Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Berapa Bukber yang Didatangi di Ramadan Tahun Ini?




Tidak terasa Ramadan akan segera pergi. Ada rasa sedih dan kehilangan. Bulan mulia akan segera meninggalkan kita. 


Bagaimana kisah Ramadanmu tahun ini? Berapa bukber yang didatangi di Ramadan tahun ini? 


Kalau saya, tahun ini ada 6 bukber yang saya datangi. Sepertinya ini jumlah paling banyak dalam usia menjelang kepala empat ini. Maklum, semakin tua, circle semakin mengecil. Undangan bukber pun semakin sedikit. Tapi tahun ini lumayan banyak dari tahun-tahun sebelumnya. 


Deretan Bukber yang Didatangi Tahun Ini


Berikut deretan bukber yang saya datangi tahun ini. Bukber dengan berbagai circle yang saya miliki. 


Bukber circle SMA


Bukber pertama saya adalah bersama circle SMA. Bersama dua sahabat baik yang sudah saling mengenal sejak tahun 2002. Kami bukber di tanggal 28 Februari 2026. 



Bukber kali ini dalam rangka merayakan ulang tahun saya ke 39. Lokasi bukber ada di kedai Aceh langganan saya. Kami berbuka dengan nasi goreng dan mie aceh yang lezatnya otentik banget. 


Meski sederhana, kehangatannya sangat terasa. Persahabatan selama 24 tahun ini tetap terjaga. 


Bukber alumni SMANIX 2005


Tanggal 7 Maret 2026, saya menghadiri acara bukber bersama alumni SMAN 9 Surabaya. Bersama teman-teman angkatan 2005, kami berbuka di sebuah hotel yang ada di pusat kota. 


Ah ini bukbernya pecah banget. Super seru! Teman-teman panitia luar biasa. Bisa membuat bukber yang meriah namun penuh kehangatan. 


Berapa Bukber yang Didatangi di Ramadan Tahun Ini?


Senang sekali bertemu lagi dengan teman-teman putih abu-abu. Kami saling bertukar kabar sekaligus nostalgia. Juga mendengarkan beberapa kisah inspirasi alumni. 


Penuh canda tawa dan bertabur hadiah. Pulang dengan perut kenyang dan hati senang. 


Bukber circle SMP


Tak hanya dengan sahabat SMA, saya masih menjalin hubungan dengan sahabat SMP. Circle kami ada tujuh orang. Walau saat bukber hanya berlima. Sebab keduanya masih ada di luar kota dan belum bisa datang. 



Kami bukber tanggal 11 Maret 2026. Kali ini dalam rangka merayakan ulang tahun Retno, salah satu sahabat SMP. 


Baca Juga : Buka Bersama Tidak Seburuk Itu


Ada cerita lucu di bukber ini. Awalnya, bukber direncanakan di Kedai Kopitiam Ah Bang yang terletak di Jalan Ahmad Yani Surabaya. Saya sudah percaya diri tidak melakukan reservasi, eh ternyata saat Retno sudah sampai sana, tempatnya penuh. 


Saya pun segera cari jalan keluar. Memindahkan tempat bukber ke Kedai Kopitiam Ah Bang cabang City of Tomorrow Mall. Dalam perjalanan saya telepon pihak restonya, dan langsung reservasi. Ternyata di cabang tersebut masih ada tempat. Fiuh, akhirnya bisa bukber juga! 


Bukber bersama Sonia


Sonia adalah salah seorang teman yang saya kenal dari klub olahraga. Kami sudah cukup lama saling mengenal. Sonia ini cantik, mantan model. Asli Medan. Sudah saya anggap seperti adik sendiri. Kami terpaut usia 5 tahun. 


Baca Juga : Tips Bukber Tanpa Ribet



Bukber bersama Sonia ini penuh perjuangan. Lha gimana nggak penuh perjuangan, sore itu hujan turun dengan sangat deras. Selepas hujan, terbitlah banjir. 



Tapi, Sonia tak gentar. Dia bahkan sudah berangkat duluan. Saya jadi nggak enak kalau nggak jadi berangkat. 


Setelah satu jam memesan taxi online, akhirnya saya bisa berangkat. Memesan taxi online saat hujan sungguh sulit. Butuh kesabaran tingkat tinggi. 


Kami pun bisa bukber berdua. Bukber sambil update cerita hidup. Hahaha. 


Bukber keluarga


H-2 lebaran, saya bukber di rumah mama yang jaraknya tak jauh, hanya 3 km saja. Bukber bersama mama, adik-adik, dan para keponakan. 


Menu bukber sederhana, makanan rumahan yang dimasak sendiri oleh adik ipar. 


Alhamdulillah, kesederhanaan dalam kehangatan keluarga. 


Bukber circle SMA (lagi) 


Di penghujung Ramadan, saya berbuka kembali dengan genk SMA. Kali ini Thia yang mengundang. Bersama keluarga besarnya, kami bukber di sebuah restoran India terkenal di Surabaya. 



Wah, ini pengalaman baru bagi saya. Bisa menikmati beragam kuliner khas India dengan suasananya. Interior restoran dibuat khas India. Kami makan diiringi lagu India. Bahkan, ada orang India asli di tengah-tengah kami : Anandi, sahabat Thia yang juga ikut bukber. 


Ternyata, tahun ini bukber pertama dan terakhir saya bersama Thia dan Echi, sahabat yang sudah 24 tahun menemani. 


Penutup


Alhamdulillah, hari kemenangan telah tiba. Saya bersyukur bisa menjalani Ramadan tahun ini. 


Tidak hanya bisa beribadah secara khusyuk. Tetapi juga bisa menjalin silaturahmi bersama keluarga dan para sahabat. 


Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi. 


Selamat lebaran ya! 


Mohon maaf lahir dan batin. 


Tidak ada komentar

Posting Komentar