Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Bisnis yang Siap Diajak Kerja Keras di Era AI



ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Bisnis yang Siap Diajak Kerja Keras di Era AI


Sebagai blogger, laptop adalah salah satu perangkat yang paling sering menemani saya bekerja.

Menulis artikel, mengolah foto, membuat konten, mengikuti meeting online, membuka banyak tab browser, sampai mengejar deadline ketika sedang berada di luar rumah. Bisa dibilang, laptop adalah salah satu “teman kerja” yang hampir selalu ada di dekat saya.

Karena itu, ketika mendapat kesempatan melihat ASUS ExpertBook P5 G2 secara langsung dalam acara Surabaya Media Gathering di Hotel Morazen Surabaya, 27 Agustus 2026, saya tidak hanya penasaran dengan spesifikasinya.

Saya justru ingin melihatnya dari perspektif yang sedikit berbeda.

Kalau laptop ini digunakan untuk kebutuhan perusahaan, apa yang membuatnya menarik?

Sebab ketika sebuah perusahaan membeli laptop untuk karyawan, pertimbangannya tentu tidak sesederhana memilih perangkat dengan prosesor paling kencang atau harga paling murah.

Ada produktivitas yang harus dijaga.

Ada mobilitas karyawan.

Ada keamanan data perusahaan.

Ada durabilitas perangkat.

Ada kebutuhan upgrade di masa depan.

Dan tentu saja, ada layanan purna jual yang ikut menentukan seberapa optimal investasi perangkat tersebut.

Dari sinilah saya mulai melihat ASUS ExpertBook P5 G2 sebagai laptop bisnis, bukan sekadar laptop untuk bekerja sehari-hari.

Laptop Bisnis Tidak Cukup Hanya Kencang

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Bisnis yang Siap Diajak Kerja Keras di Era AI


Dunia kerja sekarang semakin kompleks.

Seorang karyawan bisa saja membuka spreadsheet berukuran besar sambil melakukan video conference, mengakses cloud, menjalankan aplikasi bisnis, membuka banyak browser, hingga menggunakan berbagai fitur berbasis AI dalam waktu yang bersamaan.

Karena itu, performa tetap menjadi fondasi.

ASUS ExpertBook P5 G2 hadir dengan pilihan prosesor hingga AMD Ryzen™ AI 9 HX 470, dengan 12 core dan 24 thread, kecepatan hingga 5,2 GHz, serta kemampuan NPU hingga 55 TOPS pada varian tertentu. Untuk pilihan lainnya tersedia AMD Ryzen™ AI 7 445 dan AMD Ryzen™ AI 5 330.

Performanya didukung TDP hingga 45W dan teknologi pendinginan ASUS ExpertCool, yang dirancang untuk membantu menjaga performa tetap stabil.

Bagi saya sebagai blogger, performa seperti ini tentu memberikan keleluasaan ketika harus multitasking.

Tetapi kalau dilihat dari sisi korporasi, ada manfaat lain yang menurut saya lebih penting.

Karyawan tidak harus terus berhadapan dengan laptop yang mulai kewalahan ketika beban pekerjaan bertambah.

Dan ASUS tidak berhenti pada performa bawaan.

ExpertBook P5 G2 menyediakan dua slot SO-DIMM dengan dukungan RAM hingga 96GB DDR5. Untuk penyimpanan, tersedia dua slot M.2 PCIe 4.0 dengan kapasitas total hingga 3TB.

Menurut saya, kemampuan upgrade ini menarik jika dikaitkan dengan kebutuhan perusahaan.

Sebab perusahaan membeli laptop bukan hanya untuk kebutuhan hari ini.

Data akan bertambah. Aplikasi bisa semakin berat. Pemanfaatan AI juga kemungkinan semakin luas.

Dengan kemampuan upgrade RAM dan storage, perangkat memiliki ruang untuk mengikuti perkembangan tersebut.

Jadi, upgradeability bukan sekadar bicara soal hardware. Ini juga bicara tentang umur investasi perangkat.

AI yang Membantu Pekerjaan, Bukan Sekadar Pajangan

Ada satu kata yang sekarang hampir selalu muncul ketika membicarakan laptop baru:

AI.

Tapi saya pribadi lebih tertarik pada pertanyaan:

“AI-nya bisa membantu pekerjaan apa?”

Bukan sekadar berapa besar angka TOPS yang dimiliki.

ASUS ExpertBook P5 G2 menghadirkan ASUS MyExpert, sebuah platform AI terpadu yang membantu berbagai pekerjaan, termasuk penulisan dan email berbasis AI serta pembuatan rangkuman hasil rapat secara otomatis.

Laptop ini juga mendukung Windows Copilot+ PC melalui NPU khusus, dengan berbagai kemampuan AI yang dapat mendukung otomatisasi alur kerja, pencarian dokumen, hingga terjemahan bahasa secara real-time.

Coba bayangkan seorang sales yang dalam satu hari harus bertemu beberapa klien.

Pagi meeting dengan klien pertama.

Siang berpindah ke lokasi berikutnya.

Sore masih ada meeting lagi.

Setelah itu, masih ada pekerjaan administratif yang menunggu: membuat catatan meeting, menyusun email follow-up, merangkum pembahasan, dan mengirimkan hasilnya kepada tim.

Jika sebagian pekerjaan tersebut dapat dibantu AI, waktu karyawan bisa dialihkan untuk pekerjaan yang membutuhkan pemikiran dan pengambilan keputusan.

Inilah alasan saya melihat AI pada laptop bisnis bukan sekadar gimmick.

Nilainya justru terletak pada bagaimana teknologi tersebut bisa membantu membuat pekerjaan lebih efisien.

Ringan, Tapi Tidak Ringkih


ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Bisnis yang Siap Diajak Kerja Keras di Era AI


Laptop bisnis akan sering berpindah tempat.

Dari meja kantor ke ruang meeting.

Dari kantor ke rumah.

Dari rumah ke lokasi klien.

Bahkan ikut perjalanan dinas.

Sebagai blogger, saya cukup akrab dengan situasi tersebut. Laptop masuk tas, dibawa ke acara, dikeluarkan lagi, kemudian masuk tas lagi.

Kalau perangkatnya berat, lama-lama terasa.

ASUS ExpertBook P5 G2 memiliki bobot mulai 1,27 kg.

Ringan untuk dibawa, tetapi bukan berarti dibuat ringkih.

Justru salah satu hal yang menarik dari laptop ini adalah bagaimana ASUS mencoba menggabungkan mobilitas dan durability.

Tahan Air, Tahan Banting, dan Siap Diajak Kerja Keras

Kalau laptop digunakan oleh karyawan setiap hari, menurut saya ada satu faktor yang tidak boleh dilewatkan:

durability.

Coba bayangkan rutinitas laptop milik seorang karyawan.

Setiap pagi dimasukkan ke dalam tas.

Dibawa naik kendaraan.

Diletakkan di meja meeting.

Berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain.

Kemudian dibawa pulang.

Besoknya mengalami siklus yang sama lagi.

Belum lagi kalau pekerjaan mengharuskan karyawan melakukan perjalanan dinas atau bekerja di berbagai lokasi.

Risiko laptop terbentur, terkena guncangan, atau bahkan terkena tumpahan minuman selalu ada.

Karena itu, saya cukup tertarik dengan konstruksi ASUS ExpertBook P5 G2 yang menggunakan sasis aluminium solid.

Material tersebut membuat laptop tetap kokoh sekaligus mempertahankan bobot mulai 1,27 kg.

Durabilitasnya juga diperkuat dengan sertifikasi standar militer AS MIL-STD-810H. Laptop ini diuji menghadapi berbagai kondisi ekstrem, termasuk getaran, suhu ekstrem, dan guncangan.



ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Bisnis yang Siap Diajak Kerja Keras di Era AI


Selain itu, desainnya diuji untuk menghadapi penggunaan berat, tumpahan cairan, serta benturan dalam pengujian internal.

Sederhananya, ringan dibawa, tetapi siap diajak kerja keras.

Bahkan dari sisi keyboard, ASUS memberikan perlindungan terhadap tumpahan cairan hingga 66cc, dengan full-size keyboard, key travel 1,5 mm, dan backlit.

Buat saya sebagai blogger, laptop tangguh tentu memberikan rasa tenang ketika harus bekerja mobile.

Namun bagi perusahaan, manfaatnya bisa jauh lebih besar.

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki puluhan atau bahkan ratusan laptop yang digunakan karyawan setiap hari.

Sales keluar-masuk kantor klien.

Konsultan berpindah kota.

Teknisi bekerja di berbagai lokasi.

Tim operasional bergerak dari kantor ke gudang.

Dalam kondisi seperti itu, laptop dengan durability tinggi bukan sekadar nilai tambah.

Durability adalah bagian dari investasi.

Karena perangkat yang dirancang untuk menghadapi penggunaan berat memiliki peluang lebih baik untuk mendukung produktivitas dalam jangka panjang.

Baterai 70Wh untuk Pekerja yang Tidak Bisa Diam di Satu Tempat

Laptop sudah ringan.

Sudah tangguh.

Tapi bagaimana kalau baterainya cepat habis?

ASUS ExpertBook P5 G2 membawa baterai hingga 70Wh, 4-cell Li-Polymer, dengan klaim daya tahan hingga 22,5 jam untuk penggunaan aplikasi Office pada umumnya.

ASUS juga menyediakan adapter USB-C 90W dengan kemampuan pengisian hingga 65% dalam 49 menit.

Bagi pekerja mobile, ini cukup relevan.

Pagi meeting di kantor.

Siang bertemu klien.

Sore menyelesaikan laporan.

Tidak selalu ada kesempatan untuk duduk dekat stop kontak.

Dengan baterai besar dan kemampuan fast charging, aktivitas kerja bisa menjadi lebih fleksibel.

Tentu, daya tahan aktual tetap dapat berbeda tergantung konfigurasi dan pola penggunaan.

Tidak Perlu Repot Membawa Banyak Dongle

Ada satu aksesori laptop yang menurut saya sering baru terasa penting ketika kita sudah berada di lokasi meeting:

dongle.

Sudah membawa laptop, charger, mouse, masih harus membawa adaptor tambahan.

ASUS ExpertBook P5 G2 menyediakan port yang cukup lengkap:

  • USB4 Type-C

  • USB 3.2 Gen 2 Type-C

  • 2× USB 3.2 Gen 1 Type-A

  • HDMI 2.1

  • RJ45 LAN

  • Combo audio jack

  • Nano Kensington Lock

Saya justru tertarik melihat RJ45 LAN masih tersedia.

Bagi pengguna rumahan mungkin port ini tidak selalu digunakan.

Tetapi dalam lingkungan korporasi, koneksi jaringan kabel masih dapat dibutuhkan.

Begitu pula HDMI ketika laptop harus digunakan untuk presentasi di ruang meeting.

Tidak perlu sibuk mencari dongle.

Tinggal colok dan bekerja.

Hal sederhana seperti ini mungkin tidak terlihat spektakuler dalam spesifikasi, tetapi justru bisa terasa manfaatnya dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Layar yang Mendukung Berbagai Kebutuhan Profesional

Laptop bisnis memang identik dengan dokumen dan spreadsheet.

Tapi pekerjaan profesional sekarang jauh lebih beragam.

Tim marketing harus mengecek materi campaign.

Sales membuat presentasi.

Manajemen membaca dashboard.

Tim kreatif meninjau materi visual.

Dan blogger seperti saya tentu sesekali harus mengolah foto dan membuat konten.

ASUS ExpertBook P5 G2 menawarkan layar 14 inci dengan rasio 16:10 dan pilihan panel IPS maupun OLED.

Panel IPS tersedia dengan resolusi hingga WQXGA 2560 × 1600, 100% sRGB, brightness hingga 400 nits, dan refresh rate hingga 144Hz.

Sementara panel OLED memiliki resolusi WUXGA 1920 × 1200, cakupan warna DCI-P3 100%, dan brightness 300 nits.

Bagi pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna, panel OLED tentu menarik.

Sementara refresh rate 144Hz pada varian IPS memberikan pengalaman visual yang lebih mulus ketika scrolling dashboard atau meninjau video.

Meeting Online dari Mana Saja Tetap Harus Profesional

Sekarang kita bisa bekerja dari mana saja.

Masalahnya, tempat kerja tidak selalu tenang.

Kadang ada suara kendaraan.

Orang berbicara.

Suara AC.

Atau aktivitas kantor di sekitar kita.

ASUS ExpertBook P5 G2 dilengkapi ASUS AI Noise-Canceling Technology untuk membantu menyaring suara bising di sekitar pengguna.

Kamera tersedia hingga 5MP + IR, dilengkapi webcam privacy shield dan dukungan ASUS AI Camera.

Untuk audio, tersedia dua speaker dengan dukungan Dirac serta dua mikrofon array yang dipadukan dengan teknologi AI Noise-Canceling.

Buat blogger, tentu ini membantu ketika meeting dilakukan dari luar kantor.

Namun bagi perusahaan yang menerapkan hybrid working, kamera dan audio yang mumpuni bukan lagi sekadar fitur tambahan.

Ia sudah menjadi bagian dari kebutuhan komunikasi profesional.

Keamanan Data Bukan Sekadar Fitur Tambahan

Kalau performa, mobilitas, dan durability menjadi kebutuhan, maka untuk perusahaan ada satu hal yang tidak boleh ditawar:

security.

Laptop karyawan bisa menjadi salah satu pintu menuju data perusahaan.

Dokumen internal.

Data pelanggan.

Informasi keuangan.

Email.

Dokumen proyek.

Dan berbagai informasi penting lainnya.

ASUS ExpertBook P5 G2 membawa sistem keamanan ASUS ExpertGuardian.

Laptop ini mendukung Windows 11 Secured-core PC dan BIOS yang sesuai dengan standar NIST SP 800-155, serta komitmen pembaruan firmware selama lima tahun.

Ada pula TPM 2.0, fingerprint sensor, physical webcam privacy shield, dan Nano Kensington Lock.

Sebagai pengguna, fingerprint dan webcam privacy shield tentu memberikan rasa aman.

Tetapi bagi perusahaan, keamanan tersebut menjadi jauh lebih penting.

Karena yang harus dijaga bukan hanya laptopnya.

Yang harus dijaga adalah data di dalamnya.

Sustainability Juga Mulai Menjadi Pertimbangan Pengadaan

Ada satu hal yang mungkin mudah terlewat ketika kita terlalu fokus pada performa.

Yaitu aspek keberlanjutan.

ASUS ExpertBook P5 G2: Laptop Bisnis yang Siap Diajak Kerja Keras di Era AI


ASUS ExpertBook P5 G2 mencantumkan sejumlah sertifikasi dan standar terkait lingkungan, antara lain EPEAT Gold Climate+, ENERGY STAR 9.0, TCO 10.0, FSC Recycle, WEEE, RoHS, dan TÜV Rheinland, serta penggunaan material PCR sebesar 27%.

Bagi pengguna individu, mungkin hal ini bukan pertimbangan utama.

Namun untuk perusahaan yang sudah memiliki kebijakan sustainability atau ESG, aspek seperti ini bisa ikut masuk dalam pertimbangan pengadaan perangkat.

Laptop Bisnis Harus Dipikirkan Sampai Setelah Dibeli

Ada satu pertanyaan yang sering terlupakan ketika membicarakan laptop:

Apa yang terjadi setelah laptop dibeli?

Untuk penggunaan pribadi, ketika laptop bermasalah mungkin kita tinggal membawanya ke service center.

Tetapi bagaimana jika sebuah perusahaan memiliki puluhan laptop?

Satu laptop bermasalah berarti satu karyawan bisa mengalami gangguan produktivitas.

Kalau jumlahnya semakin banyak, dampaknya tentu bisa semakin besar.

Karena itu, layanan purna jual menjadi bagian penting dari laptop bisnis.

ASUS ExpertBook P Series menawarkan 5 business day service, on-site service, full part warranty termasuk baterai dan adapter, serta garansi hingga tiga tahun dengan layanan storage retention.

Bagi perusahaan, dukungan seperti ini bukan hanya tentang memperbaiki laptop.

Ini tentang menjaga agar produktivitas tetap berjalan.

Ketika Laptop Menjadi Bagian dari Infrastruktur Bisnis

Setelah melihat ASUS ExpertBook P5 G2 dari berbagai sisi, saya merasa laptop ini memang lebih menarik jika dilihat dari perspektif bisnis, bukan sekadar laptop untuk penggunaan sehari-hari.

Sebagai blogger, saya melihat laptop yang ringan.

Performanya tinggi.

Layarnya menarik.

Keyboard-nya nyaman.

Port-nya lengkap.

Kamera dan audionya mendukung meeting.

Baterainya besar.

Tetapi dari perspektif B2B, ada lapisan yang lebih dalam.

Ada kemampuan upgrade yang membuat perangkat lebih siap mengikuti kebutuhan bisnis.

Ada AI yang dapat membantu produktivitas.

Ada durability yang membuatnya siap dibawa bekerja ke berbagai tempat.

Ada sasis aluminium solid yang tetap ringan.

Ada ketahanan terhadap tumpahan cairan dan benturan dalam pengujian internal.

Ada sertifikasi MIL-STD-810H untuk menghadapi berbagai kondisi ekstrem.

Ada keamanan kelas bisnis.

Dan ada layanan purna jual yang dirancang untuk kebutuhan profesional.

Semua itu membuat saya melihat ExpertBook P5 G2 bukan hanya sebagai laptop.

Tetapi sebagai bagian dari investasi IT perusahaan.

Dari Meja Blogger ke Meja Korporasi

Saya datang ke Surabaya Media Gathering sebagai blogger.

Naluri pertama tentu melihat laptop dari sisi pengguna.

Apakah nyaman?

Apakah ringan?

Apakah performanya cepat?

Apakah layarnya bagus?

Apakah baterainya tahan lama?

Tetapi semakin melihat ASUS ExpertBook P5 G2, semakin terasa bahwa laptop bisnis memang harus dinilai dengan kacamata yang berbeda.

Perusahaan tidak membeli laptop hanya supaya karyawannya punya perangkat untuk mengetik.

Perusahaan membeli laptop agar:

Sales bisa bekerja lebih mobile.

Tim bisa berkolaborasi lebih efektif.

Karyawan bisa memanfaatkan AI.

Data perusahaan tetap terlindungi.

Perangkat mampu bertahan dalam penggunaan sehari-hari.

Dan ketika kebutuhan berkembang, laptop tersebut masih memiliki ruang untuk mengikuti.

Itulah mengapa durability menjadi salah satu poin yang menurut saya menarik dari ExpertBook P5 G2.

Laptop yang ringan memang menyenangkan.

Laptop yang kencang juga menyenangkan.

Tetapi laptop yang ringan, kencang, aman, bisa di-upgrade, dan tahan diajak kerja keras tentu punya nilai lebih ketika digunakan sebagai perangkat bisnis.

Karena pada akhirnya, laptop perusahaan bukan sekadar barang yang masuk dalam daftar pengadaan.

Ia adalah alat yang ikut menentukan seberapa lancar orang-orang di dalam perusahaan bekerja.

Dan dari perspektif tersebut, ASUS ExpertBook P5 G2 punya cukup banyak alasan untuk dilirik sebagai laptop bisnis untuk kebutuhan korporasi di era kerja berbasis AI.

Spesifikasi ASUS ExpertBook P5 G2


Spesifikasi

Detail

Layar

14 inci, rasio 16:10

Pilihan Panel

IPS WQXGA 2560 × 1600 hingga 144Hz, 100% sRGB; atau OLED WUXGA 1920 × 1200, DCI-P3 100%

Prosesor

Hingga AMD Ryzen™ AI 9 HX 470, 12 core / 24 thread, hingga 5,2 GHz

NPU

Hingga 55 NPU TOPS

Grafis

AMD Radeon™ Graphics

RAM

Hingga 96GB DDR5, 2 slot SO-DIMM

Penyimpanan

Hingga 3TB, dual M.2 PCIe 4.0

Sistem Operasi

Windows 11

AI

Windows Copilot+ PC, ASUS MyExpert, ASUS AI Noise-Canceling, ASUS AI Camera

Kamera

Hingga 5MP + IR, webcam privacy shield

Audio

2 speaker dengan Dirac, dual microphone array

Konektivitas

Wi-Fi 7, Bluetooth® 5.4

Port

USB4 Type-C, USB Type-C, 2× USB Type-A, HDMI 2.1, RJ45 LAN, audio combo jack

Baterai

Hingga 70Wh

Daya Tahan Baterai

Klaim hingga 22,5 jam untuk penggunaan aplikasi Office pada umumnya

Fast Charging

Hingga 65% dalam 49 menit

Bobot

Mulai 1,27 kg

Durabilitas

Sasis aluminium solid, sertifikasi MIL-STD-810H

Perlindungan Keyboard

Spill-resistant hingga 66cc

Keamanan

ASUS ExpertGuardian, TPM 2.0, fingerprint sensor, webcam privacy shield

Security Platform

Windows 11 Secured-core PC, BIOS sesuai NIST SP 800-155

Pembaruan Firmware

Komitmen hingga 5 tahun

Sertifikasi

EPEAT Gold Climate+, ENERGY STAR 9.0, TCO 10.0, FSC Recycle, WEEE, RoHS

Garansi & Layanan

Hingga 3 tahun, on-site service, 5 business day service, full part warranty, storage retention

Harga

Mulai Rp19.799.000, tergantung konfigurasi


Tidak ada komentar

Posting Komentar