Sebuah Perjuangan Mendapatkan Keturunan



Kemarin, saya dan suami bertakziah ke rumah teman. Anaknya baru saja meninggal dunia. Takziah kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kunjungan belasungkawa kami kali ini memberi banyak pelajaran berharga bagi saya pribadi.

Ceritanya, teman kami ini sudah tujuh tahun menikah namun belum dikaruniai momongan. Selama tujuh tahun ini mereka berdua terus berikhtiar mengunjungi berbagai dokter spesialis kandungan. Kesimpulannya, hanya dengan cara bayi tabung mereka bisa mendapatkan keturunan.

Kemudian mereka mengambil keputusan. Memilih mengikuti program bayi tabung. Mahalnya biaya bayi tabung sudah mereka persiapkan. Rutin menabung selama dua tahun. Sungguh luar biasa keinginan mereka untuk mendapatkan keturunan.

Alhamdulillah, mereka pun mendapatkan keturunan. Tak tanggung-tanggung, Allah memberikan dua sekaligus. Kembar perempuan dan laki-laki. Sungguh karunia yang luar biasa. Saya yang mengetahui berita itu dari sosial media mereka, ikut merasa senang dan bersyukur. Betapa baiknya Allah, mengijabahi setiap doa mereka.

Hingga usia kandungan menginjak 6 bulan, kabar buruk datang menghampiri. Calon bayi dalam kandungan terpaksa harus dilahirkan, bila tidak nyawa si Ibu tidak akan tertolong. Sebuah keputusan yang besar, saya tahu hati teman saya pasti campur aduk tak karuan.

Akhirnya, operasi dilakukan. Kedua bayi kembar pun terpaksa dilahirkan, kendati usia kandungan baru 6 bulan. Setelah lahir, keduanya dirawat intensif. Biayanya tentu tidak murah. Seminggu kemudian, bayi perempuan meninggal dunia. Membuat hati orangtuanya sangat sedih tak karuan.

Perawatan selama seminggu menghabiskan dana yang tak sedikit. Sekitar 170 juta rupiah. Ini yang kemudian membuat teman memindahkan perawatan ke rumah sakit pemerintah, dengan memakai BPJS. Sebuah cerita yang mengharukan, ketika semua biaya rumah sakit itu ditanggung oleh seorang dokter yang dermawan. Teman saya tak membayar sepeser pun.

Disini mereka berdua sangat bersyukur. Dibalik cerita kehilangan ini, Allah karuniakan rezeki yang tak terduga. Kemudian teman saya tersebut ingat akan suatu peristiwa. Rutinitasnya bersedekah nasi bungkus setiap minggu. Pernah salah satu tukang becak yang menerima sedekah tersebut berujar "suatu saat nasi ini akan menyelamatkan anau.". Disini dia pun tersentak, tak menyangkan amalan sederhananya itulah yang menjadi pembuka rezeki perawatan bagi anaknya. Subanallah, begitu luar biasanya sedekah itu.

Duka kembali datang, berselang seminggu putera kedua pun menyusul saudarinya. Dua anak yang begitu diharapkan, kini telah pergi selamanya. Kehilangan kedua ini tentu lebih menusuk hati. Kesedihan yang lebih mendalam. Menguburkan anak kedua kalinya dalam waktu berdekatan, siapa yang tahan. Apalagi kehilangan kedua ini di depan mata. Saat melihat kondisi anak terus menurun tanpa bisa berbuat apa-apa. Ah, saya yang hanya mendengarkan saja tak kuasa menahan tangis. Apalagi mereka berdua yang mengalaminya.

Namun ketegaran mereka berdua begitu nyata. Mereka sudah ikhlas, mengambil hikmah dari kehilangan ini. Mungkin belum saatnya mereka memiliki keturunan. Bahkan sang istri menantang, agar tahun depan kembali program bayi tabung lagi. Subanallah, semoga Allah selalu mempermudah ikhtiar mereka.

Takziah kali ini memberikan saya hikmah yang luar biasa. Betapa saya harus selalu bersyukur dengan nikmat keturunan yang Allah berikan. Memiliki dua puteri yang cantik dan juga tumbuh sehat. Menjalani masa kehamilan dan kelahiran tanpa masalah yang berarti. Sekarang waktunya saya merawat karunia Allah itu dengan sebaik-baiknya. Menjadikan keduanya anak-anak yang sholeha dan berkembang sesuai dengan fitrahnya.

Kunjungan kali ini juga memberikan saya pelajaran, betapa sedekah itu sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Siapa yang ikhlas memberi, akan Allah balas dengan berlipat ganda.

Dan yang terakhir, hikmahnya adalah betapa gigih dan sabarnya mereka berdua mendapatkan keturunan. Semoga Allah mempermudah setiap ikhtiar mereka. Kelak akan menganugerahi keturunan yang sholeh dan sholeha. Juga semoga kisah ini bisa menginspirasi yang lainnya, yang masih berjuang untuk mendapatkan keturunan. Jangan pernah berputus asa, yakinlah akan pertolongan Allah. Lakukan ikhtiar disertai doa yang tak terputus. Kemudian bertawakallah dengan sabar dan ikhlas. Niscaya Allah akab memeberikan karuniaNya.
Insyaallah.

Sebuah Perjuangan Mendapatkan Keturunan Sebuah Perjuangan Mendapatkan Keturunan Reviewed by Dee_Arif on Juli 03, 2018 Rating: 5

2 komentar:

  1. Teman saya ada yang 2 kali kehilangan buah hati, yang pertama meninggal setelah 4 bulan lahir, lalu yang kedua meninggal saat usia kandungan 9 bulan. Enggak terbayang bagaimana perasaannya, tapi ngeliat orang2 seperti ini bisa tegar melanjutkan hidup itu yg luar biasa. Semoga Allah jadikan anak2 mereka sebagai jalan mempermudah ke syurga kelak. Aamiin.. ��

    BalasHapus

Ngeblog karena Cinta

Kenapa menulis di blog? Jawabannya adalah karena cinta. Ya, semua karena cinta. Cinta apa? Ada tiga cinta yang membuat saya menulis d...

Diberdayakan oleh Blogger.