Perjalan Menulis di Tahun 2017 : Dari Antologi ke Buku Solo



Tahun 2017 menurut saya adalah tahun yang membahagiakan bagi perjalanan menulis saya.
Menulis memang hal yang saya sukai sejak dulu.
Namun baru tahun ini tulisan saya diabadikan dalam sebuah buku.



Di mulai saat Januari 2017, tulisan saya di bukukan dalam sebuah antologi yang berjudul "Jibaku Post Power Syndrome Fill Time Mom".
Buku ini adalah kumpulan cerita sembilan perempuan yang mencoba mengatasi setiap perubahan yang dialami, ketika memutuskan berganti status dari working mom menjadi full time mom.



Tak disangka kegundahan hati saya menghadiri reuni, terpilih menjadi salah satu kisah dalam antologi tersebut.
Buku ini juga menjadi sebuah terapi bagi saya.
Mengatasi post power syndrom, saat pensiun sebagai working mom.






Menulis itu membutuhkan komitmen yang kuat.
Saya adalah tipe orang yang lebih bersemangat melakukan sesuatu bila bersama orang banyak, termasuk dalam menjaga semangat menulis saya agar tetap menyala.
Maka saya bergabung dalam grup ODOP for99days.
Sebuah komunitas menulis rutin bersama melalui Facebook dan WhatssApp.
Di grup ini saya dilatih untuk menulis secara rutin.
Satu tulisan setiap harinya, sesuai dengan namanya one day one post.

Ilmu menulis saya bertambah, dan melalui komunitas ini saya pun melahirkan karya antologi kedua.






Tulisan saya terpilih dalam antologi yang berjudul "33 Kisah Me Time.
Buku ini berisi cerita 33 perempuan dalam menikmati me time mereka.
Dan buku ini menjadi buku best seller.

Pengalaman memiliki buku antologo membuat saya terpicu membuat buku solo.
Buku karya saya sendiri.
Maka saya memutuskan mengikuti kelas privat mentoring.
Dan di penghujung tahun ini, tepatnya di hari Ibu tanggal 22 Desember 2017 saya meluncurukan buku solo pertama saya.
Buku yang berjudul "Ibuku adalah Sekolahku".





Buku yang berisi perjalanan pengasuhan saya dalam menerapkan teori fitrah based education (pendidikan berbasis fitrah).

Terimakasih 2017, selamat datang 2018.
Selamat berjuang dengan semua target baru.
Menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


#30haribercerita
#30HBC1801

Perjalan Menulis di Tahun 2017 : Dari Antologi ke Buku Solo Perjalan Menulis di Tahun 2017 : Dari Antologi ke Buku Solo Reviewed by Dee_Arif on Desember 31, 2017 Rating: 5

12 komentar:

  1. Selamat ya Mbak atas buku barunya di tahun 2017. Dulu saya juga seneng banget pas antologi pertama terbit tahun 2010. Tahun 2010 - 2012 lagi seneng-senengnya ikut antologi sampai beberapa buku. Sekarang semangat menulis buku sudah padam entah kemana

    BalasHapus
  2. selamat y Mbak. keren euy, saya mau buat buku solo masih maju mundur

    BalasHapus
  3. Wah... barakallah Mbak.. semangat menulisnya bersambut dengan kesuksesan demi kesuksesan dalam menulis buku. Saya dulu juga seneng banget waktu pertama kali masuk dalam antologi buku yg diterbitkan Gramedia. Tapi sayangnya setelah itu, untuk menulis buku solo saya kurang komitmen. Alhasil hanya satu buku yg terbit, itupun diterbitkan oleh penerbit indie.
    (eh kok jadi curhat :D)

    Selamat dan sukses selalu ya, Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mbak,, semangat lagi dan berkomitmen kuat :)

      Hapus
  4. selamat mbak, atas kelahiran bukunya. saya rencananya tahun 2018 ini juga mau nyoba nerusin novel yang terbengkalai. biar bisa dikirim ke penerbit

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih,,wah novel ya..
      smg lancarrrr

      Hapus
  5. waahhh kereen mba, udah punya buku sendiri. laris manis ya mba :)

    BalasHapus
  6. Luar biasa ya mbak, semoga dilancarkan terus karir dalam menulisnya, apalagi di tahun 2018 ini. Saya berharap di tahun 2018 juga bisa melahirkan buku2 seperti mbak di tahun 2017 lalu. Semangat menulis.

    BalasHapus
  7. Selamat atas buku solonya ya, Mbak. Buku ini pernah disebut oleh Pak Harry Santosa. Tentang FBE ternyata 😊 Keren...

    BalasHapus

Cuma Punya Waktu 3 Hari? Tenang, Kamu Tetap Bisa Punya Liburan Seru dengan 3 Langkah Ini !

Bulan Desember ini adalah bulan yang cukup menguras emosi bagi saya. Bagaimana tidak, di bulan ini kesibukan saya dan suami m...

Diberdayakan oleh Blogger.