Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Antisipasi Karhutla ditengah Pandemi Corona




Antisipasi Karhutla ditengah Pandemi Corona - Pandemi Corona yang terjadi mulai akhir maret lalu masih bertahan hingga kini. Meski mulai digaungkan new normal, pamdemi corona ini belum sepenuhnya berakhir. Bahkan data-data peningkatan jumlah penderita terus bertambah setiap harinya. Apalagi saat ini akan mulai memasuki musim kemarau. Kemarau datang, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pun mulai muncul di depan mata.


Ini tentu akan menjadi permasalaham yang serius. Indonesia akan mengalami dua bencana sekaligus, corona dan karhutla. Angka penularan corona diperkirakan semakin tinggi di daerah-daerah yang mengalami karhutla ini.


Asap yang dihasilkan oleh kebakaran hutan dan lahan bisa membuat kualitas udara menjadi buruk. Buruknya kualitas udara akan mengganggu saluran pernapasan dan kondisi paru-paru, dimana virus corona juga menyerang saluran pernapasan dan paru-paru. Lantas, apa yang harus kita lakukan? Pastinya tetap tenang dan fokus mencari solusi bersama.


Karhutla sebagai Bencana Tahunan


karhutla
Kebakaran Hutan dan Lahan |asiantoday.id



Musim kemarau yang datang setiap tahunnya selalu diiringi dengan terjadinya bencana karhutla. Karhutlah menjadi bencana tahunan yang harus selalu dihadapi oleh Indonesia.


Menurut Badan Metereologi, Klatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini secara umum Pulau Sumatera, terutama di Riau, sebagian Sumatera Utara dan Jambi sudah memasuki musim kemarau. Berdasarkan titik api satelit Terra/Aqua Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), awal Mei lalu sudah muncul lebih dari 700 titik api.


Meski jumlah titik api menurun sebanyak 31,43% dari tahun lalu, tetap saja bencana ini harus segera ditangani. Apalagi saat ini, karhutlah datang di masa pandemi corona. Tentu butuh upaya maksimal agar duet maut bencana ini bisa teratasi.


Dampak Karhutla



Kebakaran hutan dan lahan adalah bencana yang tidak main-main. Bencana ini menimbulkan banyak dampak negatif. Mulai dari dampak ekonomi, lingkungan hingga kesehatan.


Kerugian ekonomi karena karhutla ini tidaklah sedikit. Tahun lalu, kerugian yang dialami pemerintah akibat karhutla sebesar 75 T. Ini masuk di akal, saat karhutla terjadi banyak aktivitas industri yang terganggu, misalnya industri penerbangan dan pariwisata.




Dari sisi lingkungan pun sangat memprihatinkan. Menurut penelitian yang diungkapkan oleh Guru Besar Perlindungan Hutan, Fakultas Kehutanan IPB, Profesor Bambang Hero Saharjo, kebakaran hutan dan lahan bisa menghasilkan 90 jenis gas, dimana 50 nya adalah gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan.


Selain itu, karhutla juga meningkatkan emisi gas efek rumah kaca. Kualitas udara pun menjadi buruk, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penularan corona bagi masyarakat disekitarnya.


Upaya Pencegahan Karhutla



Pemerintah sudah bersiap menghadapi bencana karhutla di tengah pandemi corona. Upaya pemerintah ini tentunya harus disertai sinergitas bersama stakeholder terkait, tidak hanya menjadi beban bagi Kemeterian Lingkungan Hidup saja. Pemerintah daerah, TNI dan Polri juga masyarakat harus terlibat aktif dalam upaya pencegahan bencana karhutla ini.


Karhutlah sebagai bencana tahunan, tentu sudah diantisipasi jauh-jauh hari, namun pandemi corona membuat situasi yang berbeda. Oleh karena itu KLHK membuat kebijakan yang bersifat responsif dan adaptif. Penanganan karhutla juga harus mempertimbangkan protokol kesehatan yang berlaku.


Beberapa upaya pencegahan karhutlah yang dilakukan oleh pemerintah adalah :


1. Melakukan patroli, baik patroli terpadu maupun patroli mandiri. Agar titik-titik api bisa segera diketahui dan diantisipasi.

2. Pemadaman terhadap titik-titik api.

3. Teknologi modifiskasi cuaca berupa hujan buatan.

4. Penegakan hukum, ini dilakukan karena menurut Presiden Jokowi, 99% karhutla terjadi karena disengaja. Campur tangan manusia menyebabkan terjadinya kebakaran hutan lahan. Hutan sengaja dibakar untuk membuka lahan demi kepentingan budidaya, pemukiman hingga korporasi. Sanksi hukum bisa membuat oknum pembakar hutan menjadi jera dan menaggung akibat yang ditimbulkannya.

5. Diplomasi, menurut Prof. Bambang, penegakan hukum juga harus diikuti dengan upaya diplomasi. Pemerintah Indonesia perlu mengabarkan pada dunia, bahwa selama ini pembakar hutan sudah ditindak dengan tegas. Dan juga pemerintah sudah bersungguh-sungguh mengatasi bencana ini. Ini penting, agar masyarakat internasional tidak hanya mencibir Indonesia sebagai negara pengekspor asap yang tidak bertanggungjawab.

6. Sinergi dengan perusahaan dalam menangani bencana karhutla. Pandemi corona membuat anggaran penanganan karhutla sedikit terbagi. Oleh karena itu pemerintah meminta perusahaan-perusahaan yang ada di daerah karhutla, bersinergi menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsilbility) nya. Membantu masyarakat sekitar yang terdampak.


Lalu bagaimana bila kebakaran hutan dan lahan tetap terjadi, langkah apa yang harus dilakukan?


1. Memantau indeks pencemaran udara. Masyarakat bisa dengan mudah memantau indeks pencemaran udara dengan cara melihat apakah gedung dan gunung bisa terlihat jelas. Bila terlihat jelas, maka udara bersih dan cuaca bagus, begitu juga sebaliknya. Tips ini disampaikan oleh dr. Feni Fitriani, dokter spesialis paru.


2. Bila mengetahui udara buruk, ada baiknya masyarakat tetap tinggal di dalam rumah. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker yang tepat sebab partikel yang masuk melalui rongga hidung ukurannya sangat kecil. Segera pulang bila urusan telah selesai.


3. Dicari tempat yang luas untuk melakukan proses evakuasi dan penjernihan udara.

4. Melakukan pemadaman titik api, sebagaimana yang telah dilakukan oleh satgas karhutla. Namun kali ini juga dibarengi dengan upaya penyemprotan disinfektan yang ramah lingkungan.


Pemerintah sudah berupaya maksimal dalam mengantisipasi karhutla di tengah pandemi corona. Tentu langkah ini juga harus didukung oleh semua pihak.




Melalui tulisan ini, saya mengajak teman-teman semua untuk ikut berpartisipasi dalam mengahadapi bencana karhutla di tengah pandemi corona. Tuliskan pesan-pesan positif yang bisa membantu penanganan becana ini. Teman-teman bisa mengikuti lomba blog #PerubahanIklimKBR yang diadakan oleh KBR (Kantor Berita Radio) dan IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis).


Ide tulisan bisa didapat dengan mendengarkan talkshow Ruang Publik dengan topik "Kemarau dan Ancaman Karhutla ditengah Pandemi" disini.


Talkshow Kemarau dan Ancaman Karhutla ditengah Pandemi \ @kbr.id



Terima kasih sudah membaca tulisan ini. Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat bagi kita semua.



Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat disini


karhutla





Referensi :

1. Cegah Karhutla, KLHK Lakukan Modifikasi Cuaca Mulai Besok
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200511163853-20-502180/cegah-karhutla-klhk-lakukan-modifikasi-cuaca-mulai-besok

2. Karhutla, Dikhawatirkan Bisa Memperburuk Dampak Corona
https://republika.co.id/berita/qa0fxb430/karhutla-dikhawatirkan-bisa-memperburuk-dampak-corona

3. Antisipasi Karhutla Tetap Prioritas ditengah Pandemi Corona
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4237060/antisipasi-karhutla-tetap-prioritas-di-tengah-pandemi-corona








#PerubahanIklimKBR
#ClimateChange
#HutandanUdara
#KBRxIIDN
#IbuIbuDoyanNulis

28 komentar

  1. Wah terima kasih atas informasinya Mbak.Menghadapi kondisi pandemi yang belum berakhir saja sudah cukup meresahkan apalagi jika ditambah dengan bencana seperti karhutla ini so jadi tugas kita bersama ya Mbak untuk mencegah bencana yang tidak diharapkan ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar mbak, semoga bisa segera diantisipasi ya

      Hapus
  2. Berarti akan ada tiga ancaman Bun dan aku merinding sekali. Corona, kebakaran hutan itu dan kekeringan. Ya Allah ngeri aku ngebayanginnya apalagi aku juga punya asma lagi. Semoga kita bisa menghadapi 3 ancaman itu ya dan semoga nggak ada lagi yang ngebakar hutan hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, sangat mengerikan klo double bencana

      Hapus
  3. Hampir ngga kepikiran soal isu ini, padahal hutan adalah aset terpenting juga untuk menyelamatkan dunia sekaligus wajah Indonesia dari negeri tetangga hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, padahal hutan sangat penting untuk dijaga

      Hapus
  4. yang berat itu kadang kebakaran ini di duga memang sengaja untuk buka lahan dan di sini tentu di tuntut semua pihak untuk saling mengawasi agar jangan sampai kejadian lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, harusnya g ada lagi oknum perusak hutan

      Hapus
  5. Rugi 75 T, waduh itu banyak banget sih. Bener banget nih upaya antisipasi yang mbak tulis di sini. Setuju saya. Semoga bisa secara efektif terlaksana. Anyway, liat ini dari Instagramnya mbak, lalu mampir sini. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, terima kasih sudah mampir ya mbak
      benar mbak, harus segera diantisipasi

      Hapus
  6. Ternyata Kita mengalami masalah serius tentang hutan, ya, Mbak. Karhutla ini tiap tahun ada aja beritanya. Yang paling parah beberapa tahun ke belakangan, asapnya sampai nyampai ke negara tetangga. Hutan sebagai paru-paru dunia memang harus Kita Jaga. Pemerintah juga harus berperan aktif dalam memantau dan menjaga kelestariannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, semua harus aktif terlibat
      karena hutan sangat penting untuk dijaga

      Hapus
  7. Aku juga denger talkshow ini mbak, sebagai korba kalhutla parah yang terjadi 2015 dan 2019 lalu, berharap tahun ini tidak ada lagi karhutla. Ya Allah, rasanya sesak sekali menghirup asap kathutla apalagi kalau sampai terjadi di pandemi begini. Duh,jangan sampe deh.

    BalasHapus
  8. Masalah tentang karhutlah memang sangat merugikan negara hingga 75 T, semoga saja tidak terjadi lagi ya, karena asapnya sangat mengganggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu, dampaknya buruk untuk kesehatan

      Hapus
  9. Setuju banget mbak, saya enggak bisa ngebayangi bagaimana kalau terjadi kebakaran hutan di tengah pandemi ini. Semoga masyarakat dan pemerintah peka terhadap ini dan tidak terjadi kebakaran hutan kembali.

    BalasHapus
  10. Setuju banget dengan pernyataan Pak Presiden kalau karhutla itu 99% terjadi karena unsur kesengajaan. Kita tidak bisa menutup mata dengan berbagai kejadian karhutla di berbagai daerah. Intinya memang harus ada penegakan hukum yang tegas agar hutan di negeri ini bisa terselamatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, semoga nggak ada lagi oknum nakal yang membakar hutan dgn sengaja

      Hapus
  11. Ini aku rasakan banget di tempat aku Kalimantan, karhutla jadi bencana langganan sehari hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, pasti sangat mengganggu ya mbak

      Hapus
  12. Karhutla itu bencana tahunan jadi mestinya sudsh bisa diprediksi dan diantisipasi ya, apalagi kerugian akibat karhutla itu sangat besar dan efeknya banyak kepada masyarakat sekitar

    BalasHapus
  13. Bencana Karhutla di pulau Kalimantan dan Sumatera memang masih jadi peer besar ya, mbak buat pemerintah kita. Semoga saja ke depannya pemerintah bisa lebih tegas dan sigap dalam menangani karhutla ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, semoga bisa sigap diantisipasi

      Hapus
  14. Waduh, kalo sampe beneran terjadi lgi, sedih banget lah aku. Cukup pandemi ini sebagai bencana besar tahun ini, jangan sampai ada kebakaran hutan dimanapun itu yang berpotensi terjadi.. aamiin

    BalasHapus