Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Buka Bersama Tidak Seburuk Itu




Beberapa tahun terakhir ini, makna buka bersama alumni sekolah mengalami pergeseran makna. Buka bersama alias bukber dianggap sebagai ajang pamer semata. Bahkan ada pula yang bilang bukber itu cuma akal-akalan kapitalisme. 


Tentu saja stereotip ini membuat banyak orang jadi enggan datang bukber. Apalagi yang merasa belum sukses. Malu datang karena nggak punya apa-apa untuk dipamerkan. 


Bagaimana dengan saya? Apa pandangan saya terhadap acara bukber ini? Apakah saya akan datang jika ada undangan bukber? 


Bukber SMANIX 2005


Bulan Januari lalu, WAG alumni SMAN 9 Surabaya angkatan 2005 ramai. Ternyata, kami akan ada acara bukber. Panitia sudah terbentuk. Tempat sudah di booking. Undangan bukber pun sudah disebar. 


Wah, padahal Ramadan saja belum, eh teman-teman angkatan sudah pada garcep buat acara bukber. Acaranya 7 Maret 2026.


Usut punya usut, panitia sengaja mengundang jauh-jauh hari. Harapannya, agar banyak yang datang. Biar yang di luar kota bisa menyempatkan waktu. Hmm bener juga, sih. Biar nggak dadakan ya. 


Meski sempat berubah tempat, acara bukber pun akhirnya terlaksana. Acaranya di sebuah hotel yang ada di pusat kota Surabaya. 


Datang Sendiri, Siapa Takut


Kalau beberapa tahun lalu saya datang bukber dengan genks waktu SMA, tahun ini saya sendirian. Teman-teman satu genks pada nggak bisa datang. 


Tapi meski sendiri, saya sepertinya kok nggak ragu untuk tetap datang. Saat saya cerita rencana saya datang bukber sendirian tanpa genks, beberapa teman kaget. Mereka menganggap saya terlalu berani. Bisa-bisanya tetap mau datang tanpa circle. 


Hehe, mungkin karena saat SMA saya aktif berorganisasi. Jabatan sebagai Sekretaris Umum OSIS membuat saya sering terlibat dengan teman-teman satu sekolah. Walau tidak semuanya akrab, hampir semuanya saya kenal dan mengenal saya. 


Selain itu, ketua panitia bukber ini ketua kelas saya saat duduk di bangku kelas 3 IPS 2. Pastinya kami cukup akrab, ini juga yang membuat saya sungkan kalau nggak datang. Anak buah pak ketua kok nggak datang. Begitulah isi pikiran saya. 


Jadi, datang bukber sendirian, siapa takut! 


Topik Pembicaraan Saat Bukber


Overall saya angkat topi pada semua jajaran panitia. Betapa meriahnya acara bukber. Banyak games dan doorprize yang membuat acara semakin seru. MC nya juga luar biasa. Nggak cuma jago memandu acara tetapi juga pinter ngelawak. Acara jadi penuh canda. 



Kami semua bisa saling membaur. Bertanya kabar sekaligus terlibat obrolan yang hangat. 


Tidak ada obrolan saling pamer ataupun haus validasi. Nggak ada juga yang mengintimidasi satu sama lain. Semuanya berjalan penuh keakraban. Layaknya saat duduk di bangku putih abu-abu. 


Mungkin karena topik pembicaraan saat bukber itu wajar. Kami saling bertanya kabar. Nggak cuma kabar sendiri, tapi juga kabar teman-teman lainnya. Seperti saya yang ditanya kabar 4 orang teman genks saya. 



Berhubung saya duduk di antara teman-teman yang juga sudah jadi ibu, obrolan kami ya seputar anak-anak. Mulai dari kebiasaan anak-anak generasi alpha yang kadang bikin emak kaget, hingga berbagai pilihan pendidikan seperti yang dibahas dalam blog Tulisandin. Kebetulan pilihan pendidikan anak  teman-teman beragam. Ada yang memilih sekolah konvensional, sekolah berbasis agama, homeschooling, boarding school hingga sekolah blended learning seperti anak-anak saya. 


Baca Juga : Tips Bukber Asyik


Nggak cuma bahas pendidikan anak sih, kami juga saling sharing trick di dapur. Haha, namanya juga ibu-ibu, ya! Bahasannya ya seputar anak dan rumah. 


Kadang kami juga saling bercerita kenangan saat SMA. Mulai dari acara pensi yang seru, keseruan saat menjadi suporter tim basket sekolah, hingga kenangan dengan para guru. 


Semuanya dalam obrolan yang hangat. Nggak ada yang saling pamer ataupun haus validasi. 


Buka bersama alumni sekolah saya menjadi ajang reuni yang hangat. Silaturahmi semakin terjaga. Bahkan kami sepakat akan membuat acara yang lebih besar lagi : REUNI PERAK di tahun 2030 mendatang. 


Penutup


Pada akhirnya, acara buka bersama tak seburuk itu. Tidak semua acara bukber selalu jadi ajang pamer dan mengais validasi. 



Acara bukber bisa menjadi ajang silaturahmi yang hangat. Merekatkan persaudaraan dan menambah relasi serta peluang baru. 


Baca Juga : Reuni, Yes or No ??


Tak rugi saya datang ke acara bukber alumni tahun ini. 


Bagaimana dengan teman-teman? Apa pendapat teman-teman terhadap acara bukber alumni? Bakalan datang atau tidak kalau diundang bukber? 


Tidak ada komentar

Posting Komentar