Senin, 17 September 2018

Selain Dian Sastro, Ini Dia Deretan Artis Pembawa Obor Asian Games 2018







Asian Games 2018 memang sudah berlalu. Namun nampaknya keriuhannya masih dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Selain pertandingan beragam cabang olahraga, pembawa obor Asian Games menjadi sosok perhatian. 




Ada empat artis papan atas yang berkesempatan membawa obor Asian Games. Mereka adalah Dian Sastrowardoyo, Hamish Daud, Mikha Tambayong, dan Chicco Jerikho.



Obor Asian Games memulai perjalanan pertamanya dari India. Biasanya, obor pertama kali dinyalakan di negara yang menjadi tuan rumah Asian Games. Namun sejak tahun 2014, obor Asian Games dinyalakan kali pertama di India. Hal ini untuk mengenang pelaksanaan Asian Games untuk pertama kalinya di India pada tahun 1951.




Dari India, obor menuju Candi Prambanan. Disini obor akan disatujkan dengan api dari Mrapen. Mitos yang beredar, api dari Mrapen ini abadi dan tidak akan mati meski terkena hujan. Setelah itu obor Asian Games akan berkeliling menempuh jarak 18.000 km, melalui 50 kota di 18 provinsi, sebelum tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, untuk upacara pembukaan Asian Games ke-18, Sabtu 18 Agustus 2018.



Selama perjalanan ke Indonesia, api obor dalam box tersebut tetap menyal. Legenda bulutangkis Indonesia,  Susi Susanti dipercaya untuk membawa api obor Asian Games 2018 dari India ke Indonesia.

Obor Asian Games ini memiliki fungsi tersenderi. Kedatangan obor Asian Games menaikan branding dari destinasi yang dikunjungi. Daerah yang akan dilewati obor ini akan menarik kunjungan wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara. 

BATIQA Hotel Darmo SURABAYA, Hotel Minimalis dengan Sentuhan Lokal yang Khas







Surabaya dikenal sebagai kota pusat bisnis. Namun beberapa tahun terakhir ini, Surabaya mulai mengembangkan diri sebagai kota wisata. Di mulai dari membangun banyaknya taman-taman yang sejuk dan ikonik. Seperti hutan bambu Keputih. Atau mencoba wisata keliling Surabaya dengan bis tingkat yang tiketnya dari sampah botol plastik. Atau mencoba mengenang Surabaya tempo dulu dengan datang di acara "Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan". 





Tak heran perkembangan hotel di Surabaya semakin banyak. Namun BATIQA Hotels
Darmo mengusung hal yang berbeda dari banyaknya hotel yang sudah ada.  BATIQA Hotel Darmo adalah hotel dengan desain minimalis yang terletak di tengah kota Surabaya. Istimewanya, hotel ini memiliki sentuhan lokal, mulai dari interior kamar hingga hidangan yang disajikan.




BATIQA Hotel Darmo menyajikan kamar dengan tiga kategori ; Superior, Suites dan Family. Total keseluruhan kamar yang ada berjumlah 87. 

🌼 Superior Room




Superior room ini cocok untuk honeymoon atau bersantai dengan keluarga kecil. Kamar dengan luas 18 meter persegi ini dilengkapi dengan jaringan internet, LCD TV dengan chanel tv kabel. Selain itu juga ada hot and cold shower, lemari es bahkan safe deposit box. Oh ya menariknya lemari pakaian di BATIQA HOTELS memiliki pintu yang tertutup, biasanya kan lemari hotel pada umumnya terbuka di salah satu sisi. Superior room di BATIQA Hotel Darmo disedikan sebanyak 84 kamar.



🌼 Suites Room




Mau menginap di kamar yang lebih luas? Suites room bisa jadi pilihan. Kamar ini luasnya 36 meter persegi. Di lengkapi dengan dua LCD TV. Satu terletak di depan tempat tidur, satunya lagi ada di depan. Ada juga meja setrika, jadi baju kusut akibat masuk koper tak perlu di khwatirkan lagi. 





Hal yang menarik di kamar ini adalah di dinding kamar ada hiasan berupa kain batik. Batik yang di dinding hotel adalah batik khas Surabaya. Coraknya berbeda dari batik-batik pada umumnya. Istimewanya, batik ini di buat oleh para pengerajin gang Dolly. 




Nuansa batik juga terlihat di berbagai ornamen hotel. Mulai dari card room, tirai  hingga sandal hotel. Semuanya bercorak batik. Bahkan semua pegawai hotel, berseragam batik. Mungkin sesuai dengan filosofi nama hotel sendiri : BATIQA , batik qualitas A. 




🌼 Family Room




Family room ini unik. Suasana kamar hotelnya hoomy banget. Di kamar seluas 28 meter persegi ini ada satu tempat tidur utama dan satu tempat tidur anak. Tempat tidur anaknya berbentuk ranjang susun. Wah berasa ingat masa kecil dulu, tidur di ranjang susun bersama adik di rumah. 



Bahkan di depan tempat tidur anak ini wallpapernya khas anak-anak. Wallpaper dengan tokoh-tokoh Disney, sperti Mickey dan Minnie Mouse. Wah anak-anak pasti betah menginap disini. Berasa tidur di rumah sendiri. 



Semua kamar dilengkapi fasilitas internet, LCD TV dengan channel TV kabel, hot and cold shower, safe deposit box dan 24 jam pelayanan kamar. Harga hotel termasuk free breakfeast untuk dua orang, kecuali family room. Tamu yang menginap di family room akan mendapatkan sarapan untuk 4 orang. 



Fasilitas lainnya yang di dapat di hotel ini adalah fitness centre yang terdapat di lantai dua. Ada juga musola di lantai tiga. 




BATIQA Hotel Darmo juga menyediakan meeting room. Ada lima tipe meeting room ; Semanggi, Semanggi 1, Semanggi 2, Semanggi 3 dan Sawunggaling. Meeting rooms berakapasitas mulai dari 25 hingga 100 orang.




Uniknya meeting roomnya bisa di desain sesuai pesanan. Mulai tipe cocktail, theater, class room, U shape, round table hingga board room. Setiap meeting room dilengkapi LCD dan proyektor. Juga sound system yang memadai. Nah, tunggu apalagi. Mau arisan kekuarga ataupun rapat kantor bisa dilakukan di BATIQA Hotel Darmo




Hotel ini memiliki dua restoran. Pertama, Fresqa Bistro yang terletak di lantai dua. Disini pengunjung bisa memesan bergam menu.




Mulai dari menu lokal hingga westwrn. Ada tiga menu andalan di Fresqa Bistro ini ; Nasi Goreng, Laksa dan Aglio Olio. Menu di Fresqa Bistro ini sangat terjangkau lho. Mulai dari 25 hingga 50 ribu rupiah.




Terkadang Fresqa Bistro ini menyajikan hidangan khas Surabaya. Mulai dari rujak cingur, semanggi Surabaya hingga rawon manisa. Rawon manisa menjadi hidangan nostalgia bagi pengunjung. Rawon khas Surabaya tempo dulu yang jarang bisa dinikmati saat ini.




Restoran kedua yang dimiliki oleh BATIQA Hotel Darmo adalah Rooftop Darmo Steakhouse. Restoran yang terletak di lantai paling atas hotel ini menyajikan hidangan western, seperti steak dan burger.




Makan malam disini akan menjadi hal yang sangat romantis. Kenapa? Karena bisa melihat Suarabaya di malam hari dari ketinggian. Lampu-lampu kota menjadi pemandangan yang cantik untuk dinikmati.




Selain itu pengunjung juga dihibur dengan live music. Wah rasanya pengen ngajak suami makan malam disini, hehehe.




BATIQA Hotel Darmo benar-benar mengusung  kearifan lokal. Di hotel ini ada salah satu menu andalan ; Sego Grudukan !. Makan liwetan rame-rame.




Sego Grudukan ini harganya terjangkau lho. Hanya dengan membayar Rp. 200.000, hidangan ini bisa dinikmati bersama lima orang. Wah cocok buat arisan emak-emak ni. Menu sego grudukan ini adalah rendang, sate ayam, ayam goreng dan urap-urap. Menu yang lokal banget!. Tapi rasanya mantul, mantap betul :).




BATIQA Hotel Darmo ini terletak di Jalan Darmo Kali no 60 Surabaya. Lokasi hotel berdekatan dengan destinasi wisata Surabaya ; Taman Bungkul dan Kebun Binatang Surabaya. Hotel ini terletak di tengah kota, sehingga bisa dilalui oleh kendaraan umum. Dari terminal Purabaya bisa juga ditempuh dengan Suroboyo Bus. Bus khas Surabaya yang berbayar sampah botol plastik.






Minggu, 16 September 2018

Tiga Pelajaran Berharga dari Kelas Kurikulum Disiplin Positif Keluarga Kita






Hari Sabtu, 15 September 2018 lalu saya mengikuti acara Kelas Kurikulum Disiplin Positif dari Keluarga Kita. Acara yang diadakan di Sekolah Cikal Surabaya ini berlangsung dari pagi hingga sore. Acara diikuti oleh 30 peserta. Sebagai fasilitator ada Mbak Yulia dan Mbak Egha dari Rangkul pusat. Setelah kelas berlangsung, ada lima pelajaran berharga yang saya dapatkan.




1. Menghilangkan Mental Block

Di awal acara, di refreshmen kembali kenapa perlu menjadi Rangkul (Relawan Keluarga Kita). Salah satu alasan menjadi Rangkul adalah bahwa tidak ada orangtua sempurna. Menjadi orangtua yang realistia memerlukan dukungan sesama orangtua untuk terus belajar.

Nampaknya, saya lupa dengan tujuan ini. Selama dua tahun saya akui, saya belum pernah sekalipun mengadakan kelas bicara Rangkul. Semua itu karena mental block yang saya alami. Saya merasa tidak percaya diri untuk menjadi fasilitator di kelas bicara. Masih merasa belum menjadi orangtua yang baik.

Padahal, kelas bicara adalah proses belajar bersama dengan sesama orangtua. Semua bisa saling sharing tentang pengasuhan bersama. Kelas bicara bukan ajang pamer keberhasilan menjadi orangtua. Sebagaimana mbak Egha bercerita, kelas bicara sebagai terapi berobat jalan sebagai orangtua. Bahwa orangtua harus selalu belajar untuk bisa menjalankan perannya dengan baik. Duh, ini pas kena hatiku banget mbak..

2. Pengasuhan Adalah Tanggung Jawab Bersama

Selama ini setiap acara pengasuhan, selalu di dominasi oleh ibu-ibu. Tapi tidak di Rangkul. Banyak juga bapak-bapak menjadi Rangkul. Seperti kemarin, di kelas kurikulum disiplin positif, ada seorang bapak yang ikut serta. Pak Mansyur namanya. Beliau tidak sungkan mengikuti setiap materi kurikulum, kendati menjadi satu-satunya laki-laki di ruangan. Beliau tetap menyerap materi dan berpartisipasi dengan baik. Pak Mansyur memberikan contoh bahwa pengasuhan tak hanya tanggung jawab ibu semata. Ayah wajib berperan serta. 

3. Menumbuhkan Disiplin Positif

Menumbuhkan disiplin positif dimulai dengan memahami anak secara utuh. Pastikan orangtua memiliki cek list setiap tahap perkembangan anak. Sebab pelaksanaan disiplin positif disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak. Sadari bahwa disiplin adalah suatu cara untuk mencapai tujuan mulia : anak yang mandiri!.





Semoga semua ilmu yang saya dapat kali ini bisa segera dipraktekkan di rumah. Kemudian menyebarkannya di lingkungan sekitar. Belajar bersama orangtua lain untuk bisa menjadi orangtua yang realistis.

Jadi, siapa yang mau ikut kelas bicara Rangkul?

Rabu, 12 September 2018

Review Misoh, Kulinernya Arek Suroboyo






Mi, siapa yang tidak suka mi. Mi atau sering disebut mie ini adalah makanan yang berbahan dasar tepung. Menurut sejarahnya, mi berasal dari Cina. Pada tahun 2005, di Qinghai Cina ditemukan mi tertua yang berusia 4000 tahun. Kendati demikian, Arab Saudi dan Italia juga mengklaim sebagai pelopor pembuatan mi.



Bagaimana dengan Indonesia? Wah di Indonesia banyak sekali varian masakan berbahan dasar mi. Mi menjadi makanan favorit, apalagi untuk anak-anak. Ya, anak-anak selalu suka dengan mi. Termasuk anak-anak saya. Hehehe.



Di hari libur kemarin, saya mengajak anak-anak makan mi. Kami mencoba menikmati mi di Misoh. Wah misoh nama kedainya. Misoh atau misuh ini adalah budaya yang mengakar di Surabaya. Arek-arek Suroboyo sehari-hari akrab dengan kata-kata misoh alias misuh. Dan jancuk adalah ungkapan misoh yang paling legendaris. 



Balik lagi ke kedai Misoh. Apa saja ya menu-menunya. Wah saya terkejut melihat daftar menunya. Nama-nama menunya adalah berbagai kata-kata misuh khas Surabaya.  Ada Pret (mie ayam geprek) ,





Bol (mie ayam komplit), 




Tel (mie ayam ceker/pentol/pangsit), Cik (bakso kerikil),

Cuk (bakso campur),




Su (tahu bakso), Krik (ceker/pangsit). Menunya unik-unik ya. Sebenarnya Misoh ini singkatan dari Mie dan Bakso, karena memang itulah menu utamanya. Tapi akhirnya di plesetkan misoh alias misuh, ya sudah muncul lah nama-nama menu unik itu. Begitu kata ownernya. 





Lalu bagaimana rasanya? Jangan diragukan, rasanya enak. Mi nya yang tipis dan lembut. Kuah nya juga sedap. Saya memesan 3 mangkok mi. Mie Bol satu dan dua mi tel, satunya pakai pentol dan satu lagi ceker. Pentolnya kenyal dan sangat berasa dagingnya. Cekernya empuk dan pedas, endes lah pokoknya. 


Harganya juga terjangkau. Seporsi mulai dari Rp. 15.000 hingga Rp. 20.000. Untuk snacknya dibandrol dari harga Rp.5000- 12.000. Harga mahasiswa banget kan. 


Misoh ini buka di dua cabang. Cabang pertama di Famo5 Cafe, Jl. Klampis Semolo Timur AB no 36 Surabaya.




Cabang kedua di Kedai Kopi Nusantara Sugar Red, New Ruko Karah Agung 1 D blok A1 Surabaya.



Kebetulan saya mencoba yang di Karah. Misoh bisa dipesan dari pukul 11.00 hingga 21.00 WIB. 




Tak lupa saya juga membeli Misoh untuk di bawa pulang. Jangan khawatir, Misoh bisa take away kok. Packaging take awaynya lucu. Bentuk box karton. Oh ya kalau pesan 20 porsi, gratis ongkos kirim lho.






Nah, tunggu apalagi. Ayo arek Suroboyo jangan cuma misoh-misoh ae. Tapi juga makan Misoh. Selamat mencoba, trust me its delicious... 😋😋😋😋

Selain Dian Sastro, Ini Dia Deretan Artis Pembawa Obor Asian Games 2018

Asian Games 2018 memang sudah berlalu. Namun nampaknya keriuhannya masih dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Selain pertand...