Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Review Drama Korea It's Okay to Not Be Okay, Cinta yang Menyembuhkan

 

Review Drama Korea It's Okay to Not Be Okay, Cinta yang Menyembuhkan


Review Drama Korea It's Okay to Not Be Okay - Siapa yang tadi malam memyaksikan episode tetakhir drama It's Okay to Not Be Okay? Hmm, pasti tidur dengan bahagia dan senyum lebar ya. Drama It's Okay to Not Be Okay ini adalah drama Korea terbaru yang baru saja tamat, dengan rating tertinggi. Drama dengan genre psikologi ini memberi saya banyak pelajaran berharga. Drama ini mengajarkan saya bahwa cinta itu menyembuhkan. 


Sinopsis Drama Korea It's Okay to Not Be Okay


Review Drama Korea It's Okay to Not Be Okay, Cinta yang Menyembuhkan



Kisah drama Korea It's Okay to Not Be Okay dimulai saat Gang Tae (yang diperankan oleh Kim Soo-hyun) mendatangi kakaknya Sang Tae (diperankan oleh Oh Jung Se) di tempat kerja. Sang Tae ini mengidap autisme dan kadang kala suka histeris di tempat umum bila diganggu. 


Pertemuan pertama Gang Tae dengan Moon Yeong (So Ye Ji) terjadi saat acara mendongeng. Moon Yeong adalah seorang penulis dongeng anak, sedangkan Gang Tae adalah perawat di rumah sakit jiwa. 


Kekacauan acara mendongeng membuat Gang Tae harus meninggalkan Seoul. Gang Tae kembali ke kampung halamannya dan bekerja di Rumah Sakit Jiwa OK. Moon Yeong yang sedari awal sudah suka dengan Gang Tae, ikut pindah juga. Moon Yeong kembali ke rumah masa kecilnya, sebuah kastil di tengah hutan.


Kepribadian yang saling bertolak belakang antara Gang Tae dan Moon Yeong membuat drama ini berjalan sangat menarik. Kejadian demi kejadian saling mendekatkan mereka. 


Baca Juga : 7 Adegan Klise Romantis dalam Drama It's Okay to Not Be Okay



Moon Yeong ini mengidap penyakit anti sosial. Sikapnya seringkali buruk dan suka bicara seenaknya. Sementara Gang Tae terlihat sangat sabar dan pendiam, meski pada kenyataannya menanggung banyak beban. 


Moon Yeong yang selalu agresif akhirnya mampu menaklukkan hati Gang Tae. Menjelang berakhirnya drama ini, penonton diberi kejutan. Kisah masa lalu antara Moon Yeong dan Gang Tae membuat mereka saling terluka. Hubungan keduanya diuji. Apakah mereka berdua bisa tetap bertahan meski menerima kenyataan pahit yang saling menyakitkan? 


Cinta itu Menyembuhkan


Review Drama Korea It's Okay to Not Be Okay, Cinta yang Menyembuhkan



Memonton drama ini saya seperti mengikuti kelas parenting. Bagaimana tidak, semua kisah-kisah dalam drama ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam membentuk kepribadian anak. Drama ini mengajarkan saya bahwa trauma masa kecil itu akan membekas di masa depan anak.


Sikap anti sosial Moon Yeong adalah akibat pengasuhan ibunya. Ibunya mendidik Moon Yeong untuk tidak peduli dengan orang lain, ini membuat dia tidak tahu bagaimana harus memperlakukan orang lain. Makanya dia seringkali bersikap semaunya sendiri.


Sementara Gang Tae, sejak kecil dididik untuk selalu berkorban untuk kakaknya. Menjaga Sang Tae adalah tujuannya dilahirkan, begitu kata ibunya. Gang Tae sejak kecil harus menjaga kakaknya. Mereka bahkan harus selalu berpindah tempat saat musim semi datang. 


Baca Juga : Twogether, Varietty Show Korea Terbaru yang Layak Ditonton


Sang Tae yang menderita autis mempunyai trauma yang besar. Dia sangat takut dengan kupu-kupu. Sang Tae menjadi saksi pembunuhan ibunya. Si pembunuh memakai bros kupu-kupu. Ini yang membuat Sang Tae sangat takut dengan kupu-kupu.


Gang Tae, Moon Yeong dan Sang Tae sama-sama memiliki luka psikis. Trauma masa kecil membuat mereka lemah. Namun ternyata, saat mereka menjadi satu dan saling menjaga mereka bisa menjadi lebih kuat. 


Cinta Moon Yeong kepada Gang Tae, mampu membuat Gang Tae memiliki bahagianya sendiri. Mencintai dirinya sendiri. Sebaliknya, sejak dekat dengan Gang Tae, Moon Yeong mulai berubah. Sikap anti sosialnya mulai berkurang. Dia lebih bisa bergaul dengan orang lain. 


Sang Tae juga akhirnya menjadi kakak yang luar biasa. Kehadiran Gang Tae dan Moon Yeong membuatnya berani menghadapi traumanya. Kesuksesannya menjadi seorang ilustrator membuat dia berani hidup mandiri, tak lagi bergantung dengan Gang Tae. 


Ahh, sungguh menonton drama ini memberi saya banyak pelajaran. Setiap tokoh dalam drama ini punya luka psikis masing-masing. Dimana semua itu tidak terlepas dari peran keluarga. Sungguh, kehadiran keluarga itu penting. Setiap anak, butuh keluarga yang penuh cinta.


Trauma mereka bisa hilang karena adanya cinta. Cinta yang menyembuhkan. 






24 komentar

  1. Nothing compare than love and loving yaa...Di.
    Salut banget sama kesimpulan drama keren ini.

    BalasHapus
  2. Aku masih susah move on dari Reply 1988. Dan, drakor yang satu ini hepening banget! banyak yang suka dan itu bikin aku penasaran. Kali-kali setelah nonton bisa sedikit move on dari Reply 1988 haha. Apalagi isu mental health-nya. Wah, jaminan mutu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ini bagus lho kak..
      Jadi banyak belajar psikologi kita

      Hapus
  3. Cinta yang menyembuhkan. Aah, kesimpulannya ciamiik tenan mbak. Setuju, mereka bertiga saling mencintai dan melengkapi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, mereka saling menjaga dan mencintai

      Hapus
  4. Kepribadian antisosial ternyata bisa sembuh dgn kekuatan cinta
    Keren nih drakor emang yaaa
    Walaupun ada beberapa plot hole, tapi sangat bisa diabaikan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya, emang masih ada yg misterius ya mbak

      Hapus
  5. Noted, cinta itu menyembuhkan ya, trus dukungan keluarga yg penuh cinta amat sangat diperlukan ya. Nice review Mbak Dee say ^^

    BalasHapus
  6. Aku fokus ke pesan moralnya: kehadiran keluarga itu penting. Setiap anak, butuh keluarga yang penuh cinta.....Akhirnya kelar juga ya drama yang wara-wiri di TL ini....its okay not to be okay

    BalasHapus
  7. Kalau menurutku, dari judulnya saja sudah memberikan pesan tersirat. Akhir-akhir ini berseliweran di timeline, orang-orang pada bercerita tentang drakor ini. Dan, aku suka banget dengan pesan moralnya, Mbak. Keluarga memang segalanya :)

    BalasHapus
  8. Dari kemarin banyak berseliweran iklan drakor ini di socmed. Baca ini jadi makin penasaran hahahaha .. aaakk.. tanggung jAwab kaaakk (lho?)

    BalasHapus
  9. Waduh saya belum sempat nonton sampai beres nih
    Tapi semua suka : topiknya, pemainnya, bahkan ngga happy ending pun saya akan tetap nonton 😀😀😀

    BalasHapus
  10. menonton ini bisa jadi pembelajaran juga ya, bahwa memang trauma masa kecil itu bisa membawa pengaruh yang sangat besar saat dewasa. Tapi trauma itu bisa disembuhkan, bisa pelan-pelan mengilang karena adanya perhatian dan cinta

    BalasHapus
  11. Drakornya sering daku lihat ini ulasannya di temlen yang pada ngikutin ceritanya, tapi belum sempat untuk menontonnya.

    BalasHapus
  12. Setuju sama bagian ini:

    "... pentingnya peran orang tua dalam membentuk kepribadian anak!"

    Itulah kenapa penting orang tua belajar ilmu parenting.
    Tentu saja ilmu parenting yang bisa dipertanggungjawabkan ya.

    ... karena tidak ada sekolah khsusus untuk jadi orang tua.
    Semua otodidak, kudu belajar sendiri.

    BalasHapus
  13. Belum sempat nonton drakor ini. Aaahh jadi pengen ngeliat dan review. Banyak yang punya pendapat yg sama

    BalasHapus
  14. Horeee, udah tamat ya drama ini. Aku siap nonton marathon. Soalnya aku gak sabaran nonton ongoing. Drama ini favorit sulungku deh

    BalasHapus