Jumat, 18 Mei 2018

Tips Bukber Tanpa Ribet




Bulan ramadan identik dengan banyaknya acara bukber alias buka bareng. Acara bukber ini biasanya mulai berdatangan menjelang sepuluh hari kedua ramadan. Maklum jika di sepuluh hari pertama, kebanyakan orang masih ingin khusyu menikmati berbuka dengan keluarga. Sedangkan di sepuluh hari terakhir, biasanya sudah mulai fokus untuk mempersiapkan mudik lebaran.

Bukber dijadikan juga sebagai ajang silaturahmi. Makanya bukber ini sangat bervariasi. Mulai dari bukber teman SD, SMP, SMA sampai teman kampus. Belum lagi bukber teman kantor ataupun kelompok pengajian.

Tapi ada beberapa permasalahan yang biasa terjadi saat bukber. Mulai dari bingung cari tempat makan, ketinggalan shalat magrib atau bahkan sampai ngelewatin teraweh. Duh itu pengalaman saya dulu jaman abg,, malu...

Nah mungkin beberapa tips berikut bisa bikin bukber nggak ribet.

1. Cari Tempat yang Strategis

Pilih tempat yang strategis, mudah dijangkau oleh semua peserta bukber. Jadi aksesnya mudah dijangkau oleh semuanya. Kalau bisa tidak di dalam mall. Selain ribet cari tempat makan, bakal ribet juga cari tempat parkir. Ya kan?

2. Reservasi

Pastikan reservasi tempat terlebih dahulu ya. Biar nggak bingung pas hari H. Selain itu biar kita tidak terlunta-lunta. Pengalaman dulu, baru satu jam bisa makan setelah magrib karena sulitnya dapat tempat bukber tanpa reservasi.






3. Bawa Takjil

Baiknya bawa takjil sebelum acara bukber. Jadi pas adzan magrib berkumandang, makan takjil dulu. Terus shalat magrib bersama. Habis shalat baru makan. Biar shalat magribnya bisa tepat waktu dan nggak akan kelewatan.

4. Bawa Perlengkapan Shalat

Acara bukber tidak hanya meramaikan tempat makan saja, tapi juga meramaikam masjid. Biar nggak perlu ribet nunggu mukena, ada baiknya bawa mukena sendiri. Nggak perlu ngantri, shalat juga tenang.

5. Cari Tempat Bukber yang Dekat Masjid

Last but not least ni, tempat bukber yang ideal itu yang dekat dengan masjid. Atau paling tidak yang mudah terakses dengan masjid. Ini penting, biar setelah buka bisa langsung shalat taraweh bareng.

Nah dengan lima tips itu dijamin bukber berjalan tanpa ribet. Bukber bisa menambah pahala karena menjalin silaturahmi. Bukber tak membuat kita meninggalkan amalan ramadan yang lain.

Kamis, 17 Mei 2018

Mengenal Sirup Legendaris dari Kota Pahlawan



Surabaya, selain terkenal dengan bangunan-bangunan tempo dulunya juga masih menyisakan kuliner jadulnya.
Salah satunya adalah Siropen Telasih Surabaya.
Ini adalah sirup pertama yang dikenal oleh orang Indonesia.

Sirup ini mulai diproduksi sejak tahun 1923.
Sirup ini didirikan oleh seorang Belanda bernama JC Van Drogele.
Pabriknya ada di Jalan Mliwis no 5 Surabaya.
Pabrik dengan arsitektur kuno khas Belanda ini, hingga kini masih kokoh berdiri.

Dulunya sirup ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan terbatas.
Sirup ini hanya boleh diminum oleh orang Belanda dan kalangan bangsawan saja.
Rakyat biasa hanya bisa menelan ludah tanpa bisa menikmati kesegaran sirup ini.

Siropen Telasih Surabaya ini ada dua jenis.
Pertama, Siropen Telasih yang terdiri dari 8 varian rasa.
Yaitu Jeruk Keprok, Mawar, Lychee, Frambosen, Melon, Vanili, Cocopandan dan Arbei.
Harganya dibandrol sekitar 23-24 ribu/botol.
Sirup ini bisa didapat di modern market lokal, seperti Bilka.


Siropen Telasih Surabaya (Sumber Gambar : Kabar Surabaya)



Kedua, Siropen Gourmet.
Sirup ini untuk campuran kopi.
Juga terdapat 8 varian rasa.
Antara lain hazelnut, caramel, vanila, mocha, rum, iris cream, mojinto mint dan chocolate.
Siroupen Gourmet ini bisa di dapat di Papaya dan Ranch Matket.
Harganya sekitar 85-100 ribu/botol.

Sirup ini mampu bertahan selama 95 tahun karena selalu menjaga kualitasnya.
Selalu menggunakan gula asli dan tanpa bahan pengawet.
Saat ini hanya memproduksi untuk pasaran lokal Jawa Timur saja.
Sedangkan untuk daerah lain dibuat berdasarkan pesanan.
Setiap bulannya pabrik ini memproduksi 10-15 ribu botol sirup per bulannya.

Jadi bagaimana? Tertarik mencicipi sirup legendaris ini?

Selasa, 15 Mei 2018

Alumni Rohis = Teroris?


Surabaya yang selama ini dikenal sebagai kota yang aman dan tentram, diusik dengan kejadian hari minggu lalu.
Ledakan bom di 3 gereja pada tanggal 13 mei 2018.
Nampaknya ada yang ingin merusak Surabaya yang hidup dalam keberagaman namun tetap toleran.

Lalu berita tentang pelaku teror mulai bermunculan.
Pelakunya lulusan SMA negeri terfavorit se Surabaya.
Pelaku dikenal aktifis rohis sejak SMA.
Lalu akhirnya sekarang aktifitas rohis disekolah mulai dicurigai.

Ingatan saya kembali ke belasan tahun silam.
Saat itu saya sempat ikut menjadi aktifis rohis.
Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 1 SMA.
Dimana SMA saya itu satu kompleks dengan SMA pelaku bom bunuh diri itu.

Saat itu saya belum berhijab.
Semangat memggebu ikut rohis diawali dengan terpikat kakak rohis yang ganteng pake banget,hahaha.
Bersama 3 orang teman dekat, kami rutin ikut kajian.
Kami bertiga tidak berhijab.
Pembina kami alumni, orangnya cantik dan lembut saat mengajarkan ilmu agama.

Sekali ikut kajian, temanya tentang zina.
Dan bagai tersihir, setelah kajian itu saya dan kedua teman saya langsung telepon pacar masing-masing.
Minta putus!.
Pacar pun bingung, nggak ada angin nggak ada hujan kok di putus.

Dan sejak saat itu mengikrarkan diri jadi ijolumut, ikatan jomblo lucu dan imut.
Disingkat iler's, gank SMA yang terdiri dari 5 cewek jomblo, duh alay banget ya kayaknya.

Setahun rutin ikut kajian, jadi aktifis SKI (Sie Kerohanian Islam).
Lalu kemudian, mbak yang biasa membina kami menikah, dan tak bisa membimbing lagi.
Penggantinya bercadar, jujur ini lebih keras dakwahnya.
Kami yang belum berhijab langsung banyak dikasih ayat-ayat tentang pedihnya siksa neraka bila tak menutup aurat.
Akhirnya, kami mulai malas ikut kajian.

Bukan karena itu juga, tapi karena pengurus SKI nya juga terlalu ikut campur privasi kami.
Katanya kami ini berisik banget klo ngumpul.
Ganjen, sukai godain kakak kelas.
Duh padahal ternyata banyak yang anggota SKI itu diam-diam saling nalsir.
Bahkan diam-diam pacaran.
Ih nyebelin banget kan, koar-koar pacaran dilarang, lha kok situ ngelakuin juga.

Jiwa pemberontak kami muncul.
Kami mogok ikut SKI bahkan bikin kerusuhan.
Taruhan menggoda pengurus SKI.
Dari 4 target, 3 tergoda.
Menggoda dengan mengirim surat dan cokelat di hari valentine.
Langsung bikin heboh SKI.
Kamipun di blacklist,hahaha.

Lalu apa poin dari cerita saya ini? Apa hubungannya dengan teroris?

Poinnya, tidak semua aktifis rohis itu radikal.
Contohnya saya dan kedua teman saya, kami bahkan jadi liberal,hahaha.

Poinnya, SMA memang rawan didoktrinisasi.
Hanya apakah doktrin itu akan masuk apa tidak, itu tergantung pribadi masing-masing.
Anak muda akan lebih mudah memerima bila dakwah dilakukan secara persuasif.
Tidak menghakimi.

Jikapun ada yang juga ikut tercuci otaknya sekalipun dengan dakwah yang kuat, mungkin dia terlalu penurut.
Ini yang harus diwaspadai.

Tidak semua dakwah di sekolah menanamkan kebencian, radikalisme.
Tidak semua aktifis rohis itu akan jadi teroris.

Kejadian ini jangan sampai membuat sekolah paranoid.
Menutup kesempatan bagi muridnya untuk belajar agama.
Langkah yang harus dilakukukan adalah melakukan seleksi terhadap pembina rohis dan isi kajiannya.

Bagaimana? Setuju?


Jumat, 11 Mei 2018

Memetik Hikmah dari Film 212 The Power of Love



Menonton film menjadi salah satu cara saya dan pasangan untuk menghabiskan waktu bersama. Tak hanya me time yang dibutuhkan, our time juga perlu. Maka pergi ke bioskop menjadi cara kami untuk tetap menghangatkan hubungan, hehe.

Tanggal 9 kemarin, film 212 The Power of Love menjadi pilihan kami. Ini film Indonesia pertama yang dengan ikhlas ditonton suami. Maklum entah kenapa dia selalu menolak saat diajak nonton film Indonesia. Tapi tidak untuk yang satu ini, dia ikut dengan senang hati tanpa dipaksa.

Awalnya saya tahu tentang film ini dari share yang ada di grup whatts app salah satu Ustadz panutan kami. Konon katanya film ini dari awal seperti dipersulit. Ijin dipersulit bahkan penayangannya dibatasi. Tidak semua bioskop mau menayangkannya. Disini saya mulai tergugah, mengapa harus dipersulit? Mengapa harus dibatasi?

Film ini mengangkat kisah nyata dari perjuangan umat Islam di Ciamis yang rela berjalan kaki demi mengikuti aksi bela islam pada 2 desember 2016. Namun konflik yang disajikan disini adalah buksn pada aksi tersebut. Tapi pada kisah Rahmat (Fauzi Baadillah) yang merupakan jurnalis dengan pemikiran liberal. Dia sangat berbeda dari ayahnya, Ki Zainal (Humaidi Abas) yang merupakan Kyai yang sangat disegani di Ciamis.




Perbedaan pemikiran ayah dan anak itulah yang membuat mereka sering berselisih paham. Termasuk dalam menyikapi aksi 212 ini. Rahmat menentang ayahnya ikut aksi. Dia khawatir aksi tersebut akan kisruh seperti saat 1998. Menurutnya aksi tersebut akan berujung pada tindakan makar, ditunggangi oleh kepentingan politik. Sebaliknya, menirut Ki Zainal ini adalah aksi yang digerakkan oleh cinta. Membela sesuatu yang diyakini dengan benar.

Lalu apa hikmah yang bisa saya ambil dari film 212 The Power of Love ini?

1. Mencintai Allah
Film ini membuat saya ingat untuk mencintai Allah. Bahwa cinta Nya pada kita itu sangatlah nyata, setiap nafas yang kita ambil itu hanya bisa terjadi atas izinnya. Maka sudah sepatutnya kita sebagai makluk mencintaiNya. Dengan cinta pada Allah, kita akan mampu berbuat apa saja. Seperti umat islam Ciamis yang rela berjalan ratusan kilo untuk menuju Jakarta.

2. Membela Agama
Kalau banyak orang berkata, agama tak perlu dibela itu saya tidak setuju. Agama itu keyakinan yang harus dijaga. Bila keyakinan kita diinjak, apakah kita hanya berdiam diri? Saya yakin, tak hanya Islam saja. Agama manapun juga tidak pantas untuk dilecehkan.







3. Kasih Sayang Ayah
Di film ini, air mata saya menetes. Melihat besarnya cinta Ki Zainal pada Rahmat. Membuat saya teringat akan almarhum papa. Seorang ayah mencintai anaknya dengan caranya. Berbeda dengan ibu yang welas asih, ketegasan ayah juga menjadi wujud cintanya. Setiap peluh yang diteteskan saat mencari nafkah bagi keluarganya, adalah wujud kasih sayangnya. Cinta ayah memang tak selalu terucap, tapi besarnya tak perlu diragukan.

4. Indahnya Ukhuwah Islamiyah
Film ini sukses menggambarkan bahwa indahnya persaudaraan umat islam. Bagaimana setiap orang membantu perjuangan umat Islam Ciamis saat harus berjalan kaki. Banyak yang memberi makanan dan minuman disepanjang jalan, bagimana para pesantren memberikan tempat untuk beristirahat.

5. Islam itu Rahmatan Lil 'Alamin
Islam itu agama yang damai. Agama yang menjadi rahmat bagi semesta. Film yang diangkat dari kisah nyata aksi 7 jut umat Islam inji, menunjukkan bahwa Islam itu cinta damai. Aksi jutaan orang berlangsung dengan damai. Tak ada korban jiwa satupun, bahwa rumputpun tak diinjak. Aksi ini bukan semata-mata menunjukkan kebencian terhadap non muslim. Sebab dalam Islam, selama non muslim tidak mengganggu, mereka tidak akan diganggu. Contoh nyatanya adalah saat monas tumpah ruah , peserta aksi tetap memberikan jalan pada pasangan yang akan menikah di gereja. Jurnalis asing yang meliput juga tidak diganggu. Di film ini juga digambarkan bagaimana Ki Zainal juga bergaul baik dengan tetangganya yang non muslim, Aheng. Ki Zainal tak sungkan makan bakso di warung Aheng. Bila selama ini banyak orang islam yang berbuat hal yang tak pantas dan melakukan kekerasan, itu bukan karena agamanya. Itu karena mereka sendiri. Mereka yang tak mampu mendalami nilai-nilai Islam dengan benar.

Jadi bagaimana? Apa kamu sudah nonton film ini? Ayo nonton, putihkan bioskop! :)

Tips Bukber Tanpa Ribet

Bulan ramadan identik dengan banyaknya acara bukber alias buka bareng. Acara bukber ini biasanya mulai berdatangan menjelang sepuluh hari...