Jumat, 20 April 2018

Semangat Kartini dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur





Bulan April, identik sebagai bulan Kartini. Bulan dimana kedudukan dan peran perempuan menjadi sorotan. Setiap tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini. Penetapan Hari Kartini sudah dimulai sejak tahun 1964. Melalui keluarnya Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964. Keputusan Presiden ini sekaligus mengukuhkan Kartini sebagai pahlawan nasional.
R.A Kartini adalah perempuan keturunan bangsawan yang berasal dari Jepara. Kartini memiliki cita-cita agar semua perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang sama seperti kaum laki-laki. Melalui surat-suratnya, Kartini menyuarakan keinginanya terhadap perubahan perempuan Indonesia. Kartini dianggap sebagai tokoh perjuangan emansipasi perempuan Indonesia.
Lalu bagaimana dengan kondisi perempuan Indonesia saat ini? Saat ini ada tiga masalah utama yang dihadapi oleh perempuan Indonesia, yaitu keterwakilan politik, ekonomi dan trafficking.
Pemerintah sudah menerapkan kuota 30% agar mengatasi masalah keterwakilan politik perempuan. Provinsi Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang memiliki banyak kepala daerah perempuan. Mulai dari walikota Surabaya, Walikota Probolinggo, Bupati Probolonggo, dan Bupati Kediri.
Tahun ini akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Menurut data yang dilansir oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum), tahun ini ada 8,85% perempuan yang mendaftar sebagai calon kepala daerah. Ada 101 perempuan dari 1140 calon kepala daerah. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Pilkada serentak tahun ini juga dialami oleh Provinsi Jawa Timur. Tahun ini masyarakat Jawa Timur akan memilih gubernur baru. Ada dua calon yang bertarung dalam pilkada kali ini. Pertama, ada pasangan Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Dardak. Kedua, ada Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.

Kontestan Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Sumber Gambar : Jawa Pos.com)


Perempuan Jawa Timur patut berbangga, sebab kali ini dari dua calon yang ada , berjenis kelamin perempuan. Ada Khofifah Indar Parawangsa yang mencalonkan diri sebagai calon gubernur. Sedangkan Puti Guntur mencalonkan diri sebagai wakil gubernur.

Dua Perempuan yang Bertarung Dalam Pilgub Jatim (Sumber Gambar : asumsi.com)


Pengamat politik Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman, menyatakan ada tiga permasalahan utama yang dihadapi Provinsi Jawa Timur. Yaitu kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan. Pemimpin daerah yang akan datang diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut.
Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015, kemiskinan di Jawa Timur adalah peringkat pertama se Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur sebanyak 4,7 juta jiwa. Tiga daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Jawa Timur adalah Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Probolonggo (BPS, 2015).
Pengangguran di Jawa Timur pada tahun 2016 sebesar 39 juta jiwa. Terdiri dari 19,28 juta jiwa laki-laki dan 19,78 juta jiwa perempuan. Perempuan lebih banyak yang menganggur.
Apakah dua calon perempuan tersebut mampu mengatasi persolan-persoalan tersebut. Mari kita lihat profil dari masing-masing calon. Khofifah Indar Parawangsa. Perempuan kelahiran Surabaya 53 tahun yang lalu ini memiliki banyak pengalaman berpolitik. Lulusan Ilmu Politik Universitas Airlangga ini telah lama terjun dalam dunia perpolitikan. Mulai dari menjadi anggota dewan hingga terpilih dua kali sebagai menteri.
Khofifah juga aktif dalam bidang keperempuanan. Dia pernah menjadi Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 2000  hingga 2005. Di bawah kepemimpinannya, Muslimat NU dinobatkan sebagai ormas terbaik di Indonesia.

Khofifah Indar Parawangsa (Sumber Gambar : Pinterest)


Ketika menjadi menteri sosial, Khofifah berhasil menjadikan Kementerian Sosial sebagai kementerian yang bebas dari korupsi. Selain itu, di bawah kepemimpinannya Kementerian Sosial meraih penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Publik (Kemenpan RB) di tahun 2017, dengan program Risol Gepeng (Rehabilitasi Sosial Gelandangan Pengemis).
Bagaimana dengan Puti? Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau yang lebih  dikenal dengan panggilan Puti Guntur Soekarno adalah anak dari pasangan Guntur Soekarno Putra dan Henny Emilia Hendayani. Guntur Soekarno Putra adalah anak dari Presiden Pertama RI Soekarno.
Pendidikan formalnya di tempuh di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Indonesia jurusan Administrasi Negara. Sejak remaja, Puti aktif di berbagai kegiatan kesenian.
Karir politiknya dimulai sejak tahun 2009, dimana dia terpilih menjadi anggota DPR RI untuk daerah pemilihan  Jawa Barat X; Ciamis, Kuningan, dan Kota Banjar. Puti lolos dan duduk di Komisi X DPR yang membidangi pendidikan dan kebudayaan, serta pemuda dan olahraga, pariwisata, ekonomi kreatif serta perpustakaan. Pada Pemilu 2014, ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI dan masih berada dalam komisi yang sama.

Puti Guntur Soekarno (Sumber Gambar : asumsi.com)


Sebagai cucu proklamator RI, jelas ideologi Bung Karno menjadi landasannya dalam berpolitik. Bagi Puti, ideologi Bung Karno untuk memperjuangkan rakyat kecil yang disebut sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi dan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah prinsip politik yang tepat.
Bagaimana? Siapa dari dua calon tersebut yang dianggap paling mampu mengatasi persolan-persoalan Jawa Timur. Tentunya bergantung dari pilihan masyarakat Jawa Timur itu sendiri. Melalui profil yang dimiliki kedua calon, masyarakat akan mampu menebak mana yang lebih mampu memimpin Jawa Timur. Siapapun yang terpilih nanti, sebagai perempuan saya sudah cukup bangga. Adanya dua calon tersebut menunjukkan bahwa kesadaran politik perempuan Jawa Timur selangkah lebih maju. Mereka berdua telah mampu mewakili semangat Kartini. Semoga siapapun yang terpilih akan mampu menyelesaikan masalah-masalah di Jawa Timur, khususnya masalah perempuan. Selamat Hari Kartini, semoga perempuan Indonesia semakin maju dan bermartabat.









Jumat, 13 April 2018

Konsumen Cerdas di Era Digital : Perhatikan 7 Hal Berikut Sebelum Berbelanja Online





Setiap tanggal 20 April, diperingati sebagai Hari Konsumen Nasional atau HARKONAS. HARKONAS dimulai sejak tahun 1999 dengan tujuan untuk memberikan perlindungan pada konsumen. Banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh konsumen, mau tak mau membuat Negara mengambil perannya.
Oleh sebab itu, Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen kemudian ditetapkan pada 20 April 1999 dengan tujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual dalam era demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menimbang pada UU Perlindungan Konsumen tersebut, ditetapkanlah Keputusan Presiden No. 13 Tahun 2012 tentang Hari Konsumen Nasional.
Pencanangan Hari Konsumen Nasional awalnya diselenggarakan oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional pada tanggal 20 April 2012. Selanjutnya, peringatan Hari Konsumen Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah dengan koordinasi Direktorat Pemberdayaan Konsumen, Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan.
Setiap tahunnya, HARKONAS memiliki tema tertentu. Tahun ini perayaan HARKONAS bertema “Konsumen Cerdas di Era Digital”. Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, konsumen cerdas adalah konsumen yang menegakkan haknya, melaksanakan kewajibannya, serta mampu melindungi dirinya dari barang atau jasa yang tidak aman.

Tema Harkonas 2018 : Konsumen Cerdas di Era Digital


Dewasa ini, pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan. Saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia menurut survey e-marketer pada tahun 2016 mencapai 123 juta orang. Menduduki peringkat keenam pengguna internet di seluruh dunia, di bawah Jepang. Jumlah ini mendekati hamper separuh dari jumlah penduduk  Indonesia yang saat ini berjumlah 256,2 juta jiwa. Sebuah data yang sangat fantastis, hal ini juga wajar mengingat saat ini anak kecil saja sudah akrab dengan internet.
Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 84 juta jiwa atau sekitar 63,6% menggunakan internet untuk melakukan transaksi online. Sebanyak 92 juta jiwa merasa aman saat melakukan transaksi online, hanya sekitar 39,2 juta jiwa yang merasa tidak aman.
Adanya internet. Merubah cara belanja masyarakat. Masyarakat saat ini cenderung memilih untuk berbelanja secara online. Beberapa factor yang membuat belanja online menjadi sebuah pilihan antara lain :
1.      Hemat waktu
2.      Hemat energi
3.      Bisa mudah membandingkan sebuah produk
4.      Harganya cenderung lebih murah
5.      Banyak diskon
6.      Praktis

Kendati belanja online banyak dipilih, namun tetap harus diwaspadai. Menurut hasil penelitian dari Kaspersky Lab dan B2B International yang dilakukan di 26 negara, ada 26% konsumen Indonesia yang kehilangan uang akibat penipuan secara online. Jumlah ini adalah jumlah tertinggi, yang kemudian diikuti oleh  Vietnam (26 persen) dan India (24 persen). Oleh karena itu menjadi konsumen cerdas di era digital di mulai saat berbelanja online. 

Si Koncer 


Perhatikan tujuh hal berikut ini, sebelum melakukan belanja online.
1.      Beli Sesuai Kebutuhan
Hal utama yang perlu dilakukan saat belanja online adalah perhatikan kebutuhan. Beli barang yang memang anda butuhkan. Jangan terjebak oleh banyaknya diskon, sehingga membuat kita menjadi konsumtif. Masuk dalam jebakan konsumerisme.
2.      Mencari Referensi
Sebelum mencari barang secara online, pastikan kita mencari banyak referensi tentang barang yang di cari. Apakah memang barang tersebut tidak jual secara konvensional. Lalu cari referensi orang lain terhadap barang tersebut, dimana mendapatkannya dan bagaimana membelinya. Bila kita sudah cukup punya referensi, maka kita akan lebih fokus dalam mencari barang tersebut secara online.
3.      Teliti Toko Online
Toko online adalah kunci utama agar kita tidak mengalami penipuan. Selama ini, saya lebih banyak belanja online dengan orang yang saya kenal. Membeli barang dagangan temaan sendiri melalui media social jauh lebih terpercaya. Logikanya, orang yang kita kenal dengan baik tidak akan mungkin menipu.

Beli Kado di Toko Online Milik Teman Sendiri


Jikapun harus membeli dari orang lain, pastikan memilih toko online dari situs marketplace terpercaya, misalnya Bukalapak, Shopee, Tokopedia atau yang lain.
Sistem pembayaran marketplace yang menjadi rujukan utama mengapa lebih aman belanja di marketplace. Begini alur pembayaran melalui marketplace ;
v  Buyer memesan barang, marketplace menghitung total harga dan ongkos kirim yang harus dibayarkan oleh buyer.
v  Buyer mengirim uang ke rekening marketplace, seller memproses dan mengirimkan barang yang dipesan oleh buyer melalui jasa ekspedisi yang dipilih.
v  Buyer menerima barang dan memberitakan penerimaan barang, seller menerima uang penjualan dari marketplace. Jika terdapat komplain, tim marketplace akan menengahi.
4.      Cek Barang
Lakukan cek barang terlebih dahulu, pastikan teliti sebelum membeli. Pastikan cek beberapa hal berikut sebelum membeli barang :
v  Bandingkan harga
Harga menjadi rujukan utama dalam memilih barang di pasar online. Cari perbandingan harga. Lewatkan bila harga yang ditawarkan lebih mahal, bahkan bila dibandingkan dengan beli secara langsung di pasar. Tapi awas, jangan tergiur harga yang terlalu murah. Mengapa? Bisa jadi barang yang dijual terlalu murah adalah barang gelap atau barang palsu.
v  Perhatikan spesifikasi barang
Dalam membeli barang secara online, karena kita tidak bisa melihat dan menyentuh barang secara langsung, tanyakan spesifikasi barang secara detail. Apalagi bila membeli barang elektronik, jangan lupa tanyakan soal garansinya juga.
v  Pastikan barang ber SNI
Sebagai konsumen cerdas, pastikan kita memilih barang yang sudah bertanda SNI (Standar Nasional Indonesia). Barang yang sudah ber SNI lebih memberikan jaminan atas kesehatan, keamanan dan keselamatan konsumen, bahkan lingkungan (K3L).
v  Perhatikan keamanan barang
Bila membeli barang-barang tertentu seperti bahan makanan, obat-obatan maupun kosmetik, ce keamanannya. Pertama, cek kehalalan barang tersebut,. Ada tanda halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia0) atau tidak. Kedua, pastikan barang tersebut sudah memiliki ijin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Ketiga, cek tanggal kadaluarsa. Jangan sampai kita membeli barang yang sudah tak layak konsumsi.
5.      Perhatikan Cara Membayar
Berbelanja secara online memberikan banyak pilihan pembayaran. Mulai dari pembayaran melalui kartu kredit, paypal, transfer secara langsung atau COD (cash on delivery). Lebih amannya melakukan pembayaran secara COD atau transfer melalui rekening langsung. Saya lebih banyak melakukan pembayaran dengan mentransfer secara langsung ke rekening marketplace.
6.      Simpan Salinan Pesan
Simpan semua riwayat pesan atau percakapan anda dengan penjual. Jangan lupa simpan juga bukti pembayaran. Hal ini bisa menjadi antisipasi bila suatu saat kita tidak menerima barang seperti yang dijanjikan.
7.      Amankan PC
Saat berbelanja online, pastikan perangkat (PC) kita sudah dilengkapi dengan antivirus. Lebih baik lagi kalau punya anti spyware dan firewall. Ingat, peranti lunak keamanan itu harus di-update secara teratur agar PC terlindung dari ancaman terbaru. Baiknya, atur saja proses update secara otomatis.

Semoga dengan menperhatikan tujuh hal tersebut sebelum belanja online, kita bisa menjadi konsumen cerdas. Terhindar dari penipuan di dunia maya dan bisa mendapatkan barang sesuai dengan yang kita butuhkan. Selamat Hari Konsumen Nasional. Saatnya menjadi konsumen cerdas diera digital.


Kamis, 12 April 2018

Pentingnya Lingkungan Kerja Ramah Laktasi




 
angka partisipasi kerja perempuan terus meningkat
(sumber gambar : liputan6.com)



Setiap tahunnya, angka partisipasi kerja perempuan di Indonesia terus mengalami peningkatan. Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah partisipasi kerja perempuan pada tahun 2017 adalah sebesar 55,04 persen. Angka ini menunjukkan peningkatam dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 52,71 persen.
Meningkatnya partisipasi perempuan dalam lingkungan kerja membawa konsekuensi tersendiri. Salah satunya adalah terhambatnya ibu bekerja untuk bisa menyusui bayinya. Ibu bekerja terhambat dalam memberikan ASI Eksklusif bagi bayinya.
Dukungan terhadap program pemberian ASI Eksklusif ini diwujudkan dengan menerbitkan berbagai peraturan perundang-undangan. Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor: 450/Menkes/SK/IV/2004 tentang pemberian ASI secara eksklusif pada bayi di Indonesia. Pada tahun 2012 telah terbit Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33 tentang pemberian ASI Eksklusif yang diikuti dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan yang mengatur tentang donor ASI, penyediaan Ruang Laktasi di tempat kerja , sarana umum, tata cara penggunaan susu formula dan tata cara pemberian sanksi administratif bagi tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan. Sanksi diberikan bertahap dari teguran lisan, tertulis, hingga pencabutan ijin.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2013 menunjukkan cakupan ASI di Indonesia hanya 42 persen. Angka ini jelas berada di bawah target WHO yang mewajibkan cakupan ASI hingga 50 persen.  Dengan angka kelahiran di Indonesia mencapai 4,7 juta per tahun, maka bayi yang memperoleh ASI, selama enam bulan hingga dua tahun, tidak mencapai dua juta jiwa. Pada tanggal 1-7 Agustus setiap tahunnya diperingati sebagai Pekan Asi Sedunia. Pada tahun 2015  Pekan ASI Sedunia mengambil tema “Menyusui dan Bekerja, Mari Kita Sukseskan “. Ibu bekerja menjadi perhatian yang utama dalam perayaan tahun ini. Mengapa ibu bekerja? Menurut Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan RI, Dedy Izwardi, rendahnya cakupan ASI dipengaruhi fasilitas yang ada di lingkungan kerja para ibu. Ibu bekerja menjadi lebih terhambat untuk memberikan ASI kepada bayinya.
Oleh karena itu diperlukan komitmen dari perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah laktasi.  Lingkungan kerja ramah laktasi akan memastikan bahwa perusahaan tunduk pada Undang- Undang Ketenagakerjaan Indonesia, yang mewajibkan semua pengusaha untuk memberikan peluang dan fasilitas-fasilitas khusus bagi kaum ibu untuk menyusui selama jam kerja.
Namun pada kenyataannya tidak banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan ramah laktasi. Masih banyak perusahaan yang tidak menyediakan ruang laktasi. Hal ini pada akhirnya menghambat para ibu pekerja dalam proses pemberian ASI Eksklusif. Tidak adanya ruang laktasi di kantor, membuat para ibu pekerja terpaksa memerah ASI mereka di tempat yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Para ibu pekerja memerah ASI di toilet, gudang, ruang arsip, mushola bahkan sampai di kolong meja. Sehingga di butuhkan komitmen yang kuat bagi ibu pekerja untuk tetap bisa memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya. Tidak jarang mereka terpaksa menyerah. Bukan hanya karena tidak adanya ruang laktasi, tapi juga tidak adanya waktu dan kesempatan untuk memerah ASI. Oleh karena itu angka pemberian ASI Eksklusif di kalangan ibu pekerja menjadi lebih rendah. Kegagalan proses ASI Eksklusif lebih banyak dialami oleh ibu pekerja.
Lingkungan Kerja Ramah Laktasi
Lalu bagaimana menciptakan lingkungan kerja ramah laktasi? Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk bisa mengimplementasikan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi.
  1. Komitmen perusahaan dalam mengembangkan dan mendukung kebijakan.
Langkah pertama yang harus dilakukan bagi perusahaan yang ingin mengimplementasikan kebijakan Lingkungan kerja ramah laktasi adalah adanya komitmen perusahaan dalam mengembangkan dan mendukung kebijakan tersebut. Komitmen dari perusahaan menjadi hal yang penting, agar kebijakan lingjungan kerja ramah laktasi dapat diimplementasikan.
  1. Menciptakan kelompok kerja.
Guna mendukung berjalannya kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi perusahaan perlu menciptakan kelompok kerja. Kelompok kerja tersebut bertugas untuk mengatur jalannya kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi.
  1. Menyesuaikan kebijakan berdasarkan atas kebutuhan, kondisi, dan sumberdaya dari masing-masing perusahaan.
Pada dasarnya penerapan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi harus disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi dan sumber daya dari masing-masing perusahaan. Hal ini bertujuan agar kebijakan tersebut dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Oleh karena itu dalam mengimplementasikan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi akan berbeda antara perusahaan yang satu dengan lainnya.
  1. Pengadaan Ruang Laktasi

Contoh Ruang Laktasi di Kantor Pusat Pertamina
(sumber Gambar : mommiesdaily)


Ruang laktasi di perusahaan adalah kompenen utama yang harus dimiliki perushaan dalam mengimplementasikan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi. Pengadaan ruang laktasi harus sesuai dengan standar yang ditetepkan oleh Undang-Undang. Sebagaimana yang terdapat dalam Surat yang Diterbitkan oleh Menteri Kesehatan No. 872/menkes/XI/2006 tentang Kriteria dan Fasilitas dari Ruang Menyusui.

  1. Memiliki berbagai kebijakan tertulis yang mendukung implementasi kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi. Misalnya, kebijakan cuti melahirkan, jenis-jenis cuti lainnya, tipe-tipe akomodasi yang dapat ditawarkan oleh perusahaan pada karyawan mereka yang sedang menyusui, waktu rehat untuk memerah ASI atau memberikan ASI, kelas-kelas edukasi dan dukungan konseling.
  2. Sosialisasi Secara Lisan dan Tertulis
Implementasi kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi harus disosialisasikan di semua level, mulai dari tingkat direksi hingga karyawan, dan pihak-pihak terkait lainnya.
  1. Menerbitkan sertifikat/akreditasi sebagai bukti bahwa perusahaan adalah tempat yang ramah laktasi dan perusahaan tersebut sungguh-sungguh menerapkan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi.
  2. Melaksanakan monitoring tahunan terhadap kepatuhan untuk memastikan bahwa kebijakan perusahaan tentang lingkungan kerja ramah laktasi tetap memenuhi standar. Temukan dan pecahkan setiap persoalan yang terkait dengan implementasi Kebijakan Tempat Kerja Ramah Laktasi.
  3. Publikasikan.
Perusahaan perlu untuk mempublikasikan implementasi kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi yang ada. Publikasi tersebut bermanfaat untuk meningkatkan citra perusahaan dimata masyarakat. Selain itu diharapkan mampu menginspirasi perusahaan lainnya agar mau menerapkan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi.
Manfaat Kebijakan Lingkungan Kerja Ramah Laktasi
Menerapkan kebijakan Tempat Kerja Ramah Laktasi tidak hanya bermanfaat bagi para pekerja saja. Perusahaan yang menerapkan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi juga akan memperoleh manfaat. Berikut ini beberapa manfaat yang di dapat bagi pekerja maupun perusahaan dari kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi.
v  Manfaat Bagi Pekerja :
perlengkapan ASIP ibu bekerja
(dokumentasi pribadi)


1.      Mendapatkan fasilitas yang layak, pantas, dan bersih untuk memerah air susu ibu.
2.      Melindungi hak-hak anak-anak pekerja untuk mendapatkan nutrisi terbaik dan paling lengkap, sebagaimana yang dapat disediakan oleh ASI.
3.      Dengan memenuhi hak-hak anak untuk mendapatkan ASI, kesehatan anak akan lebih terlindungi dan akan ada pengurangan jumlah klaim biaya kesehatan dari anggota keluarga pekerja.
4.      Kaum ibu yang menyusui akan menikmati manfaat fisik maupun psikologis, yang pada akhirnya juga akan memberikan dampak positif terjadap kinerja dan produktivitasnya di tempat kerja.
5.      Anak-anak yang mendapatkan ASI lebih sehat dan tidak terlalu rentan terhadap penyakit, yang membuat kaum ibu yang menyusui memiliki tingkat kekhawatiran yang lebih rendah tentang anak-anaknya dan dapat lebih menitikberatkan fokusnya pada pekerjaan mereka. Hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
v  Manfaat Bagi Perusahaan :
1.      Kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi membantu menekan biaya-biaya yang berkaitan dengan perawatan kesehatan, menekan tingkat absensi, dan produktivitas yang rendah dengan:
v  Menekan resiko beberapa isu-isu kesehatan jangka pendek dan jangka panjang baik untuk kaum wanita maupun anak-anak.
v  Menekan tingkat absensi pekerja yang berkaitan dengan perawatan anak-anak yang sakit.
v  Meningkatkan tingkat retensi  pekerja perempuan.
2.      Biaya Perawatan Kesehatan yang Lebih Rendah
Pemberian ASI dapat menekan biaya-biaya medis baik untuk sang ibu maupun anak-anaknya. Untuk setiap 1.000 orang bayi yang tidak mendapatkan ASI, ada 2.033 tambahan kunjungan ke dokter, 212 hari perawatan di rumah sakit dan 609 resep dokter.
3.      Tingkat Absensi yang Lebih Rendah
Ibu-ibu yang memberikan susu formula pada bayinya absen dari tempat kerja satu hari lebih banyak dibandingkan ibu-ibu yang memberikan ASI pada bayinya.
4.      Mempertahankan Pekerja yang Berprestasi
Tingkat perputaran keluar masuk pekerja yang tinggi berdampak pada biaya tinggi bagi perusahaan. Para pengusaha berkepentingan untuk mempertahankan para pekerja yang berprestasi, termasuk mereka-mereka yang sedang mengambil cuti melahirkan. Memberlakukan program-program yang berpusat pada keluarga untuk menjaga keseimbangan antara komitmen pada keluarga dan dunia kerja berdampak positif pada tingkat retensi, yang pada gilirannya dapat menghemat biaya dalam jumlah besar bagi perusahaan. Studi pada berbagai perusahaan yang memiliki program pendukung pemberian ASI mengungkapkan rata-rata tingkat retensi sebesar 94%.
5.      Pencitraan Positif dalam Hubungan dengan Masyarakat
Dengan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi, perusahaan dapat menarik manfaat dengan terciptanya citra positif di tengah masyarakat. Selain itu, pengakuan terhadap tempat kerja yang ramah laktasi dapat menciptakan sesuatu yang berharga karena hal tersebut memberikan perusahaan keunggulan daya saing pada saat merekut dan meyakinkan pekerja  yang berprestasi untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut.
6.      Terciptanya Hubungan Industrial yang Harmonis
Hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan / atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/ buruh dan pemerintahan yang iddasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perusahaan yang menerapkan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi akan mampu menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dan pekerja.
7.      Penerimaan Penghargaan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan memberikan penghargaan Mitra Bakti Husada bagi perusahaan yang menerapkan kebijakan lingkungan kerja ramah laktasi.

Dengan demikian adanya lingkungan kerja ramah laktasi pada akhirnya akan mendorong perempuan juara dalam lingkungan kerja. Perempuan bisa bekerja dengan baik tanpa harus meninggalkan kewajibannya dalam menyusui bayinya. Menyusui tidak menjadi faktor penghambat bagi perempuan untuk terus berprestasi dalam lingkungan kerja. Dukung terciptanya lingkungan kerja ramah laktasi, agar perempuan juara dalam lingkungan kerja.

Referensi :
·         Adenita. 2013. BreastFriend. Buah Hati : Jakarta
·         Better Work  Indonesia Dan Aimi ,2012, Lingkungan Kerja Ramah Laktasi Pedoman Untuk Perusahaan
·         Pedoman Penyediaan Fasilitas Kesejahteraan Pekerja/Buruh. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Direktorat Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Direktorat Persyaratan Tenaga Kerja, Kesejahteraan dan Analisis Diskriminasi. 2012. Jakarta
·         Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi, Dan Menteri Kesehatan Nomor 48/Men.Pp/Xii/2008, Per.27/Men/Xii/2008, Dan 1177/Menkes/Pb/Xii/2008 Tahun 2008 Tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja Di Tempat Kerja
·         Peraturan Pemerintah Republik Indonesia  Nomor 33 Tahun 2012  Tentang  Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif
·         Basrowi, Ray,2013,Kliping Berita Kesehatan;Tak Ada Ruang Laktasi,Ibu Memompa Asi Di Toilet Pusat Komunikasi Publik Setjen  Kementrian Kesehatan  15 Mei 2013
·         Riyadi, Slamet, 2012, Tinjauan Terhadap Peraturan Pemerintah Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, Perspektif Regulasi.Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
·         Saptiti Sari, Yuliana, 2013, Analisis Implementasi Program Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Brangsong 02 Kabupaten Kendal .Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013, Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Online Di Http://Ejournals1.Undip.Ac.Id/Index.Php/Jkm 1
·         Kebijakan Departemen Kesehatan Tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (Asi) Pekerja Wanita,  2003, Pusat Kesehatan Kerja Depkes RI
·         Sari, Tirta Prawita. 2012. Siaran Pers Menyambut Pekan Asi Se Dunia Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi . Ibu menyusui Asi Ekslusif; Aktif Bekerja Atau Cuti?. Di unduh di www.sadargizi.com
·         Betterwork Indonesia Newsletter Edisi Ke 4 Tahun 2012.


Rabu, 11 April 2018

Hari Bekal Nasional, Yuk Bawa Bekal! Intip Bekal Praktis dan Sehat untuk Anak Selama Seminggu



Hallo, apa kabar?
Tahukah kamu, jika setiap tanggal 12 April diperingati sebagai Hari Bekal Nasional.
Peringatan Hari Bekal Nasional dimulai sejak tahun 2013.
Peringatan ini digagas oleh salah  produsen peralatan rumah tangga yang terkenal, Kementerian Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional dan BPOM.

Ada banyak manfaat dengan membawa bekal.
Pertama, asupan gizi makanan akan terjaga.
Dengan membawa bekal, kita bisa memilih makanan sendiri.
Tentunya makanan yang kita pilih adalah makanan yang memiliki gizi seimbang.

Kedua, membawa bekal lebih higenis.
Makanan yang dimasak sendiri tentunya lebih terjaga kebersihannya.
Ketiga, lebih hemat
Bawa bekal jauh lebih hemat daripada beli makanan.

Tapi terkadang, mempersiapkan bekal memiliki tantangan tersendiri.
Apalagi, bekal untuk anak-anak.
Mempersiapkan bekal anak, jauh lebih menantang.
Kita harus mempersiapkan makanan yang praktis namun tetap sehat.
Selain itu, penampilan bekal anak hendaknya di buat lebih menarik.
Supaya anak suka dan tergugah untuk melahapnya sampai habis.

Berikut ada contoh bekal yang pernah saya bawakan untuk anak saya.
Bekal selama seminggu.

Day 1 : Macroni Scottel & Susu UHT



Macroni Scottel ini praktis dan sehat. Komposisi yang terdiri dari macroni, susu, daging cincang, wortel cincang, telur dan keju membuat hidangan ini sesuai dengan aturan gizi seimbang.
Ada karbohidrat, protein dan lemaknya.
Cocok untuk anak yang kebanyakan suka makanan yang praktis.

Day 2 : Beef Burger & Susu UHT



Bikin burger itu cepat, cocok bila ibu terlambat bangun, hehehe.
Isi burger dengan salada, keju, daging dan telur.
Tambahkan olesan mayonaise dan saus tomat.
Burger bisa jadi pilihan bekal sekolah anak, sehat dan praktis.
Dan pastinya disukai oleh anak

Day 3 : Onigiri dan Susu UHT



Terkadang, anak kesulitan menghabiskan bekal berupa nasi.
Tapi bila nasi diolah menjadi onigiri, maka anak akan mudah menghabiskannya.
Isi nasi dengan tumisan daging cincang.
Lalu gulung nasi dengan rumput laut.
Jangan lupa berikan telur dan nugget sebagai lauknya.

Day 4 : Menu Komplit dan Minuman Prebiotik



Terkadang saya juga membawakan Chacha bekal menu komplit.
Menu yang terdiri dari nasi, lauk dan sayur seperti ini.
Nasi dengan tumisan kacang panjang dan kekian.
Lalu nugget ayam sebagai lauknya.

Day 5 : Piscok Keju dan Minuman Prebiotik



Pisang coklat keju juga bisa jadi andalan bekal untuk anak.
Bekal sehat dan yummy yang tidak akan ditolak oleh anak.

Nah itu tadi bekal andalan untuk anak selama seminggu.
Sengaja memang hanya sampai hari kelima, karena anak sekolahnya senin sampai jum at saja, hehe.

Pastikan selalu membawa bekal untuk anak ya bunda.
Bawa yang simple dan praktis saja.
Namun jangan lupa perhatikan asupan gizinya juga.

Selamat hari bekal nasional, ayo bawa bekal!!.

Semangat Kartini dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur

Bulan April, identik sebagai bulan Kartini. Bulan dimana kedudukan dan peran perempuan menjadi sorotan. Setiap tanggal 21 April, dip...