Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Ketahui Beberapa Pendekatan Pola Asuh Remaja Berikut Ini

  

Ketahui Beberapa Pendekatan Pola Asuh Remaja Berikut Ini



Halo, teman deestories. 

Apa kabar? 

Hmm, apakah teman deestories merasa mengasuh anak remaja itu lebih menantang? Ini yang sedang saya alami. Saat si sulung menginjak usia remaja, saya merasa lebih challenging dalam mengasuhnya. Nampaknya, pola asuh yang biasa saya terapkan saat dia masih kanak-kanak sudah tak mempan lagi. Benar adanya, pola asuh anak dan remaja itu berbeda. Anak dan remaja memiliki perkembangannya masing-masing, tentu saja kebutuhan mereka berbeda. Orang tua harus menyesuaikan pola asuh anak sesuai tahap perkembangan usianya. Saya pun berusaha mencari tahu beberapa pendekatan pola asuh remaja yang tepat. Apa saja pendekatan yang digunakan dalam pola asuh remaja? Temukan jawabannya dalam artikel ini, ya! 



Pola Asuh Anak dan Remaja


Pola asuh adalah  sikap dan perilaku orang tua terhadap anak-anaknya dan bagaimana emosi diekspresikan melalui perilaku tersebut. Pola asuh setiap orang tua tentu berbeda. Begitu juga dengan pola asuh anak dan remaja. 


Mengasuh anak bayi ataupun balita tentu berbeda saat mengasuh anak remaja. Banyak penelitian menyebutkan bahwa pola asuh remaja tentu lebih menantang. 


Remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Anak di usia remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Menjalani berbagai perubahan tersebut tidak mudah, sementara identitas, kepribadian, dan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya banyak dipengaruhi oleh masa remajanya. Karakteristik umum remaja ini perlu menjadi perhatian. Orang tua perlu memberikan pola asuh remaja yang baik. 


Pendekatan Pola Asuh Remaja


Apa saja pendekatan yang digunakan dalam pola asuh remaja? Ada beberapa pendekatan pola asuh remaja yang bisa digunakan oleh orang tua, diantaranya:


Pola asuh  authoritative (otoritatif)


Orang tua yang authoritative memiliki harapan yang tinggi untuk berprestasi dan kedewasaan, namun demikian mereka juga hangat dan responsif. Orang tua ini menetapkan aturan dan menegakkan batasan dengan memiliki diskusi terbuka, memberikan bimbingan dan menggunakan penalaran.


Membuat kesepakatan bersama bisa menjadi salah satu contoh pola asuh authoritative. Mengajak anak terlibat dalam menentukan aturan. Dengan demikian anak bisa lebih mudah mematuhi aturan yang ada. 


Orang tua otoritatif penuh kasih sayang dan mendukung. Mereka memberi anak-anak mereka otonomi dan dorongan kemerdekaan. Mereka juga memungkinkan komunikasi dua arah. Pola asuh authoritative ini disebut juga pola asuh yang demokratis. 


Pola asuh authoritarian (otoriter)


Pola asuh authoritarian (otoriter) ini berbeda jauh dengan pola asuh otoritatif. Pada pola asuh ini, orang tua menggunakan disiplin yang keras dan sering kali menggunakan cara yang keras hukuman, seperti hukuman fisik, sebagai cara untuk mengontrol perilaku anak-anak. Metode disiplin mereka bersifat memaksa, yaitu sewenang-wenang, ditaati, mendominasi, dan peduli dengan menandai perbedaan status. 


Orang tua Authoritarian (Otoriter) tidak responsif (peka) terhadap anak-anak mereka kebutuhan dan umumnya tidak mengasuh. Mereka biasanya membenarkan memperlakukan anak-anak mereka sebagai cinta yang keras. Komunikasinya cenderung satu arah, bersifat perintah. 


Pola asuh permisif (indulgent)


Orang tua yang permisif menetapkan sangat sedikit aturan dan batasan dan mereka enggan menegakkan aturan. Orang tua jenis ini hangat dan sangat memanjakan anak tetapi mereka juga tidak suka mengatakan tidak atau tidak mau mengecewakan anak-anaknya.


Hampir tidak ada aturan, anak-anak didorong untuk berpikir sendiri, menghindari hambatan, dan tidak menghargai kesesuaian. Orang tua mengambil pendekatan "lepas tangan", yang memungkinkan anak-anak untuk belajar dari konsekuensi dari tindakan mereka. Perilaku buruk biasanya diabaikan.


Baca Juga : Ini Dia Pola Asuh Remaja yang Baik


Mungkin pola asuh permisif ini bisa membuat anak merasa bebas dalam mengambil keputusan. Namun, jika belum sesuai tahap perkembangannya, tentu anak tidak akan bisa mengambil keputusan yang tepat. Mereka belum tahu mana yang benar mana yang salah. 


Pola asuh neglectful parenting (uninvolved)


Pola asuh neglectful parenting (uninvolved) bisa disebut pengabaian dari orang tua. Pada pola asuh ini, orang tua lalai serta tidak menetapkan batasan yang tegas atau tinggi standar. Mereka acuh tak acuh terhadap kebutuhan anak-anak mereka dan tidak terlibat dalam kehidupan mereka. 


Orang tua yang tidak terlibat ini mungkin memiliki masalah mental sendiri seperti depresi, atau kekerasan fisik atau penelantaran anak ketika mereka adalah anak-anak.


Orang tua mengizinkan anak-anak untuk melakukan apa pun yang mereka ingin lakukan, kapan pun mereka ingin melakukannya, tanpa imbalan atau konsekuensi apa pun atas perilaku mereka. Sehingga, pola asuh ini bisa berkembang menjadi proses pengabaian terhadap anak.


Pendekatan Pola Asuh Remaja yang Baik


Lalu, manakah pendekatan pola asuh remaja yang baik? Tentu saja pola asuh authoritative (otoritatif). Pola asuh authoritative ini sangat cocok untuk anak remaja. 


Remaja ingin pendapatnya dihargai. Mereka juga mulai membangun kemandirian. Melalui pola asuh authoritative ini, remaja bisa menentukan sikapnya dengan bertanggung jawab. Orang tua tetap mendampingi dalam memberikan kebebasan. 


Baca Juga : Ketahui Hubungan Pola Asuh Orang Tua terhadap Kenakalan Remaja


Orang tua dengan jenis gaya pengasuhan ini memberi anak-anak mereka alasan dan penjelasan atas tindakan mereka. Penjelasan memungkinkan anak-anak untuk memiliki rasa kesadaran dan mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai, moral, dan tujuan. Metode disiplin mereka bersifat konfrontatif, yaitu beralasan, dapat dinegosiasikan, berorientasi pada hasil, dan berkaitan dengan mengatur perilaku. 


Ini juga yang coba saya terapkan di rumah. Di rumah kami membuat kesepakatan bersama. Anak juga diberikan kebebasan dalam mengutarakan pendapatnya serta mengambil keputusan sendiri. Namun, saya juga tidak lupa terus memberikan bimbingan, perhatian, dan cinta yang hangat. 


Jadi, bagaimana dengan teman deestories? Dari beberapa pendekatan pola asuh remaja di atas, mana yang mau dilakukan? 


Share di kolom komentar, ya! 


7 komentar

  1. Untuk dekat dengan anak remaja ini memang gak instan.
    Jadi kudu banyak waktu, qtime sampai ngobrol masalah apapun agar memahami karakter anak dan bisa menerapkan pola asuh yang sesuai.

    Garis besarnya, pola asuh orangtua memang gak ada yang ideal.
    Tapi tetep sebagai manusia, apalagi masa-masa puber, gak pernah suka kalau di judge, diperintah dan dikekang. Pasti ujung-ujungnya mereka bakalan mencoba tanpa sepengetahuan orangtua. Begitupun dengan gak ada aturan sama sekali.

    Jadi belajar banyak banget dari artikel Dian.
    Nuhun yaa, Di..

    BalasHapus
  2. kalau aku denger cerita temen-temen, keluarga yang otoriter misalnya seperti keluarga tentara dan sejenisnya, biasanya anak-anaknya terbiasa kayak mandiri, disiplin dan tegas. Konon katanya begitu, mungkin bisa tergantung dari pribadi si anak juga ya

    kadang ada juga yang mungkin si anak melihat tindakan sehari-hari orang tua, jadi kayak niru aja pas udah gede sifatnya. Kayak kalau misalnya ngomong sama orang tua seperti nggak ada santunnya, entah ini karena pengaruh lingkungan atau dari pola asuh

    BalasHapus
  3. Dulu pola asuh ibu Dan bapak saya berbeda, bapak cenderung otoriter, sedangkan ibu lebih cenderung liberal.

    Karena bapak pelaut dan lebih sering gak ada di rumah, jadi tentu saja anak-anaknya mendapat pola asuh dari ibu. Kita diberi kebebasan untuk mengeksplore apapun Tapi tetap dengan beberapa batasan yang sudah ditentukan. Semacam bebas Tapi bertanggung jawab gitu deh

    BalasHapus
  4. Bermanfaat banget ini buat saya yang anaknya masuk usia remaja, jujur agak grogi sih, karena saya nggak punya saudara laki, dan harus urus anak-anak sendiri, padahal laki.
    Kalau ortu saya dulu, bapak saya lebih ke arah otoriter, tapi hanya untuk hal-hal tentang kedisiplinan dan hasil yang baik sih, kalau untuk pilihan hidup, alhamdulillah bapak nggak memaksa :)

    BalasHapus
  5. Menurut saya pola asuh remaja yang baik itu memang berbeda setiap keluarganya karena setiap warga punya peraturan dan budaya yang berbeda. Yang pasti harus tegas tapi juga masih bisa melihat kondisi dan situasi selama tidak melanggar hukum norma agama dan adat masih bisa ditoleransi
    tapi ada satu yang bisa disamakan yaitu konsistensi dalam pola asuhan jangan berubah-rubah secara mendadak karena membuat anak bingung yang pasti Tiap orang tua menginginkan anaknya supaya bisa tumbuh kembang sempurna

    BalasHapus
  6. kalau untuk remaja kayaknya susah ya menerapkan pola otoriter karena remaja umumnya suka memberontak. tapi kayaknya pola asuh remaja ini juga masih berkaitan dengan pola asuh masa kecil ya jadi sebaiknya konsisten dalam menerapkan pola asuh kecuali kalau dirasa pola asuh sekarang tidak baik mungkin bisa dievaluasi lagi

    BalasHapus
  7. aku bahas ini mbak di thesisku, meski ga banyak-banyak banget tapi aku rasa memang uruan pola asuh ini perlu banyak dipelajari oleh para ortu di era saat ini ya. menarik sh meski tiap buday amemang beda-beda juga pola asuhnya

    BalasHapus