Senin, 02 Oktober 2017

Ngopi Gratis di Kroesel House of Coffee

Tahukah Anda? Tanggal 1 Oktober tak hanya diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Di tanggal yang sama juga disepakati menjadi International Coffee Day atau Hari Kopi Internasional.

Penetapan Hari Kopi Internasional ini ditetapkan oleh sidang International Coffee Organization (ICO) pada Maret 2014 lalu.
Negara-negara yang tergabung didalamnya sepakat mengatur perayaan pertama Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober 2015.
Hari kopi intermasional ini bertujuan untuk membuat satu hari perayaan bagi pencinta kopi seluruh dunia.

ICO merupakan organisasi antarpemerintah untuk kopi untuk menyatukan ekspor dan impor menghadapi tantangan perkopian dunia melalui kerja sama internasional.
Kopi tak sekedar minuman biasa, keberadaannya sudah menjadi komoditas masyarakat, bahkan sudah bertaraf internasional.

Selanjutnya, Hari Kopi Internasional diresmikan organisasi kopi internasional tersebut di Kota London, Inggris pada 2015.
Banyak kegiatan yang digelar untuk memperingati hari kopi internasioanal ini.

Bagaimana dengan perayaan hari kopi internasional di Indonesia?
Di Indonesia banyak acara yang diadakan untuk memperingati hari kopi internasional.
Mulai dari pameran aneka jenis kopi hingga acara ngopi gratis.
Seperti yang di gelar presiden Jokowi di Istana Bogor kemarin sore.
Presiden menggelar acara ngopi sore di istana.







Saya pun tak mau ketinggalan.
Hari Sabtu tanggal 30 September 2017, bersama suami datang ke acara Pesta Kopi Jawa Timur yang digelar oleh Kroesel House of Coffee.
Dalam memperingati hari kopi internasional, Kroesel menjamu tamu yang datang untuk mencicipi aneka kopi dari jawa timur secara gratis.
Menurut Dini, salah satu pengelola Kroesel, pihaknya sengaja memperingati hari kopi lebih awal.
Biar lebih semarak yang datang, karena malam minggu.
Malam minggu, malam yang panjang bukan?

Di Kroesel House of Coffee ini yang ditonjolkan adalah kopi-kopi khas Jawa Timur.






Jawa Timur adalah pengahasil kopi yang tak kalah dengan daerah lainnya.
Ada enam kawasan perkebunan kopi di Jawa Timur.
Keenam kawasan itu adalah Ijen-Raung-Argopuro (Kabupaten Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo), Bromo-Tengger-Semeru (Kabupaten Lumajang, Malang, Probolinggo), Kelud (Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang), Wilis (Kabupaten Madiun, Kediri, Trenggalek), Lawu (Kabupaten Magetan, Ngawi) serta Kawasan Pantura (Kabupaten Situbondo dan Probolinggo).

Acara yang digelar kemarin juga menjadi sarana pengenalan pada pengunjung yang datang.
Bahwa ada banyak lho jenis-jenis kopi yang ada di Jawa Timur.
Sambil menikmati kopi gratis, pengunjung di hibur dengan live accoustic  performance dari Cabana.





Cocok sekali dengan malam minggu yang dihabiskan bersama pasangan, iya kan?

Ini cerita kopiku, bagaimana dengan kamu?

7 komentar:

  1. Wah baru tahu ada hari kopi ini. Mungkin karena baru perayaan pertama kali ya jadi blm banyak yang tahu

    BalasHapus
  2. Wah iyaaa, kemarin juga banyak postingan soal hari kopi. Mau banget kalo dikasih gratis hehehe

    BalasHapus
  3. Senaaangnya bisa ngopi gratis yoo mbak, aku belom pernah ikut2 acara kaya gini sik di Bogor :D

    BalasHapus
  4. Saya kangen minum kopi. Udah lumayan lama gak menikmati kopi :)

    BalasHapus
  5. He he,,makasih komennya..

    Iya di surabaya pas hari kopi banyak cafe yg kasih kopi gratis

    BalasHapus
  6. Hampir seumur hidup di Jatim baru tau kalau Jatim pun penghasil kopi. Emang kalau area Bondowoso dll ke sana saya kurang paham sih. Hehe.
    Semoga saja petani kopi di Jatim makin sukses ya dan dapat dukungan dr pemerintah. Kmrn sama bbrp tmn bahas soal pameran kopi yg sepi, sedih...
    Btw TFS ceritanya :)

    BalasHapus
  7. Enak tempatnya, kopinya mantab

    BalasHapus

Tradisi Lebaran di Kampung Halaman

Setelah menempuh perjalanan hampir lima jam, kami berempat tiba di Sukowati Bojonegoro. Perjalanan mudik kali ini sungguh melelahkan. T...