Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Persahabatan Kami, Sehangat Kisah Hospital Playlist




"If a friendship lasts for more than 7 years, psychologists say it would last a lifetime" 


persahabatan
Saya, Thia dan Echi | dokpri





Ah quote diatas serasa benar adanya. Persahabatan saya dengan  Echi dan Thia sudah berlangsung selama 18 tahun! Iya lho, kami bersahabat sejak duduk di bangku SMA. Kami bertiga dipertemukan dalam satu sekolah. Sejak itu kami dekat dan menjalin persahabatan.


Tahun berganti, kami bertumbuh. Hingga kalau diingat-ingat, rasanya takjub sendiri. Bagaimana mungkin kami bisa tetap kompak dan dekat selama 18 tahun. Menyaksikan bersama pertumbuhan masing-masing. Dari abg yang labil hingga menjadi perempuan dewasa yang menjalani takdir masing-masing. 


Beda itu Biasa


Banyak yang tanya, apa sih yang membuat kami bisa bertahan selama ini. Padahal kalau dilihat secara kasat mata, kami ini lebih banyak perbedaannya dibanding persamaannya. 


Paling gampang, coba lihat penampilan kami. Pasti beda banget. Kami punya ciri khas masing-masing. Saya memilih menggunakan jilbab. Thia yang selalu nampak sexy dan manis. Sedangkan Echi yang tetap sporty dan nyentrik dengan telinga bertindiknya. 


persahabatan
Kami bertiga berbeda



Belum lagi soal kultur. Meski sama-sama arek Suroboyo asli, kami tumbuh dalam kultur keluarga yang berbeda. Saya besar dalam kultur Arab-Jawa. Echi tumbuh dalam lingkungan Cina-Jawa. Thia yang Jawa tulen, bahkan punya gelar Raden Roro. Pastinya kultur yang berbeda ini membentuk kepribadian yang berbeda pula. 


Kami juga sangat perbeda dalam lifestyle. Lalu kenapa kami bisa tetap bertahan selama itu? Apa yang bisa menyatukan kami dengan perbedaan sebanyak itu? Bagaimana cara kami merawat persahabatan selama itu? 


Tips Merawat Persahabatan



Hmm kalau ditanya apa sih rahasia kelanggengan persahabatan kami, saya juga nggak tahu pasti. Soalnya semua berjalan mengalir begitu saja. Waktu serasa berjalan begitu saja. Tahun berganti kami tetap bersama. 


Tapi saya akan berbagi apa yang biasa kami lakukan sehingga kami bisa tetap bersama hingga 18 tahun.


1. Sediakan Waktu



Mungkin ini adalah cara terbaik dalam menjaga persahabatan. Kami tidak pernah menyisakan waktu, tapi menyediakan waktu. Meski tak berada di satu kota, paling tidak setiap satu bulan sekali kami bertemu. 



persahabatan
Kopi selalu menyatukan kami | dokpri



Thia yang bekerja di Jakarta, selalu menyediakan waktu pulang ke Surabaya. Selain untuk bertemu keluarga, juga untuk bisa bertemu saya dan Echi. Saat bertemu kami biasa bertemu di kedai kopi. Menghabiskan kopi bersama sambil berbagi kisah hidup.


Waktu yang selalu disediakan itu membuat persahabatan kami tetap awet meski terpisah jarak dan waktu. Meski tak sering bertemu, kami tetap merasa dekat. 

2. Jujur dan Saling Percaya



Kejujuran jadi landasan dalam semua bentuk hubungan, termasuk persahabatan. Kami bertiga selalu saling jujur. Kejujuran ini membuat kami akhirnya saling percaya. 


Kami bisa dengan lugas berkeluh kesah tentang cerita hidup masing-masing. Kami percaya, kami bertiga bisa menjaga rahasia masing-masing. Ini membuat hubungan persahabatan kami langgeng. 


3. Saling Menghargai



Kami bertiga juga selalu menghargai satu sama lain. Kami saling menghargaai, misalnya dalam menyampaikan opini masing-masing. Sekalipun opini kami saling berbeda. Contohnya, perbedaan pilihan politik nggak membuat persahabatan kami pecah kongsi. Kami saling menghargai pilihan politik masing-masing.


4. Susah Senang Bersama


persahabatan
Ini kami saat masih SMA | dokpri



Kami juga menjalani persahabatan dengan tulus tanpa pamrih. Persahabatan kami terjalin mulai saat kami menjadi anak-anak yang bisa dibilang broken home. Kehidupan keluarga kami yang tidak sempurna membuat kami saling menyemangati.


Menjalani hari-hari sebagai anak SMA yang biasa di lingkungan sekolah elit. Masih ingat dulu, saat SMA kami tak pernah diperhatikan para cowok-cowok keren sekolah. Ah siapa sih yang mau memperhatikan kami yang biasa saja ini. Pastinya kami kalah telak dengan banyaknya cewek-cewek kaya nan modis di sekolah kami. Cinta kami saat SMA selalu bertepuk sebelah tangan.


Masih ingat dulu, susah banget bisa jajan atau nonton bioskop. Nonton hanya saat hari senin, karena ada paket nonton hemat disana. Setiap hari harus naik angkot ke sekolah. Makanya sampai sekolah keringetan dan bedak pun luntur. Dekil banget deh penampilan kami saat itu. Wajar kalau nggak ada yang ngelirik.


Roda berputar, kehidupan mulai bersahabat dengan kami. Kami bertiga berhasil mewujudkan mimpi-mimpi kami. Alhamdulillah sekarang bisa bayar ngopi di kedai kopi kekinian tanpa pusing lihat harha kopinya, hehehe.


persahabatan
Foto terbaru kami di bulan Jui 2020 | dokpri



Kami menjalani roda kehidupan bersama dengan saling mendukung saat susah. Mengapresiasai atas kesuksesan masing-masing. Persahabatan kami sudah teruji, susah senang bersama. 


5. Komunikasi



Komunikasi juga jadi kunci dalam pershabatan kami. Meski tak sering bertemu, kami tetap saling berhubungan. Ada grup WhatssApp yang selalu menjadi ruang bercerita kami bertiga. Disinilah kami bertukar kabar. Tetap saling mendukung dan menyemangati walau tidak bertemu.


Contohnya, saat pandemi Corona COVID-19 kami tidak bertemu selama hampir 5 bulan. Kami saling menguatkan. Terutama saat Thia harus merayakan lebaran sendirian di Jakarta. Itu pasti jadi hal yang berat baginya. Makanya saya dan Echi selalu menyemangatinya. 


Hangatnya Persahabatan Hospital Playlist


Hospital Playlist
Hospital Playlist | @hospitalplaylistofficial



Melihat kisah persahabatan kami bertiga, saya jadi teringat drama Korea yang beberapa bulan lalu tamat, Hospital Playlist. Hospital Playlist ini adalah drama Korea dengan genre medis. 


Meski menceritakan kisah dokter dan kehidupan rumah sakit, drama ini dikemas dengan cara yang berbeda. Tak seperti drama medis pada umumnya. Dalam Hospital Playlist kehidupan rumah sakit tidak selalu jadi sorotan. Melainkan lebih fokus menceritakan persahabatan diantara para tokoh utamanya. 


Baca Juga : Hospital Playlist, Bukan Drama Medis Biasa

Hospital Playlist
Persahabatan 5 Orang Dokter | @hospitalplaylistofficial



Hospital Playlist ini menceritakan persahabatan lima orang dokter dengan kepribadian yang berbeda-beda. Dimulai dari Lee Ik-Joon (Cho Jung-Seok) digambarkan sebagai karakter yang humoris, Ahn Jeong-Won (Yoo Yeon-Seok) yang religius, Kim Jun-Wan (Jung Kyoung-Ho) pemarah dan tak suka basa-basi, Yang Seok-Hyeong (Kim Dae-Myung) introvert dan Chae Song-Hwa (Jeon Mi-do) digambarkan sebagai karakter yang tekun dan cekatan. Ternyata, perbedaan itu membuat kisah persahabatan mereka jadi penuh warna. Dan bisa bertahan hingga dua dekade. Luar biasa!


Para dokter ini tidak hanya saling mendukung dalam pekerjaan, tetapi juga memberi perhatian bagi kisah hidup masing-masing. Karir sebagai dokter yang gemilang tidak membuat kehidupan pribadi mereka jadi sempurna. Masing-maisng punya cobaan hidup tersendiri. Mulai dari Ik-Joon yang akhirnya secara resmi jadi ayah tunggal akibat digugat cerai istrinya, Ahh Jeon yang galau mau jadi pastor atau tidak, Jun Wan yang diam-diam berpacaran dengan Ik Soon (adiknya Ik Joon), Yang Seok yang terbebani masalah perselingkuhan ayahnya dan Song Hwa yang harus berjuang melawan penyakit kistanya. 


Hospital Playlist ini menujukkan bahwa persahabatan sejati itu ada. Sahabat bukanlah orang yang sama persis dengan kita. Sahabat adalah orang yang selalu ada dan saling mendukung, meski memiliki banyak perbedaan. Seperti kisah pershabatan saya dengan Thia dan Echi. Kami punya banyak perbedaan tapi tetap saling mendukung.


Hospital Playlist
Bersahabat hingga tua | @hospitalplaylistofficial



Cerita persahabatan dalam film ini tak hanya pada pemeran utama saja. Saya juga salut dengan kisah persahabatan ibu dokter Ahh Jeon yaitu Jeong Ro-Sa dan Direktur Rumah Sakit Yulje, Jo Jong Su. Awetnya persahabatan mereka menjadi daya tarik tersendiri loh. Kemunculan mereka terkadang membuat gelak tawa namun tetap ada pelajaran yang dapat kita lihat dari sisi orang tua. Bagaimana para orang tua seringkali kesepian saat anak-anak sudah dewasa. Dan memiliki sahabat di masa-masa seperti itu sangat dibutuhkan. Seperti Ro-Sa yang selalu menghibur direktur Jong Su yang merindukan anak cucunya.


Para dokter di Hospital Playlist bersahabat selama 20 tahun. Persahabatan saya berjalan selama 18 tahun. Saya bersyukur, punya Thia dan Echi. Meski hidup kami tidak sempurna, masih ada pelukan hangat persahabatan yang menguatkan. Sahabat untuk selamanya.




Oh ya kalau mau tahu cerita teman-teman saya tentang drama Korea yang realated dengan kisah hidup masing-masing, teman-tema boleh berkunjung kesini ya.



1. Dey- Depok




2. Ima - Sukabumi

3. RaniRTyas - Kudus


4. Rijo - cikarang

5. Lala - Bandung

6. Asri - Batam


7. Gita - Bandung




8. Dwi - Jakarta


9. Nas - Cimahi


10. Risna - Chiang Mai

11. lendyagasshi


1 komentar

  1. Sukaaa. Akhirnya mbak Dian serita soal sahabat-sahabatnya. Soalnya tiap liat statusnya mbak foto bertiga, saya suka takjub gitu. Dari cara berpakaian aja beda banget, tapi bisa sahabatan. Ternyata itu kuncinya <3

    BalasHapus