Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS semakin populer sebagai solusi energi untuk rumah dan bisnis. Selain ramah lingkungan, PLTS juga dikenal mampu menekan biaya listrik bulanan. Namun, satu pertanyaan yang paling sering muncul sebelum memasang PLTS adalah: berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga investasi ini balik modal?
Untuk menjawabnya, diperlukan perhitungan sederhana yang mempertimbangkan biaya pemasangan, penghematan listrik, dan usia pakai sistem PLTS.
Apa yang Dimaksud Balik Modal PLTS?
Balik modal atau payback period adalah waktu yang dibutuhkan hingga total penghematan listrik sama dengan biaya awal pemasangan PLTS. Setelah titik ini tercapai, listrik yang dihasilkan panel surya bisa dianggap sebagai keuntungan karena biaya investasinya sudah tertutupi.
Sebagai contoh, jika biaya pemasangan PLTS sebesar Rp30 juta dan penghematan listrik per tahun mencapai Rp5 juta, maka estimasi balik modalnya adalah sekitar 6 tahun.
Faktor yang Mempengaruhi Balik Modal PLTS
Lama balik modal PLTS tidak selalu sama untuk setiap rumah atau bangunan. Ada beberapa faktor utama yang mempengaruhinya.
Pertama, kapasitas PLTS yang dipasang. Semakin besar kapasitas panel surya, semakin besar pula biaya awalnya. Namun, kapasitas besar juga menghasilkan listrik lebih banyak sehingga potensi penghematannya meningkat.
Kedua, tingkat konsumsi listrik. Rumah dengan pemakaian listrik tinggi di siang hari biasanya lebih cepat mencapai balik modal karena listrik dari panel surya langsung digunakan tanpa terbuang.
Ketiga, tarif listrik PLN. Semakin tinggi tarif listrik yang dibayarkan, semakin besar nilai penghematan yang diperoleh dari PLTS.
Keempat, jenis sistem PLTS. PLTS on grid umumnya memiliki waktu balik modal lebih cepat karena biaya pemasangannya lebih rendah dibandingkan sistem hybrid atau off grid yang menggunakan baterai.
Contoh Perhitungan Balik Modal PLTS Rumah
Sebagai ilustrasi, mari ambil contoh rumah dengan daya 2200 VA yang memasang PLTS on grid berkapasitas 3 kWp.
Biaya pemasangan sistem tersebut sekitar Rp40 juta. Dengan kondisi cuaca Indonesia yang cukup optimal, PLTS 3 kWp dapat menghasilkan rata-rata 12 kWh listrik per hari atau sekitar 4.300 kWh per tahun.
Jika tarif listrik PLN sekitar Rp1.500 per kWh, maka estimasi penghematan listrik per tahun mencapai Rp6,4 juta. Dengan penghematan tersebut, waktu balik modalnya berada di kisaran 6 hingga 7 tahun.
Setelah periode ini, pemilik rumah tetap menikmati listrik dari matahari dengan biaya operasional yang sangat minim, sementara umur panel surya bisa mencapai 25 tahun.
Apakah PLTS Selalu Menguntungkan?
Dalam sebagian besar kasus, PLTS merupakan investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang. Namun, perencanaan yang kurang tepat dapat membuat waktu balik modal menjadi lebih lama. Penempatan panel, arah dan kemiringan atap, serta kualitas komponen sangat berpengaruh terhadap produksi listrik.
Selain itu, perubahan pola konsumsi listrik juga berperan. Semakin banyak aktivitas listrik dilakukan pada siang hari, semakin optimal pemanfaatan energi surya.
Kesimpulan
Waktu balik modal PLTS umumnya berada di kisaran 5 hingga 8 tahun, tergantung kapasitas sistem, biaya pemasangan, dan pola pemakaian listrik. Setelah mencapai titik balik modal, pengguna dapat menikmati penghematan listrik selama belasan tahun berikutnya.
Untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat dan sesuai kondisi rumah atau bisnis Anda, sebaiknya berkonsultasi dengan penyedia PLTS profesional. Informasi dan layanan terkait perencanaan serta pemasangan PLTS dapat ditemukan melalui atwsolar.com, yang membantu menentukan sistem paling efisien sesuai kebutuhan dan anggaran.

Tidak ada komentar
Posting Komentar