Senin, 01 Januari 2018

6 Jurus Resolusi Anti Gagal


Tahun baru selalu diramaikan dengan resolusi baru.
Apa sih sebenarnya resolusi itu?
Menurut KBBI, resolusi adalah re·so·lu·si /résolusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.

Resolusi tahun baru adalah janji yang dibuat untuk perbaikan diri, yang akan dimulai pada tahun baru.
Begitu juga saya, biasanya saya juga membuat resolusi.
Membuat rencana yang akan di lakukan di tahun yang baru.
Namun seringkali tidak semua resolusi itu tercapai.
Seperti tahun ini, beberapa rencana saya tercapai, beberapa juga tidak.
Bagaimana dengan kamu? Apa semua resolusi tahun lalu semua tercapai?

Lalu, apa ya yang membuat resolusi tidak tercapai?
Bagaimana ya agar resolusi yang di buat tidak sekadar euforia semata.
Menurut saya ada enam hal yang perlu kita lakukan agar resolusi menjadi nyata, bukan hanya wacana.

1. Pilih yg disukai
Terkadang dalam membuat resolusi kita lebih sering menulis hal-hal yang banyak di sukai oleh semua orang.
Bukan memilih hal yang kita suka.
Misalnya, permpuan mana sih yang tidak suka punya badan langsing?
Saya selalu menulis badan langsing sebagai resolusi selama lima tahun terakhir, sejak saya menjadi seorang ibu.
Tapi selama 5 tahun juga resolusi itu gagal.
Hufff...
Tahun ini saya mencoret "langsing" dari daftar resolusi.
Sebagai gantiny, saya hanya ingin punya badan yang sehat.

2. Mencari teman
Buat saya, bila berjuang sendirian itu terasa lebih melelahkan.
Makanya saya akan mencari teman yang se visi, supaya saya bisa mencapai resolusi yang saya rencanakan.
Salah satunya, bergabung di komunitas blogger.
Sebab salah satu resolusi saya tahun ini adalah menjadi blogger profesional, yang sudah saya rintis sejak tahun lalu.









3. Realistis
Semua orang pasti ingin berubah menjadi lebih baik.
Makanya terkadang banyak resolusi yang ingin dicapai.
Tapi dalam membuat resolusi harus realistis.
Apakah yang ingin kita capai itu mungkin apa tidak.
Misalnya, resolusi saya untuk langsing kenapa bisa selalu gagal, jawabannya karena tidak realistis bagi saat ini.
Memiki tubuh langsing dibutuhkan diet ataupun olahraga teratur.
Saya tidak bisa diet, masih menyusui anak kedua saya.
Olahraga teratur tak ada waktu, karena waktu hanya untuk kedua puteri saya yang masih balita.
Hmmm..
Jadi tahun ini saya hanya ingin sehat, caranya dengan menjaga pola makan dan perbanyak aktivitas yang membakar kalori.

4. Skala prioritas
Skala prioritas itu penting, apalagi dalam membuat resolusi.
Pilih yang paling berdampak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Misalnya, buat saya resolusi utama adalah yang berkaitan dengan keluarga, baru resolusi yang menjadi capaian pribadi saya.

5. Disiplin
Mewujudkan resolusi diperlukan kedisiplinan.
Baik dalam usaha maupun konsistensi waktu.
Misalnya, bila saya ingin jadi blogger profesional, saya harus disiplin menyerap ilmu-ilmu tentang ngeblog.
Konsisten belajar setiap harinya.

6. Tercatat
Last but not least, pastikan resolusimu tercatat.
Tempel ditempat yang akan selalu mudah kamu lihat.
Tujuannya supaya kamu akan selalu ingat dengan resolusimu.
Kamu akan semakin semangat mewujudkannya.


Nah bagaimana, mau mencoba 6 jurus tersebut?
Coba saja, saya jamin resolusimu akan lebih berhasil terwujud dibandingkan tahun lalu.


#30haribercerita
#30HBC1802

9 komentar:

  1. skala prioritas ya mba, biar gak ngejar sana sini jadi harus tau bedakan mana yang utama ya mba. Makasih jurus jitunya mba. Salam kenal.

    BalasHapus
  2. Intinya ..
    .kita harus bergerak ..keluar dari zona nakal

    BalasHapus
  3. Semua orang punya resolusi, tapi tidak semuanya bisa tercapai. Semua akan indah pada waktunya

    BalasHapus
  4. Dulu, saya masih mikir simpel tentang mencatat ini. Lama kelamaan, terasa pentingnya

    BalasHapus
  5. Poin-poinnya hampir sama seperti yg Saya terapkan. Meski sebagian besar pada akhirnya menguap

    BalasHapus

Keliling Jakarta Dua Hari, Tidak Cukup !!

Jakarta, kota yang cukup berarti buat saya. Merantau selama 1,5 tahun cukup membuat saya jatuh cinta dan merindu. Makanya se...