Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Indscript Creative, Berdayakan Perempuan Indonesia dari Rumah

Indscript Creative, Berdayakan Perempuan Indonesia dari Rumah - Saat mulai serius ingin menjadi penulis di tahun 2016 saya berkenalan dengan Indscript Creative yang didirikan oleh Teh Indari Mastuti. Agensi penulis yang banyak membantu para penulis khususnya perempuan meraih mimpinya. Saya pun sempat mengikuti beberapa training kepenulisan yang diadakan oleh Indscript Creative. Saat ini saya juga bergabung dengan komunitas IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) yang juga didirikan oleh Teh Indari.

Indscript Creative
Indscript Creative

Cerita Teh Indari Mendirikan Indscript Creative



Kecintaan terhadap dunia menulis sudah dirasakan oleh teh Indari sejak tahun 2004. Mulai tahun tersebut teh Indari sudah menulis. Hingga saat akan menikah di tahun 2007, teh Indari mantap memfokuskan diri pada karier menulisnya. Meninggalkan kariernya di bidang telekomunikasi.


Tahun 2007 Indscript Creative berdiri. Kala itu yang menulis adalah teh Indari sendiri. Kemudian semakin banyak tawaran menulis dari penerbit dengan tema-tema buku yang lebih beragam, diluar background yang dimiliki oleh teh Indari. Akhirnya, teh Indari mengajak bergabung tiga orang lainnya, yaitu Aswi, Anton dan Tati.


Indscript Creative
Teh Indari Mastuti



Di masa-masa awal, mencari penulis menjadi tantangan tersendiri bagi Indscript Creative. Apalagi saat itu yang namanya agensi penulis bukan hal yang umum. Penulis pada masa itu lebih banyak langsung mengajukan naskahnya ke penerbit.


Namun teh Indari tidak menyerah. Beliau terus bergerak! Terus menulis, terus mencari penulis dan terus mengembangkan bisnis di jasa penulisan. Friendster dan Yahoo menjadi partner teh Indari dalam mengembangkan bisnisnya. Teh Indari bergerilya mencari penulis-penulis melalui kedua sosial media tersebut.


Agensi Penulis yang Aneh



Kemunculan awal Indscript Creative di jasa penulisan dianggap aneh. Mengapa? Sebab Indscript ini anti mainstream! Disaat kebanyakan orang menyerahkan naskah full nya ke penerbit, Indscript hanya menyerahkan judul saja!


Indscript menyerahkan ratusan judul buku kepada penerbit. Judul-judul tersebut akan diseleksi. Kalau cocok, outline dan contoh penulisan dikirimkan. Jika sudah deal, akan dilanjutkan penulisannya sesuai dengan dateline yang diinginkan.


Tak hanya itu, Indscript juga memberikan paket komplit. Tidak hanya menulis naskah saja. Tetapi juga mengawal naskah dari proses awal hingga akhir.


Layanan paket komplit Indscript ini banyak dilirik oleh penerbit. Hingga akhirnya order penulisan berdatangan. Hingga bisa mencapai 60- 100 buku setiap bulannya. Bisnis yang didirikan secara otodidak oleh teh Indari ini pun berkembang pesat. Berawal dari membaca sebuah buku tentang agensi naskah di luar negeri, Desctop Publisher, Indscript mampu bertahan hingga saat ini.


Saat Bisnis Menurun


Namanya juga bisnis, pasti ada pasang dan surutnya. Kesuksean Indscript di masa-masa awal mulai mengalami penurunan di tahun 2009. Saat itu Indscript mengecewakan banyak pelanggan. Ini membuat Indscript kehilangan banyak klien. Dan tentunya mempengaruhi kondisi perusahaan. Demi menyelamatkan perusahaan, PHK terpaksa dilakukan. Hanya pegawai-pegawai qualified yang dipertahankan untuk tetap berjalan bersama.


Kondisi bisnis yang menurun seperti ini membuat teh Indari berubah menjadi lebih baik. Bagaimana caranya menjadi pebisnis yang baik. Bagaimana caranya terus menebar banyak manfaat kebaikan dari berbisnis.


Diambang kebangkrutan bisnis, teh Indari juga menyadari bahwa sukses apapun bisnis kita, gaya hidup tetap harus sederhana. Saat memiliki banyak uang, janganlah kita bernafsu untuk menghambur-hamburkan. Sebab Allah, punya kuasa untuk memutarbalikkannya. Bisnis yang meroket pesat bisa langsung turun dengan drastis.


Membentuk IIDN



Di tahun 2010, tepatnya pada 24 Mei teh Indari mendirikan IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis). Komunitas ini lahir dari kecintaan teh Indari dengan dunia menulis yang juga seorang ibu rumah tangga. Visi dari komunitas ini adalah menghasilkan banyak penulis baru di kalangan ibu rumah tangga. Dengan menulis, ibu rumah tangga bisa berdaya meski di dalam rumah.

Indscript Creative
Ibu-Ibu Doyan Nulis



Bahkan IIDN turut memberikan semangat pada teh Indari saat mengalami kemunduran bisnis. IIDN membuat teh Indari kembali semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Teh Indari ingin menerbar banyak manfaat, memberdayakan perempuan Indonesia dari rumah.


Saat ini menjelang satu dekade IIDN sudah banyak penulis baru yang dilahirkan. Terdapat 4000 karya yang tersebar di beberapa penerbit mayor, seperti Gramedia Pustaka Tama, Elex Media, Penebar dan lain sebagainya.


Mengikuti Kompetisi



Ketika bisnis menurun, teh Indari mencoba mengikuti berbagai kompetisi. Ya, kompetisi menjadi jalan terbaik untuk bisa cepat mendapatkan uang di masa-masa krisis.


Kepiawaian teh Indari dalam menulis dan membuat bisnis plan mengantarnya mengikuti berbagai kompetisi bisnis. Hasilnya? Dalam waktu 2 tahun teh Indari bisa memenangkan 10 kompetisi. Salah satunya adalah Perempuan Inspiratif Nova.


Kekuatan Branding dan Networking



Dalam bisnis, branding dan networking memainkan peran kunci. Di masa-masa sulit, teh Indari mendapatkan penawaran dari Penerbit Mizan. Saat itu, teh Indari diminta untuk menuliskan biografi dari pengusaha Brownies Amanda.


Meski menulis biografi adalah hal yang baru bagi teh Indari, tantangan tersebut diterima dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Semua itu membuahkan hasil, biografi pertama yang ditulis itu akhirnya menjadikan Indscript sebagai leader dalam penulisan buku biografi pada saat ini.


Kemenangan-kemenangan dalam kompetisi yang diikuti membuat teh Indari semakin dikenal orang. Banyak klien datang. Banyak juga klien yang merekomendasikan. Hinggaa branding dan networking yang dimiliki teh Indari semakin kuat. Indscript pun bangkit kembali.


Inovasi Tiada Henti



Jika ditanya, apa sih kunci rahasia kesuksesan Indscript hingga mampu bertahan sampai saat ini? Jawabannya adalah inovasi tiada henti! Teh Indari terus melakukan inovasi. Menelurkan banyak ide-ide baru dalam berbisnis. Tanpa takut ide tersebut akan berhasil atau tidak.


Tahun 2013, Indscript melahirkan inovasi pertamanya. Di tahun itu, Indscript mendirikan Sekolah Perempuan dan Indscript Personal Branding.


Sekolah Perempuan menjadi wadah bagi setiap perempuan yang ingin memiliki buku. Disini tidak hanya diajari menulis saja. Tetapi juga belajar proses mengawal naskah, mulai dari awal sampai akhir.


Sedangkan Indscript Personal Branding adalah layanan membranding diri bagi para pengusaha. Lewat layanan ini, para pengusaha bisa lebih banyak dikenal, dengan diliput oleh berbagai media. Hingga pada akhirnya, bisnisnya juga akan meningkat. Ini bukan janji palsu, sebab layanan ini berangkat dari pengalaman pribadi teh Indari. Kala itu di tahun 2010-2013 teh Indari banyak diliput oleh media. Dan hal tersebut membawa pengaruh besar bagi pesatnya Indscript Creative.


Tahun 2014 teh Indari mengeluarkan inovasi baru lagi, Indscript Direct Selling. Pada inovasi ini yang dijual bukan buku. Melainkan board, sebuah alat bantu konsistensi di berbagai bidang. Disebut METRIK dan DREAMBOARD, yang hasilnya laku keras dipasaran!


Indscript Creative
Dreamboard


Setahun berikutnya, tepatnya di 2015 Indscript Direct Selling dipadukan dengan dunia mengajar. Lahirlah Indscript Training Centre. Bisnis ini bergerak dalam mentoring bisnis. Mengajarkan bagaimana bisa membangun bisnis dari rumah. Bagaimana belajar bangkit dari keterpurukan bisnis.


Training pertama dari Indscript Training Centre ini adalah kelas Resparasi Bisnis. Tujuan dari kelas ini adalah membantu bagaimana ibu-ibu pebisnis bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Salah satunya adalah dengan memiliki ilmu, sebab ilmu adalah pedoman melangkah.


Indscript Training Centre ini terus berkembang pesat. Jika ditotal, sampai saat ini sudah memiliki 10 ribuan alumni. Hingga akhirnya membuat teh Indari menutup Indscript Personal Branding. Teh Indari ingin fokus ke kelas Reparasi Bisnis. Teh Indari ingin lebih banyak membantu menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang diambang kebangkrutan.


Setelah sukses melahirkan IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) dan IIDB (Ibu-Ibu Doyan Bisnis), tahun 2015 lahir komunitas Emak Pintar. Awalnya, ide Emak Pintar ini adalah untuk meleburkan IIDN dan IIDB. Namun seiring perjalanannya, Emak Pintar menjadi komunitas sendiri yang punya kekhasan berbeda dari dua komunitas sebelumnya.


Setelah satu dekade Indscript berdiri, teh Indari mencoba berinovasi dalam bidang fashion. Teh Indari mendirikan Indblack, bisnis fashion yang memproduksi handstock. Bisnis ini memberdayakan ibu-ibu disekitar untuk menjadi pengerajin hanmade handstock. Namun bisnis ini hanya bertahan 2 tahun, 1 April 2020 ditutup. Kembali pada passionnya : menulis! Fokus lagi di Indscript.


Di tahun 2018 buku yang dibuat semakin bervariasai. Tidak hanya buku, tapi juga workbook, agenda, minibook juga guidence book yang diluncurkan setahun kemudian. Semuanya laris manis!


Teh Indari juga mulai merambah bisnis ritel, Kunikita. Dengan produk unggulannya CIOMY, bakso aci khas Garut yang terjual ratusan pcs per hari.


Tahun 2019, Indscript melaunching program BUKUIN. Program ini adalah program penerbitan buku indie yang dimulai dengan pemberian training terlebih dahulu. Dan sudah menghasilkan 40 judul buku!


Di tahun 2019 juga, nama Indscript Training Centre berubah menjadi Indscript Bussiness Women University. Dimana semua ini menjadi penguat bahwa programnya 3000% untuk perempuan.


Tiga Belas Tahun Indscript Creative



Tahun 2020, Indscript beruisia 13 tahun. Di tahun ini juga ada inovasi terbaru. Teh Indari meluncurkan icon-icon pelayanan produk jasanya. Ada Miss Indscript, Miss Love, Miss Cunik, Miss Love dan Miss Writing. Icon-icon ini menjadi ciri khas dari Indscript Creative. Menghadirkan icon pelayanan yang ramah dan friendly.

Indscript Creative
Penerima CSR Indscript Creative



Selain itu, di usia 13 tahun Indscript juga meluncurkan program CSR (Corporate Social Responsibility). Sebuah program tanggung jawab sosial perusahaan. Teh Indari ingin memberikan manfaat lebih bagi masyarakat disekitarnya.


CSR ini dananya berasal dari 10% omzet. Kegiatannya antara lain pembebasan riba, dana hibah usaha, donasi lansia dan berbagai kegiatan donasi lainnya.


Mimpi selanjutnya, Indscript ingin semakin banyak membantu perempuan mengembangkan potensinya, baik dalam bidang penulisan maupun bisnis. Tahun 2024, Indscript ingin punya 15.000 jaringan pemasaran yang semuanya adalah perempuan. Mewujudkan perempuan bisa berdaya meski di dalam rumah.


Di tengah pandemi Corona Covid 19, teh Indari terus bergerak. Setiap hari teh Indari memberikan training motivasi bagi ibu-ibu pebisnis maupun penulis.


Kunci Sukses Teh Indari Mastuti


Indscript Creative



Setelah mengetahui perjalanan Indscript Creative dari awal hingga kini, saya tak berhenti berdecak kagum. Betapa seorang perempuan ada dibelakang bisnis ini. Dan semakin mengagumkan karena semuanya diatur dari rumah.


Ternyata, meski dari dalam rumah perempuan bisa tetap produktif. Peran sebagai ibu tidak menjadi pengahalang untuk menyalurkan passionnya. Dari passion bisa menghasilkan pendapatan bahkan bisa membantu memberdayakan banyak orang.


Berdasarkan obrolan saya dengan teh Indari di grup telegram, setidaknya saya menyimpulkan ada tujuh kunci sukses yang dimiliki oleh teh Indari.


1. Percaya pada passion



Sejak awal teh Indari sudah tahu bahwa menulis adalah passionnya. Teh Indari percaya bahwa dengan menulis beliau bisa terus produktif. Makanya setelah menikah langsung mendirikan Indscript Creative.


2. Suka belajar


Teh Indari ini orangnya suka belajar.   Buku menjadi sahabat terbaiknya, bahkan ide pendirian Indscript ini juga lahir setelah membaca sebuah buku.


Selain dari buku, teh Indari juga tak segan belajar pada mentor. Bahkan saat masa-masa kritis pun tetap berkorban belajar ke mentor. Menempuh perjalalan berpeluh dari Bandung ke Jakarta, demi menuntut ilmu. Baginya ilmu adalah pedoman setiap langkah.


3. Selalu berinovasi



Kesuksesan Indscript hingga saat ini terlihat dari inovatifya teh Indari. Setiap tahun selalu lahir inovasi-inovasi baru. Membuat penyegaran di Indscript yang kemudian membuat bisnis semakin berkembang.


4. Tekad kuat



Teh Indari memiliki tekad yang kuat untuk mencapai tujuannya. Indscript Creative sejak awal didirikan untuk menyalurkan passionnya juga untuk memberdayakan para perempuan.


Tekad inilah yang membuatnya terus semangat menjalankan bisnis. Meski kadang jenuh dan lelah melanda. Saat teringat para permpuan-perempuan lain yang dibantunya, teh Indari merasa kuat.


5. Manajemen waktu



Teh Indari memiliki manajemen waktu yang baik. Antara keluarga dan bisnis bisa ditangani dengan baik. Kunci manajemen waktu yang baik menurut teh Indari adalah tertulis, detail dan mendelegasikan pekerjaan yang memang bisa didelegasikan.


6. Hidup seimbang



Teh Indari juga menjalankan hidup dengan seimbang. Tidak hanya sibuk berbinis saja. Tapi juga mencukupkan istirahat. Setiap hari teh Indari selalu menyempatkan tidur siang. Saat malam juga wajib tidur selama 7 jam. Istirahat yang cukup ini bisa jadi sumber energi kekuatan stamina.


7. Kerja keras



Ya, teh Indari ini seorang pekerja keras. Menjalankan bisnisnya dengan sungguh-sungguh. Mengerahkan semua kemampuan. Tidak takut gagal dan tidak mudah putus asa. Benar adanya pepatah,  "siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil".



Indscript Creative
Saya bersama Mbak Wid, ketua IIDN



Semoga saya bisa meneladani kunci sukses dari teh Indari. Menjalankan setiap peran saya dengan baik. Baik sebagai ibu maupun sebagai penulis.


Selamat ulang tahun Indscript Creative. Semoga semakin sukses dan banyak menebar manfaat bagi sesama. Memberdayakan perempuan Indonesia dari rumah.





55 komentar

  1. Masyaallah, keren banget ya teh Indari ini. Semoga setiap usahanya berkah selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perjalanan panjang yang bisa tetap ditekuninya dengan konsisten, menunjukkan bahwa semua ini karena cinta

      Hapus
    2. Benar, semua berawal dari kecontaan terhadap menulis

      Hapus
  2. Mba Indari ini terkenal banget karena melekat dengan IIDN. Hehehe. Hebat mba bisa menulis profil beliau.

    BalasHapus
  3. Aku pernah bertemu wajah dan belajar langsung di workshop Teh Indari. Waktu itu aku rela nyetir mobil sendiri dari Jagakarsa ke BSD ujung sana untuk belajar menulis, tahun 2011 atau 2012 lupa deh. Dari situ aku suka ikut lomba2 antologi dan sudah punya beberapanya. Senang sekali semakin diasah hobi menulis aku di IIDN 😍😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah senangnya bisa ketemu dan belajar langsung dariteh indari ya

      Hapus
  4. wow kerennn

    Selalu terpesona dengan perempuan hebat yang ulett
    Semoga semakin berkah dan sukses ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Ambu, teh Indari ini adalah contoh dari keuletan perempuan

      Hapus
  5. Udah sering dengar soal IIDN dan juga teh Indari, tapi baru sekarang tahu kisah lengkap awal berdiri dan juga perjuangannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, teh Indari dengan Inscript dan IIDN sudah lama berkibar namanya

      Hapus
  6. Saya mengikuti perkembangan Yeh Indie dari awal, MasyaAllah ya, saya melihat kunci sukses beliau juga dari konsisten dan fokus di satu bidang tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, beliau terus konsisten mengembangkan Indscript Creative

      Hapus
  7. Aku lupa berapa kali ketemu Teh Iin, senang banget ngobrol dengannya. Orangnya asik dan nggak sombong, mau berbagi cerita dengan akrab padahal baru kenal juga. Beliau benar-benar perempuan inspiratif

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iyakah, senangnya bisa ngobrol secara langsung ya

      Hapus
  8. Hm....cuma bisa berharap ke depannya Indscript ini bisa lebih bermanfaat lagi.

    BalasHapus
  9. Membantu sekali gitu ya Mbak Dee, kl setor judul dulu kan memberatkan penulis buat bikin2 outline dan full naskah ya. Antimainstream tetap bersahabat banget ama penulis yaa... inspirati pisan Teh Indari

    BalasHapus
  10. Masuk akal sih kalau dari awal inginnya judul dulu baru outline naskahnya. Karena judul yang menjual lebih mudah dipasarkan

    BalasHapus
  11. Benar2 menginspirasi ya teh Indari ini, bikin semangat untuk terus maju dan berinovasi. Pantang menyerah.. Strong woman lah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, jadi termotivasi untuk terus berjuang dengan mimpi kita ya mbak

      Hapus
  12. Aku kagum memang sama the Indari, ide dan inovatif tiada henti. Aku termasuk yang bisa nulis buku dan bukunya terbit berkat ikut Sekolah Perempuan. Memang bener dikawal sejak outline hingga buku terbit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah alumni sekolah perempuan ya..
      Iya mbak, teh Indari membantu perempuan untuk bisa berdaya

      Hapus
  13. Teh Indari ini inspirasi banget pokoknya. Idenya juga ngga habis-habis untuk menebarkan kebaikan dan membantu orang. Pertama kali punya buku solo karena ikut salah satu kelasnya Indscript. Masya Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah iyakah, iya mbak orangnya sangat inspiratif sekali

      Hapus
  14. semoga Indscript terus istiqamah dan berkembang.. Banyak perubahan dalam hidup saya setelah mengenal Indscript

    BalasHapus
  15. semoga Indscript terus istiqamah dan berkembang.. Banyak perubahan dalam hidup saya setelah mengenal Indscript

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin..
      Wah iyakah ? senang mendengarnya

      Hapus
  16. Sosok yang kuat. Perempuan pantang patah semangat. Banyak yang bisa menjadi teladan dari pendiri IIDN ini. Termasuk juga para pengurusnya yang kesemuanya perempuan. Membuktikan bahwa perempuan punya peran penting dalam kehidupan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, perempuan juga bisa berkembang dan berprestasi sesuai passionnya

      Hapus
  17. Keren banget. Saya baru tahu detail sejarah iidn. Panjang banget dan inspiratif banget! Pengen jadi kaya Teh Indari juga. Hebat dan gak pernah menyerah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, semangat teh Indari yang tidak mudah putus asa in memang wajib ditiru ya mbak

      Hapus
  18. Saya pernah jadi muridnya teh Indari, waktu itu saya masih getol-getolnya berbisnis. Pernah juga jadi salah satu marketernya Indscript hehehe... Sekarang saya juga masih bergabung di komunitas IIDN-nya karena passion saya di menulis. Saya senang dan betah bergabung di komunitas ini, karena ownernya humble banget dan inilah komunitas yang tepat untuk saya. Tempat saya semakin tegak berdiri dan terus berdaya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ikutan IIDB juga mbak? iya mbak indscript ini membantu memberdayakan perempuan

      Hapus
  19. Wahhh keren pisan ini Teh Indari, bisa menginspirasi banyak orang dengan passion nya. Btw tadi diawal baca ada nama Aswi yang bareng sama Teh Indari itu apakah Bang Aswi?

    BalasHapus
  20. Teh Iin ini memang banyak menginspirasi banyak perempuan ya, senang rasanya bisa dapet energi positif yang kerap ia bagi meski lewat suara

    BalasHapus
  21. Tekun + Konsisten = Berhasil

    BalasHapus
  22. Wah selamat ya Indscript dan teh Indari. Saya suka sosoknya yang mendukung empowerment perempuan. Semoga terus maju dan makin banyak perempuan berkembang di bisnis dan menulisnya karena Indscript

    BalasHapus
  23. Mbak indari ini emang keren abis. Kalo emang passion ya, semuanya bisnis bakal berjalan lancar. Mesti dicontoh semangatnya.

    BalasHapus
  24. Aku tahu IIDN, tapi kalau kisah panjangnya seperti ini belum pernah dengar.
    Pantas teman-teman betah di iind, soalnya manajemen bagus dan tertata. Jadi ingin join juga

    BalasHapus
  25. Teh Indari sosok yang inspiratif sekali. Saya juga berguru pada Beliau. Selamat milad Indscripts, semoga makin sukses memberdayakan perempuan dari rumahnya

    BalasHapus
  26. Woman inspiration, sosok ini terkenal sekali bagi anggota komunitas IIDN. Karena dia adalah pendirinya. Sukses untuk teh indari dan seluruh anggota komunitasnya.

    BalasHapus
  27. Teh Indari memang luarbiasa, energi dan kiprahnya sudah ga diragukan lagi. Saya juga termasuk yang ikut program nulis buku dari Indscript

    BalasHapus
  28. Teh indari mmg inspiratif. Pertama kali ketemu wkt ada acara launching buku di FIB UI Depok. Tetehnya ramah bgt n easy going. Komunitas pertama yg saya gabung didalamnya ada IIDN itu tahun 2011. hehehe udah lama ya. Yup sejak gabung di IIDN sy termotivasi utk menulis

    BalasHapus
  29. Teh Indari begitu inspiratif ya mbak. Saya pun ikut di telegramnya, MasyaAllah semangatnya berinovasi luar biasa:)

    BalasHapus
  30. Teh Indari memang wanita yan keren, jebat dan mengispirasi. Sukses terus buat Teh Indari

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata orang bandung lho teh Uwien

      Teh Uwien pernah bertemu dengan teh Indari?

      Hapus
  31. Wow ternyata banyak banget ya anak bisnisnya mbak Indari nggak cuma di Indscript. Sukses terus buat mbak Indari dan Indscript-nya. Semoga selalu bisa memberi manfaat buat anggotanya

    BalasHapus
  32. Baru tahu riwayatnya panjang juga dan perjuangannya tidak mudah. Sangat menginspirasi sekali

    BalasHapus
  33. Wahh perjuangan panjang yang luar biasa. Ku salut sama mbak Indari ini euy.. bisa jadi inspirasi untuk tidak pernah menyerah dan terus berkarya meski di tengah keterbatasan situasi dan kondisi.

    semoga sukses selalu buat mbak Indari dan teman-teman lainnya.

    BalasHapus