Senin, 22 Januari 2018

Our Sunday Date with Finna Cooking Competition.




Kemarin, hari minggu tanggal 21 Januari 2018 adalah pengalaman pertama bagi saya dan suami.
Kami berdua mengikuti finna foodies cooking competion yang diadakan di Food Junction Grand Pakuwon Surabaya.









Acara ini diikuti oleh 30 pasang foodies.
Acara yang pasti seru, melihat para foodies saling berlomba menyajikan menu berbahan dasar sambal dan kerupuk Finna.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Sidoarjo ke Pakuwon Surabaya, jam 11 tepat ki sampai di Food Junction Grand Pakuwon.
Kami pun registrasi, mengambil nomer meja dan peraturan lomba.




Lalu, kami diminta memilih dua bahan utama yang terdiri dari sambal dan kerupuk Finna.
Kami memilih sambal terasi dan sambal bawang Finna dan untuk kerupuk, kami pilih kerupuk udang Finna.









Sumpah, ini sukses bikin saya deg deg an.
Gimana nggak deg deg an, saya pertama kali ikut lomba masak seperti ini.
Terbesit keraguan,, apakah masakan saya layak di makan orang lain, hehe.
Apalagi jurinya itu, sangat recomemded.
Ada Chef Ken dan food curator Jiewa Vieri.






Tak hanya itu, yang lebih bikin deg deg an adalah saya tidak tahu apa yang akan kami masak.
Bahan masakan diletakkan di misteri box.
Misteri box hanya boleh di buka saat acara di mulai.

Akhirnya, kami pun boleh membuka misteri box.
Ada 12 bahan yang disediakan, kami hanya boleh meninggalkan 2 jenis bahan.







Suami mengambil komando, dia yang memasak.
Saya hanya sebagai asistennya.
Membantu menyiapkan bahan atau membersihkan meja memasak kami.

Suami memasak " Pasta Jawa Sambal Terasi Finna ".
Tak seperti pasta pada umumnya, pasta kami menggunakan saus dari sambal terasi finna.








Walau tak menang, masakan kami tetap di puji juri.
Kata juri, masakan kami unik.
Sungguh sangat lokal.
Kami akui, kekurangan kami ada di penyajian atau plating.

Diakhir acara semua peserta boleh membawa pulang sisa bahan masakan.
Asyik,, dua botol sambal pun ada di genggaman, haha.
Selain itu semua peserta mendapat goodie bag yang isinya kaos dan produk-produk Finna.








Well, meskipun kami tidak menang yang penting acara ini sukses menghangatkan hubungan kami.
Jadi quality time bagi kami berdua.
Terimalasih Finna, kapan-kapan jika ada acara cooking compefition, bolehlah kami ikut lagi.
Biar bisa menang, hahaha.

Minggu, 21 Januari 2018

Bosan dengan Olahan Pasta yang Itu-Itu Saja? Coba Varian Pasta Baru Berikut Ini !


Siapa yang tak tahu pasta, makanan khas Italia. Pasta terbuat dari campuran tepung terigu, olive oil, telur, dan garam yang membentuk adonan yang bisa dibentuk menjadi berbagai variasi ukuran dan bentuk. Pasta dijadikan berbagai hidangan setelah dimasak dengan cara direbus. Di Indonesia, jenis pasta yang populer misalnya spageti, makaroni dan lasagna.


Pasta biasanya dimasak dengan berbagai varian. Mulai dari Aglio Olio, Afredo, Pesto, Marinara, Carbonara dan Bolognese.
Kalau saya lebih sering memasak pasta bolognese.

Namun kemarin ketika mengikuti  "Finna Foodies Cooking Competition", saya dan suami bereksperimen menyajikan pasta jenis baru.
Pasta yang lebih Indonesia, hahaha.
Apa itu? Pasta Jawa Sambal Terasi Finna.






Seperti biasa, pasta direbus dulu hingga matang, jangan lupa tambahkan garam saat merebusnya.
Siapkan telur kocok, daging cincang dan duo bawang.
Ketika pasta matang, angkat dan tiriskan.

Kemudian kita siapkan sausnya. Tumis duo bawang, daging cincang.
Masukkan telur kocok.
Jangan lupa Sambal Terasi Uleg Finna.
Tambahkan air, masak hingga mengental.

Siapkan pasta, siram saus yang sudah matang tersebut.
Berikan terong goreng juga.
Jangan lupa kerupuk udang dari Finna.
Pasta menjadi lengkap dang sangat  Indonesia.








Sambal terasi uleg dari finna ini rasanya  lebih rumahan dan bau terasinya tidak terlalu menyengat. Rasa sambelnya tuh lebih ringan aja, dan emang tekstur sambelnya agak lebih encer.
Tak hanya cocok dimakan sebagai cocolan gorengan, tapi bisa dimasak dengan berbagai olahan makanan.

Krupuk adalah makanan khas Indonesia. Selalu hadir di setiap waktu makan. Rasanya tak lengkap bila tanpa krupuk. Krupuk udang dari Finna ini praktis, tidak perlu dijemur dahulu, sudah siap goreng.
Rasanya renyah dan tidak berbau amis.

Menyantap pasta jawa sambal terasi finna ditemani kerupuk udang finna, rasanya luar biasa.
Lain dari yang lain, mungkin ini wujud akulturasi budaya.
Italia dan Indonesia bersatu dalam sepiring pasta.
Penasaran? Silahkan dicoba.



Sabtu, 20 Januari 2018

Ini Dia 7 Tips Memasak Praktis ! Memasak Kini Hanya 5 Menit!



Memasak menjadi hal yang terpisahkan bagi setiap ibu. Tiada hari tanpa memasak. Namun terkadang memasak bisa menjadi hal yang membingungkan bagi seorang ibu. Ketika bangun pagi masih saja ada ibu yang bingung harus masak apa hari ini. Memasak menjadi dihindari karena banyaknya waktu dan tenaga yang dihabiskan untuk memasak setiap harinya.
Sebenarnya memasak bisa menjadi hal yang menyenangkan, memasak tidak akan menghabiskan banyak waktu bila kita tahu caranya. Sahabat Saliha, ini dia tujuh tips memasak yang bisa dilakukan di rumah, agar memasak cepat dan praktis :
1.      Buat Menu 10 Hari
Menghindari kebingungan dalam menyediakan masakan setiap harinya dimulai dengan membuat perencanaan. Buatlah list menu selama 10 hari. Kenapa 10 hari? Karean bila di buat seminggu maka menu akan mudah ditebak di pekan berikutnya.
Biar lebih seru libatkan anggota keluarga lainnya. Membuat menu secara tematik, misalnya sepuluh hari pertama menu laut kemudian sepuluh hari kedua menu unggas.
2.      Buat Papan Menu
Papan menu adalah database  acuan dalam membuat menu 10 hari. Kenapa harus membuat papan menu? Papan menu berguna untuk memonitor menu keluarga. Dari papan menu kita dapat mengetahui variasi masakan 10 hari sebelumnya dan masakan untuk 10 hari berikutnya. Dengan papan menu, belanja mingguan akan lebih mudah dikelola. Papan menu akan mempermudah kita dalam menyusun menu 10 hari tapi cukup dengan berbelanja seminggu sekali.
Letakkan papan menu di dapur, sehingga akan memudahkan kita dalam menyusun menu. Beri warna yang berbeda untuk setiap bahan makanan. Misalnya merah untuk daging dan biru untuk ikan. Ini akan mempermudah dalam membuat variasi makananan.
Tugas sebagai ibu adalah mengenalkan berbagai variasi makanan, agar lidah anak terbiasa makan makanan apa saja.
3.      Susun Menu Gizi Seimbang
Pastikan menu yang disusun adalah menu yang mengandung gizi seimbang.
Apa itu gizi seimbang? Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal.
Berikut adalah prinsip menu gizi seimbang :
v  Sesuai kebutuhan gizi
Ketika menyusun menu perhatikan angka kecukupan gizi. Angka kecukupan gizi dihitung dari kebutuhan kalori sehari.
v  Proporsi zat gizi
Selain memperhatikan kebutuhan kalori, menu yang disusun harus memperhatikan proporsi zat gizi. Proporsi zat gizi bisa dilihat dari tumpeng gizi seimbang di bawah ini.

                                                         Sumber : wikipedia



v  Distribusi makanan dalam satu hari
Perhatikan distribusi makanan dalam satu hari. Ini termasuk menyediakan makanan yang warna-warni. Selain untuk memenuhi nutrisi tubuh, makanan yang warna-warni akan menarik perhatian anak. Mereka pun akan lahap dalam menyantapnya.
v  Ketersediaan bahan makanan
Menu yang disusun usahakan terbuat dari bahan makanan yang tersedi dekat lokasi tempat tinggal. Misalnya bila susah mencari ikan salmon, bisa diganti dengan ikan tongkol. Harganya lebih murah, lebih mudah di dapat tapi kandungan gizinya juga tidak kalah.
v  Keuangan
Ketika menyusun menu, sesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga. Pilih bahan makanan loka, selain mudah di dapat, harganya juga lebih terjangkau.
4.      Berbelanja Seminggu Sekali
Buat jadwal belanja seminggu sekali, misalnya ketika hari libur. Setelah belanja , racik bahan untuk siap dimasak. Misalnya bumbui ikan, potong dan cuci bersih sayur lalu di taruh di dalam wadah.

Sumber : dokumentasi pribadi

Dengan begini bahan akan lebih cepat dan mudah untuk dimasak. Tak perlu repot-repot memotong ataupun membumbui terlebih dahulu.
5.      Manajemen Lemari Es
Manajemen lemari es yang baik akan memudahkan kita dalam memasak. Berikut manajemen lemari es yang bisa dilakukan antara lain:
v  Semua bahan makanan di tata first in first out . Misalkan jika berbelanja hari Sabtu, maka bahan makanan yang terletak paling dalam adalah bahan makanan untuk hari Jum at, sedangkan yang paling luar adalah bahan makanan untuk hari Minggu.
v  Tempatkan semua bahan makanan dalam wrap yang tertutup rapat. Pastikan bahan makanan yang disimpan dalam keadaan kering, misalnya untuk sayur-sayuran agar tidak membusuk.
v  Letakkan bahan-bahan lauk seperti daging dan ikan ke dalam freezer agar kondisinya tetap segar sampai waktu digunakan.
6.      Buat Bumbu Dasar
Membuat bumbu dasar akan menghemat waktu memasak, jadi anda tidak perlu lagi menguleg setiap akan memasak. Secara umum ada tiga jenis bumbu dasar yang bisa dijadikan memasak berbagai jenis masakan.
1. Bumbu dasar putih
Bumbu dasar putih dibuat dari campuran bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar. Bumbu jenis ini biasanya digunakan untuk membuat sayur lodeh, soto, dan opor.



Sumber : Dokumentasi Pribadi

2. Bumbu dasar kuning
Bumbu dasar kuning terbuat dari bumbu dasar putih di tambah kunyit. Bumbu tradisional ini digunakan untuk membuat ayam goreng, ayam bakar, soto, dan gulai.

3. Bumbu dasar merah
Bumbu dasar merah ini juga pengembangan dari bumbu dasar putih. Bumbu ini dibuat dari bumbu dasar putih di tambah cabai merah. Biasanya digunakan untuk membuat sambal goreng atau ayam panggang.

Pastikan saat membuat bumbu dasar ini bumbu ditumis dalam waktu yang lama dan kemudian disimpan dalam jar yang bersih dan kering. Anda bisa menggunakan toples bekas madu atau selai untuk menyimpan bumbu dasar ini.
7.      Sedia Parutan Kelapa
Masakan Indonesia tidak bisa dipisahkan dari santan. Banyak berbagai jenis masakan yang membutuhkan santan, misalnya opor, kare, gulai dan lain sebagainya. Sediakan kelapa parut di rumah, bagi per porsi dan simpan di freezer agar lebih awet. Bila membutuhkan membuat santan, anda bisa langsung mengambilnya.


Demikian 7 tips memasak praktis, dengan tujuh tips ini kegiatan memasak anda menjadi lebih mudah. Memasak tak butuh banyak waktu. Anda pun bisa menghemat tenaga dan biaya. Tak perlu membeli makanan di luar, karena semua bisa dimasak dengan mudah dan praktis. Selamat mencoba!

Rabu, 17 Januari 2018

Kerudung




Tadi pagi, sebelum berangkat outing pagi, Aluna menghampiri saya.
"Kudung kudung", ucapnya sambil memegang kepala.
Rupanya dia minta dipakaikan kerudung (jilbab).

Jadi dia ingin memakai kerudung saat kami berjalan-jalan di luar.
Alahmdulillah,,

Rupanya, dia terbiasa melihat saya yang selalu berkerudung saat ke luar rumah.
Sehingga, dia pun ingin seperti saya.







Menjaga aurat adalah salah satu bab penting dalam fitrah seksualitas.
Begitulah fitrah seksualitS di bangkitkan, dengan memberikan  keteladanan.


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Selasa, 16 Januari 2018

Nikah Muda, Yes or No?!?


Masih tentang usia aqil baligh, bagaimana potret generasi aqil baligh saat ini?
Beberapa kondisi yang dihadapi oleh generasi aqil baligh saat ini antara lain : 

🌼 Derasnya arus informasi di media -> mengaburkan benar dan salah
🌼 era teknologi tingkat tinggi -> ketergantungan pada gadget dan media sosial setiap hari
🌼 Kemudahan yang diterima dalam segala aspek kehidupan -> mengurangi kemandirian
🌼Me Generation -> cenderung narsis dan hanya peduli pada diri sendiri
🌼Pemalas -> ingin hasil instan tanpa usaha
🌼Tingkat konsumtif tinggi
🌼 Hal-hal galau serta percintaan menjadi topik yang sangat digemari -> jomblo itu memalukan.






Beberapa data dan fakta tentang generasi aqil baligh saat ini, sungguh menyesakkan dada.
Misalnya :
*97 Persen anak di Indonesia Pernah Mengakses Pornografi (republika, 2016)
*Survei KPAI: 62 Persen generasi muda Indonesia Tidak Perawan (tribunnews, 2012)
*BKKBN: 63% usia SMP SMA di 33 propinsi di Indonesia telah berzina (nahimunkar.org, 2009)
 58% kejadian Hamil di Luar Nikah Berusaha Aborsi (mediaindonesia, 2016).



Data dan fakta diatas membuat masyarakat mulai mengkampanyekan nikah muda.
Lebih baik menikah muda daripada zina.
Benarkan demikian?
Selesaikah masalahnya dengan nikah muda?
Selesai, jika masalahnya untuk menghindari zina.
Sebab pernikahan menghalalkan hubungan seksual antara suami dan istri.


Bila saat menikah kematangan mental belum tercapai, bisa dipastikan pernikahan itu akan penuh drama khas anak aqil baligh.
Apalagi jika belum mandiri finansial, duh itu namanya orangtua nambah masalah.
Tak hanya menenafkahi anak, tapi juga menanggung menantu.



Lalu apa yang harus dilakukan?
Caranya adalah mebumbuhkan cinta positif.
Cinta positif adalah cinta yang dilandasi ketauhidan.
Cinta yang didasari kecintaan sang Maha Cinta.
Cinta positif membingkai fitrah seksualitas dalan ketauhidan.
Tumbuhkan fitrah keimanan anak, dengab demikian maka kecintaannya terhadap Rabbnya akan mengukir kuat.
Dengan begitu anak akan terhindar dari hal-hal negatif.
Anak yang cinta pada Allah akab takut untuk melakukan hal yang dibenci oleh Allah.



Referensi : Kuliah Bunda Sayang Level 11


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Senin, 15 Januari 2018

Pubertas : Kenali Tantangannya, Hadapi dengan Pendidikan Fitrah Seksualitas



Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun.

Pubertas salah satu proses dalam fitrah seksualitas.
Oleh karena itu pubertas adalah hal yang wajar, karena pubertas adalah salah satu proses yang berlangsung pada masa pre aqil baligh dan semua orang pasti melalui tahapan tahapan  perkembangan itu dalam kehidupan.

Pubertas terkait dengan hormon yang dimiliki oleh manusia.
Semua manusia telah dikaruniai Allah dengan hormon hormon khusus dalam tubuh sejak lahir.
Perempuan memiliki banyak hormon estrogen dan progesteron, sedikit testosteron.
Laki laki laki-laki banyak hormon testosteron, sedikit estrogen.

Ketika beranjak dari masa kanak kanak (awah 8 thn) ke masa pre aqil baligh (9 – 10 tahun keatas) ada satu kelenjar yang namanya pituitary (kelenjar yang ada diotak) yang tugasnya mengatur hormon hormon tadi untuk bekerja. Hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan yang cukup cepat pada tubuh dan jiwa kita, yang menandakan bahwa kita sudah memasuki masa puber.

Kapan anak mengalami pubertas?
Umumnya anak perempuan puber lebih awal dari pada anak laki laki, yaitu sekitar usia 8 – 15 tahun, sedangkan anak  laki laki sekitar usia  10 – 16 tahun
Diantara beberapa penyebab pubertas antara lain: faktor keturunan, baik buruknya gizi, dan rangsangan rangsangan yang diperoleh dari tontonan ataupun bacaan bacaan.

Apa saja tanda-tanda pubertas?

Pubertas  ditandai dengan adanya perubahan yang terjadi pada tubuh juga jiwa.
Anak laki laki > masa puber ditandai dengan mulai berfungsinya organ reproduksi dalam memproduksi sperma, yang ditandai dengan mimpi basah.
Anak perempuan > ditandai dengan mengalami proses yang disebut dengan menstruasi.






Apa saja tantangan yang dihadapi saat pubertas?

1. Rasa penasaran thd perubahan diri
2. Pergaulan bebas
3. Pergaulan menyimpang
4. Pelecehan seksual
5.  Perdagangan manusia yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti :
a. tuntutan ekonomi/ gaya hidup
b. Minim pengetahuan keimanan
c. Faktor kriminalitas
d. Lingkungan buruk

Lalu bagaimana mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

Jawabannya adalah melalui pendidikan fitrah seksualitas.
Pubertas kebayakan terjadi pada masa aqil baligh, yaitu usia 10-14 tahun.

Bagaimana pendidikan fitrah seksualitas untuk usia 10-14 tahun?
Inti dari pendidikan fitrah seksualitas untuk usia 10-14 tahun (aqil baligh) adalah mendekatkan anak laki-laki pada ibunya, dan mendekatkan anak perempuan pada ayahnya.

Ketika proses mendekatkan tersebut, orangtua menjelaskan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada masa pubertas, dan bagaimana menghadapinya.

Saat anak mengalami masa pubertas, hal yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah memperbaiki komunikasi.
Saat diskusi tentang pubertas lakukan dengan santai, hindari interogasi dan doktrinisasi.
Hargai setiap pendapat anak.
Diskusi dari hati ke hati.

Jelaskan bahasan-bahasan pubertas secara ilmiah namun tetap dalam bahasa yang dimengerti oleh anak.

Bila anak merasa terpuaskan diskusi dengan orangtuanya, maka dia tidak akan bertanya ke pihak lain, yang bisa saja memberikan penjelasan yang salah.

Pubertas adalah salah satu peristiwa penting bagi anak dan orangtua.
Peristiwa sebuah proses aqil baligh yang membutuhkan banyak ilmu dan persiapan baik secara fisik dan mental.
Karena sebuah tanggung jawab secara menyeluruh akan dipikul pada diri sang anak sbg seorang mukallaf.
Jadikan proses pubertas ini sebagai hal yg suci dan bermartabat, tentunya dengan persiapan ilmu yang bs kita tularkan ke anak-anak kita.

Selamat membersamai dan mendidik anak sesuai dengan fitrahnya.



Referensi : Kuliah Bunda Sayang IIP


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Minggu, 14 Januari 2018

Ini Dia 11 Langkah Sukses Pendidikan Fitrah Seksualitas untuk Aqil Baligh



Pendidikan Fitrah Seksualitas adalag tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahmya sebagai lelaki atau sebagai perempuan sejati.

Bagaimana pendidikan fitrah seksualitas untuk usia 10-14 tahun?

Inti dari pendidikan fitrah seksualitas untuk usia 10-14 tahun (aqil baligh) adalah mendekatkan anak laki-laki pada ibunya, dan mendekatkan anak perempuan pada ayahnya.

Pendidikan fitrah seksualitas untuk usia 10-14 tahun dapat dilakukan dengan 11 cara berikut ini :

1. Menjaga jam biologisnya agar tidak rusak. Sebab anak yg rusak ditandai kebiasaan begadang dan bangun kesiangan atau tidur sehabis subuh

2. Anak jangan berlama lama di kamar mandi sebab kamar mandi tempat yg paling banyak dikunjungi jin dan syetan

3. Memperhatikan teman karib dan bahasanya. Sebab agama seseorang dilihat dari sahabatnya. Dan bahasa anak menunjukkan isi kepalanya

4. Ayah menjadi role model anak dimana mulai sering mengajak anak lelakinya dalam   dewasa

5. Ibu memberikan rasa nyaman yg akan menjadi magnet agar anak selalu ingin pulang

6. Menyibukkan anak. Maka fase baligh anak dilatih utk buat rundown harian agar waktunya tak sia sia

7. Menjebol privasi anak. Pastikan anak tak punya privasi. Sebab privasi bagi anak ABG sejatinya akan 'membunuh'nya. Maka tugas ortu membuat anak mau terbuka

8.  Komunikasi produktif, dengan pendampingan dari ayah & ibu

9.  Melatih anak untuk belajar mandiri secara finansial

10. Melatih anak untuk belajar menghadapi tantangan membersihkan "kotoran haidnya" sendiri

11. Mendampingi ibadah dengan mengajak ngobrol santai tentang makna ibadah keseharian nya

Semoga Allah memberi kemudahan pada kita dalam mendidik anak-anak sesuai dengan fitrahnya.

Amin


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Sabtu, 13 Januari 2018

Fokus Pada Cahayanya


Pagi ini sebelum berangkat ambil rapot, ada drama yang berhasil memancing emosi (maafin bunda ya nak).
Chacha memang sudah tidak mau dipilihkan baju, dia selalu pilih sendiri.
Tapi kali ini pilihannya sukses bikin saya tersulut emosi.

Dia maunya pakai rok celana dengan atasan tunik.
Padahal sudah di kasih tahu, kalau pakai tunik pasangannya legging.
Kalau pakai rok celana pasangannya kaos atau kemeja.

Dia tetap pada pilihannya.
Saya pun memberi ultimatum "kalau sampai bunda selesai siap-siap kita belum sepakat dengan ini, lebih baik kamu nggak ikut ambil rapot."
Hmm,,, saya sudah emosi jiwa raga (maaf ya nak).

Lalu saat mandi, saya teringat cerita gurunda.
Tentang anaknya yang suka pakai kaos kaki dengan motif berbeda di kaki kanan dan kaki kiri.
Tentang bagaimana membuat anak menjadi pemimpin.








Ya Allah,, saya salah.
Kenapa harus tersulut emosi.
Kenapa memandang dari sudut pandang saya.

Maka ketika selesai mandi, saya bebaskan Chacha memilih pakaiannya.
Dia tetap mau pakai tunik dan rok celana.
Saya turuti, toh ternyata hasilnya juga bagus.

Maafkan bunda ya nak.

Maka itulah sejatinya pendidikan berbasis fitrah.
Fokus pada cahaya anak.
Teguh pendirian, bisa mengambil keputusan adalah nilai-nilai seorang pemimpin.
Semoga kelak kamu jadi pemimpin yang bijaksana ya nak.

Bila memilih baju saja kita batasi, layakkah kita berharap punya anak seorang pemimpin?.


Surabaya, 13 januari 2017.
Dari Ibu yang masih harus banyak belajar dan bersabar.

Stop Generasi Galau! Caranya? Bangkitkan Fitrah Seksualitasnya!




Halo Bunda, pernakah bunda melihat atau mungkin mengalami sendiri anak-anak ketika usia 10-14 tahun mulai suka membangkang?
Mulai malas mengerjakan tugas-tugas rumah? Bahkan terlihat lebih banyak melamun.
Hmm, kira-kira apa ya yang menyebabkan ini semua terjadi?
Jawabannya adalah karena masa dimana anak-anak separuhnya hampir dewasa biasa disebut masa transisi atau REMAJA (baligh tapi belum aqil) yang sebenarnya tidak dikenal dalam islam bahkan dunia.

☘Istilah Remaja ini baru dikenal pada abad ke-20 ( oleh Dr. Sarjito Wirawan Sarwono).

☘Di Undang-Undang pun tidak ada satu pun kata yang menyebutkan tentang remaja.








‼‼Tapi kini remaja menjadi masa yang membahayakan dan beresiko tinggi pada pemuda pemudi yang terus dibocahkan sampai usia 25 tahun.‼‼

Tanpa eksistensi sosial maupun bakat, lahirlah pemuda pemudi galau.

☘Hal diatas akan menimbulkan adanya,
- tawuran,
- pembullyan,
- penyimpangan seksual,
- depresi dan bunuh diri

*Apa Penyebabnya*

☘Kesenjangan Aqil dan Baligh.

☘Kesenjangan aqil, aqil yang terlalu lambat, diusia 22-25 tahun.

☘Kesenjangan baligh, baligh yang terlalu cepat, diusia 10 - 12 tahun.

*STOP LOST GENERATION / STOP GENERASI GALAU*

☘Kembalikan kepada generasi aqil baligh yaitu generasi yang aqilnya bisa bersamaan dengan balighnya.

*Bagaimana caranya ?*

Figur Ayah Ibunya harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqil baligh.

*Tujuannya*

Agar fitrah Seksualitas Anak tumbuh Indah paripurna. Pendidikan Fitrah Seksualitas tidak sama dengan  Pendidikan Seks

Pendidikan Fitrah Seksualitas adalag tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahmya sebagai lelaki atau sebagai perempuan sejati.

Bagaimana pendidikan fitrah seksualitas untuk usia 10-14 tahun?

Dekatkan anak laki-laki dengan ibunya, karena saat baligh sudah mengenal ketertarikan kepada lawan jenis sehingga dapat memahami empati langsung dari wanita terdekatnya.

Bila Tidak Dekat?

Maka tidak akan memahami perasaan, fikiran dan persikapan, akibatnya akan menjadi lelaki yang tidak dewasa, suami yang kasar dan sebagainya

Dekatkan anak perempuan dengan ayahnya sehingga dapat memahami empati langsung dari lelaki terdekatnya.

Bila tidak dekat?

Kelak berpeluang menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang.

Nah bagaimana bunda, bisakah kita bersabar sebentar saja.
Masa mendidik hanya sebentar, jangan sia-siakan kesempatan ini.
Semoga kita dimampukan menjaga amanah yang diberikan.

Referensi : Kuliah Bunda Sayang Level 11.

Jumat, 12 Januari 2018

ASI adalah paket lengkap kebutuhan bayi.



Sosok kedua orangtua baik ayah maupun ibu
harus ada sepanjang masa mendidik anak.
Mulai ketika anak itu lahir hingga masa aqilbaligh.
Tujuannya, agar fitrah seksualitas anak tumbuh
dengan sempurna. Pendidikan fitrah seksualitas
berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah
seksualitas dimulai sejak bayi lahir.
Fitrah seksualitas adalah bagaimana
seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai
fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai
perempuan sejati. Dalam menumbuhkan fitrah ini
sangat bergantung pada kehadiran dan kedekatan
kepada kedua orangtua.
Dalam proses pendidikan berbasis fitrah,
pengembangan fitrah seksualitas memerlukan
kedekatan yang berbeda di tahap usia anak. Usia 0-
2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan
pada ibunya karena ada proses menyusui. Seperti
yang saya lakukan pada Aluna. Saat ini usianya Saat ini usianya
baru 11 bulan, maka selain MPASI, ASI adalah
kebutuhan utamanya.

Pemberian ASI tidak sekedar memberi cairan
makanan, namun juga merupakan paket lengkap
memenuhi kebutuhan dasarnya.
Yaitu ASAH, ASIH dan ASUH. Asah
identik dengan stimulasi. Bayi yang diberi ASI
mendapatkan unsur Asah pada saat digendong,
didekap, kontak mata dengan bayi kemudian ada
proses diajak bicara yang membangun multiple
stimulation dengan anak.
Biasanya saya selalu melantunkan ayat-ayat suci
Al Qur'an ketika menyusui Aluna. Atau juga
menyanyikan lagu-lagu untuknya.
Asih, membangun rasa kasih sayang antara
ibu dengan anak, atau sering diistilahkan dengan
bonding. Proses menyusui tidak hanya memberi
makanan atau cairan kehidupan pada bayi, namun
juga bonding yang tercipta saat menyusui seperti
memberi pelukan, juga skin to skin contact
memberikan kepercayaan dari bayi kepada ibu.
Asuh identik dengan pemberian nutrisi.
Dengan ASI, saya sudah memberikan yang terbaik
untuk Aluna. Tidak perlu diragukan lagi, ASI memang memiliki banyak nutrisi yang terkandung
di dalamnya. Sehingga akan berdampak baik bagi
perkembangan fisik dan mentalnya.


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak


Kamis, 11 Januari 2018

Jilbabku, Penjagaku



Berbicara pendidikan seksualitas, salah satu bahasan utamanya adalah aurat.
Aurat adalah hal penting yang harus diajarkan sejak dini.

Memiliki dua anak perempuan menjadi tantanag tersendiri bagi kami.

Sebagai orangtua, kami berkewajiban membangun imaji positif kepada Aluna untuk memakai jilbab.
Sebab memakai jilbab adalah kewajiban bagi semua muslimah.

Ada beberapa cara yang kami lakukan untuk membuat anak-anak terbiasa dan nyaman memakai jilbab,







1. Memberi keteladanan
Saya selalu mencontohkan untuk memakai jilbab bila bertemu dengan orang yang bukan muhrim.
2. Berikan jilbab dengan bahan yang nyaman bagi anak. Tidak panas dan bisa menyerap keringat.
3. Selalu memberi pujian ketika anak memakai jilbab.


Dengan mengenakan jilbab, maka aurat mereka akan terjaga.
Fitrah seksualitas mereka akan berkembang sebagaimana mestinya, sebab mereka berpakaian sesuai gendernya.


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Rabu, 10 Januari 2018

Asuransi Idaman Itu Memberikan Pelayanan Maksimal Bukan Hanya Pada Pasien, Tapi Juga Pada Keluarga Pasien



Kehidupan adalah sebuah misteri, tidak ada yang bisa memberi kepastian apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kondisi yang serba tak pasti ini membuat kita harus selalu siap menghadapi resiko yang ada. Memiliki asuransi kesehatan adalah salah satu upaya perlindungan terhadap resiko yang mungkin akan menimpa kita.

Dewasa ini banyak sekali produk asuransi kesehatan yang ada di masyarakat.  Bagaimana kita bisa memilih yang terbaik dari semua produk yang ditawarkan oleh pasar? Kalau saya ada beberapa poin yang saya jadikan acuan utama dalam memilih asuransi.



sumber : bisnis-liputan6.com


Pertama, kemudahan layanan administrasi. Saya akan memilih asuransi yang memberikan kemudahan administrasi saat proses klaim terjadi. Biasanya prosedur administrasi di rumah sakit sedikit riewuh, harapannya adalah adanya  bantuan dari petugas asuransi.

Kedua, adanya jaminan akan tersedianya kamar di rumah sakit. Ketika harus menjalani rawat inap, seringkali pasien akan kesulitan mendapatkan kamar inap. Terkadang kamar yang tersedia tidak sesuai dengan kamar yang seharusnya di dapatkan.

Ketiga, memberikan kemudahan pada keluarga pasien. Selama ini memang kebanyakan asuransi hanya berfokus pada pelayanan terhadap pasien. Jarang ada asuransi yang memperhatikan keluarga pasien, padahal saat menunggu rawat inap keluarga pasien juga membutuhkan perhatian.

Hmm, adakah asuransi yang memiliki tiga poin tersebut? Jawabannya adalah Prudential. Pada 16 November 2017, Prudential meluncurkan Pru Medical Network. 



sumber : asuransiterbaikkita.com



Pru Medical Network adalah jaringan rumah sakit rekanan Prudential yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah Prudential Indonesia dalam mendapatkan perlindungan rawat inap. Pru Medical Network tersedia di 42 rumah sakit yang dikelola oleh Siloam, Mayapada, Mitra Keluarga dan Royal Trauma di seluruh Indonesia.

Melalui Pru Medical Network ini nasabah akan mendapatkan beberapa kemudahan,  antara lain :
  1. Kemudahan administrasi di Rumah Sakit dengan adanya layanan Pru Hospital Line dan staf Pru Medical Network oleh Prudential
  2. Jaminan ketersediaan kamar rawat inap.
  3. Fasilitas tambahan untuk keluarga pasien yang menunggu, seperti bantal, boneka atau voucher makan.



Layanan Pru Medical Network ini terbukti tak hanya memberikan kemudahan pada pasien, tapi juga pada keluarga pasien. Dengan layanan ini Prudential menjawab kebutuhan nasabah akan pelayanan rumah sakit yang efisien, nyaman dan mudah. Ini menjadi wujud nyata komitmen Prudential dalam melayani 2,4 juta nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia. 


Ketika Anak Bertanya Tentang Organ Reproduksi


Berbicara tentang fitrah seksualitas, maka pembahasan organ reproduksi tak dapat dihindari.
Bagaimana jika anak, khususnya yang masih berusia pra latih (0-7 tahun) bertanya tentang organ reproduksi?

Ada 5 langkah yang bisa dilakukan untuk mengenalkan organ reproduksi pada anak.


1. Ajak si kecil mengenali bagian-bagian tubuhnya

Kenalkan pada anak organ reproduksi yang mereka miliki.
Kenalkan dengan sebutan ilmiah.
Tanamkan padanya  bahwa dia harus merawat, membersihkan, dan menjaga tubuhnya dengan baik. Sebab, tubuhnya merupakan karunia paling berharga dari Tuhan. Selain itu, jelaskan pula fungsi setiap bagian tubuhnya secara sederhana.
Lakukan ini ketika memandikan anak.

2. Tanamkan padanya untuk menjaga tubuh

Ajari anak tentang bagian tubuh pribadinya.
Ada 4 daerah pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain, selain orangtua atau dokter.
Empat daerah pribadi tersebut antara lain mulut, dada, kemaluan dan pantat.








3. Bangun kebiasaan positif

Bangun kebiasaan positif misalnya tidak berganti baju di depan umum.
Tidak mengajak anak kencing di sembarang tempat.
Ajarkan toilet traning ketika anak sudah bisa berjalan dan bicara dengan lancar.

4. Biasakan anak berpakaian sesuai identitasnya

Dewasa ini, banyak orangtua yang justru lalai dalam memperhatikan cara berpakaian dan berdandan anak.
Tidak jarang terlihat beberapa orangtua membiarkan anak perempuannya berambut cepak layaknya cowok, atau mendandani anak lelakinya dengan style rambut panjang sebahu.
Jika hal ini dibiarkan berlangsung dalam waktu lama, anak bisa-bisa  mengalami kebingungan akan identitas seksualnya, lho!

5. Menjaga kehormatan anak

Hormati kehormatan anak, tidak menyebarkan foto yang membuat anak malu.
Misalnya, foto saat anak mandi, foto saat telanjang, atau foto konyol saat anak tidur. Nah, dengan tidak memajang foto-foto tersebut di album sosial media, otomatis Ajari anak untuk tidak memamerkan hal-hal yang tidak seharusnya dipamerkan.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Selasa, 09 Januari 2018

Peran Ayah dan Ibu dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas



Setiap anak lahir dengan fitrahnya masing-masing. Tugas orangtua adalah membangkitkan fitrah yang dimiliki anak, agar fitrah-fitrah tersebut mampu berkembang optimal. Termasuk fitrah seksualitas.

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Pendidikan fitrah seksualitas tentu berbeda dengan pendidikan seks. Memulai pendidikan fitrah seksualitas tentu pada awalnya tidak langsung mengenalkan anak pada aktivitas seksual, seperti masturbasi atau yang lainnya.

Fitrah Seksualitas dibangkitkan sesuai dengan tahapan usia anak.
Dalam membangkitkan fitrah seksualitas ini ayah dan ibu punya peran masing-masing.

Dalam bukunya Fitrah Based Education, Harry Santosa menjelaskan Fitrah Peran ayah
VS Fitrah Peran ibu

Fitrah peran ayah adalah:
1. Penanggungjawab pendidikan
2. Man of vision and mission
3. Sang ego dan individualitas
4. Pembangun sistem berpikir
5. Supplier maskulinitas
6. Penegak professionalisme
7. Konsultan pendidikan
8. The person of “tega”

Fitrah peran ibu adalah:
1. pelaksana harian pendidikan
2. person of love and sincerity
3. sang harmoni dan sinergi
4. pemilik moralitas dan nurani
5. supplier femininitas
6. pembangun hati dan rasa
7. berbasis pengorbanan
8. sang “pembasuh luka”

Perbedaan peran tersebut bisa mengisi satu sama lain.
Sehingga dalam melakukan pendidikan berbasis fitrah akan berjalan dengan baik.









Adapun peran ayah dan ibu dalam membangkitkan fitrah seksualitas sesuai tahapan usia anak adalah sebagai berikut :

A. Tahap Pra Latih
* Usia 0-2 Tahun
Pada usia ini anak harus dekat dengan ibunya, karena terdapat proses menyusui. Ibu menyusui anaknya. Menyusui bukan sekedar memberi ASI. Artinya ketika menyusui ibu memberikan perhatian secara penuh kepada anaknya. Tidak melakukan aktifitas lainnya saat menyusui.

* Usia 3-6 tahun
Di usia ini anak harus dekat dengan kedua orangtuanya. Sosok ayah dan ibu harus hadir agar anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional. Kedekatan kedua orangtua akan membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok laki-laki dan perempuan. Dan pada akhirnya anak akan bisa menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya. Anak sudah bisa memastikan jenis seksualitasnya. Mereka dengan mantap mengatakan  " saya perempuan " atau " saya laki-laki ".

B. Tahap Pre Aqil Baligh 1 (7-10 tahun)
Pada usia ini anak laki-laki lebih didekatkan kepada ayah. Mengapa? Karena usia ini egosentris anak bergeser ke sosio sentris. Ayah membimbing anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya. Caranya bisa mengajak anak untuk mengikuti shalat berjamaah di masjid. Melakukan kegiatan pertukangan bersama. Atau menghabiskan waktu di bengkel.
Selain itu, ayah juga menjelaskan tentang fungsi reproduksi yang dimiliknya.
Misalnya konsekuensi sperma bagi seorang laki-laki. Begitupula sebaliknya, di usia ini anak perempuan lebih didekatkan pada ibunya. Ibu membangkitkan peran keperempuanan dan keibuaan anak. Misalnya memberi pengetahuan akan pentingnya ASI (Air Susu Ibu). Agar kelak anak perempuan akan melaksanakan tugas menysuinya dengan baik. Mengajarkan tentang pentingnya pendidikan bagi seorang ibu. Seorang ibu haruslah terdidik, sebab ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Melibatkan anak dalam mempersiapkan hidangan yang begizi bagi keluarga. Dan ibu menjadi tempat pertama yang menjelaskan tentang konsekuensi adanya rahim bagi perempuan.

C. Tahap Pre Aqil Baligh 2 ( 11-14)
Usia ini adalah puncak perkembangan fitrah seksualitas. Pada usia ini anak laki-laki akan mengalami mimpi basah, sedangkan anak perempuan akan mengalami menstruasi. Mereka juga mulai memiliki ketertarikan pada lawan jenis.
Langkah pertama yang harus dilakukan orangtua dalam membangkitkan fitrah seksualitas pada usia ini adalah memberikan mereka kamar terpisah. Di usia ini anak laki-laki harus lebih dekat pada ibunya. Tujuannya, agar dia mampu memahami dan memperhatikan lawan jenisnya melalui kacamata perempuan. Sehingga kelak dia akan tumbuh sebagai laki-laki yang bertanggungjawab dan penuh kasih sayang. Anak perempuan pada usia ini harus lebih dekat dengan ayahnya. Ayah menjadi cinta pertamanya. Ayah menjadi sosok ideal dimatanya. Menjadi tempat mencurahkan segala keluh kesah. Kedekatan ini membuat anak perempuan bisa memahami bagaimana laki-laki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan sesuai persepsi laki-laki.

Pertanyaan kemudian adalah bagaimana setelah usia 14 tahun? Pasca usia 14 tahun anak bukan lagi anak. Mereka adalah individu yang setara. Tugas orangtua sudah selesai di usia ini. Sebab jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh. Anak sudah bertanggungjawab pada dirinya sendiri.

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Senin, 08 Januari 2018

Maraknya Tayangan Berbau LGBT, Bagaimana Menyikapinya?



Secara sosiologis, media massa adalah salah satu agen sosialisasi.
Media massa memiliki kemampuan menyebarkan nilai-nilai.
Seiring berkembangnya zaman, perkembangan media pun semakin massif.
Terutama sejak ditemukannya internet.
Akses informasi semakin luas.

Sayangnya, dewasa ini banyak sekali tayangan media yang menyebarkan nilai-nilai penyimpangan, salah satunya LGBT.
Banyaknya film kartun yang menceritakan LGBT, merupakan hal serius yang harus segera ditangani.








Mengapa film kartu memuat konten LGBT?
Pertama, karena anak-anak lebih mudah dipengaruhi.
Kedua, mempengaruhi anak-anak akan lebih panjang waktu masa depannya daripada orang dewasa.

Bagaimana orangtua menyikapi hal ini?
Pertama, bangkitkan fitrah keimanannya. Berikan atmosfer positif tentang ajaran agama. Iman menjadi pondasi dalam menyikapi hal-hal yang ada disekitarnya.

Kedua, kuatkan konsep gender pada anak. Bangkitkan fitrah seksualitas mereka. Didik anak agar berperilaku sesuai gendernya.

Ketiga, selektif memilih totonan. Pastikan memeriksa terlebih dahulu isi tontonan yang akan ditonton oleh anak. Dampingi mereka saat menonton.

Keempat, perbanyak aktivitas bersama. Dengan melakukan aktivitas bersama, orangtua dapat menanamkan nilai-nilai positif. Selain itu juga akan mengurangi ketertarikan anak dalam melihat tontonan di media.




#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksuakitasAnak

Minggu, 07 Januari 2018

"Buku Sebagai Media Belajar Penguatan Konsep Gender"


Salah satu media yang saya pakai dalam menguatkan konsep gender pada Chacha adalah buku.
Kali ini saya bacakan buku Ensiklopedi Bocah Muslim jilid Tubuhku, Indonesiaku, Masyarakat dan Bangsa.
Dalam buku ini menceritakan bahwa semua hal itu berpasangan.

Seandainya di dunia ini hanya ada laki-laki atau perempuan,  pasti kita tidak akan lahir ke dunia.
Sebab,  kita lahir dari pernikahan ayah dan ibu.
Anak kucing saja juga lahir dari ayah dan ibunya.
Allah menciptakan siang yang berpasangan dengan malam.
Dengan begitu,  kehidupan ini terasa indah, bukan?









💜 Laki-Laki dan Perempuan Memiliki Banyak Perbedaan
👨 Laki-laki punya hormon khusus yang menyebabkan kumis dan jenggot tumbuh di wajah.
👨 Tubuh laki-laki dewasa memiliki lebih banyak otot dibandingkan dengan tubuh perempuan.
👩 Perempuan dapat menyusui karena memiliki kelenjar yang memproduksi kelenjar air susu.
👩 Perempuan dapat hamil dan melahirkan karena memiliki rahim.


#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksuakitasAnak
 Sebagai Media Belajar Penguatan Konsep Gender".

Salah satu media yang saya pakai dalam menguatkan konsep gender pada Chacha adalah buku.
Kali ini saya bacakan buku Ensiklopedi Bocah Muslim jilid Tubuhku, Indonesiaku, Masyarakat dan Bangsa.
Dalam buku ini menceritakan bahwa semua hal itu berpasangan.

Seandainya di dunia ini hanya ada laki-laki atau perempuan,  pasti kita tidak akan lahir ke dunia.
Sebab,  kita lahir dari pernikahan ayah dan ibu.
Anak kucing saja juga lahir dari ayah dan ibunya.
Allah menciptakan siang yang berpasangan dengan malam.
Dengan begitu,  kehidupan ini terasa indah, bukan?

💜 Laki-Laki dan Perempuan Memiliki Banyak Perbedaan
👨 Laki-laki punya hormon khusus yang menyebabkan kumis dan jenggot tumbuh di wajah.
👨 Tubuh laki-laki dewasa memiliki lebih banyak otot dibandingkan dengan tubuh perempuan.
👩 Perempuan dapat menyusui karena memiliki kelenjar yang memproduksi kelenjar air susu.
👩 Perempuan dapat hamil dan melahirkan karena memiliki rahim.


#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksuakitasAnak

Sabtu, 06 Januari 2018

LGBT, Apa yang Salah??



Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materi Pasal 284, Pasal 285, dan Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), permasalahan LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) kembali menyeruak dalam masyarakat.

Apalagi adanya pendapat yang menyatakan bahwa LGBT adalah karena faktor gen Bio Gen digadang gadang kalangan gay agar mereka diterima di masyarakat. Mereka menyebutnya gen gay(gay gene theory) atau lahir sebagai gay (born gay).

Tahun 1989 ilmuwan jerman Magnus Hirscheld mengenalkan teori "born gay". Yang menegaskan bahwa homoseksual itu karena pengaruh bawaan. dan menyerukan persamaan hukum bagi gay. Tapi hal ini tanpa ada landasan ilmiahnya.

Tahun 1991 dua orang peneliti yaitu Dr michael Bailey dan Dr Richard Pillard melakukan penelitian yang membuktikan bahwa homoseksual itu bawaan. Yang diteliti adalah pasangan kembar identik, kembar tidak identik, adik kaka biologis, atau saudara angkat. Riset ini menyimpulkan adanya pengaruh gen namun gagal menemukan faktor genetik penentu.

Riset menyebutkan bahwa diantara mereka yang gay, saudaranya pun terindikasi ikut menjadi gay. 52% pasangan kemabar identik yang gay, saudaranya ikut menjadai gay. 22% pada kembar biasa, 9,2% pada saudara biologis, 10,5 pada saudara angkat.
Akan tetapi gen di kromosom yang membawa sifat menurun tak berhasil ditemukan.
Sesungguhnya riset ini menunjukan bahwa gay adalah perilaku menular akibat pergaulan dan lingkungan (socio genetik) dan salah asuh di keluarga (psycho genic) bukan bawaan lahir.

Riset tadi dilanjutkan Dean Hmer seorang gay. Dia meneliti 40 pasangan kakak adik homoseksual. Hasil risetnya mengatakan bahwa salah satu dari beberapa gen yang diturunkan oleh ibu  terletak di kromosom Xq28 sangat berpengaruh pasa sifat homoseksual teori ini runtuh tahun1999 oleh Prof. George Rice dari universitas Western Ontario Kanada yang menyatakan bahwa hasil penelitian terbaru tak mendukung adanya kaitan gen X yang mendasari homoseksual. Penemuan ini didukung oleh Prof Alan sanders dari universitas Chicago.

Secara akal sehat pun kita menolak mentah-msntah tentang adanya LGBT. Secara fisik pun bisa kita lihat dengan jelas perbedaan alat reproduksi wanita dan pria yang sudah jelas jelas diciptakan sepasang.

Lalu dari mana munculnya LGBT ini?
LGBT muncul karena tidak berkembangnya fitrah seksualitas akibat kesalahan pengasuhan.
Ketidak hadiran ayah dan ibu secara utuh dapat menghambat berkembangnya fitrah seksualitas anak secara optimal.



Cara membangkitkan fitrah seksualitas anak 





Maka adalah penting bagi orangtua membangkitkan fitrah seksualitas anak.
Orangtua hadir secara penuh dalam setiap tahapan perkembangan fitrah seksualitas anak.

Anak yang fitrah seksual nya tumbuh dan berkembang dengan tepat, akan tumbuh sesuai dengan gendernya.
Seorang anak lelaki yg fitrah kelelakiannya tumbuh, kelak akan tumbuh subur  pula fitrah keayahan nya. Dia akan menjadi ayah yang baik, bertanggung jawab buat istri dan anak anaknya. Mampu menjadi imam bagi keluarganya

Begitu pun sebaliknya. Seorang anak wanita yang fitrah kewanitaannya tumbuh dengan baik, kelak akan tumbuh subur pula fitrah kebundaannya. Menjalankan kewajibannya sebagai istri dan bunda bagi anak anaknya. Mampu mendidik anak anaknya menyiapkan generasi berikutnya membangun peradaban.

Jadi, menumbuhkan fitrah seksual pada anak artinya pula menyiapkan dua generasi di masa yang akan datang.

Mari ayah dan bunda, selalu dampingi anak-anak kita dengan penuh cinta.
Hadirlah sepenuh hati dan sepenuh tubuh.


#Tantangan10hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksuakitasAnak




Jumat, 05 Januari 2018

Ini Dia 9 Langkah yang Bisa Bunda Lakukan untuk Membangun Konsep Gender Pada Anak Usia Pra Latih (0-7 Tahun)




Setiap anak lahir dengan fitrahnya masing-masing. Tugas orangtua adalah membangkitkan fitrah yang dimiliki anak, agar fitrah-fitrah tersebut mampu berkembang optimal. Termasuk fitrah seksualitas.

Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Pendidikan fitrah seksualitas tentu berbeda dengan pendidikan seks. Memulai pendidikan fitrah seksualitas tentu pada awalnya tidak langsung mengenalkan anak pada aktivitas seksual, seperti masturbasi atau yang lainnya.

Lalu seberapa penting sih fitrah seksualitas ini?
Fitrah seksuitas ini sangat penting, salah satunya adalah untuk penguatan konsep gender.
Penguatan konsep gender ini terdiri dari tiga hal mulai dari gender identity (paham identitas), gender stereotype (paham peran) , dan gender thype behaviod (paham perilaku).

Penguatan konsep gender bisa dilakukan dengan cara :
1. Kenali anggota tubuh
Ada baiknya dikenalkan dengan nama ilmiahnya, misalnya vagina pada perempuan atau penis pada laki-laki. Mengapa harus nama ilmiah? Ini menghindarkan pada pentabuan. Selama ini pembicaraan seputar seksualitas dianggap tabu oleh masyarakat. Karena penjelasannya seringkali tidak secara ilmiah. Hal yang tabu ini bisa mendorong anak untuk mencari-cari secara sembunyi-sembunyi. Dan ini pada akhirnya akan memulai datangnya masalah penyimpangan seksual pada anak.

2. Kenalkan rasa malu
Tunjukkan pada anak tentang aurat yang dimilikinya. Tanamkan rasa malu ketika auratnya di lihat orang lain. Ajari anak menundukkan pandangannya.










3. Ajari bersuci
Ajarkan anak cara bersuci dan lakukan toilet training sejak anak bisa berbicara.

4. Berpakaian sesuai gender
Sejak kecil biasakan anak memakai pakaian dan aksesoris yang sesuai gendernya.

5. Bermain peran
Bermain peran adalah salah satu media yang pas dalam menanamkan nilai-nilai pada anak. Saat bermain peran pastikan anak memilih peran sesuai gendernya.

6. Bangun sisi feminim/maskulin
Saat anak berusia 0-5 tahun anak harus dekat dengan kedua orangtuanya. Sosok ayah dan ibu harus hadir agar anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional. Kedekatan kedua orangtua akan membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok laki-laki dan perempuan.
Dan pada akhirnya anak akan bisa menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya. Anak sudah bisa memastikan jenis seksualitasnya. Mereka dengan mantap mengatakan  " saya perempuan " atau " saya laki-laki ".

7. Kenalkan gender keluarga
Kenalkan anak pada gender semua anggota keluarga, dimulai dari keluarga inti kemudian keluarga besar.
Membuat pohon keluarga bisa menjadi metode yang tepat.

8. Pisahkan tidurnya
Saat usia 7 tahun pisahkan kamar anak.
Jangan mencampur anak laki-laki dan perempuan saat anak sudah berusia 7 tahun.

9. Latih anak berkata tidak
Latih anak untuk berani berkata "tidak" jika ada orang lain yang menyentuh bagian tubuh pribadinya.

Nah bunda, semoga sembilan tips diatas bisa membantu dalam menguatkan konsep gender pada anak.


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Kamis, 04 Januari 2018

Blogger Wanna Be




Setelah memutuskan untuk lebih banyak waktu di rumah, saya mulai melirik blogger sebagai mata pencaharian baru.
Ya rasanya juga pengen punya uang dari hasil kerja keras sendiri.
Bosan juga klo tiap hari cuma habisin uang suami, hahaha.

Sebenarnya saya sudah punya blog sejak jaman dulu kala.
Masa-masa melajang yang punya banyak waktu kencan di depan laptop.
Tapi ngeblognya dulu ya cuma buat senang-senang aja.
Sekadar tempat curhat dan menulis materi mengajar.
Maklum profesi saya dulu adalah guru les, sekarang juga masih mengajar.
Namun sifatnya freelance aja.
Platform blog juga yang gratisan.
Tak terpikir lah cari uang lewat ngeblog.

Hingga tahun lalu saya bergabung dalam komunitas ODOP (One Day One Post) for99days.
Karena konsistensi saya menulis tiap hari, saya dapat bonus belajar dalam wag.
Dan di wag inilah ilmu-ilmu tentang blogger beterbangan, membuat saya semangat menjadi seorang blogger profesional.

Lalu usaha apa saja yang saya lakukan untuk bisa jadi seorang blogger profesional?









Pertama, menulis.
Ya menulis itu langkah awal menjadi seorang blogger.
Klo nggak nulis apa juga yang bisa diposting di blog, ya kan?!

Kedua, buat blog dengan platform berbayar.
Ini harus lho, karena kebanyakan job-job buat blogger itu untuk blog dengan platform berbayar.

Ketiga, update terus ilmu tentang blog.
Belajar terus tentang dunia blogging.
Bisa dari buku ataupun ikut workshop.

Keempat, bergabung dengab komunitas blogger.
Nah ini juga penting, dengab berkomunitas biasanya kita bisa dapat transferan ilmu dari blogger-blogger yang sudah mastah itu.
Melalui komunitas ini juga kita biasanya akan dapat info tentang job buat para blogger.

Nah sejauh ini alhamdulillah saya sudah pernah dapat uang dari hasil ngeblog.
Walaupun jumlahnya tidak terlalu fantastis, saya cukup senang.
Tahun ini saya ingin lebih memperdalam ilmu tentang blogging dan memperbanyak mendulang rupiah dari hasil ngeblog.
Doakan yaaa...


#30haribercerita
#30HBC1804

Rabu, 03 Januari 2018

Kesepakatan Bersama: Kunci Sukses Tumbuhkan Disiplin Positif


Kesepakatan bersama adalah langkah awal mewujudkan disiplin positif bagi keluarga.

Lalu bagaimana cara membuat kesepakatan bersama yang baik?
Setelah mengikuti kelas "Disiplin Positif 3" dari Keluarga Kita, setidaknya ada 8 panduan dalam membuat kesepakatan bersama.
Yaitu :
1. Melibatkan semua anggota keluarga, berdasarkan diskusi dan negosiasi.

2. Fokus pada hal yang penting.

3. Hanya sedikit, jangan membuat kesepakatan telalu banyak.
Kemampuan mengingat anak masih terbatas.
Idealnya kesepakatan bersama minimal terdiri dari tiga, maksimal delapan.

4. Mencakup nilai dalam keluarga, artinya sesuai dengan prinsip m-prinsip yang dianut keluarga.

5. Dinyatakan dalam kalimat positif. Fokus pada yang haris dilakukan, bukan pada yang dilarang.

6. Terdapat konsekuensi, bila kesepakatan bersama dilanggar.

7. Tertulis dan diletakkan ditempat yang mudah dilihat oleh semua anggota keluarga.

8. Ditinjau Ulang, kesepakatan bersama tidak kekal sifatnya.
Bisa ditinjau ulang sesuai hasil diskusi dan refleksi  dengan semua anggota keluarga.

Dan apa kesepakatan bersama dalam keluarga kami?
Kami membuat tiga butir dalam kesepakatan bersama :







1. Mematuhi Jadwal
Daripada menulis mainnya jangan lama-lama, lebih baik menulis mematuhi jadwal.
Jadi Chacha tahu kapan jadwal main, kapan jadwal belajar.

2. Bicara Pelan
Ini adalah pengganti yang lebih baik daripada menulis "jangan teriak-teriak."
Butir ini tak hanya untuk Chacha tapi juga untuk saya.
Saya harus bisa tetap bicara pelan  saat menghadapi perilaku anak yang mungkin mengecewakan.

3. Menaruh barang pada tempatnya.
Awalnya, suami mengira saya ingin membuat Chacha menaruh mainan pada tempatnya.
Tapi jika mainan itu kan hanya untuk Chacha.
Maka redaksionalnya diganti.
Dengan begitu semua barang akan tetao pada tempatnya dan ini berlaku bagi setiap orang di rumah kami.

Kesepakatan bersama yang kami buat ditulis sendiri oleh Chacha.
Lalu kami letakkan kesepakatan bersama tersebut di pintu kulkas.
Sekarang kami harus berjuang mematuhinya.
Awalnya mungkin sulit, tapi bukan berarti tidak bisa.


#30haribercerita
#30HBC1803

Senin, 01 Januari 2018

6 Jurus Resolusi Anti Gagal


Tahun baru selalu diramaikan dengan resolusi baru.
Apa sih sebenarnya resolusi itu?
Menurut KBBI, resolusi adalah re·so·lu·si /résolusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal.

Resolusi tahun baru adalah janji yang dibuat untuk perbaikan diri, yang akan dimulai pada tahun baru.
Begitu juga saya, biasanya saya juga membuat resolusi.
Membuat rencana yang akan di lakukan di tahun yang baru.
Namun seringkali tidak semua resolusi itu tercapai.
Seperti tahun ini, beberapa rencana saya tercapai, beberapa juga tidak.
Bagaimana dengan kamu? Apa semua resolusi tahun lalu semua tercapai?

Lalu, apa ya yang membuat resolusi tidak tercapai?
Bagaimana ya agar resolusi yang di buat tidak sekadar euforia semata.
Menurut saya ada enam hal yang perlu kita lakukan agar resolusi menjadi nyata, bukan hanya wacana.

1. Pilih yg disukai
Terkadang dalam membuat resolusi kita lebih sering menulis hal-hal yang banyak di sukai oleh semua orang.
Bukan memilih hal yang kita suka.
Misalnya, permpuan mana sih yang tidak suka punya badan langsing?
Saya selalu menulis badan langsing sebagai resolusi selama lima tahun terakhir, sejak saya menjadi seorang ibu.
Tapi selama 5 tahun juga resolusi itu gagal.
Hufff...
Tahun ini saya mencoret "langsing" dari daftar resolusi.
Sebagai gantiny, saya hanya ingin punya badan yang sehat.

2. Mencari teman
Buat saya, bila berjuang sendirian itu terasa lebih melelahkan.
Makanya saya akan mencari teman yang se visi, supaya saya bisa mencapai resolusi yang saya rencanakan.
Salah satunya, bergabung di komunitas blogger.
Sebab salah satu resolusi saya tahun ini adalah menjadi blogger profesional, yang sudah saya rintis sejak tahun lalu.









3. Realistis
Semua orang pasti ingin berubah menjadi lebih baik.
Makanya terkadang banyak resolusi yang ingin dicapai.
Tapi dalam membuat resolusi harus realistis.
Apakah yang ingin kita capai itu mungkin apa tidak.
Misalnya, resolusi saya untuk langsing kenapa bisa selalu gagal, jawabannya karena tidak realistis bagi saat ini.
Memiki tubuh langsing dibutuhkan diet ataupun olahraga teratur.
Saya tidak bisa diet, masih menyusui anak kedua saya.
Olahraga teratur tak ada waktu, karena waktu hanya untuk kedua puteri saya yang masih balita.
Hmmm..
Jadi tahun ini saya hanya ingin sehat, caranya dengan menjaga pola makan dan perbanyak aktivitas yang membakar kalori.

4. Skala prioritas
Skala prioritas itu penting, apalagi dalam membuat resolusi.
Pilih yang paling berdampak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Misalnya, buat saya resolusi utama adalah yang berkaitan dengan keluarga, baru resolusi yang menjadi capaian pribadi saya.

5. Disiplin
Mewujudkan resolusi diperlukan kedisiplinan.
Baik dalam usaha maupun konsistensi waktu.
Misalnya, bila saya ingin jadi blogger profesional, saya harus disiplin menyerap ilmu-ilmu tentang ngeblog.
Konsisten belajar setiap harinya.

6. Tercatat
Last but not least, pastikan resolusimu tercatat.
Tempel ditempat yang akan selalu mudah kamu lihat.
Tujuannya supaya kamu akan selalu ingat dengan resolusimu.
Kamu akan semakin semangat mewujudkannya.


Nah bagaimana, mau mencoba 6 jurus tersebut?
Coba saja, saya jamin resolusimu akan lebih berhasil terwujud dibandingkan tahun lalu.


#30haribercerita
#30HBC1802

Meet Up Sambil Mencicipi Oleh-Oleh Khas Surabaya di D'Neven Surabaya Bersama Blitz Community

Bulan syawal identik dengan maraknya acara halal bi halal. Berbagai postingan halal bi halal bersliweran di media sosial. Banyak yang po...