Jumat, 15 Desember 2017

Ke Pasar Kaget



*** Hari minggu ini, kami berempat jalan-jalan ke pasar kaget.
Hmm teman-teman pasti bertanya-tanya, apa itu pasar kaget.
Pasar yang kami kunjungi ini hanya ada di hari minggu pagi, makanya disebut pasar kaget.

Aku sangat senang pergi ke pasar kaget.
Disini sangat ramai, banyak barang yang dijual.
Mulai dari makanan, minuman, mainan, pakaian hingga hewan peliharaan.

" Bunda, aku belikan baju itu ya?" , pintaku merengek.
" Tidak sayang, baju di lemarimu sudah banyak."
" Bunda, bonekanya lucu. Boleh ya?." Giliran adikku yang meminta
" Tidak Queen, bonekamu sudah terlalu banyak". Bunda pun menolak permintaan Queen.

Ketika melewati penjual kelinci, aku dan adikku kompak meminta dibelikan.
Tapi lagi-lagi bunda menolak.
" Kalian sudah punya Sissy, kucing kesayangan. Satu peliharaan cukup ya sayang." Begitu kata Bunda.

Aku dan Queen merasa sebal, sepanjang perjalanan kami hanya cemberut.
Kami merasa bunda pelit sekali.
Ini tidak boleh, itu tidak boleh.

Bunda membeli 5 bungkus nasi kuning untuk sarapan kami semua.
Membelikan tas untuk Bi Na, yang besok akan pulang kampung.
Bunda juga memberikan uang pada pengemis dan pengamen di pasar.

Sekarang aku baru sadar, bunda tidak pelit.
Melainkan cermat, membelanjakan uang seperlunya.***


Dongeng di hari kesepuluh ini saya ingin mengajarkan pada anak-anak untuk menghargai uang.
Membelanjakan uang seperlunya.
Membeli barang yang di butuhkan, bukan yang diinginkan saja.





#Day10
#Tantangan10hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Empat Manfaat Penting yang Bisa Diambil dari Workshop Family Strategic Planning


Secara sosiologi keluarga diartikan sebagai satuan terkecil dari masyarakat. Keluarga memiliki fungsi sebagai agen sosialisasi primer. Agen sosilasisai primer adalah pihak yang bertugas pertama kali menanamkan nilai dan norma. Oleh karena itu keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
Namun dewasa ini beberapa peran keluarga banyak yang digantikan oleh institusi sosial lainnya, misalnya sekolah ataupun day care. Lebih dahsyatnya peran keluarga seolah-olah mampu tergantikan oleh keberadaan Gadget. Sehingga rasanya jargon ‘Anak Milenium” pantas disematkan pada anak-anak kelahiran tahun 2000-an.  
Padahal dewasa ini banyak sekali permasalah anak yang terjadi akibat tidak berfungsinya peran keluarga secara baik. Dunia yang semakin maju tetap membutuhkan peran keluarga. Lalu bagimana sebuah keluarga bisa menjalankan perannya dengan baik? Tentu saja dengan menjadi keluarga yang berilmu.
Seperti yang keluarga saya lakukan, kami tak henti-hentinya mencari ilmu sebagai bekal menjalani kehidupan berkeluarga. Salah satunya adalah dengan mengikuti workshop “Family Strategic Planning (FSP)” yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional Surabaya.







Acara FSP ini akan diadakan pada hari Minggu, 7 Januari 2017 yang bertempat di Hotel Halogen, Jalan By Pass Juanda Sidoarjo Jawa Timur. Acara dimulai pada pukul 08.00 hingga 15.15 WIB.
Ada 4 manfaat penting yang bisa didapat dengan mengikuti acara ini.
1.      Ilmu panduan berkeluarga
Berkeluarga itu bukan hal yang given, berkeluarga adalah hal yang harus selalu diusahakan. Berusaha menjalani setiap peran sebagai keluarga. Melalui FSP ini akan diberikan ilmu-ilmu dalam menjalani peran dari sebuah keluarga. Mulai dari menentukan visi dan misi hingga membuat program keluarga.
Bagaimana? Apa anda masih bingung menentukan visi dan misi keluarga? Silahkan dating ke acara ini, dijamin pulang-pulang anda akan mantap menentukan kemana arah keluarga anda.

2.      Belajar langsung dari ahlinya
Siapa yang tidak kenal dengan pasangan Dodik Maryanto dan Septi Peni Wulandani? Pasangan yang sudah belasan tahun membuktikan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi peradaban. Ibu Septi sendiri adalah pendiri dari Institut Ibu Profesional (IIP) yang telah mendapatkan berbagai penghargaan dibidangnya. Dimana penghargaan terbaru adalah The Most Influence Community dari Jawa Pos pada 10 Desember 2017.
Nah bagaimana? Tak diragukan lagi kan ya, kita belajar dari ahlinya.

3.      Tak hanya teori, tapi juga praktek
Kegiatan FSP ini tidak hanya memaparkan teori-teori saja. Melainkan semua peserta akan diajak membuat perencanaan keluarga. Mulai dari menentukan visi dan misi keluarga hingga membuat berbagai program untuk menjalankan misi spesifik keluarga.
Kegiatan berupa workshop, oleh karena itu disarankan semua peserta membawa pasangannya masing-masing. Bukankah merencanakan program keluarga itu butuh kerjasama dua belah pihak? Iya kan?.

4.      Agenda bagi semua anggota keluarga
Acara FSP ini juga bisa dijadikan agenda bersama anggota keluarga. Tidak hanya untuk orangtua yang ingin belajar. Anak-anak bisa diajak serta. Orangtua tidak perlu khawatir meninggalkan anak saat menimba ilmu, karena panitia menyediakan kids corner. Jangan khawatir anak akan bosan di kids corner, karena tak hanya ada banyak mainan tapi juga ada kegiatan seru lainnya di kids corner. Nggak percaya? Buktikan saja, dating dan daftarkan anak juga di kids corner.

Nah bagaimana? Menggiurkan sekali manfaat dari acara ini kan ya? Anda tertarik untuk bergabung? Anda bisa menghubungi  08563429548 atau klik link ini -> https://api.whatsapp.com/send?phone=628563429548
Link Pendaftaran http://bit.ly/iipsbymiladke-3


Ini Dia 9 Aktivitas Seru yang Bisa Dijadikan Agenda Mengisi Liburan di Rumah




“Libur tlah tiba, libur tlah tiba,, horee hore hore….”
Hmm lagu milik Tasya, seolah cocok mewakili kondisi saat ini ya bunda. Saat dimana anak-anak sekolah sudah mulai libur. Saat bunda-bunda juga ikutan libur dari aktivitas antar jemput anak iya kan Bun. Dua pekan kedepan rutinitas pagi hari yang riewuh akan berganti lebih tenang dan santai. Mungkin tidak ada lagi drama meminta anak bangun dan mandi di pagi hari ya bunda?. Hehehe

Lalu kemana saat liburan Bun? Apa sudah siap dengan sederet agenda travelling? Atau malah belum punya rencana untuk mengisi liburan di rumah? Tenang Bun, jika memang liburan ini harus stay  di rumah saja, masih banyak hal-hal seru yang bisa bunda lakukan bersama anak-anak untuk mengisi liburan. Ini dia bunda, sembilan aktivitas yang bisa dijadikan agenda mengisi liburan di rumah. Anak-anak tidak hanya bisa bersenang-senang tapi mereka juga bisa sambil belajar Bun. Bermain sambil belajar akan selalu menjadi hal yang menyenangkan bagi anak.

1.      Membuat Mainan DIY
Bermain adalah kebutuhan dasar bagi anak-anak. Sebagai seorang ibu, tentu ingin memberikan mainan yang terbaik bagi anak ya bunda. Apalagi jika dalam aktivitas bermain anak bisa mendapat nilai-nila yang bermanfaat. Membuat mainan sendiri atau mainan do it yourself akan menjadi aktivitas menantang yang seru bagi anak-anak. Anak-anak akan bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitarnya untuk membuat mainannya sendiri.
Misalnya membuat oven mainan dari kardus bekas, atau membuat car washing  dari gulungan tisu bekas. Membuat mainan DIY selain bisa meningkatkan kreativitas anak juga akan membuat rumah lebih rapi, karena barang-barang bekasnya bisa dimanfaatkan.

2.      Cooking Project
Anak-anak biasanya juga selalu antusias bila diajak memasak Bun. Bunda bisa mengajak anak memasak jajanan atau makanan kesukaannya. Seperti yang saya lakukan pada Chacha. Chacha suka sekali bila diajak memasak jajanan favoritnya, setup kentang.


Chacha sedang memasak setup kentang


Memasak memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak lho Bun. Selain itu kegiatan memasak bersama bisa meningkatkan bonding antara bunda dan anak. Nggak percaya? Coba saja Bun, hehehe.

3.      Bermain Mainan Tradisional
Momen liburan bisa bunda jadikan momen mengenalkan anak pada berbagai jenis permainan tradisional. Anak-anak sekarang memang lebih banyak berinteraksi dengan gadget atau permainan modern lainnya. Padahal masih banyak permainan tradisional yang bisa dilakukan bersama anak.

main dakon atau congklak bisa jadi aktivitas seru saat liburan


 Misalnya dakon, bola bekel, eggran batok kelapa, engklek dan lain sebagianya.
Dengan memainkan mainan tradisional akan menambah wawasan anak tentang mainan tradisional selain itu juga bebas radiasi ya Bun.

4.      Berkebun
Berkebun bisa menjadi aktivitas dalam mengisi liburan bunda. Ya meskipun dengan berkebun anak-anak menjadi kotor, ternyata berkebun punya banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak Bun. Sebagaimana riset yang dikemukakan oleh HortTechnology (2007), berkebun dapat memacu aktivitas fisik yang bermanfaat bagi kesehatan anak. Dengan berkebun anak akan mengenal berbagai jenis tanaman dan mengajarkan proses tumbuh dan berkembang ketika bunda mengajak anak menanam, memupuk, menyiram, memetik, dan bahkan memasak hasil kebunnya sendiri menjadi hidangan lezat.

5.      Membuat Pohon Literasi
Membaca di hari libur mungkin akan dianggap sebagai hal yang membosankan bagi anak. Namun bila membaca dijadikan proyek bersama seluruh anggota keluarga, pasti akan seru Bun. Bunda bisa membuat pohon literasi untuk mendukung proyek membaca bersama. Bunda bisa membuat pohon litewrasi dari kertas karton. Gambar dan warnai sendiri pohonnya. Bunda bisa menjadikan kertas post it sebagai buah dari pohon tersebut.



Setiap anggota keluarga punya warna buah masing-masing. Misalnya jingga untuk ayah , kuning untuk bundaa, pink untuk kakak dan hijau untuk adik. Setiap orang yang sudah membaca buku, berhak menempel buahnya. Jangan lupa libatkan anak-anak saat membuat pohon literasi ya Bun. Supaya mereka juga merasa ‘memiliki’ dan bersemangat menjalankan proyek membaca bersama. Oh ya cerita tentang pohon literasi bisa bunda lihat disini.


6.      KonMaring Mainan
Konmari, diambil dari singkatan nama penciptanya, Marie Kondo, seorang konsultan penataan ruang dan penulis buku populer tentang penataan berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up. Metode ini disebut sebagai metode penataan yang trendi, namun sangat bermanfaat dan mudah diaplikasikan pada berbagai aspek rumah tangga, mulai dari isi lemari, kamar tidur, dapur, dan semua bagian dari rumah bunda.
Konmari juga bisa diterapkan dalam membereskan mainan anak Bun. Bunda bisa mengajak anak membereskan mainannya melalui metode konmari.
Pakai prinsip-prinsip dasar dalam konmari. Mulai dari menyimpan mainan yang mendatangkan kebahagian hingga mainan yang bisa mencerminkan jiwa anak,
Ketika anak sudah bisa menyisihkan mainan yang membuatnya bahagia, mainan lainnya bisa di berikan kepada orang lain.
Selain membuat mainan lebih rapi, kegiatan ini juga mengajari anak untuk berbagai Bun. Memberikan mainannya pada orang yang lebih membutuhkan.

7.      Penjelajah Cilik
Aktivitas yang tak kalah seru untuk dijadikan pengisi waktu saat liburan adalah menjadi penjelajah cilik. Ajak anak menjelajah alam sekitarnya, keliling kompleks perumahan misalnya. Saat berkeliling ajak anak mengamati berbagai tanaman yang ada.

Chacha, sang penjelajah cilik


Jangan lupa bekali kaca pembesar dan jurnal tanaman saat menjelajah. Supaya anak bisa melaporkan hasil penjelajahannya. Seru kan..

8.      Bersepeda
Kebanyakan anak-anak selalu suka dengan aktivitas outdoor, mereka seolah-olah punya energi yang tak terbatas untuk bermain di luar rumah. Bunda bisa mengajak anak-anak bersepeda bersama di pagi hari. Tak perlu jauh-jauh Bun, mengelilingi kompleks perumahan juga sudah cukup. Melalui kegiatan bersepeda di pagi hari, anak-anak akan tetap terbiasa bangun pagi. Jadi saat kembali ke sekolah mereka tidak akan kesulitan bangun pagi. Selain itu bersepeda di pagi hari juga baik untuk menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh, iya kan Bun?.

9.      Melakukan Percobaan Sains Sederhana
Apa yang ada dibenak kita bila mendengar kata “sains”? Hmm kebanyakan dari kita mungkin akan bilang bila sains itu susah, sains itu membosankan. Oleh karenanya agak susah bila mengenalkan sains pada anak, khususnya anak usia dini. Padahal kenyataannya tidak demikian Bun. Sains akan mudah diajarkan pada anak-anak, asal mama tahu caranya. Bagaimana caranya? Ya caranya dengan bermain bersama dan melakukan percobaan sains sederhana.


Chacha membuat eksperimen telur mengapung


Percobaan sains sederhana yang bisa bunda lakukan misalnya, membuat telur mengapung, membuat balon udara atau mencampur berbagai warna dasar. Anak-anak akan senang Bun. Bisa bermain dan belajar sains sederhana.
Inspirasi tentang percobaan sains sederhana yang bisa dilakukan bersama anak, dapat bunda lihat disini.


Nah bagaimana bunda? Seru juga kan walaupun liburan hanya di rumah. sembilan aktivitas ini tak hanya membuat anak melakukan hal yang bermanfaat saat liburan. Tapi juga bisa meningkatkan bonding antar anggota keluarga. Dan dompet ayah akan aman sentosa, liburan di rumah hemat tapi kaya manfaat. Hahaha.

Senin, 11 Desember 2017

Senyum, Hadiah Paling Indah



***Sepulang sekolah wajah Fian nampak murung.
" Lho, Fian sayang kok murung begitu, ada apa?"  tanya Bunda bingung.
" Fian sedih bun, hari ini Bu Ratri berulang tahun. Teman-teman sekelas semuanya memberi kado, kecuali Fian. Fian lupa jika hari ini Bu Ratri berulang tahun."

Bunda tersenyum, lalu berkata " Ya sudah, nanti sore kita cari kado buat Bu Ratri."
" Tapi, Fian sudah terlanjur malu bun. Tadi Fian hanya memberikan selamat dan tersenyum pada Bu Ratri."
" Senyum? Senyum Fian yang paling manis itu?" Goda Bunda.
Fian tersipu malu.

" Fian sayang, senyum yang Fian berikan itu juga merupakan hadiah bagi Bu Ratri. Senyum itu juga sedekah lho." Kata Bunda sambil membelai rambut Fian.
" Tapi Fian tetap ingin memberi Bu Ratri kado."
" Iya, sore kita ke mall, kita beli kado untuk Bu Ratri."

Di mall, Fian memilih membeli tas hitam untuk Bu Ratri.
Fian membayangkan, bahagianya Bu Ratri ketika menerima hadiah darinya.****


Dongen di hari kesembilan ini saya ingin mengajarkan kepada Chacha tentang begitu besarnya pahala senyum.
Meneladani hadist-hadist tentang senyum.
Seperti "Senyummu ketika berjumpa saudaramu adalah ibadah.” ( HR al-Baihaqi no. 7935).
Juga ” senyum manismu dihadapan saudaramu dan orang lain adalah sedekah.”

Harapannya pada kisah kali ini Chacha akan menjadi suka tersenyum dan menghormati gurunya.
Menjadi anak yang menyenangkan.
Amin...


#Day9
#Tantangan10hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Ke Pasar Kaget

*** Hari minggu ini, kami berempat jalan-jalan ke pasar kaget. Hmm teman-teman pasti bertanya-tanya, apa itu pasar kaget. Pasar yang kam...