Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Memilih Laptop di 2026 Bukan Cuma Soal Spek: Pengalaman Melihat ASUS No.1 Quality & Service


Dulu, kalau ditanya bagaimana cara memilih laptop, jawaban saya mungkin sederhana.

Lihat prosesornya.

RAM-nya berapa.

Storage-nya berapa.

Lalu yang paling penting: harganya masuk budget atau tidak.

Selesai.

Tapi semakin sering menggunakan laptop untuk berbagai aktivitas, saya mulai merasa ada satu hal yang sering terlupakan ketika kita membicarakan perangkat kerja.

Bagaimana pengalaman kita setelah laptop itu dibawa pulang?

Karena laptop bukan barang yang hanya dipakai sesekali.

Ia bisa menemani pekerjaan dari pagi, dipakai membuat konten, mengikuti meeting online, browsing, mengolah dokumen, sampai menemani menonton film setelah semua pekerjaan selesai.

Belum lagi sekarang kita sudah masuk ke era ketika AI semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Jadi ketika saya mendapat kesempatan mengikuti ASUS Media Gathering di Hotel JW Marriott Surabaya pada 10 September 2026, saya tidak hanya melihat laptop ASUS dari balik meja display.

Saya bisa melihat berbagai produknya lebih dekat.

Bahkan, ada satu sesi yang cukup membuat saya penasaran: demonstrasi durability laptop ASUS.

Dan di situlah saya mulai melihat bahwa memilih laptop ternyata memang tidak cukup hanya melihat spesifikasi.

Melihat langsung bagaimana laptop ASUS diuji

Salah satu pengalaman yang paling menarik bagi saya dalam acara tersebut adalah ketika peserta mendapatkan kesempatan melihat sekaligus mencoba langsung durability laptop ASUS.

Kalau biasanya kita melihat klaim ketahanan laptop dari brosur atau website, kali ini saya melihatnya di depan mata.

Laptop tersebut diuji dengan cara yang bagi saya cukup ekstrem.

Laptop diinjak. 

Kemudian dibanting dalam sesi demonstrasi durability.

Jujur, sebagai orang yang terbiasa memperlakukan laptop dengan hati-hati, melihat laptop diperlakukan seperti itu membuat saya ikut deg-degan. 

Naluri saya malah berkata,

“Eh, itu laptop beneran, kan?”

Tetapi justru pengalaman seperti ini yang membuat informasi tentang durability terasa lebih nyata.

ASUS memang menempatkan ketahanan produk sebagai salah satu bagian dari konsep No.1 Quality & Service. Laptop ASUS telah melalui pengujian berdasarkan standar MIL-STD-810H, termasuk pengujian terhadap getaran, guncangan, dan kondisi suhu ekstrem.

Tapi, bukan berarti setelah melihat demonstrasi tersebut kita boleh memperlakukan laptop sembarangan.

Bukan itu poinnya.

Bagi saya, demonstrasi tersebut justru menunjukkan bahwa ketika memilih laptop untuk digunakan setiap hari, durability layak menjadi salah satu pertimbangan.

Apalagi kalau laptop sering dibawa bepergian.

Masuk tas.

Keluar tas.

Dibawa ke kantor.

Dipakai di rumah.

Mungkin berpindah ke coworking space atau kafe.

Semakin mobile aktivitas kita, semakin besar pula kemungkinan laptop menghadapi berbagai kondisi yang tidak ideal.

Laptop bagus itu bukan cuma soal spesifikasi

Pengalaman di ASUS Media Gathering tersebut membuat saya kembali pada pertanyaan awal.

Sebenarnya apa yang kita cari ketika membeli laptop?

Menurut saya, jawabannya semakin luas pada 2026.

Laptop sekarang bukan sekadar perangkat untuk mengetik dokumen. 


Baca Juga : ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Bisnis yang Siap Diajak Kerja Keras di Era AI


Kita menggunakannya untuk bekerja dari berbagai tempat, membuat presentasi, mengedit foto dan video, mengikuti meeting, mencari informasi, sampai memanfaatkan berbagai aplikasi berbasis AI.

Artinya, laptop harus bisa mengikuti ritme penggunanya.

Tetapi ada satu pertanyaan lain yang tidak kalah penting.

Bagaimana kalau laptop mengalami masalah?

Pertanyaan ini mungkin baru muncul ketika kita sudah mengalaminya sendiri.

Ketika layar bermasalah.

Ketika keyboard terkena tumpahan.

Ketika laptop perlu dibersihkan atau diperiksa.

Atau ketika kita sedang membutuhkan perangkat itu untuk bekerja tetapi harus masuk service center.

Di sinilah saya mulai melihat bahwa kualitas produk dan layanan purnajual sebenarnya adalah satu paket.

Melalui konsep ASUS No.1 Quality & Service, ASUS tidak hanya membawa pesan mengenai kualitas laptop, tetapi juga perlindungan dan layanan bagi penggunanya.

ASUS menyebut memiliki jaringan layanan di 141 service center di seluruh Indonesia. Mau keluar negeri? Aman! Ada service centre ASUS di luar negeri.

Buat saya, informasi seperti ini baru terasa penting ketika membayangkan laptop sebagai teman kerja sehari-hari.

Karena ketika perangkat bermasalah, waktu juga ikut menjadi pertaruhan.

Bukan cuma soal garansi, tetapi juga perlindungan

Salah satu bagian dari ASUS No.1 Quality & Service yang menarik perhatian saya adalah perlindungan terhadap kerusakan akibat kelalaian pengguna.

Namanya ASUS VIP Perfect Warranty untuk lini produk yang memenuhi ketentuan program.

Perlindungan ini memberikan cakupan terhadap Accidental Damage Protection, dengan biaya perbaikan dan suku cadang yang ditanggung sesuai ketentuan program.

Yang menurut saya penting adalah kita sebagai calon pembeli perlu membaca detail perlindungan sesuai model laptop yang dipilih.

Jangan hanya bertanya:

“Garansinya berapa tahun?”

Tetapi juga:

“Apa saja yang dilindungi?”

“Bagaimana kalau terjadi kerusakan akibat penggunaan?”

“Di mana saya bisa mendapatkan layanan?”

Karena kebutuhan setiap pengguna tentu berbeda.

Bagi seseorang yang hanya menggunakan laptop sesekali di rumah, pertimbangannya mungkin berbeda dengan pekerja yang setiap hari membawa laptop ke berbagai tempat.

Laptop juga perlu dirawat

Ada satu layanan ASUS yang menurut saya menarik: Laptop Spa.

Namanya memang terdengar seperti laptop sedang diajak relaksasi. 

Namun konsepnya sebenarnya sederhana, yaitu layanan pembersihan dan perawatan ringan.

ASUS juga memiliki layanan Fastlane untuk memprioritaskan pengecekan dan perbaikan serta dukungan biaya pengiriman produk untuk layanan yang memenuhi ketentuan.

Saya jadi berpikir, selama ini kita sering rajin merawat smartphone.

Dibersihkan.

Dipasang casing.

Dijaga supaya tidak jatuh.

Tapi laptop?

Sering kali dipakai terus-menerus sampai debu menumpuk dan baru diperhatikan ketika performanya mulai terasa berbeda.

Padahal perangkat yang menemani pekerjaan setiap hari juga membutuhkan perhatian.

Buat saya, keberadaan layanan seperti ini menjadi pengingat bahwa pengalaman memiliki laptop sebenarnya tidak berhenti ketika transaksi selesai.

Ketika laptop mulai semakin dekat dengan AI

Hal lain yang menurut saya menarik dari perkembangan laptop ASUS 2026 adalah semakin dekatnya AI dengan aktivitas sehari-hari.

AI sekarang bukan lagi sesuatu yang hanya kita buka melalui browser. 


Baca Juga : Laptop ASUS AI, Kerja Jadi Makin Pintar dan Mudah

Pada sejumlah laptop ASUS terbaru, teknologi AI hadir melalui Neural Processing Unit atau NPU yang dirancang untuk menangani beban kerja AI secara lebih efisien.

Performa NPU pada laptop ASUS AI  mencapai 45+ TOPS, bahkan ada varian yang mencapai 80 TOPS NPU.

Bagi pengguna sehari-hari, angka TOPS mungkin terdengar sangat teknis.

Saya pun tidak akan pura-pura menghitung TOPS sambil minum kopi. 

Yang lebih menarik justru apa yang bisa dilakukan dengan kemampuan tersebut.

Membantu produktivitas.

Mendukung pekerjaan kreatif.

Menjalankan fitur AI secara lokal.

Dan membuat laptop semakin siap menghadapi pola kerja yang berubah.

ASUS juga menghadirkan Omni Virtual Assistant, yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI secara lokal tanpa selalu membutuhkan koneksi internet.

Buat saya, ini menunjukkan bahwa laptop AI bukan sekadar label baru.

Ada perubahan cara kita berinteraksi dengan perangkat.

Tapi setelah bicara soal AI, saya tetap tertarik pada warna

Nah, ini bagian yang mungkin terdengar sederhana.

Tetapi justru menyenangkan.

Karena setelah bicara tentang durability, warranty, service, AI, dan performa, ASUS juga membawa konsep Pick Your Vibe.

Konsepnya sederhana: performa dan kebutuhan tetap penting, tetapi pengguna juga bisa memilih perangkat dengan warna yang sesuai karakter.

Dalam acara tersebut, saya bisa melihat langsung berbagai pilihan laptop dan warna ASUS.

Dan ternyata memang ada perbedaan rasa ketika melihat produk secara langsung dibandingkan hanya melihat fotonya di layar.

Ada warna yang terlihat lebih profesional.

Ada yang lebih playful.

Ada juga yang menurut saya cocok untuk pengguna yang ingin perangkat kerjanya terasa lebih personal.

ASUS Vivobook 14: laptop kerja terbaik dengan pilihan warna

Salah satu lini yang menarik perhatian saya adalah ASUS Vivobook 14.

ASUS memosisikan Vivobook 14 sebagai Laptop Kerja Terbaik, dengan berbagai pilihan konfigurasi dan warna.

Untuk ASUS Vivobook 14 (A/M1407), misalnya, tersedia tiga pilihan warna pada masing-masing model, termasuk Cool Silver, Platinum Gold, dan Quiet Blue.

Sementara ASUS Vivobook 14 (A1404VAP) juga hadir dengan pilihan Cool Silver, Terra Cotta, dan Quiet Blue.

Baca Juga : Laptop Gaming ASUS Terbaru, Tipis dan Berteknologi AI

Saya suka konsep ini karena laptop akhirnya tidak harus selalu tampil dengan kesan “perangkat kerja” yang kaku.

Apalagi sekarang kita membawa laptop ke banyak tempat.

Ke kantor.

Ke coworking space.

Ke kampus.

Ke kafe.

Bahkan mungkin ke ruang keluarga di rumah.

Jadi wajar kalau ada yang ingin laptopnya bukan hanya sesuai kebutuhan, tetapi juga terasa “gue banget.”

ASUS Vivobook Go 14 untuk kebutuhan pelajar

Sementara itu ada ASUS Vivobook Go 14 (E1404) yang ditujukan untuk kebutuhan pelajar.

Laptop ini diposisikan sebagai Laptop Pelajar Terbaik, dengan tiga pilihan warna yang tersedia: Cool Silver, Grey Green, dan Mixed Black.

Bagi pelajar, laptop bukan hanya digunakan untuk mengerjakan tugas.

Ada browsing.

Kerja kelompok. 

Presentasi.

Membuat berbagai proyek sekolah atau kuliah.

Sampai hiburan.

Karena itu, laptop yang bisa mengikuti aktivitas harian tentu menjadi pertimbangan tersendiri.

Jadi, apa yang sebenarnya perlu dilihat ketika memilih laptop?

Setelah mengikuti ASUS Media Gathering dan melihat langsung berbagai produk serta layanan yang ditawarkan, saya semakin merasa bahwa memilih laptop memang tidak bisa hanya menggunakan satu parameter.

Ada yang membutuhkan laptop untuk bekerja.

Ada yang membutuhkan perangkat untuk kuliah.

Ada yang membuat konten.

Ada yang membutuhkan kemampuan AI.

Ada yang lebih mengutamakan mobilitas.

Dan ada juga yang ingin laptopnya punya desain dan warna yang sesuai dengan kepribadian.

Jadi, sekarang saya akan melihat beberapa hal berikut sebelum memilih laptop.

1. Apakah performanya sesuai kebutuhan?

Jangan membeli spesifikasi tinggi hanya karena terlihat keren.

Pilih kemampuan yang memang akan digunakan.

2. Bagaimana kualitas dan ketahanannya?

Laptop yang dipakai setiap hari akan menghadapi banyak situasi.

Pengalaman melihat demonstrasi durability ASUS secara langsung di acara media gathering membuat saya semakin menyadari bahwa aspek ketahanan layak masuk daftar pertimbangan.

3. Bagaimana perlindungan setelah membeli?

Periksa jenis garansi dan perlindungan yang berlaku pada model yang dipilih.

Jangan menganggap semua lini memiliki ketentuan yang sama.

4. Bagaimana layanan purna jualnya?

Jumlah service center, layanan perbaikan, dukungan pengiriman, hingga layanan seperti Fastlane dan Laptop Spa bisa menjadi pertimbangan.

5. Apakah laptopnya sesuai dengan gaya kita?

Ini mungkin bukan faktor paling penting.

Tetapi menyenangkan kalau perangkat kerja juga terasa personal.

Di sinilah konsep Pick Your Vibe menjadi menarik.

Pada akhirnya, saya mencari laptop yang bisa mengikuti hidup saya

Mungkin ini perubahan cara berpikir saya ketika memilih laptop.

Dulu saya lebih banyak bertanya:

“Speknya apa?”

Sekarang pertanyaannya menjadi lebih panjang.

“Bisa mendukung pekerjaan saya?”

“Cukup tangguh untuk mobilitas sehari-hari?”

“Bagaimana layanan setelah membeli?”

“Bagaimana perlindungannya?”

“Sudah siap untuk kebutuhan AI?”

Dan, ya...

“Warnanya ada yang saya suka nggak?” 

Karena laptop di 2026 bukan lagi sekadar benda yang diletakkan di atas meja.

Ia menjadi bagian dari cara kita bekerja, belajar, berkarya, berkomunikasi, bahkan menjalani keseharian.

Pengalaman mengikuti ASUS Media Gathering di JW Marriott Surabaya pada 10 September 2026 membuat saya melihat satu hal dengan lebih jelas.

Memilih laptop ternyata bukan hanya tentang menemukan perangkat dengan spesifikasi yang paling tinggi.

Tetapi menemukan perangkat yang kualitasnya bisa dipercaya, punya perlindungan dan layanan yang jelas, siap mengikuti perkembangan AI, sekaligus sesuai dengan kebutuhan dan gaya penggunanya.

Jadi kalau sekarang sedang mencari laptop baru, mungkin sudah waktunya melihat lebih jauh dari sekadar angka spesifikasi.

Lihat juga quality-nya.

Lihat service-nya.

Lihat perlindungannya.

Lihat kemampuan AI-nya.

Dan kalau bisa...

pilih yang sesuai dengan vibe kamu.

Itulah yang saya tangkap dari konsep ASUS No.1 Quality & Service dan Pick Your Vibe setelah melihat dan mencoba langsung berbagai pengalaman yang ditawarkan ASUS.

Karena laptop yang baik bukan hanya tentang apa yang bisa dilakukannya.

Tetapi juga tentang seberapa nyaman kita menjalani banyak hal bersamanya.


24 komentar

  1. Haha, bener Mbak, saya dan suami yg selalu menempatkan laptop seperti barang pecah belah, dalam arti sangat dijaga supaya tidak kena benturan sedikit pun kini setelah melihat Asus dengan segala kecanggihan nya itu dalam ketahanan jadi berasa oh, ternyata kalau laptop Asus mah sultan alias bebas... Hehe...

    ASUS memang menempatkan ketahanan produk sebagai salah satu bagian dari konsep nomor satu dalam quality dan service nya ya.

    Laptop ASUS telah melalui pengujian berdasarkan standar MIL-STD-810H, termasuk pengujian terhadap getaran, guncangan, dan kondisi suhu ekstrem. Makanya gak heran kalau laptop ini tuha tahan banting tahan air

    BalasHapus
  2. Durability-nya oke banget ini, soalnya daku pernah tes uji coba juga hehe.
    diapain aja masih cakep buat dioperasikan, keren sih Laptop ASUS. Jadinya buat yang mobilitas tinggi cocok punya ini, plusnya urusan layanan servisnya bisa diandalkan

    BalasHapus
  3. Aku juga pengguna ASUS dan sejauh ini merasa puas dengan kinerjanya apalagi ASUS juga punya banyak gerai dan CS nya juga banyak pas waktu beli kmrn juga sempat kagum wow teknisinya ASUS segini banyak dan gercep semua menghandle setiap keluhan customer nya..
    Dan setelah baca in aku kepincut sama warnanya yang sekarang unyu2 yaaa gak cuma hitam silver yang cenderung cowo tapi sekarang ada warna lain yang lebih feminim menurutku :)

    BalasHapus
  4. Bener banget. 8 tahun yang lalu, aku memilih laptop base on: RAM, penyimpanan, ketahanan. Udah berhenti di situ aja. Nah, tahun-tahun sekarang, ternyata nggak cukup milih laptop karena tiga hal dasar aja.

    Aku bersyukur sih karena ASUS ini selalu inovatif dan all out saat membuat produk. Bahkan konsep ASUS No.1 Quality & Service dan Pick Your Vibe, sangat relevan dengan kebutuhan era sekarang. Kita butuh laptop yang tangguh, sat-set, desain bagus, bobot ringan, dan yang punya layanan service purna jual maksimal & mumpuni. Juara sih ASUS. apalagi pilihan desain dan warna laptopnya makin beragam.

    BalasHapus
  5. Namanya kita selalu bekerja dengan tulisan dan internet, maka syarat utama memang memiliki laptop dengan spesifikasi gahar. Ya, seperti laptop ASUS yang diulas ini. Kalau ada kemampuan membeli, tidak ada salahnya memiliki. Toh, untuk investasi dan memudahkan kerja kita. Ya kan?

    BalasHapus
  6. milih laptop sekarang emang nggak cukup cuma ngandelin spek tinggi di atas kertas. Pengalaman lihat langsung demo banting dan injak kemarin beneran ngebuka mata kalau durability itu penting banget buat yang mobilitasnya tinggi.
    Apalagi urusan garansi sama layanan purna jual kayaknya sering banget kelewatan padahal krusial banget pas lagi butuh. Ditambah fitur AI sekarang makin ngebantu kerjaan harian jadi satset.
    Jadi penasaran pengen nyoba langsung pilihan warnanya biar pas dibawa nongkrong tetep asik.

    BalasHapus
  7. Klaim No. 1 Quality & Service memang bukan sembarang klaim, tapi ada hal-hal yang bisa kita lihat dan rasakan langsung. Salah satunya lewat durability test yang ditampilkan di acara-acara gathering, di hadapan media, blogger, dan content creator. Jadi, semakin banyak orang yang bisa melihat sendiri bagaimana ketangguhan produk ASUS.

    Kalau aku sih, yes, laptop memang harus tangguh. 😁 Apalagi kalau dipakai setiap hari dan dibawa ke mana-mana. Penting banget punya laptop yang bisa diandalkan dalam berbagai situasi dan kondisi, bukan cuma punya spek bagus di atas kertas.

    BalasHapus
  8. Lihat gambar laptop yang diinjek serasa ikut ngilu, takut kenapa-kenapa dengan laptopnya. Eh, ternyata laptopnya baik-baik saja, ya :) memang keren sih Asus ini, ga ada lawan.

    Poin yang juga menarik dari Asus adalah selalu menciptakan beragam laptop sesuai kebutuhan segmen konsumennya, mulai dari pelajar, pekerja, seniman, sampai laptop untuk gamer pun tersedia dengan fitur dan spek yang memanjakan sesuai peruntukan bidang masing-masing

    BalasHapus
  9. Saya dari dulu kalau beli laptop yaaa Asus deh. Seiring perkembangan zaman ternyata ASUS makin kereen aja nih. daya tahannya hebat banget sampe dibanting dan diinjak pun gak apa-apa. Kereen. Dengan service center yang mencapai 141 di seluruh Indonesia..makin menambah tenang aja kalau ada apa² tenang karena pusat service nya banyak. Mantep deh ASUS

    BalasHapus
  10. Sepakat, laptop itu dah seperti partner hidup, ga hanya mendukung kerja tapi seberapa nyaman saat menggunakan nya. Suka dengan konsep pick your vibe yang disediakan Asus. Pengguna jadi bisa memilih sendiri aksen apa yang sesuaai keinginan

    BalasHapus
  11. Kalau urusan service Asus nomor 1 jadi tenang membeli laptop ini karena bukan hanya saja laptopnya bagus dengan kualitas terbaik tapi service-nya juga juara dan sangat bisa diandalkan sehingga membuat nilai tambahnya menjadi makin banyak

    BalasHapus
  12. Seru banget bisa ikutan ASUS Media Gathering. Jadi bisa lihat dan turut dan tes ketahanan laptop. Keren sih laptop ASUS sekarang. Durabilitynya nggak diragukan lagi. Perasaan jadi lebih aman kalau punya laptop setngguh ini. Belum lagi layanan aftersalesnya yang lengkap.

    BalasHapus
  13. Bagian laptop diinjak dan dibanting itu bikin saya ikut deg-degan membacanya, Mbak .....Biasanya kita justru panik kalau laptop tersenggol sedikit saja. Tapi dari demonstrasi tersebut jadi bisa melihat bahwa ketahanan perangkat memang penting, terutama untuk yang mobilitasnya tinggi. Memilih laptop ternyata urusannya bukan cuma “spek tinggi dan harga cocok”, tetapi layanan setelah pembelian juga perlu diperhatikan. Apalagi laptop sekarang dipakai untuk macam-macam kebutuhan, termasuk pekerjaan dan aktivitas berbasis AI.

    BalasHapus
  14. Ternyata makin dipikir-pikir, memilih laptop memang sekarang agak mirip memilih teman kerja ya mbak Dian. Bukan cuma harus pintar dan kencang, tapi juga tahan diajak kerja ke mana-mana dan kalau lagi bermasalah ada yang bisa dihubungi. 😄

    Aku malah tertarik sama bagian Laptop Spa. Selama ini laptop biasanya baru “diperhatikan” ketika sudah mulai lemot atau kipasnya bunyi kayak mau take off. 😂 Padahal kalau dipakai setiap hari buat kerja, bikin konten, meeting sampai browsing, ya memang harus dirawat juga.

    Dan aku setuju banget dengan poin spek tinggi belum tentu jadi pertimbangan utama. Buat pekerja yang hidupnya bergantung pada laptop, durability, layanan purna jual, perlindungan, sampai kemampuan AI sekarang memang mulai sama pentingnya.

    Soal pilihan warna juga menarik. Setelah ngomongin NPU, TOPS, MIL-STD, garansi dan service center, ternyata ujung-ujungnya tetap: “Ada warna yang gue suka nggak?” 😂

    BalasHapus
  15. Setiap ngeluarin produk baru ASUS selalu berhasil bikin aku mupeng. Soalnya atuh speknya best banget. Apalagi pelayanan setelah pembeliannya oke banget. Semoga soon bisa upgrade ASUS baru.. ExpertBook ga nolak banget >...<

    BalasHapus
  16. Kalau ASUS emang belakangan ini salah satu yang dijual adalah service-nya yaa. Jangankan laptop baru, aku punya laptop lama tu sempat error batereinya, aku bawa ke Asus center dicek dan cukup OK. Durabilitas baterei OK juga. Pelayanannya mantul.
    Apalagi buat laptop2 yang terbaru ini yaa lebih OK lagi pastinya.
    Suka sama laptop2 terbarunya deh, nggak cuma bodynya yang kuat dan cakep tapi fitur2nya juga makin OK yaa.

    BalasHapus
  17. Kalau saya dulu milih laptop karena merknya mba he...he...seperti korban iklan jadinya. tapi memang mencari referensi detail sih, tanya-tanya ke user yang sudah lama pakai merk itu. Alhamdulillah karena terpengaruh kakak jadinya sampai sekarang tetap setia dengan Asus.

    BalasHapus
  18. Asus emang juara selain speknya keren , durabilitynya dong King banget sampai bisa diinjek dan dibanting. Jujur saya yang biasa memperlakukan laptop seperti barang pecah belah jadi ikut degdegan bacanya.

    BalasHapus
  19. Kok bisa ya diinjek dibanting keren ya asus bisa memberikan yang terbaik bagi pengguna

    BalasHapus
  20. Akupun kalau mau beli laptop pasti ngecek spesifikasi teknisnya, mbak dan disesuaikan juga dengan uang yang ada. Tapi kalau uang tak berseri boleh lah ya beli seri ASUS yang ini yang tahan beban dan sudah memiliki fitur AI juga yang sangat bermanfaat di era seperti sekarang

    BalasHapus
  21. Asus emang bagus banget si laptopnya ya. waktu itu aku ikut juga ke acara asus, itu saking bagusnya dibanting, di tumpuk beban segala macem, adem ayem aja ga ada masalah. mantep lah asus.

    BalasHapus
  22. Kalau Asus aku nggak ragu mbak, selama ini udah jadi penggemarnya.Asus hampir 15 tahun... Salah satu produk yang tahan banting karena sertifikasi military gradenya itu...

    Mau laptop flagshipnya pun nggak diragukan ketahannya baterai dan bodynya mbak..

    Aku lho baru denger ada istilah laptop SPA. Cem kita² yang butuh relaksasi. hihihi.. Cuma emang perlu juga dibawa ker service senter buat spanya atau minimal dibersihkan dari debu, biar laptop betah lama² di tangan. Alias awet ... 💞💞

    BalasHapus
  23. ASUS makin canggih ya, semoga aku juga ada rezeki untuk upgrade ya

    BalasHapus
  24. Someday, saya akan punya salah satu dari warna ASUS yang ada di sana itu Mbak
    Berharap dapat hadiah kemenangan hehe
    Tapi saya percaya kalau beli sendiri pasti akan dijaga lebih baik karena harganya juga gak murah

    BalasHapus