Minggu, 31 Desember 2017

Terimakasih ODOP for99days


Menulis adalah sesuatu yang saya sukai sejak dulu.
Dimulai saat duduk di bangku sekolah menengah pertama, saya rutin menulis buku harian.
Menceritakan secara rutin kejadian yang saya alami setiap harinya.
Kemudian mulai belajar bikin cerpen.




Hobi menulis berlanjut hingga saat menjadi mahasiswi.
Saya tetap suka menulis, tetapi tulisan saya lebih bergenre tulisan ilmiah.
Seputar opini saya terhadap hal-hal yang terjadi disekitar.
Atau tulisan ilmiah yang belatarbelakang riset.



Lalu bagaimana sekarang? Saat saya sudah menjadi seorang ibu.
Jujur ketika menjadi seorang ibu, saya mulai kesulitan menulis.
Antara tak ada waktu hingga kering ilmu.
Maklum sejak jadi ibu, dunia saya hanya seputar pengasuhan.
Hingga akhirnya saya bergabung dengan grup ODOP for99days.
ODOP for99days ini adalah sebuah komunitas menulis rutin bersama melalui Facebook dan WhatssApp.







Di grup ini saya dilatih untuk menulis secara rutin.
Satu tulisan setiap harinya, sesuai dengan namanya one day one post.
Saya sangat bersemangat ikut grup ini.
Setiap hari berusaha menulis.
Apa yang saya tulis?
Saya menulis tentang dunia yang akrab dengan saya, yaitu tentang pengasuhan.
Menceritakan bagaimana saya membersamai kedua puteri saya yang masih balita.
Kerja keras saya membuahkan hasil.
Saya pun diundang dalam grup WhatssApp (WAG) ODOP, karena saya rutin menulis.
Bergabung di WAG ini seperti menemukan harta karun.
Banyak ilmu menulis yang di bahas disini.
Mulai dari menulis di blog ataupun menulis di buku.
Di grup ini juga ada kesempatan langsung belajar dengan orang-orang hebat di bidang kepenulisan.
Mulai dari blogger Carolina Ratri, Shintaries dan Grace Melia.
Atau penulis buku seperti  A. Rahartati  Bambang, Febi Indirani dan Yanti Herawati.




Saya pun pernah punya kesempatan berbagi di wag ini.





Kesempatan ini karena saya sering duduk di bangku terdepan di kelas eag, karena jumlah postingan terbanyak.





Melalui ODOP ini juga, saya berhasil memiliki karya antologi kedua.





Bersama 32 teman-teman ODOP lainnya, kami membuat sebuah buku yang berjudul " 33 Kisah Me Time ".
Buku yang sangat luar biasa, karena menjadi buku best seller.






Hari ini wag ODOP akan ditutup.
Kami akan berkumpul lagi di wag yang baru, bulan februari mendatang.
Tentunya saya harus bisa konsisten menulis, agar diundang lagi di grup wag ODOP.

Terimakasih ODOP for99days, bersamamu saya semakin semangat menulis.
Terimakasih atas ilmu-ilmu penulisan yang di bagi.
Dan terimakasih atas tali silaturahmi yang terjalin.
Sampai jumpa tahun depan.

1 komentar:

  1. Saya sudah menerapkan ODOP selama 2 bulan
    tapi ya itu konsisten yang suli
    sebulan pertama berhasil
    memasuki bulan kedua, mulai banyak absen, dari 2 hr sekali sampe 3 hari sekali tapi tetap rutin menulis

    BalasHapus

Semangat Kartini dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur

Bulan April, identik sebagai bulan Kartini. Bulan dimana kedudukan dan peran perempuan menjadi sorotan. Setiap tanggal 21 April, dip...