Jumat, 21 April 2017

10 Trik Seru Membuat Anak Gemar Membaca






Tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku Sedunia, momen ini bisa digunakan sebagai ajang menumbuhkan minat baca, terutama pada anak. Taukah Bunda, Negara kita memiliki minat baca yang rendah. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Hal ini sungguh disayangkan, mengingat bangsa yang maju adalah bangsa yang gemar membaca dan menghasilkan karya.



Menumbuhkan minat baca dimulai sejak dini. Orangtua memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca. Lalu bagaimana caranya menumbuhkan minat baca pada anak? Yuk lakukan sepuluh hal berikut :





1)      Berilah kesempatan kepada anak untuk membaca atau dibacakan buku setiap hari. Dalam sehari minimal beri waktu 20 menit untuk membaca buku.
2)      Pilih buku sesuai dengan usia anak. misalnya, bagi usia balita pilih buku yang terbuat dari karton tebal atau busa sehingga tidak bisa sobek.
3)      Orangtua member kesempatan kepada anak untuk memilih buku yang disukai dan membantu mereka menemukan buku tersebut.
4)      Berikan kesempatan pada anak untuk menceritakan apa yang mereka lihat dari buku tersebut.
5)      Tanggapi cerita yang mereka utarakan sehingga mereka terdorong untuk terus menyukai buku.
6)      Jangan memaksa anak untuk membaca, tetapi ciptakan situasi yang menyebabkan mereka ingin tahu isi buku.
7)      Letakkan buku pada tempat yang dapat dijangkau anak.
8)      Biasakan anak untuk mengembalikan buku pada tempatnya.
9)      Bimbinglah anak untuk memelihara buku agar tidak rusak.
10)   Biasakan menjadikan buku sebagai hadiah. Bila anak berulangtahun ataupun meraih prestasi, berikan buku sebagai hadiah.

Tumbuhnya minat baca ini akan memberikan banyak manfaat bagi anak. pertama, menambah kosa kata anak. Melalui membaca, anak akan terbiasa mendengar berbagai kosakata baru. Hal ini akan memperkaya anak dalam memahami berbagai kata yang ada disekitarnya. Kedua, meningkatkan keterampilan komunikasi. Dengan perbendaharaan yang semakin banyak, anak lebih mudah berkomunikasi. Mereka akan lebih percaya diri dalam berucap. Ketiga, mengenalkan konsep baru. Dengan membaca anak akan mengenal konsep-konsep baru terhadap kejadian yang ada di lingkungannya. Misalnya konsep tentang kejadian alam, sains atau yang lainnya. Keempat, melatih kemampuan berpikir logis. Dengan membaca anak akan terlatih berpikir logis.
Banyak sekali bukan manfaat dari menumbuhkan minat baca pada anak. Tunggu apalagi, ayah dan bunda yuk bacakan buku pada anak.
Disusun Oleh :
Dian Kusumawardani, S.Sos.
Home Educator Omah Rame, Book Advisor dan Penulis Buku Jibaku Post Power Syndrome Full Time Mom

Kamis, 20 April 2017

Menyusui ; Perjuangan Kartini Masa Kini



Setiap tanggal 21 April kita memperingati  Hari Kartini. Kartini, melalui tulisan-tulisannya memperjuangkan kesempatan pendidikan bagi perempuan. Atas jasanya itu, Kartini diangkat sebagai pahlawan nasional dan hari kelahirannya dijadikan sebagai hari nasional. Kartini menjadi simbol perjuangan perempuan Indonesia.
Setiap perempuan berjuang sesuai tuntutan jamannya. Bila dulu perempuan berjuang untuk mendapatkan pendidikan, kini perempuan khusunya yang telah menjadi seorang ibu harus berjuang untuk memenuhi hak dasar bayi : ASI. Menyusui sekalipun merupakan sesuatu yang alamiah, pada kenyataannya adalah hal yang tidak mudah.
Banyaknya hambatan menyusui berdampak pada rendahnya angka ASI Eksklusif di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2015 menunjukkan cakupan ASI di Indonesia hanya 30 %. 




Lalu apa yang harus dilakukan para ibu agar sukses menyusui?
Perhatikan tiga hal berikut ini:
Niat
Saat mengetahui kehamilannya, seorang ibu harus sudah memiliki niat bahwa kelak ketika bayinya lahir, ia akan memberikan ASI. Niat tersebut terus dipupuk dengan meyakini bahwa ASI adalah hal yang terbaik untuk bayi. “Air Susu Ibu adalah hadiah yang sangat berharga yang dapat diberikan pada bayi.
Informasi
Selama masa kehamilan hendaknya ibu mulai membekali dirinya dengan segala informasi yang berkaitan dengan ASI. Cari segala informasi tentang ASI, mulai dari apa yang pertama kali dilakukan saat bayi lahir, bagaimana melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini), posisi pelekatan yang benar, segala fakta dan mitos tentang menyusui, dan lain sebagainya.
Dukungan
Menyusui bukan hanya interaksi antara ibu dan bayi saja. Namun juga membutuhkan dukungan dari orang-orang disekitarnya. Mulai dari suami, orantua, keluarga, rekan kerja hingga pemerintah. Menyusui menjadi mudah bila memiliki dukungan dari lingkungan.

Selamat Hari Kartini. Selamat berjuang Ibu . ASI investasi masa depan buah hati. kASIh Ibu, kekuatan Ibu.






Oleh :
Dian Kusumawardani, S.Sos
Ketua Divisi Edukasi & Pelatihan AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia)            Jawa Timur

Rabu, 19 April 2017

Pentingnya Ruang Menyusui Di Lingkungan Kerja



Bagi ibu menyusui, ASI adalah hal yang sangat penting. Demikian juga bagi Sang Anak. Hal ini tentu saja karena ASI adalah sumber gizi yang begitu sempurna untuk mendukung tumbuh kembangnya. Namun, proses pemberian ASI bagi ibu bekerja, tak selalu mulus. Terutama jika menyangkut fasilitas laktasi di kantor. Hal inilah yang sering kali menjadi kendala bagi ibu bekerja.
Padahal, hak ibu menyusui untuk memerah ASI selama jam kerja dilindungi oleh Undang-Undang, lho. Tak hanya itu, penyediaan ruang khusus laktasi di perusahaan, juga memberi banyak manfaat bagi kedua belah pihak. Mau tahu apa sajakah itu? Berikut penuturannya.  

perlengkapan memerah ASI bagi ibu bekerja


Manfaat Bagi Pekerja :
1. Mendapatkan fasilitas yang layak, pantas, dan bersih untuk memerah air susu ibu.
2. Melindungi hak-hak anak-anak pekerja untuk mendapatkan nutrisi terbaik dan paling lengkap, sebagaimana yang dapat disediakan oleh ASI.
3. Dengan memenuhi hak-hak anak untuk mendapatkan ASI, kesehatan anak akan lebih terlindungi dan akan ada pengurangan jumlah klaim biaya kesehatan dari anggota keluarga pekerja.
4. Kaum ibu yang menyusui akan menikmati manfaat fisik maupun psikologis, yang pada akhirnya juga akan memberikan dampak positif terjadap kinerja dan produktivitasnya di tempat kerja.
5. Anak-anak yang mendapatkan ASI lebih sehat dan tidak terlalu rentan terhadap penyakit, yang membuat kaum ibu yang menyusui memiliki tingkat kekhawatiran yang lebih rendah tentang anak-anaknya dan dapat lebih menitikberatkan fokusnya pada pekerjaan mereka. Hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Manfaat Bagi Perusahaan :
1. Tingkat Absensi yang Lebih Rendah
Ibu-ibu yang memberikan susu formula pada bayinya absen dari tempat kerja satu hari lebih banyak dibandingkan ibu-ibu yang memberikan ASI pada bayinya.
2. Mempertahankan Pekerja yang Berprestasi
Tingkat perputaran keluar masuk pekerja yang tinggi berdampak pada biaya tinggi bagi perusahaan. Para pengusaha berkepentingan untuk mempertahankan para pekerja yang berprestasi, termasuk mereka-mereka yang sedang mengambil cuti melahirkan. Studi pada berbagai perusahaan yang memiliki program pendukung pemberian ASI mengungkapkan rata-rata tingkat retensi sebesar 94%.
3. Pencitraan Positif dalam Hubungan dengan Masyarakat
Dengan menyediakan ruang menyusui, perusahaan dapat menarik manfaat dengan terciptanya citra positif di tengah masyarakat.
4. Terciptanya Hubungan Industrial yang Harmonis
Perusahaan yang menyediakan ruang menyusui akan mampu menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dan pekerja.
5. Penerimaan Penghargaan
Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur memiliki Nakerwan Award bagi perusahaan yang ramah perempuan, dimana salah satu indikatornya adalah penyediaan ruang menyusui di tempat kerja.

Dengan demikian adanya ruang menyusui di tempat kerja merupakan suatu keharusan. ASI adalah yang terbaik bagi bayi dan menjadi seorang ibu bekerja bukanlah sebuah hambatan dalam memberikan ASI. Semangat mengASIhi, ASI untuk generasi yang lebih baik.
Oleh :
Dian Kusumawardani, S.Sos
Ketua Divisi Edukasi & Pelatihan AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia)            Jawa Timur

Pentingnya Menerapkan Pola Pendidikan Berbasis Fitrah Pada Anak Usia Dini



Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Pendidikan berbasis fitrah (FBE) pada dasarnya adalah mendidik anak sesuai dengan fitrah yang dimiliki. Sehingga sejatinya tugas orangtua dalam mendidik anak sangatlah sederhana, yaitu memelihara fitrah anak. Apa itu fitrah? Fitrah adalah apa yang menjadi kejadian atau bawaan manusia sejak lahir. Pengertian fitrah secara sistematik berhubungan dengan hal penciptaan (bawaan) sesuatu sebagai bagian dari potensi yang dimiliki. Ada empat fitrah utama yang diperhatikan dalam penerapan FBE, yaitu fitrah keimanan, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas.
Fitrah Keimanan
Fitrah keimanan meliputi fitrah beragama, fitrah bertuhan, fitrah kesucian, fitrah “malu”, fitrah “harga diri”, fitrah spiritual, fitrah berakhlak dan fitrah moral. Masa keemasan fitrah ini adalah pada usia 0-7 tahun. Pada usia tersebut anak berada pada masa dimana imajinasi dan abstraksi berada pada puncaknya, alam bawah sadar masih terbuka lebar , sehingga imaji tentang Allah, tentang Rasulullah, tentang kebajikan mudah dibangkitkan pada usia ini. Tetapi tidak menggunakan metode doktrinisasi, melainkan melalui kisah inspiratif tentang  gairah kemuliaan budi pekerti, semangat kepahlawan maupun rasa persaudaraan sesama manusia.
Fitrah Belajar
Setiap anak adalah pembelajar tangguh dan hebat. Usia emas fitrah belajar berada pada usia 7-12 tahun. Usia 7-12 tahun secara perkembangan anak berada pada masa dimana otak kanan dan otak kiri sudah tumbuh seimbang, ego sentris telah berkembang menuju sosiosentris sehingga mulai terbuka pada eksplorasi dunia luar. Perkembangan indera sensori sudah tumbuh dengan sempurna.
Fitrah Bakat
Setiap anak adalah unik, mereka memiliki sifat bawaan masing-masing. Sifat bawaan yang unik ini berkaitan dengan keperibadian karena sifatnya melekat dan menjadi karakter kinerja. Kepribadian yang produktif inilah yang disebut dengan bakat. Fitrah bakat mencapai puncak keemasan pada usia 10-14 tahun. Secara fitrah perkembangan usia 10-14 tahun anak berada pada masa menjelang dewasa.

Fitrah Seksualitas
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Pendidikan fitrah seksualitas tentu berbeda dengan pendidikan seks. Tujuan pendidikan fitrah seksualitas ini adalah membuat anak mengetahui identitas seksualnya, anak mampu berperan sesuai dengan identitasnya dan membuat anak mampu melindungi dirinya dari kejahatan seksual.
Penerapan FBE Pada Usia Pra Latih (0-6 Tahun)
v  Fitrah Keimanan
Membangkitkan kesadaran Allah sebagai Rabb melalui keteladanan, kisah inspiratif dan menciptakan imaji yang positif atau kecintaan terhadap diri, Allah, ibadah dan agama.
v  Fitrah Belajar
Membangkitkan semangat belajar melalui bahasa ibu (sempurna ekspresi), belajar di alam, belajar bersama ayah dan bunda, membangkitkan imaji positif tentang alam dan kehidupan, serta melakukan eksperimen di alam.
v  Fitrah Bakat
Mengembangkan kesadaran bakat lewat penghargaan sifat unik (positif) dan tidak membenturkannya dengan adab.
v  Fitrah Seksualitas
Menciptakan kelekatan sesuai dengan tahap perkembangan usia :
1.      Usia 0-2 Tahun anak didekatkan dengan ibunya, sebab berkaitan dengan proses menyusui.
2.      Usia 3-6 Tahun didekatkan kepada ayah dan bundanya.
3.      Usia 3 Tahun harus jelas bagaimana bersikap, berbicara, dan merasa sesuai fitrah seksualnya. Dimulai dari hal yang sederhana, seperti pakaian dan toilet training.

Dengan pola pendidikan berbasis fitrah, anak dapat berkembang sesuai dengan fitrahnya, dan pada akhirnya akan meraih kesuksesan melakukan setiap peran yang dimilikinya.
Disusun Oleh :
Dian Kusumawardani, S.Sos
Koordinator  Online Institut Ibu Profesional Surabaya

Meet Up Sambil Mencicipi Oleh-Oleh Khas Surabaya di D'Neven Surabaya Bersama Blitz Community

Bulan syawal identik dengan maraknya acara halal bi halal. Berbagai postingan halal bi halal bersliweran di media sosial. Banyak yang po...