Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Ini Dia Tujuh Manfaat Berkebun Bagi Anak





Tak terasa, kini Chacha sudah resmi jadi murid SD. Jam sekolah yang panjang membuat saya banyak kehilangan waktu bersama Chacha. Maka menciptakan quality time dengannya adalah suatu keharusan. Seperti kemarin, saya mengajak Chacha berkebun bersama. Berkebun bersama anak ternyata sangat menyenangkan dan  banyak manfaatnya lho. Mau tahu keseruan acara kami? Baca terus ya :)


Simple and Easy Gardening for Mom & Kid



Acara berkebun kali ini bertajuk "Simple and Easy Gardening for Mom & Kid". Acara ini diselenggarakan oleh Kelompok Berbagi Sidoarjo, sebuah bagian dari Ibu Profesional Surabaya. 


Acara ini diselenggarakan di kediaman Bunda Nisa, yang terletak di Grand Royal Regency. Lokasinya tidak jauh dari rumah kami. Jaraknya hanya 1,8 km saja. 


Dalam acara ini yang bertindak sebagai fasilitator adalah Bunda Millatina Fadhilah. Bunda Nana, begitu panggilan akrabnya adalah seorang penggiat berkebun. 


Hari ini Bunda Nana akan mengajarkan bagaimana berkebun yang mudah dan sederhana. Berkebun yang bisa dilakukan di lahan terbatas. Juga berkebun yang bisa dilakukan bersama anak.







Bahan dan perlatan yang disiapkan saat acara berkebun kali ini adalah 


💠 Tanah
💠 Pupuk Kandang
💠 Sekam
💠 Sekop
💠 Pot
💠 Beberapa jenis tanaman
💠 Beberapa jenis biji tanaman


Tiap peserta mendapat dua pot. Satu pot untuk menanam tanaman yang sudah tumbuh, satu lagi untuk menanam tanaman mulai dari biji. 


Langkah - Langkah Berkebun



1. Menyiapkan Media Tanam



Pertama, kami diajari menyiapkan media untuk menanam. Ternyata media menanam itu terdiri dari 3 bahan penyusun. 


Yaitu tanah, pupuk kandang dan sekam. Perbandingan untuk masing-masing bahan adalah 1:1:1. Aduk semua bahan menggunakan sekop, agar ketiganya tercampur merata. 


Pupuk kandang yang digunakan dalam acara kali ini adalah pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing. Pupuk ini sifatnya lebih panas dari jenis pupuk kandang lainnya, makanya harus dicampur dengan tanah dan sekam. Jika langsung diberikan ke tanaman, tanamannya akan merasa panas dan cepat mati.






Pupuk kandang yang paling baik adalah yang berasal dari kotoran ayam. Namun pupuk kandang jenis ini sangat sulit di dapat. Pupuk jenis ini biasanya hanya bisa di dapat langsung dari peternak.


Tapi tak perlu khawatir, moms bisa gunakan cangkang kulit telur untuk menyuburkan tanaman. Cangkang kulit telur jangan dibuang, manfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Caranya, hancurkan cangkang kemudian taburkan diatas tanaman.


Sekam menjadi campuran media menanam agar susunan tanah menjadi lebih padat. Pilih sekam bakar ya, agar mudah menyerap air dan lebih tahan penyakit.


2. Menyiapkan Pot



Setelah media tanam siap, langkah kedua adalah menyiapkan pot. Menurut Bunda Nana, idealnya pot untuk menanam adalah yang berukuran 40cm. Pot praktek kami kali ini ukurannya 17cm, tujuannya agar mudah kami bawa pulang. Nanti saat di rumah, kami bisa memindahkan tanaman kami ke pot yang lebih besar. Atau langsung ke lahan yang ada di rumah.


Pindahkan tanaman di waktu pagi atau sore hari ya. Hindari memindahkan tanaman di siang hari. Sebab saat dipindah, tanaman mengalami stres. Jika tanaman stres, dia akan mengeluarkan banyak air. Kalau dilakukan di siang hari, akan membuat mereka lebih banyak mengeluarkan air. Akibatnya, tanaman semakin kering. Dan akhirnya cepat mati.



Isi pot dengan campuran ketiga bahan tersebut. Satu pot diisi sampai penuh, satunya lagi isi setengahnya saja. 






Setelah di isi, siram pot dengan air. Menyiram pot sebelum meletakkan biji ini ada tujuannya lho. Tujuannya agar biji yang kita tanam tidak akan jatuh bersama air.


Oh ya, Bunda Nana juga memberikan tips untuk menyiram tanaman dengan baik. Siram setiap pot dengan air sebanyak 500 ml atau sebanyak dua gelas air minum dalam kemasan. Siram di pagi hari. Namun bila cuaca panas, siram tanaman dua kali sehari. Pagi dan sore. 


3. Menanam Biji



Langkah ketiga adalah menanam biji. Kami mengisi pot yang penuh dengan biji kangkung. Sebenarnya ada macam-macam biji yang disediakan. Selain kangkung ada biji cabe dan tomat. Kami sengaja memilih kangkung karena cepat tumbuhnya. Selain itu kangkung adalah sayur favorit keluarga.



Pot kedua di kasih tanaman yang sudah setengah tumbuh. Ada beberapa tanaman yang disediakan. Ada cabe, terong, seledri dan tomat. Kami memilih tanaman terong. 





Ternyata berkebun itu cukup mudah dan sederhana ya. Hanya perlu tiga langkah saja. Namun setelah menanam, pasti harus telaten memeliharanya. 


Manfaat Berkebun Bagi Anak



Mengajak anak berkebun ternyata punya banyak manfaat lho. Diantaranya :

1. Anak belajar menyayangi ciptaan Tuhan.


Merawat tanamannya dengan baik. Tanaman adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dirawat.


2. Anak belajar proses pertumbuhan


Anak bisa belajar bagaimana proses dari sebuah biji tumbuh menjadi tanaman.


3. Belajar sayuran


Dengan menanam sayur sendiri anak akan lebih mudah memahami sayur. Anak tahu semua bagian sayur, mulai dari biji hingga menjadi sayuran yang siap dikonsumsi


4. Aktivitas fisik



Saat berkebun fisik anak akan bergerak aktif. Hal ini bagus untuk perkembangan fisiknya. Bahkan menurut Huffington Post, aktivitas berkebun sama manfaatnya dengan olahraga.


5. Menjaga lingkungan



Dengan berkebun anak berperan serta menjaga lingkungan. Mengurangi kadar karbon dioksida. Tanaman yang di tanam akan mengeluarkan oksigen yang baik untuk kesegaran udara disekitar.


6. Mengajak anak makan sehat



Berkebun membuat anak lebih suka makan sayur. Anak akan bersemangat memakan sayur yang ditanamnya sendiri. Konsumsi sayur adalah cara makan sehat yang kaya manfaat untuk anak. 


7. Bonding



Last but not least, acara berkebun bersama kali ini mampu meningkatkan bonding antara saya dan Chacha. Kami bisa menghabiskan waktu bersama. Menciptkan quality time ala kami.



Ini adalah cerita keseruan kami saat berkebun bersama. Bagaimana dengan para moms sekalian? Sudahkan berkebun bersama anak? Ceritakan pengalaman seru berkebun yang pernah dialami di kolom komentar ya :)

27 komentar

  1. Seru ya kegiatan berkebun bersama anak-anak. Tidak takut kotor namun sebalikya justru mereka mendapat banyak manfaat.

    BalasHapus
  2. Terkesanhal sangat sederhana ya Mom. Hanya urusan berkebun sebetulnya, ternyata di balik itu ada banyak sekali manfaat baik untuk anak juga untuk orang tuanya

    BalasHapus
  3. Kegiatan berkebun itu mengajarkan anak untuk tidak takut kotor. Anak-anak bisa ekplor dan belajar banyak hal seperti mencintai lingkungan. Bermanfaat sekali ya mba, aku biasanya berkebun pakai media tanam yang sudah jadi. Hehe sepertinya harus aku campur dengan sekam dan cangkang telur ya biar tanamannya subur.

    BalasHapus
  4. Emang quality time banget bareng anak saat melakukan kegiatan ini mba..dulu waktu sebelum hamil anak kedua, aku sering ajakin si sulung nanem di halaman belakang..seru dia yang siapin semuanya sementara aku yang awasin.

    Sayangnya tanamannya ga tumbuh wkwk karena keseringan disiram :D

    BalasHapus
  5. Wah serunya berkebun bersama anak. Aku juga pernah ikutan kelas belajar berkebun bersama IIP Tangsel mbak. Acaranya emang seru banget. Walaupun berpanas-panasan tapi anak-anak tetep semangat. Hehe

    BalasHapus
  6. Wah mba Dian IP juga? Akupun, hehe. IP Jakarta. Btw kegiatannya seru buat diikutin anak2 ya, ga nyangka banyak manfaat yang bisa didapatinya Dari berkebun. Ga cuma anaknya, ibunya juga hehe

    BalasHapus
  7. mengajak anak berkebun sedari dini sangat ide yang bagus
    agar nanti dewasa ia suka bercocok tanam

    BalasHapus
  8. Berkebun memang mengasyikkan walau tampak berantakan dan pastinya main tanah hihi.., tapi jadi banyak mengasah kemampuan otak si anak ya mbak dan menambah kedekatan dengan orangtuanya

    BalasHapus
  9. Anakku juga suka banget kalo diajak berkebun sampai semuanya kotor tapi aku ga masalah karena mereka belajar bnyk dari tanaman dan buah yang ditanam dan di petik

    BalasHapus
  10. Wah seru banget ya. Jadi keingat pernah mengajak dua keponakan menyiram tanaman dan mencabut rumput liar di halaman belakang rumah, bersama-sama. Mereka ternyata menikmati dan malah menganggap itu seperti aktivitas menyenangkan.

    Aku juga baru tahu kalau tanaman bisa stres. Untung aku enggak pernah mindah tanaman pas siang. :D

    BalasHapus
  11. Waah iya kalau diajarkan berkebun dari kecil bisa melatih cinta lingkungan, seru pasti pengalaman masa kecil yg gak bakal terlupakan nih

    BalasHapus
  12. berarti tanah, pupuk kandang dan sekam ada perbandingan juga ya ... untuk masing-masing bahan adalah 1:1:1. Aduk semua bahan menggunakan sekop, agar ketiganya tercampur merata.

    BalasHapus
  13. Kegiatan seperti ini paling disukai anak-anak ya mba, bisa megang-megang tanah, main air trus dapat manfaat edukasinya juga. Termasuk diantaranya menstimulasi kecerdasan Si Kecil

    BalasHapus
  14. kegiatan berkebun ini memang bagus sekali untuk anak-anak agar belajar mengenal tumbuhan juga. Anak saya juga pernah berkebun di sekolahnya dan dia sangat antusias sekali mengikuti kegiatannya.

    BalasHapus
  15. Di sekolah anakku beberapa bulan lalu ada kegiatan menanam tanaman di sekolah. Jadi masing-masing anak membawa medianya sendiri, seperti pot, pupuk dan biji tanamannya. Dari sini si anak akan merasa memiliki dan harus bertanggung jawab akan tanamannya masing-masing.

    BalasHapus
  16. Pastinya si anak senang banget ya Mbak diajak berkebun bersama. Apalagi manfaatnya juga banyak. Keren deh acara yang diadakan IP ini.

    BalasHapus
  17. Seru banget ngajarin anak bercocok tanam. Eh aku baru tau kalau kotoran ayam itu bagus buat tanaman. Wah tau gitu aku minta ke temen kerja ku yg miara ayam. Hehe.

    BalasHapus
  18. Senang banget bisa anak ikutan acara bercocok tanam begini mbak. Langkah-langkahnya mudah dan akan diterapkan bareng si kecil di rumah.

    BalasHapus
  19. Kegiatan berkebun sungguh mengasyikan yac , mengenalkan anak tentang lingkungan sejak dini sungguh bagus mba. Walau terkesan kotor dan berantakan tapi untuk memupuk rasa cinta akan lungkuling hidup ga masalah 😉

    BalasHapus
  20. Anak anakku suka berkebun, kadang di teras pada tanam biji cabe hehehe. Kadang juga kita wisata ke tempat yang bisa bercocok tanam. Ternyata manfaatnya besar ya

    BalasHapus
  21. Happy banget melihat anak-anak berinteraksi dengan alam.
    Kalau di rumah kami, yang paling rajin berkebun adalah Abi. Dan anak-anak dengan senang hati membantu.
    Mama?
    Bagian dokumentasi.

    Hahhhaa~

    BalasHapus
  22. Seru banget ya kegiatannya, anak2 juga pasti pada seneng banget ya mbak. Saya juga hobi banget berkebun

    BalasHapus
  23. Wahh, seru banget ya mba aktivitas berkebun kayak gini bareng si kecil. Sejujurnya, aku sendiri sempat takut kalau si kecil main kotor-kotoran. Ehh, ternyata manfaatnya bagus banget ya mbaa. Mesti dicoba nih.

    BalasHapus
  24. Wah baru tahu lho kalau cangkang telur bisa untuk pupuk. Bermanfaat banget sharingnya, mbak.

    BalasHapus
  25. Wih seru banget ya bisa berkebun bareng anak. Aku jadi ingat waktu masih sekolah sering praktik kimia bareng bapak. Kebetulan bapakku guru kimia. Memang sih sebagai orangtua itu ketika anaknya sudah sekolah, perlu ada quality time biar tetap terhubung dengan anak. Apalagi kalau orangtuanya lumayan sibuk. Berkebun ini bisa jadi salah satu solusi sih

    BalasHapus
  26. Wah, seru nih kalau ramai2 begini yaa, belum pernah ikutan event seperti ini, cocok padahal dengan usia anak2ku

    BalasHapus
  27. Dulu saya ngajar di sekolah islam dan alam. Nah salah satu kegiatan di sekolah itu jga berkebun. Tiap kali liat anak anak berkebun itu antusiaaas sekali apalagi anak anak kota Jakarta yg emng nggak pernah berkebun. Hehehe.. Mana mereka juga panen sendiri seperti kangkung, jagung dll. Kasih pengalaman berharga juga ya mbak.

    BalasHapus