anak.

Di tahap ini anak juga mulai suka membolak-balikkan buku.
Sama seperti Aluna.

Hari ini Aluna berinteraksi dengan buku yang membahas keanekaragaman emosi.






Mulai dari emosi senang, terkejut, takut, marah sampai sedih diceritakan secara menarik.

Aluna senang membolak-balik buku ini
Apalagi buku ini dilengkapi halaman sentuh dan rasa.
Dengan menyentuh halaman sentuh dan rasa ini juga melatih sistem motoriknya.

Reading time menjadi lebih menyenangkan.
Aluna mulai akrab dengan buku.

#day7
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Selasa, 13 Juni 2017

Fase Fantasi

Kapan mulai mengenalkan anak pada buku?
Jawabannya bisa dimulai sejak dalam kandungan.
Misalnya ketika hamil, ibu sudah sering membacakan buku untuk janin.

Mengenalkan buku pada anak adalah hal yang penting.
Sebab membaca buku berkaitan dengan berkembangnya kecerdasan berbahasa.





Fase pertama dalam perkembangan membaca anak usia dini adalah fase fantasi.
Pada fase ini Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

Aluna sudah mulai suka membolak-balik buku sendiri.
Biar aman saya beri dia buku yang board book atau yang dari busa, sehingga tidak bisa sobek.
Apalagi jika isinya tentang binatang.
Dia suka melihat gambar binatang.

#day6
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Senin, 12 Juni 2017

Mengenal Bahasa Inggris

Reading time hari ini diisi dengan membaca buku berbahasa Inggris.
Chacha mulai mengenal bahasa selain bahasa ibunya.

Buku ini memang bukan buku bilingual.
Tapi Chacha mudah memahaminya.
Sebab disajikan dalam bentuk gambar yang jelas dan hanya satu suku kata saja.





Jadi saya menyebutkan kata dalam bahasa inggrisnya, Chacha menyebutkan dalam bahasa indonesianya.

Misalnya, saat saya mengucapkan "cat" seraya menunjuk gambarnya, maka Chacha akan bilang " kucing ".

Mengenal kata dalam bahasa inggris menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

#day5
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Minggu, 11 Juni 2017

Reading Time Ala Oemah Rame

Salah satu cara membuat anak gemar membaca adalah dengan memberikan contoh.
Bila anak sering melihat kedua orangtuanya suka membaca, maka ia pun akan mengikutinya.
Anak adalah peniru ulung.
Mereka tidak akan pernah salah mengcopy.

Memang diakui, saya jarang membaca buku dihadapan anak-anak.
Waktu membaca saya adalah ketika mereka sedang tidur.
Begitu juga dengan ayahnya, ayahnya lebih sering membaca ebook atau artikel dari internet.






Namun hari ini ada yang berbeda.
Hari Ahad, adalah waktunya anak-anak lebih banyak berinteraksi dengan ayahnya.
Ketika Chacha mewarnai bersama ayahnya, saya berada didekat merek
a sambil membaca buku.

Ketika mereka telah selesai mewarnai, Chacha mendekati saya.
Dia ingin dibacakan buku seperti yang saya baca.
Tak lama kemudian ayahnya juga ikut membaca.
Dan setelah selesai dibacakan buku oleh saya, Chacha minta gantian.
Dia ingin dibacakan buku juga oleh ayahnya.

Bisa dibilang hari ini adalah acara membaca bersama dadakan.
Kami membaca buku bersama tanpa direncanakan.
Asyik juga kegiatan mengisi liburan hari ini



#day4
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Camilan Rabu

🍯 *Cemilan Rabu* 🍯
*Materi #5:* *Menstimulasi Anak Suka Membaca*

*Tahap Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

πŸ“šMembaca adalah salah satu kemampuan bahasa yang penting bagi anak.

πŸ“šMembaca juga dapat meningkatkan daya imajinasi anak dan meningkatkan kosakata anak dan masih banyak manfaat membaca lainnya.

πŸ“œBerikut tahapan membaca yang dapat dilakukan oleh anak usia dini.


*Tahapan Perkembangan Membaca Anak Usia Dini*

*πŸ“–1. Tahap fantasi (Magical Stage)*
Anak mulai belajar menggunakan buku, mulai berfikir bahwa buku itu penting, melihat atau membolak-balikkan buku dan kadang-kadang anak membawa buku kesukaannya.

πŸ“– *2. Tahap Pembentukan Konsep Diri Membaca (Self Concept Stage)*

Anak memandang dirinya sebagai pembaca, dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna pada gambar atau pengalaman sebelumnya dengan buku, menggunakan bahasa buku meskipun tidak cocok dengan tulisan

πŸ“– *3. Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stage)*

Pada tahap ini anak menjadi sadar pada cetakan yang tampak serta dapat menemukan kata yang sudah dikenal, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki makna dengan dirinya, dapat mengulang kembali cerita yang tertulis, dapat mengenal cetakan kata dari puisi atau lagu yang dikenalnya serta sudah mengenal abjad

πŸ“– *4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take Off Reader Stage)*

Anak tertarik pada bacaan, berusaha mengenal tanda-tanda pada lingkungan serta membaca berbagai tanda seperti kotak susu, pasta gigi atau papan iklan

πŸ“– *5. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stages)*

Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku yang berbeda secara bebas, menyusun pengertian dari tanda, pengalaman dan isyarat yang dikenalnya, dapat membuat perkiraan bahan-bahan bacaan. Bahan-bahan yang berhubungan secara langsung dengan pengalaman anak semakin mudah dibaca

Sumber:

https://ilmupengetahuanibu.com/2016/11/18/tahapan-perkembangan-membaca-anak-usia-dini/

https://yudhistira31.wordpress.com/2008/12/22/tahap-perkembangan-kemampuan-membaca-pada-anak/



Salam Ibu Profesional,

/Tim Fasilitator Kelas Bunda Sayang/

⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛⏳⌛

Sabtu, 10 Juni 2017

Mengapa Wahyu Diturunkan Di Gua Bukan Di Masjid ?

Mengapa Wahyu Diturunkan Di Gua Bukan Di Masjid ?

Pertanyaan tersebut menjadi tranding topik baru-baru ini.
Sebuah pertanyaan yang datangnya dari anak SMA yang saat ini menjadi idola masyarakat.
Simbol dari intelektual kaum muda katanya.
Ikon toleransi beragama.

Sebelum saya mencoba menjawab pertanyaan adik yang satu ini, ada baiknya kita kembali membaca sejarah kenabian Muhammad.
Bagaimana kehidupan beliau sebelum menjadi utusan Allah.
Bagaimana proses beliau diangkat sebagai utusan Allah.

Ketika Muhammad belum diangkat sebagai utusan Allah, Muhammad sangat membenci berhala.
Beliau lebih dekat kepada ajaran Nabi Ibrahim.
Namun, hal tersebut tidaklah cukup memuaskan hatinya.
Bagaimana cara menyembah Allah?
Bagaimana Allah menuntun manusia agar keluar dari kesesatan?

Muhammad tidak mencari kebenaran dalam kisah-kisah lama atau tulisan para pendeta.
Dia mencari kebenaran lewat alam.
Dia mengasingkan dirinya dari keramaian dan pergi ke Gua Hira.

Apa yang dilakukan Muhammad di Gua Hira disebut Tahannuts.
Tahannuts berarti menyendiri dalam rangka beribadah kepada Allah.
Dalam bertahannuts, orang menjelajahi hati dan perjalanan hidupnya yang timpang.
Dalam tahannuts, orang menyatukan kembali jiwa dan fisiknya.
Sebab dalam kehidupan, orang zerinh lebih memikirkan fisik dan melupakan jiwa.

Muhammad mengasingkan diri beberapa hari setiap bulan dan sepanjang bulan Ramadhan.
Semakin lama, jiwanya semakin matang dan semakin terisi penuh.
Sampai suatu ketika, saat usia Muhammad menginjak 40 tahun, datanglah Malaikat Jibril yang kemudian menyampaikan wahyu pertama.
Yaitu Surat Al Alaq ayat 1-5.
Sejak itulah Muhammad diangkat menjadi utusan Allah.

Masjid apakah yang pertama kali didirikan oleh Nabi Muhammad?
Ketika Nabi Muhammad melakukan perjalanan untuk hijrah ke Madinah, selama tujuh bulan beliau tinggal di rumah Abu Ayyub, sampai akhirnya beliau mendirikan masjid dan rumah sendiri.
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad.

Mengapa Nabi Muhammad membangun masjid?
Masyarakat Islam tidak akan tegak jika tidak ada masjid.
Di masjid inilah semua menjadi setara.
Tidak ada lagi perbedaan status sosial maupun kekayaan.
Ketika menyembah Allah di dalam masjid semua perbedaan-perbedaan tersebut menjadi sirna.
Masjid juga merupakan tempat berkumpulnya kaum muslimin untuk mempelajari syariat Allah.

Ketika kita membicarakan masjid, tentu kita akan teringat tentang shalat.
Sebab masjid merupakan tempat mendirikan shalat.
Pertanyaannya kemudian, mana yang lebih dulu datang, wahyu pertama atau perintah shalat?

Saat menjelang periode akhir kenabian di Mekkah, sebelum hijrah ke Madinah Nabi Muhammad mengalami dua perjalanan dalam waktu satu malam saja atau yang dikenal sebagai peristiwa Isra' Mi'raj.






Isra' adalah perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Baitul Maqdis di Yerussalem, Palestina.
Isra' dijalani Nabi Muhammad bersama Malaikat Jibril.
Saat itu beliau mebunggangi Buraq.

Mi'raj adalah adalah perjalanan Nabi Muhammad menaiki lapisan-lapisan langit untuk bertemu dengan Allah.
Disinilah Nabi Muhammad menerima perintah melakukan shalat lima waktu.

Nah sekarang apakah sudah menemukan jawaban kenapa wahyu pertama kali diturunkan di gua bukan di masjid.
Apakah pemilihan tempat didasarkan pada indikator kemuliaan suatu tempat?

Inspirasi : Buku Muhammad Teladanku.

Menumbuhkan Fitrah Keimanan Dengan Buku

Dalam pendidikan berbasis fitrah, usia 0-7 tahun adalah masa emas bagi berkembangnya fitrah keimanan.
Fitrah keimanan ditumbuhkan dengan cara menciptkan imaji positif tentang Allah, Rasul, Al Qur an dan Islam.
Imaji positif itu pada akhirnya akan menumbuhkan kecintaan anak terhadap Penciptanya, Rasulnya, Kitabnya dan Agamanya.

Lalu bagaimana cara menumbuhkan kecintaan tersebut?
Salah satunya dengan membacakan kisah-kisah yang berkaitan dengan agamanya.





Membacakan buku sebelum tidur adalah agenda wajib bagi kami.
Seperti hari ini, sebelum tidur saya membacakan buku Halo Balita pada Aluna.
Kali ini jilid " Aku Sayang Allah " dan " Aku Cantik Pakai Jilbab ".

Tumbuhlah sesuai fitrahmu, nak..

#day3
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Jumat, 09 Juni 2017

Semangat Membaca

Sejak ada pohon literasi Chacha lebih semangat untuk berinteraksi dengan buku.
Bangun tidur bersama adiknya sudah minta dibacakan dua buku sekaligus.
Dari Confidence in Science : Bagaimana Jika Gen Diubah dan Mengapa Bumi Semakin Panas.

Dari judulnya memang berat untuk ukuran seusianya.
Tapi dia senang karena bukunya dikemas dengan ilustrasi menarik.





Lalu seperti biasa, di keluarga kami ada forum magrib mengaji.
Selepas shalat magrib Chacha sudah siap dengan Iqro nya.
Biasanya Chacha membaca dua halaman, tapi hari ini dia sangat semangat.
Membaca hingga empat halaman.

Dan ketika mau tidur, dia ambil satu buku.
Seri Confidence in Science lagi, kali ini dia ingin mengetahui bagaimana gunung meletus dan gempa bumi terjadi.

Alhamdulillah,,
Semoga terus bersemangat ya nak..



#day2
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Kamis, 08 Juni 2017

Pohon Literasi Oemah Rame

Hari ini project keluarga kami adalah membuat pohon literasi.
Pohon literasi ini bertujuan untuk untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.

Kami membuat pohon dari kertas karton.
Kertas karton digambar sketsa pohon, kemudian diwarnai.
Chacha memilih daun yang warna-warni.

Kemudian kertas post it digunakan sebagai buah pohon.
Buah pohon baru muncul jika kami sudah membaca buku.
Buah milik anak-anak berwarna pink.
Untuk bunda berwarna kuning, sedangkan ayah berwarna oranye.






Chacha dan Aluna sudah memiliki satu buah.
Hari ini mereka minta dibacakan buku cerita " Nabi Isa " dan " Nabi Yunus".

Semoga pohon literasi kami berbuah lebat.
Menjadikan rumah kami sebagai rumah literasi.

#day1
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Tantangan Level 5

πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ
*Tantangan Level 5*

Iqra! Bacalah! Perintah Tuhan pertama kali ini mengingatkan kita bahwa membaca merupakan sebuah proses penting dalam mengenal diri.

Membaca merupakan jembatan ilmu, makanan bagi otak, dan juga bisa melatih imajinasi. Serta banyak lagi manfaat dari membaca.

Yuk, jadikan diri kita teladan bagi anak dan keluarga!

🌴 *Jadilah teladan*
✅ Jadwalkan _family reading time_, membacalah bersama anggota keluarga
✅ Buatlah pohon literasi untuk masing-masing anggota keluarga, rimbunkan dengan judul buku yang telah dibaca
✅ Diskusikan dengan anggota keluarga tentang buku yang telah dibaca, gunakan untuk menambah pengetahuan dan merekatkan hubungan dengan anggota keluarga lainnya


πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§‍πŸ‘¦ *Bagi yang sudah memiliki anak*
πŸ“– Jadilah ibu teladan, membacalah bersama anak (sesuai dengan tahapan usia anak).
πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda
πŸ“ Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

πŸ‘« *Bagi anda yang belum memiliki anak*
πŸ“– Membacalah!
πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda
πŸ’­ Diskusikan dengan suami tentang buku yang sudah dibaca
πŸ“ Tempelkan judul buku yang telah dibaca pada pohon literasi

πŸ‘°πŸ» *Bagi anda yang belum menikah*
πŸ“– Membacalah!
πŸ“· Dokumentasikan kegiatan membaca anda
πŸ“ Rimbunkan pohon literasi dengan buku-buku yang sudah anda baca.


❕Gunakan hashtag
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

❗Bagi anda yang menggunakan blog, tambahkan label
*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*

⏳ Periode Tantangan:
8-24 Juni 2017

Kirimkan tugas anda melalui link berikut:
● *link menyusul* ●


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

Menstimulasi Anak Suka Membaca

*Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Materi ke #5*

_MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA_

πŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”ΉπŸ”ΈπŸ”Ή

Mari  kita mulai dengan bermain peran terlebih dahulu. Bayangkan kita adalah seorang dewasa dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia,   belum pernah mengetahui bahasa mandarin  kemudian tiba-tiba kita diberi Koran berbahasa mandarin dengan tulisan mandarin semua. Apa yang kebayang di benak kita semua?
Pusing?  Tidak tahu maksudnya? Lalu kita hanya melihat-lihat gambarnya saja?

Hal tersebut akan sama halnya dengan anak-anak`yang belum dibiasakan mendengarkan berbagai dialog bahasa ibunya, belum belajar berbicara bahasa ibunya dengan baik, tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai cara belajar membaca bahasa ibunya tersebut yang berisi dengan deretan-deretan huruf yang masih asing di benak anak, diminta untuk mengulang-ngulangnya terus menerus dengan harapan anak bisa cepat membaca.

πŸ’ *KETRAMPILAN BERBAHASA*
Sebelum lebih jauh membahas tentang teknik menstimulasi anak membaca kita perlu memahami terlebih dahulu tahapan-tahapan yang perlu dilalui anak-anak dalam meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

πŸ’ Tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Keterampilan mendengarkan ( listening skills)
b. Ketrampilan Berbicara ( speaking skills)
c. Ketrampilan Membaca ( reading skills)
d. Ketrampilan Menulis ( writing skills)

Keempat tahapan tersebut di atas harus dilalui terlebih dahulu secara matang oleh anak. Sehingga anak yang *BISA MENDENGARKAN* ( Menyimak) komunikasi orang dewasa di sekitarnya dengan baik, pasti *BISA BERBICARA* dengan baik, selama organ pendengaran dan organ pengecapnya berfungsi dengan baik.

Mendengarkan dan berbicara adalah tahap yang sering dilewatkan orangtua dalam menstimulasi anak-anaknya agar suka membaca. Sehingga hal ini mengakibatkan anak yang *BISA MEMBACA, belum tentu terampil  mendengarkan dan berbicara dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya.*
Padahal dua hal ketrampilan di atas sangatlah penting.
Banyak orang dewasa yang menggegas anaknya untuk bisa cepat-cepat membaca, padahal Anak yang BISA BERBICARA dengan baik, pasti akan BISA MEMBACA dengan baik, tetapi banyak yang mengesampingkan 2 tahap sebelumnya.
Pertanyaan selanjutnya mengapa banyak anak bisa membaca tetapi sangat sedikit yang menghasilkan karya dalam bentuk tulisan, bahkan diantara kita orang dewasapun sangat susah menuangkan gagasan-gagasan kita, apa yang kita baca, kita pelajari dalam bentuk tulisan?

Padahal  kalau melihat tahapan di atas anak yang BISA MEMBACA dengan baik pasti akan BISA MENULIS dengan baik.
Mengapa? Karena selama ini anak-anak kita hanya distimulus untuk *BISA* membaca tidak *SUKA MEMBACA*. Sehingga banyak diantara kita  BISA MENULIS huruf (melek huruf) tetapi tidak bisa menghasilkan karya dalam bentuk tulisan (
MENULIS KARYA)
Terbukti  berdasarkan survey UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya dalam seribu masayarakat hanya ada satu masayarakat yang memiliki minat baca. Berdasarkan studi _"Most Littered Nation In the World"_ yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Padahal  program membaca  ini tidak hanya digencarkan oleh pemerintah dalam program literasinya, melainkan juga sudah diperintahkan di dalam salah satu kitab suci agama yang sebagaian besar dianut oleh bangsa Indonesia. Disana tertulis IQRA’( bacalah), perintah membaca adalah perintah pertama sebelum perintah yang lain turun.
Mengapa kita perlu membaca? Biasanya jawabannya klise yang muncul adalah agar kita bisa menambah wawasan kita, bisa membuka cakrawala dunia dll.

Jawaban di atas baik, tapi ada yang kita lupakan tentang tujuan  membaca ini yang jauh lebih penting, yaitu agar anak-anak kita lebih mengenal pencipta nya, karena membaca akan lebih membuat anak-anak  mengenal “siapakah dirinya”, maka disitulah dia mengenal siapa Tuhannya.

*MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA*

Sekarang kita akan belajar bagaimana tahapan-tahapan agar anak-anak kita *SUKA MEMBACA tidak hanya sekedar BISA. Agar ke depannya mereka SUKA MENULIS.*

🌼🌸🌼🌸🌼🌸

Kita akan memulai dengan berbagai tahap ketrampilan Berbahasa.

πŸ’ *TAHAP MENDENGARKAN*

a. *Sering-seringlah berkomunikasi* dengan anak, baik saat mereka di dalam kandungan, saat mereka belum bisa berbicara dan saat mereka sudah mulai mengeluarkan kata-kata dari mulut kecilnya.

b. Buatlah berbagai *forum keluarga* untuk memperbanyak kesempatan anak mendengarkan berbagai ragam komunikasi orang dewasa di sekitarnya.

c. *Setelkan berbagai lagu anak*, cerita anak yang bisa melatih ketrampilan mendengar mereka.

d. *Bacakan buku-buku anak dengan suara yang keras* agar anak – anak bisa melihat gambar dan telinganya bekerja untuk mendengarkan maksud gambar tersebut.

e. *Sering-seringlah mendongeng/membacakan* buku sebelum anak-anak tidur. Jangan pernah capek, meski anak meminta kita mendongeng/membaca buku yang sama sampai puluhan kali. Begitulah cara menyimak,

πŸ’*TAHAP BERBICARA*

a. Di tahap ini anak belajar berbicara, kita sebagai orang dewasa belajar mendengarkan. Investasikan waktu kita sebanyak mungkin untuk mendengarkan *SUARA ANAK*

b. *Jadilah pendengar yang baik*, disaat anak-anak ingin membacakan buku untuk kita, dengan cara mengarang cerita berdasarkan gambar, apresiasi mereka.

c. Jadilah murid yang baik, disaat anak-anak kita ingin menjadi guru bagi kita, dengan cara *membuat simulasi kelas*, dan dia menjadi guru kecil di depan.

d. *Ajaklah anak-anak bersilaturahim* sesering mungkin, bertemu teman sebayanya dan orang lain yang di atas usianya bahkan di bawah usianya untuk mengasah ketrampilan mendengar dan berbicaranya.

πŸ’*TAHAP MEMBACA*

a. *Tempelkan tulisan-tulisan dan gambar-gambar* yang jelas dan besar di sekitar rumah, terutama tempat-tempat yang sering di singgahi anak-anak

b. *Tempelkan tulisan/kata* pada benda-benda yang ada, misalnya, tempelkan kata- “televisi” pada pesawat televisi.

c. Buatlah *acara membaca bersama* yang seru, misalnya perpustakaan di bawah meja makan

d. Sekali waktu, *ajaklah* anak-anak ke pangkalan buku-buku bekas, pameran buku dan toko buku

e. Siapkan alat perekam dan *rekamlah* suara anak kita yang sedang membaca buku

f. Biasakanlah *surat-menyurat* dengan anak di rumah. Misalnya , dengan menempelkan pesan-pesan di kulkas atau buatlah parsi (papan ekspresi) di rumah

g. Dorong dan ajak anak kita untuk *membaca apapun* label-label pada kemasan makanan, papan reklame dan masih banyak lagi

h. Berikan *buku-buku berilustrasi* tanpa teks.  Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya. Selanjutnya berikan buku full teks dengan ukuran huruf yang besar-besar.

i. *Komik* juga menarik sebagai pemancing rasa ingin tahu dan gairah membaca anak (tentunya perlu selektif dalam memilih komik yang tepat).

j. Ajaklah anak *bertemu* dengan pengarang buku, ilustrator, komikus, penjual buku, bahkan penerbit buku.

k. *Dukung hobi anak* kita dan sangkut pautkan dengan buku.
Misalnya, buku tentang perangko untuk anak yang hobi mengkoleksi perangko, buku cerita tentang boneka untuk anak yang suka boneka dan sebagainya

l. *Budaya baca* bisa ditumbuhkan dari ruang keluarga yang serba ada. Ada buku-buku yang mudah diambil anak,  ada mainan anak,  ada karya-karya anak dalam satu ruangan tersebut.

m. Ajaklah anak untuk *memilih bukunya sendiri*, tapi tentunya dibawah bimbingan kita agar tidak salah pilih

n. *Contohkan kebiasaan membaca* dan mengkoleksi buku dengan sungguh-sungguh dan konsisten

o. *Buatlah pohon literasi keluarga*, caranya:
πŸ“ŒMasing-masing anggota keluarga memiliki pohon dengan gambar batang dan ranting, tempelkan di dinding.
πŸ“ŒSiapkanlah daun-daunan dari kertas sebanyak mungkin, setiap kali anak-anak selesai membaca, tuliskan judul buku dan pengarangnya di daun tersebut.
πŸ“Œkemudian tempelkan di pohon dengan nama anak tersebut.

Cara ini bisa untuk melihat seberapa besar minat baca masing-masing anggota keluarga kita, hanya dengan melihat seberapa rimbun daun-daunan di pohon masing-masing.

πŸ’*TAHAP MENULIS*

a. *Siapkan satu bidang tembok* di rumah kita, tempelkan kertas flipchart besar disana dan ijinkan anak-anak untuk menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan atau coretan.

b. Berilah kesempatan dan dorong anak kita untuk *menulis  apapun* yang dia lihat, dengar, pegang dan lain-lain

c. *Siapkan buku diary keluarga*, masing-masing anggota keluarga boleh menuliskan perasaaannya di buku diary tersebut, sehingga akan membentuk rangkaian cerita keluarga yang kadang nggak nyambung tapi seru untuk dibaca bersama.

d. *Buat buku jurnal/ buku rasa ingin tahu* anak dari kertas bekas,   ijinkan setiap hari anak menuliskan apa yang dia alami apa yang memunculkan rasa ingin tahunya di dalam buku tersebut.

e. *Hiraukanlah* tanda baca, huruf besar, huruf kecil dll, saat anak-anak mulai belajar menulis. Biarkanlah anak merdeka menuangkan isi pikirannya, hasil bacaannya, tanpa terhenti berbagai kaedah –kaedah menulis yang harus mereka pahami. Setelah anak-anak lancar menulis baru setahap demi setahap ajarkanlah berbagai macam kaedah ini.


Salam Ibu Profesional,


/Tim Fasilitator Bunda Sayang /


πŸ“šSumber  Bacaan :

_Kontributor Anatalogi Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, Bunda Sayang, Gaza Press, 2014_

_Pengalaman Bunda Septi dalam mengembangkan ketrampilan berbahasa di keluarganya, Wawancara, Kelas Bunda Sayang, Institut Ibu Profesional, 2017_

_Andi Yudha Asfandiyar. Creative Parenting Today : Cara praktis memicu dan memacu kreatifitas anak melalui pola asuh kreatif. Bandung : Kaifa. 2012_

http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Learning-and-Education/-/4-to-13-years/Help.-My-child-[disingkat oleh WhatsApp]

Kamis, 01 Juni 2017

Anak-anak Masih Sulit Membuang Sampah Pada Tempatnya? Coba Mama lakukan 5 Tips Berikut

Anak-anak perlu dididik untuk menjaga lingkungan. Salah satunya dengan membuat mereka mau membuang sampah pada tempatnya. Betul nggak, Ma? Nah apakah Mama masih suka menjumpai anak-anak masih sulit membuang sampah pada tempatnya? Jangan risau Ma, simak tips berikut ini :
1. Jadilah Contoh
Anak-anak mungkin bisa salah mengerti. Tapi mereka tidak pernah salah mengcopy. Anak-anak adalah peniru ulung. Mama, selalu tunujukkan contoh untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu mereka akan mencontohnya. Mereka akan membuang sampah pada tempatnya.




2. Beri Tau Manfaatnya
Ceritakan pada anak, tentang manfaat membuang sampah pada tempatnya. Bila mereka tahu manfaatnya, mereka akan mau melakukannya.
3. Jelaskan Akibatnya
Ceritakan juga pada anak, apa saja akibat bila kita membuang sampah tidak pada tempatnya. Mama boleh membacakan buku atau memberikan video tentang akibat membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, mereka akan merasa bersalah bila tidak membuang sampah pada tempatnya.
4. Latih Terus
Latih anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Berikan anak tempat sampah lucu. Agar mereka suka membuang sampah pada tempatnya.
5. Belajar Sampah
Ajari anak tentang jenis-jenis sampah. Bila anak sudah bisa membuang sampah pada tempatnya. Ajari mereka untuk membuang sampah sesuai jenisnya. Bahwa sampah terdiri dari sampah basah dan sampah kering.
Nah Mama, mudah bukan. Yuk tetap semangat mengajari anak untuk membuang sampah pada tempatnya.


#day6
#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

Kerudung

Tadi pagi, sebelum berangkat outing pagi, Aluna menghampiri saya. "Kudung kudung", ucapnya sambil memegang kepala. Rupanya di...