Saya pikir ini cuma prosedur medis biasa.
Datang ke bidan, lepas, pasang lagi, selesai.
Ternyata… nggak sesederhana itu.
Walau ini sudah kali ketiga saya menjalani lepas pasang IUD, rasanya tetap sama.
Ada rasa takut yang diam-diam muncul.
Ada overthinking yang nggak bisa dihentikan.
Dan di momen seperti itu, saya sadar,
banyak pengalaman kesehatan perempuan yang terlihat “biasa”, tapi sebenarnya tidak sesederhana yang dibayangkan.
Apa Itu IUD?
IUD (Intrauterine Device) adalah alat kontrasepsi kecil berbentuk huruf T yang dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan.
Secara umum, ada dua jenis:
IUD hormonal → bekerja dengan melepaskan hormon untuk mencegah ovulasi dan menebalkan lendir serviks
IUD non-hormonal (tembaga) → mengganggu pergerakan sperma sehingga tidak bisa membuahi sel telur
Kenapa IUD banyak dipilih?
✔ Efektif hingga >99%
✔ Bisa bertahan 3–10 tahun (tergantung jenis)
✔ Nggak perlu “ingat” seperti pil KB
Tapi… seperti yang saya alami, teori dan pengalaman pribadi bisa terasa sangat berbeda.
Mencari Fasilitas Kesehatan untuk Lepas Pasang IUD
Bulan Maret lalu, si bungsu genap berusia 10 tahun.
Artinya, sudah waktunya saya mengganti IUD.
Saya memang menggunakan IUD dengan masa pakai 5 tahun.
Jadi setiap lima tahun sekali harus diganti.
Dulu, pertama kali pasang IUD adalah saat si bungsu lahir.
Saya pasang di puskesmas dekat rumah mertua.
Waktu itu, kepala bidannya sangat baik.
Saya diperbolehkan memilih merek IUD sendiri.
Saya hanya perlu membeli alatnya di bidan.
Sepuluh tahun lalu, saya membeli IUD Nova T seharga sekitar Rp500.000.
Dan proses pemasangannya gratis.
Lalu, saat ingin mengganti di tahun kelima, saya kembali ke puskesmas yang sama.
Tapi ternyata, bidan tersebut sudah pensiun.
Dan kebijakan puskesmas juga berubah.
Saya tidak bisa memilih merek sendiri.
Harus menggunakan IUD dari pemerintah dengan masa pakai 10 tahun.
Saya sempat bingung.
Untungnya, ada teman yang berprofesi sebagai bidan.
Saya cukup membeli IUD, dan dia membantu proses lepas pasang tanpa biaya.
Alhamdulillah.
Tapi sekarang, teman saya pindah ke Jakarta.
Jadi… saya harus mencari alternatif lain.
Saya mulai dari bertanya pada teman-teman yang menggunakan IUD, termasuk seorang teman blogger film bandung. Survei harga gitu.
Setelah mencari beberapa tempat, saya cukup kaget.
Rata-rata biaya lepas pasang IUD di atas Rp1 juta.
Padahal harga IUD-nya sendiri sekitar Rp300 ribuan.
Sampai akhirnya, saya menemukan bidan praktik dekat rumah. Ini juga saran dari teman blogger rafahrefi.
Alhamdulillah, saya mendapatkan harga Rp750.000 untuk lepas pasang IUD Nova T.
Jauh lebih terjangkau.
Proses Lepas IUD: Cepat, Tapi Tetap Terasa Mendebarkan
Kemarin sore, saya datang dengan satu perasaan dominan:
deg-degan.
Prosesnya memang cepat.
Tidak sampai lama. Hanya 10 menit.
Tapi ada sensasi yang membuat tubuh refleks tegang.
Dan di situ saya sadar, meskipun ini bukan pengalaman pertama,
rasanya tetap menegangkan.
Saya masih takut.
Dan tetap saja terasa sakit.
Tapi kalau dipikir-pikir…
dibandingkan risiko hamil lagi tanpa kontrasepsi,
rasa sakit ini… jadi terasa “kecil”.
Dan benar saja,
setelah terpasang, rasa sakitnya perlahan hilang.
Kelebihan dan Kekurangan IUD
Sudah hampir 10 tahun saya menggunakan kontrasepsi ini.
Dan seperti metode lainnya, IUD punya sisi plus dan minus.
Kelebihan IUD
✔ Efektivitas tinggi → salah satu metode kontrasepsi paling efektif
✔ Praktis → sekali pasang, bisa bertahun-tahun
✔ Minim perawatan → nggak perlu konsumsi harian
✔ Fleksibel → bisa dilepas kapan saja, kesuburan relatif cepat kembali
Kekurangan IUD
✖ Proses pasang & lepas bisa tidak nyaman
✖ Efek samping (berbeda tiap orang):
kram
perubahan siklus haid
spotting
✖ Harus dilakukan tenaga medis
✖ Tidak melindungi dari infeksi menular seksual
Insight penting:
Nggak ada kontrasepsi yang sempurna untuk semua orang.
Dan itu valid.
Hal yang Perlu Dihindari Setelah Pasang IUD
Setelah pemasangan, tubuh butuh waktu untuk beradaptasi.
Supaya pemulihan berjalan lancar, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari:
1. Hubungan Intim Terlalu Cepat
Tunggu sekitar 24–48 jam (atau sesuai anjuran bidan/dokter) untuk mengurangi risiko infeksi.
2. Aktivitas Fisik Berat
Hindari dulu:
angkat beban
olahraga intens
aktivitas yang memberi tekanan pada perut
Karena bisa memicu kram atau rasa tidak nyaman.
3. Memasukkan Benda ke Dalam Vagina
Seperti:
tampon
menstrual cup
douching
Ini penting untuk mencegah iritasi dan infeksi.
4. Mengabaikan Sinyal Tubuh
Segera periksa jika mengalami:
nyeri hebat
perdarahan berlebihan
demam
keputihan tidak normal
5. Melewatkan Kontrol Ulang
Biasanya disarankan kontrol setelah 1 minggu pemasangan, untuk memastikan posisi IUD tetap aman.
Lakukan juga kontrol rutin setiap 6 bulan sekali. Biasanya, kalau kontrol 6 bulanan ini saya ke rumah sakit ibu dan anak melakukan USG Transvaginal.
Bila Ingin Menggunakan IUD
Kalau kamu sedang galau antara pasang, lepas, atau ganti metode, ini beberapa hal yang bisa dipertimbangkan:
Konsultasi itu bukan formalitas—tanya sampai benar-benar paham
Jangan bandingkan tubuhmu dengan orang lain
Siapkan mental, bukan cuma fisik
Pilih yang cocok untuk hidupmu, bukan yang paling populer
Ini Bukan Sekadar Soal Kontrasepsi
Bagi saya, ini bukan cuma cerita tentang IUD.
Ini tentang belajar mengambil keputusan atas tubuh sendiri.
Tentang berani mengevaluasi, bukan sekadar bertahan.
Dan kalau kamu sedang ada di fase itu, bingung, ragu, atau takut, itu bukan tanda kamu lemah.
Itu tanda kamu mulai peduli.
Penutup
Perawatan setelah pasang IUD sering dianggap sepele.
Padahal di situlah tubuh kita sedang beradaptasi.
Dan di fase itu, kita belajar satu hal penting:
mendengarkan tubuh sendiri.
Karena pada akhirnya, kontrasepsi bukan cuma soal efektif,
tapi juga soal nyaman untuk dijalani.
FAQ Seputar IUD
1. Pasang IUD sakit nggak sih?
Tergantung masing-masing orang. Ada yang hanya merasa tidak nyaman, ada juga yang cukup nyeri. Biasanya berlangsung singkat.
2. Berapa lama pemulihan setelah pasang atau lepas IUD?
Umumnya 1–2 hari, tapi kram ringan atau spotting bisa terjadi beberapa hari.
3. Setelah lepas IUD, apakah bisa langsung hamil?
Bisa. Kesuburan biasanya kembali dengan cepat.
4. Apakah IUD bikin haid tidak teratur?
Tergantung jenis:
hormonal → haid bisa lebih ringan atau berhenti
tembaga → haid bisa lebih banyak di awal
5. Siapa yang cocok menggunakan IUD?
Perempuan yang:
ingin kontrasepsi jangka panjang
tidak ingin ribet konsumsi harian
dalam kondisi kesehatan tertentu (tetap perlu konsultasi
Jadi diingatkan untuk segera periksa IUD nih. Nice sharing Dian.
BalasHapus