SCRIPT ANTI M1 BL Jelajah Wisata Literasi di Surabaya - Dee Stories

Jelajah Wisata Literasi di Surabaya



Hari ini saya ingin menghabiskan hari libur saya dengan jalan-jalan keliling kota Surabaya. Kali ini jalan-jalan saya bukan jalan-jalan biasa. Saya ingin melakukan hal yang berbeda. Apa itu? Melakukan jelajah wisata literasi!




Tugu Pahlawan, ikon kebanggan kota Surabaya


Wisata Literasi



Liburan sejatinya tidak hanya untuk belanja, berburu kuliner ataupun sekadar foto selfie semata. Liburan juga bisa diiisi dengan kegiatan bermanfaat. Salah satunya dengan melakukan wisata literasi.


Wisata literasi berarti mengisi waktu berlibur dengan membaca dan menulis. Kegiatan membaca di sini dapat diartikan membaca buku, jurnal, majalah, surat kabar, atau juga dapat diartikan pergi ke suatu tempat untuk mencari informasi, berkunjung ke toko buku, museum, cagar budaya dan sebagainya.


Beruntung sekali saya tinggal di Surabaya. Surabaya banyak memiliki tempat-tempat menarik yang bisa menjadi tujuan untuk memperkaya kemampuan literasi.


Surabaya Kota Literasi



Tak salah jika saya melakukan wisata literasi di Surabaya. Sejak lima tahun lalu, tepatnya di hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2014, Surabaya mendeklarasikan dirinya sebagai kota literasi.


Deklarasi ini seolah menunjukkan komitmen pemerintah kota, bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya bersifat fisik semata. Tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Dimana salah satunya dengan meningkatkan kemampuan literasi.


Komitmen pemerintah kota Surabaya untuk meningkatkan kemampuan literasi ini dibuktikan dengan beberapa hal berikut :


1. Membuat kurikulum wajib baca di perpustakaan pada mata pelajaran bahasa Indonesia.

2. Mewajibkan membaca 15 menit di jam ke 0 sekolah

3. Membangun layanan baca di area publik seperti perpustakaan umum Rungkut, perpustakaan Balai Pemuda, balai RW, liponsos dan rusun, perpustakaan sekolah, kantor kelurahan, kantor kecamatan, taman kota, terminal, rumah sakit & instansi dan mobil perpustakaan keliling.

4. Saat ini, Pemkot Surabaya telah menyediakan lebih dari 1.399 perpustakaan atau taman bacaan yang tersebar di kampung-kampung, sekolah, taman kota, pondok pesantren ataupun mobil pepustakaan keliling.


Jelajah Wisata Literasi


Suroboyo Bus



Perjalan hari ini saya menggunakan Suroboyo Bus. Bus kebanggaan kota Surabaya ini menjadi pilihan tepat bagi saya yang tinggal di daerah perbatasan Surabaya dan Sidoarjo. Suroboyo Bus ini bisa mengantarkan saya ke beberapa wisata literasi yang ada di Surabaya secara sekaligus. Ini sangat membuat perjalanan saya menjadi nyaman dan murah. Tak ada rupiah yang saya keluarkan, cukup menunjukkan kartu Suroboyo Bus saja.


Perjalanan saya mulai dari Halte Bank Mandiri. Disini saya menunggu Suroboyo Bus yang akan mengantarkan saya berkeliling kota Surabaya. Menjelajahi wisata literasi yang ada di Surabaya. Ada lima tempat yang akan saya kunjungi hari ini.


πŸ’  Kampung Kraton Surabaya


Kampung Kraton Surabaya



Tujuan pertama dari jelajah literasi saya adalah Kampung Kraton Surabaya. Saya turun di Halte Alun-Alun Contong, kemudian menyusuri jalan Kramat Gantung.


Kampung Kraton Surabaya adalah salah satu bangunan cagar budaya. Disini menjadi saksi sejarah keberadaan kraton Surabaya yang jarang terekspos.

Keliling Kampung Kraton Surabaya



Kampung Kraton Surabaya terletak di jalan Kramat Gantung, tepatnya di gang Kraton II. Tidak banyak yang tersisa dari bangunan kraton ini. Hanya ada gapura masuk saja. Dimana diatasnya ada sebuah ruangan, yang konon berfungsi sebagai tempat pengintaian.


Pos Pengintaian



Saat masa kolonial dulu, Belanda menghancurkan semua bangunan kraton. Bangunan-bangunan tersebut kemudian diganti dengan bangunan bercorak kolonial.


Menyusuri Kampung Kraton Surabaya membawa saya seolah kembali ke masa lalu. Masa dimana Kraton Surabaya sangat berjaya. Kraton Surabaya menjadi daerah yang paling terakhir ditaklukkan oleh Mataram. Menunjukkan bahwa sejak dulu kota ini punya semangat juang yang tinggi. Sehingga sangat sulit untuk ditaklukkan.


πŸ’  Museum Kesehatan

Museum Kesehatan Surabaya


Dari Kampung Kraton saya melanjutkan perjalanan ke Museum Kesehatan. Saya pun berjalan kaki sejauh 4,5 km. Tak terasa capeknya, karena sambil mengambil foto bangunan-bangunan tua yang ada disekitar jalan pahlwan. Mulai dari monumen Titik Nol sampai kantor pos Kebonrojo.

Tiket masuk



Saat tiba di museum kesehatan, saya menuju loket. Membeli tiket masuk seharga Rp. 1.500. Lalu petugas menunjukkan rute museumnya. Ada empat ruangan yang harus saya datangi.




Ruangan pertama adalah  Kesehatan Sejarah yang dibagi menjadi sasana Dr. Adhyatma, MPH, sasana pendidikan dan organisasi kesehatan, sasana sejarah instansi, sasana alat non medis, sasana alat medis, dan sasana flora dan fauna.


Sasana Pendidikan dan Organisasi Kesehatan















Ruangan kedua adalah  Kesehatan IPTEK yang terdiri dari sasana daur ulang dan inovasi IPTEK Kesehatan.


Ruangan Kesehatan IPTEK





Kursi Roda


Celana anti pemerkosaan



Ruangan ketiga adalah  Kesehatan Budaya yang terdiri dari sasana penyembuhan tradisional, sasana kesehatan reproduksi, sasana genetika, dan terakhir sasana kencana.


Kesehatan Budaya

Sasana Penyembuhan Tradisional



Alat Pasung


Ruangan keempat adalah Kesehatan Kemanusiaan. Disini dipamerkan berbagai peralatan yang berkaitan dengan penyembuhan penyakit mental.

Ruangan Kesehatan Kemanusiaan



Permainan asah otak




Berkunjung ke museum ini kita bisa tahu perkembangan alat-alat kesehatan. Juga belajar kebudayaan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan.


πŸ’  Museum De Javasche Bank

Museum De javasche Bank


Puas berkeliling Museum Kesehatan, saya melanjutkan perjalanan ke Museum De Javasche Bank. Museum ini terletak di Jalan Garuda Surabaya. Saya menunggu Suroboyo Bus di Halte Masjid Kemayoran yang ada  di depan Museum Kesehatan. Lalu turun di Halte Rajawali. Kemudian melanjutkan berjalan kaki sejauh 500 meter.


Museum De Javasche Bank ini menjadi saksi sejarah perkembangan keuangan di Indonesia. Mulai dari mata uang kuno hingga perlengkapan perbankkan jaman dulu.


Museum ini memiliki tiga lantai dan menampilkan sejarah sistem perbankan di Indonesia, foto-foto lama dari Surabaya dan juga koleksi mata uang kuno.


Tampilan museum dibagi menjadi tiga ruang:

πŸ€ Ruangan Koleksi Mata Uang Lama:


Koleksi uang lama


Ruangan sebelumnya berfungsi sebagai kamar aman deposito dan digunakan untuk menampilkan mata uang lama Indonesia.

πŸ€Ruangan Koleksi dari Konservasi:

Loket pekerja bank





Kursi kantor


Ruangan mengandung bahan bangunan yang diganti untuk konservasi, sejarah, juga konstruksi bank.


πŸ€ Ruangan Koleksi Harta Budaya:







Ruangan mesin bank lama, tampilan, dan peralatan.


πŸ’  Rumah Bahasa


Rumah Bahasa



Kemampuan berbahasa yang baik dan benar adalah salah satu unsur kecerdasan literasi. Maka perjalan saya selanjutnya adalah menuju Rumah Bahasa yang terletak di dalam Gedung Balai Pemuda. Dari Halte Rajawali saya naik Suroboyo Bus, turun di Halte Gubernur Suryo.







Rumah Bahasa ini diresmikan pada tahun 2014. Disini masyarakat Surabaya bisa belajar bahasa secara gratis setiap harinya. Ada dua kelas disini, Basic Class dan Conversation Class.


Ada banyak bahasa yang bisa dipelajari disini. Mulai dari bahasa Arab, Belanda, Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, Korea, Mandarin, Perancis, Portugis, Rusia, Spanyol, Thailand, Bahasa Daerah dan Bahasa Isyarat.


πŸ’  Perpustakaan Umum Balai Pemuda


Perpustakaan Umum Balai Pemuda



Tak jauh dari Rumah Bahasa, terdapat Perpustakaan Umum Balai Pemuda. Letaknya hanya 200 meter dari Rumah Bahasa. Dan tempat ini menjadi tujuan akhir jelajah wisata literasi saya.


Monumen Literasi


Di depan perpustakaan ini terdapat Momumen Literasi. Saksi sejarah komitmen pemkot Surabaya untuk menjadikan Surabaya sebagai Kota Literasi.


Koleksi buku di perpustakaan


Perpustakaan ini memiliki ribuan koleksi buku. Paling banyak adalah buku fiksi. Terdapat pojok disleksia disini. Ada juga Korean Corner disini.


Pojok Disleksia



Korean Corner



Persyaratan menjadi anggota sangat mudah. Hanya dengan memberikan satu lembar foto copy KTP. Saya pun mendaftar sebagai anggota. Kemudian meminjam dua buku untuk dibawa pulang.



Persyaratan jadi anggota perpustakaan


Jelajah wisata literasi saya pun berakhir. Rasanya sangat menyenangkan bisa keliling kota Surabaya sambil meningkatkan kemampuan literasi saya. Saya bangga menjadi warga kota Surabaya. Kota yang punya komitmen tinggi dalam bidang literasi.


Bagaimana denganmu? Apa yang kamu lakukan di hari libur? Adakah kamu juga tertarik melakukan jelajah wisata literasi seperti saya? Sharing pengalamanmu di kolom komentar ya :)



56 komentar

  1. asik banget bisa keliling surabaya
    kapan2 mau juga ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mbak, mgkn bisa brg2 sama tmn2 blitz

      Hapus
  2. Wah di rumah bahasa itu ternyata tidak hanya mempelajari bahasa Indonesia, tapi ada bahasa luar juga ya. Mau dong memperdalam bahasa Jepang hehehe...
    Andaikan dekat ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak bahasa asing juga yg diajarkan disana

      Hapus
  3. Ini bukan jelajah wisata biasa Kak, karena bisa sekaligus belajar. Apalagi di sana bisa sekaligus belajar bahasa juga, kan sangat bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ini wisata yg lain daripada biasanya

      Hapus
  4. Waah wisata literasi, istilah yang menarik bagi para pecinta literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, pecinta literasi wajib nyobain wisata literasi

      Hapus
  5. perpustakaannya bagus sekali ya mba, menyediakan tempat khusus untuk disleksia. penjelasan tentang wisata literasi di surabaya ini membuat saya kagum dan Surabaya memang pantas mendapat gelar kota literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak. Pemkot sby memang menaruh peehatian serius thd literasi

      Hapus
  6. Museum De Javasche Bank itu bukanya dari jam berapa sampai jam berapa sih? Aku segan kalau mau ke sana, takut museumnya tutup karena pegawainya kepingin pulang..

    BalasHapus
  7. Wih, jadi kangen Surabaya aku mbak...

    BalasHapus
  8. Wah beli dimana tuh, celana anti pemerkosaan. Mpo baru tahu Ada museum kesehatan. Apalagi harga ticket masuk terjangkau kantong

    BalasHapus
  9. Baca ini berasa ikut keliling wisata Literasi di Surabaya, salut sama pemkot kota ini, peduli bgt dgn budaya dan Literasi, ukh jadi pengen ke sana

    BalasHapus
  10. Seru banget bisa jalan ke pusat literasi di Surabaya mbak. Paling senang spot Korean Corner, banyak buku yang bisa dibaca ya mbak. Buku yang penuh warna untuk anak atau dewasa mbak?

    BalasHapus
  11. Seru sekali ya mba, wajib nih bawa anak-anak biar mereka mengenal literasi juga. Untuk ke tempat-tempat tersebut berarti harus memiliki kartu suroboyo bus ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak harus, asal bawah botol plastik bisa naik kok

      Hapus
  12. Seru banget ya kunjungan ke 5 tempat wisata literasinya patut di contoh kegiatan seperti ini dan salut sama kota Surabaya sebagai pelopor kota Literasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak, iya surabaya memang keren untuk hal literasinya

      Hapus
  13. Jadi Bis Suroboyo ini tiap berapa jam sekali lewat gitu yaa...?
    Ngangkutin penumpang keliling berwisata Literasi?

    Aku takut gak tahu mesti naik angkot apa euuii~
    Uda lamaaa gak berpetualang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya pas pulkam cobain ya , sekalian kita meet up ;)

      Hapus
  14. Seneng ya Mbak, akhirnya bisa menjelajahi wisata yang jarang diketahui di Surabaya. Aku juga sering lewat di depannya wisata-wisata itu.. Cuma lewat aja, gak mampir, hehe. Paling yang sering ya cuma ke Balai Pemuda.

    BalasHapus
  15. itu kursi rodanya kalo malem jalan sendiri gak mba? *efek kebanyakan nonton horror*

    btw, anakku yang mbarep pasti seneng banget nih diajakin wisata seperti ini, dia kalo baca info di museum ampe detaill, emaknya sih lebih seneng selfie-selfienya, wkwkkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, jgn di bhs deh..

      Emang terlihat seram yaa

      Hapus
  16. Baru tahu nih Surabaya kota Literasi. Kapan waktu pengen juga deh bisa wisata literasi di sana. Pastinta menyenangkan sekali ya Mbak. :)

    BalasHapus
  17. Wah keren juga ya Surabaya ada wisata literasi nya. Kudu dicoba satu-satu nih tempat nya

    BalasHapus
  18. I looovee Surabaya! :D
    Kota kita tercinta ini emang kagak ada matinyeeee ya mbaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  19. Aku baru tahu loh, kalo Surabaya didapuk jadi kota literasi sejak tahun 2014. Dan ternyata ada beberapa macam museum yang mendukung program literasi ini ya, mupeng deh ke museum kesehatan. Tampaknya ada beragam juga museum di sini

    BalasHapus
  20. Bisa belajar Bahasa Isyarat di Rumah Bahasa? Keren banget.

    Baru tahu banget kalau ada wisata literasi dan kota Surabaya didapuk sebagai kota literasi.

    BalasHapus
  21. keren nih jalan2nya dan abru tahu ada keraton surabaya

    BalasHapus
  22. Ternyata banyak juga yang harus di eksplor di Surabaya ya.
    Aku sudah 2 kali ke Surabaya tapi belum pernah menjelajahi tempat literasinya.
    Murah juga tuh biaya tiketnya 1500 ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, lain kali ekplor lebih banyak mbak pas main ke surabaya

      Hapus
  23. Wuihh keren nih, komplit ada literasi ada sejarahnya juga di surabaya

    BalasHapus
  24. Lengkapppppp bgt ulasannya, mantabbbbb mbk, smg juara yess, amin hehhee

    BalasHapus
  25. Ya ampuuun, belom pernah aku jelajah semua. Kudu dan wajib dikunjungin semua nih kalo ke Surabaya.

    BalasHapus
  26. Dari sekian wisata literasi, kayaknya baru perpustakaan umum balpem.deket sama es krim zangrandi

    BalasHapus
  27. Aaak kece banget sih ini wisata jelajah literasinya jadi pengen buru-buru ke Surabaya biar bisa ngerasain sensasi belajar sambil jalan-jalan..

    BalasHapus
  28. penasaran pengen ke museum kesehatan, pengen sekalian uji nyali juga di sana wkwk

    BalasHapus
  29. Wah beberapa Kali ke Surabaya belum satupun destinasi yang saya kunjungi
    #noted penting banget nih

    BalasHapus
  30. Wah, saya yang tinggal di Surabaya belum tahu banyak tentang wisata kota ini. Makasih mbak dee, jadi tahu banyak nih.

    BalasHapus
  31. Duuhh aku pengen juga euy keliling ke tempat2 ini. apalagi naik suroboyo bus.. cucok wess

    BalasHapus
  32. Terimakasih, Mbak Dee atas ide wisata literasi, bisa nih dicoba kalo ingin jalan-jalan sendirian buat nambah ilmu :)

    BalasHapus