Jumat, 28 Juli 2017

Halal Bi Halal Ala Komunitas HEBAT Surabaya Raya





Hari minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 23 Juli 2017 saya dan suami menghadiri acara halal bi halal dengan teman-teman Komunitas HEBAT Surabaya Raya. Komunitas HEBAT adalah komunitas yang bergerak di bidang Home Education. HEBAT sendiri adalah akronim dari Home Education Based on Akhlaq and Talents. Sudah setahun saya menjadi anggota komunitas tersebut. Kegiatan kami selama ini adalah diskusi online, kami aktif di grup WhatssApp (WA). Namun komunitas ini juga sering mengadakan kegiatan ofline.


Acara halal bi halal ini diadakan di Gedung BPPNFI yang terletak di Gebang Putih Surabaya. Acara di buka oleh lantunan ayat Al Qur’an yang dihafalkan oleh putri Bunda Tina, salah satu member  komunitas HEBAT. Acara selanjutnya embukaan oleh ketua panitia acara kopdar Bapak Yasser kemudian dilanjutkan pengenalan Komunitas HEBAT oleh ketua HEbAT Surabaya Raya, Bapak Nur Yahya. Pak Yahya menjelaskan secara singkat visi dan misi komunitas HEBAT, juga siapa saja pengurusnya dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. 

Para Pengurus Komunitas HEBAT Surabaya Raya




Acara selanjutnya adalah mini workshop tentang bagimana teknis memulai Home Education. Narasumber mini workshop kali ini adalah Bunda Deasy selaku kordinator utama komunitas HEBAT. Dalam paparannya Bunda Deasy menjelaskan bahwa memulai Home Education tidaklah sulit. Kita hanya perlu memberikan ruang bagi anak-anak untuk bebas berkreasi. Mendampingi mereka dengan sabar, rileks dan optimis. Bunda Deasy juga berbagi pengalaman bagaimana keluarga beliau mengalami jatuh bangun dalam menjalankan Home Education.


Bunda Deasy, sebagai narasumber mini workshop



Dalam menjalankan Home Education (HE) berbasis fitrah ada delapan prinsip utama yang harus dipahami, yaitu :

  • HE berbasis Fitrah adalah Kewajiban bukan Pilihan
  • HE berbasis Fitrah adalah proses INSIDE OUT (mengeluarkan, membangkitkan, memfasilitasi, menumbuhkan) fitrah/potensi anak-anak kita, bukan OUTSIDE IN (menjejalkan/mengajarkan/memasukkan)
  • HE bukan memindahkan sekolah ke rumah
  • Anak tidak dinilai dari kognitif, menghafal, serta kemampuan akademik, padahal ada banyak Fitrah yang mesti dikembangkan/dikeluarkan.
  • HE tidak berorientasi pada Ijazah/Ujian akademik
  • HE bukan untuk menghindari biaya sekolah
  • HE tidak terobsesi membentuk anak “super” tapi menerima anak sebagai anugerah yang mesti dibimbing untuk tuntas di masa Aqil Balighnya
  • Orang tua yang berHE mesti Rileks, Optimis, Sabar dan Yakin dengan proses yang dijalani, dengan cara terus belajar dan mengupgrade diri.



Setelah memaparkan teori pelaksanaan HE, para peserta diajak praktek menerapkan HE. Dimulai dengan menciptakan misi keluarga sampai pada menuliskan fitrah-fitrah yang dimiliki oleh anak-anak kita. Dengan demikian dalam melaksanakan HE akan lebih focus dan sesuai dengan kemampuan keluarga. HE memeberikan ruang pada keunikan setiap keluarga.
Workshop ini juga dihibur oleh Bunda Pipik yang menyumbang beberapa lagu. Bunda Pipik adalah member HEBAT yang juga menciptakan swing komunitas HEBAT. Bunda Pipik juga memiliki kemampuan dalam menciptakan lagu anak-anak. Anak-anak yang tadinya berada di  kids corner diajak masuk kedalam ruangan dan bernyanyi bersama.

Panitia banyak membagikan door prize bagi peserta, total ada 50 door prize yang dibagikan. Acara diakhiri dengan makan tumpeng bersama. Halal bi halal komunitas HEBAT Surabaya Raya ini memang komplit. Tak sekadar bersilahturahmi tapi juga saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam menerapkan home education.


Ditulis Oleh : Dian Kusumawardani, S.Sos
Home Educator Omah Rame dan Member Komunitas HEBAT Surabaya Raya

Kue Srikaya, Makanan Khas Ampel yang Selalu Dirindukan di Bulan Ramadan

Berbicara makanan khas, kali ini saya akan bercerita tentang makanan khas ampel yang lebih sering muncul saat bulan ramadan. Ya, sebaga...