Sabtu, 09 Desember 2017

Semut yang Sombong




Di hari ketujuh, Chacha ingin kisah di dongeng in fabel lagi.
Saya menceritakan tentang semut yang sombong.


***Suatu hari di dalam hutan yang sangat lebat, didalamnya tinggal bermacam-macam binatang ada semut, ada gajah, harimau, burung, kupu-kupu dan sebagainya.

Satu malam datanglah badai yang sangat dahsyat, badai yang membuat seluruh penghuni hutan itu menjadi panik. Semua binatang berlarian ketakutan dan berusaha berlindung dari badai yang dahsyat itu.

Keesokan harinya matahari muncul dengan sangat cerah, setelah semalam diporak porandakan oleh badai. Terdengar suara kicauan-kicauan burung yang merdu. Akan tetapi banyak sekali pepohonan yang tumbang dan terlihat berantakan akibat badai semalam.

Di salah satu dahan pohon yang tumbang tersebut menempel sebuah kepompong. Ia tampak sedih karena saat semalam badai datang, ia tidak bisa lari untuk berlindung.

Tak lama kemudian keluar seekor semut yang muncul dari balik tanah. Semut yang mempunyai sifat sombong dan angkuh seakan tidak perduli melihat keadaan kepompong yang tidak berdaya itu.

Dengan sombongnya si semut berkata "Hey, kau kepompong. Coba kau lihat aku, aku bisa berlindung dari serangan badai semalam. Aku tidak seperti kau kepompong, lihat tubuh mu yang hampir rusak dan basah kuyup akibat badai, ha..ha...ha.... " ucap sisemut dengan sombongnya.







Tak hanya sombong dihadapan kepompong saja, ternyata si semut pun menyombongkan dirinya kepada binatang lain didalam hutan yang sedang bersedih karena kerusakan badai semalam.

Sampai ke esokan harinya, saat sisemut berjalan-jalan, si semut tidak sadar kalau dia telah menginjak lumpur hidup. Tak lama semut pun terjebak dan hampir terhisap oleh lumpur itu.

"Toolooonggg... toloooooongggg... aku terjebak dilumpur ini... tolong lah aku," teriak si semut.

Tak lama muncul lah seekor kupu-kupu terbang diatas si semut.

"Hey, kau kupu-kupu. tolong lah aku," pinta si semut

"Kenapa aku harus menolong mu semut, bukankah kau itu hebat bisa selamat dari apapun," jawab kupu-kupu.

"aku masih ingat perkataan mu semut, dengan sombongnya kau menghina dan tertawa diatas penderitaan ku kemarin. Apakah kau masih ingat aku semut? aku kepompong yang kau tertawakan disaat aku sedang sedih karena badai kemarin," kupu-kupu.

Sisemut mendengar itu merasa malu sekali atas kesombongannya dan atas sikapnya yang mentertawakan binatang lain yang sedang kesusahan.

"Maafkan aku kupu-kupu, memang kemarin aku telah salah kepada mu. Tapi jika kau jika kau mau menolongku, aku sangat berhutang budi kepada mu. Dan jika kau tidak mau menolong ku, aku tidak akan menyalahkan mu, biar lah aku mati bersama kesombongan ku terhisap oleh lumpur ini," kata si semut.

Kupu-kupu yang melihat kejadian itu tentu saja tidak tega melihat semut yang sedang kesulitan bertaruh nyawa dengan lumpur. Dan akhirnya kupu-kupu menolong sisemut keluar dari lumpur itu.

Sisemut pun berjanji tidak akan menghina dan mentertawakan binatang-binatang didalam hutan yang sedang kesusahan.***

Melalui kisah ini saya mengajari Chacha untuk tidak sombong dan belajar memaafkan.




#Day7
#Tantangan10hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

2 komentar:

  1. Aku seneng baca dongeng binatang gini, krn anakku slalu minta dibacain dongeng sebelum tidur :). Lumayan, aku bisa dpt cerita baru utk dia nanti malam mba :). Bagus ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,, makasih..

      Anakku slalu lebih milih fabel gini daripada kisah dongeng lainnya

      Hapus

Keliling Jakarta Dua Hari, Tidak Cukup !!

Jakarta, kota yang cukup berarti buat saya. Merantau selama 1,5 tahun cukup membuat saya jatuh cinta dan merindu. Makanya se...