Selasa, 15 Mei 2018

Alumni Rohis = Teroris?


Surabaya yang selama ini dikenal sebagai kota yang aman dan tentram, diusik dengan kejadian hari minggu lalu.
Ledakan bom di 3 gereja pada tanggal 13 mei 2018.
Nampaknya ada yang ingin merusak Surabaya yang hidup dalam keberagaman namun tetap toleran.

Lalu berita tentang pelaku teror mulai bermunculan.
Pelakunya lulusan SMA negeri terfavorit se Surabaya.
Pelaku dikenal aktifis rohis sejak SMA.
Lalu akhirnya sekarang aktifitas rohis disekolah mulai dicurigai.

Ingatan saya kembali ke belasan tahun silam.
Saat itu saya sempat ikut menjadi aktifis rohis.
Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 1 SMA.
Dimana SMA saya itu satu kompleks dengan SMA pelaku bom bunuh diri itu.

Saat itu saya belum berhijab.
Semangat memggebu ikut rohis diawali dengan terpikat kakak rohis yang ganteng pake banget,hahaha.
Bersama 3 orang teman dekat, kami rutin ikut kajian.
Kami bertiga tidak berhijab.
Pembina kami alumni, orangnya cantik dan lembut saat mengajarkan ilmu agama.

Sekali ikut kajian, temanya tentang zina.
Dan bagai tersihir, setelah kajian itu saya dan kedua teman saya langsung telepon pacar masing-masing.
Minta putus!.
Pacar pun bingung, nggak ada angin nggak ada hujan kok di putus.

Dan sejak saat itu mengikrarkan diri jadi ijolumut, ikatan jomblo lucu dan imut.
Disingkat iler's, gank SMA yang terdiri dari 5 cewek jomblo, duh alay banget ya kayaknya.

Setahun rutin ikut kajian, jadi aktifis SKI (Sie Kerohanian Islam).
Lalu kemudian, mbak yang biasa membina kami menikah, dan tak bisa membimbing lagi.
Penggantinya bercadar, jujur ini lebih keras dakwahnya.
Kami yang belum berhijab langsung banyak dikasih ayat-ayat tentang pedihnya siksa neraka bila tak menutup aurat.
Akhirnya, kami mulai malas ikut kajian.

Bukan karena itu juga, tapi karena pengurus SKI nya juga terlalu ikut campur privasi kami.
Katanya kami ini berisik banget klo ngumpul.
Ganjen, sukai godain kakak kelas.
Duh padahal ternyata banyak yang anggota SKI itu diam-diam saling nalsir.
Bahkan diam-diam pacaran.
Ih nyebelin banget kan, koar-koar pacaran dilarang, lha kok situ ngelakuin juga.

Jiwa pemberontak kami muncul.
Kami mogok ikut SKI bahkan bikin kerusuhan.
Taruhan menggoda pengurus SKI.
Dari 4 target, 3 tergoda.
Menggoda dengan mengirim surat dan cokelat di hari valentine.
Langsung bikin heboh SKI.
Kamipun di blacklist,hahaha.

Lalu apa poin dari cerita saya ini? Apa hubungannya dengan teroris?

Poinnya, tidak semua aktifis rohis itu radikal.
Contohnya saya dan kedua teman saya, kami bahkan jadi liberal,hahaha.

Poinnya, SMA memang rawan didoktrinisasi.
Hanya apakah doktrin itu akan masuk apa tidak, itu tergantung pribadi masing-masing.
Anak muda akan lebih mudah memerima bila dakwah dilakukan secara persuasif.
Tidak menghakimi.

Jikapun ada yang juga ikut tercuci otaknya sekalipun dengan dakwah yang kuat, mungkin dia terlalu penurut.
Ini yang harus diwaspadai.

Tidak semua dakwah di sekolah menanamkan kebencian, radikalisme.
Tidak semua aktifis rohis itu akan jadi teroris.

Kejadian ini jangan sampai membuat sekolah paranoid.
Menutup kesempatan bagi muridnya untuk belajar agama.
Langkah yang harus dilakukukan adalah melakukan seleksi terhadap pembina rohis dan isi kajiannya.

Bagaimana? Setuju?


2 komentar:

  1. Wah seru ya rohisnya waktu sekolah 😊 berarti semakin bagus tuh semnjak ski nya ganti. Klo Menurut aku pribadi (just my opini) kalo masih jd perbincangan dan belum ada bukti kuat Apakah pelaku dari sekolah tersebut/bks alumni rohis masih praduga 🤔
    Serem ya namanya juga zaman Fitnah 😞
    bisa jd ini bt mencoreng kegiatan rohis. Sy setuju tdk semua pemikiran org Terutama yg masuk rohis td radikal.. biasanya yg ky gini diperkuat sm pengaruh dr keluarga pelalu sendiri.

    BalasHapus
  2. saya dulu anak rohis bahkan setelah bekerja saya ikut kajian sana sini nambah ilmu.

    yang saya dapati itu ga boleh melakukan aksi teror seperti itu apalagi sampai bom bunuh diri.

    sewaktu sma masih labil mbak jadi saya wajar sih masih galau2 dan cinta2an. meskipun ikut rohis

    BalasHapus

Tips Bukber Tanpa Ribet

Bulan ramadan identik dengan banyaknya acara bukber alias buka bareng. Acara bukber ini biasanya mulai berdatangan menjelang sepuluh hari...