Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

`Uang Suami Milik Istri, Uang Istri Milik Istri` Benarkah?

 

Pengaturan keuangan rumah tangga



Kalimat 'uang suami uang istri, uang istri milik istri sudah populer di kalangan masyarakat. Namun, apakah hal tersebut benar? Bagaimana seharusnya kepemilikan uang setelah menikah? 


Kepemilikan Uang Setelah Menikah


Pernikahan tentu memberikan perubahan dalam kehidupan seseorang. Tentu saja kehidupan setelah menikah akan berbeda dengan sebelah menikah. Salah satunya perubahan dalam keuangan. 


Mungkin saat melajang, uang yang didapat dari hasil jerih payah, tentu jadi milik sendiri. Namun, saat menikah tentu tidak bisa demikian. Uang yang didapat tidak hanya untuk keperluan pribadi, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 


Benarkah Uang Suami Adalah Uang Istri dan Uang Istri adalah Milik Istri


Kalimat uang suami adalah milik istri dan uang istri adalah milik istri ini muncul dari pemahaman bahwa suami memiliki kewajiban menafkahi istri dan anak-anak sehingga wajib memberikan gajinya kepada istri. Di sisi lain, karena istri tidak memiliki kewajiban menafkahi suaminya, maka istri tidak berkewajiban. 


Kewajiban mencari nafkah ada di pundak suami. Cendekiawan Muslim Indonesia Profesor Quraish Shihab mengatakan bahwa dalam Islam, istri sama sekali tidak berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dari hasil usahanya.


Namun, pernikahan itu tidak melulu tentang hak dan kewajiban saja. Pernikahan harusnya dibangun dengan dasar kesalingan. Saling membantu satu sama lain. 


Jika suami masih belum mampu menafkahi kebutuhan rumah tangga sendiri, maka istri akan membantu. 


Tapi kalimat uang suami adalah milik istri dan uang istri adalah milik istri ini benar adanya. Jika ditinjau dari sudut pandang agama, memang yang berkewajiban mencari nafkah adalah suami. Sudah kewajiban suami untuk menafkahi istri. 


Tipe Pengaturan Keuangan dalam Rumah Tangga


Meski begitu, tidak semua rumah tangga pengaturan keuangannya diserahkan semuanya ke istri. Ada beberapa tipe pengaturan keuangan dalam rumah. 


Berikut beberapa tipe pengaturan keuangan dalam rumah tangga. 


Tipe suami  terima beres


Pengaturan tipe ini, mempercayakan keuangan sepenuhnya kepada istri. Suami memberikan semua pendapatannya ke istri. Kemudian, istri yang bertugas mengelolanya. Mulai dari untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tabungan, hingga investasi. Bahkan, kebutuhan pribadi suami juga diatur. Suami akan dapat uang jajan dari istri. 


Baca Juga : Benarkah Istri Itu Beban Suami?


Tipe ini biasa digunakan jika suami sebagai pencari nafkah utama, sedangkan istri tidak bekerja. 


Tipe istri terima beres


Selain tipe suami terima beres, ada juga pengaturan keuangan dalam rumah tangga yang istri terima beres. 


Biasanya tipe ini ada dalam rumah tangga dimana suami yang menjadi pencari nafkah utama. Suami juga yang mengatur keuangan dalam rumah tangga. 


Tips mengatur keuangan rumah



Suami mendistribusikan pendapatannya untuk kebutuhan rumah tangga, tabungan, dan investasi. Istri akan diberi jatah untuk kebutuhan pribadinya. 


Tipe pasangan mandiri


Tipe ini biasanya ada dalam rumah tangga dimana suami dan istri sama-sama bekerja sejak sebelum menikah. Dan tetap sama-sama bekerja setelah menikah. 


Pada pengaturan keuangan dalam rumah tangga tipe ini, berprinsip bahwa keuangan keluarga adalah tanggung jawab kepala keluarga. Biasanya suami memberikan nafkah untuk seluruh kebutuhan rumah, sedangkan istri menggunakan penghasilannya untuk tabungan kebutuhan di luar kebutuhan pokok. 


Tipe ini sangat mencerminkan kalimat uang suami adalah uang istri sedangkan uang istri adalah uang istri.


Tipe kolaboratif


Tipe kolaboratif dilakukan dengan kerja sama oleh suami istri. Biasanya penghasilan suami dan penghasilan istri digabungkan untuk membayar seluruh kebutuhan rumah tangga.


Baca Juga : Cinta Setara itu Penting! Ini Cara untuk Mewujudkannya!


Pembagian keuangan tipe pasangan ini berbeda-beda sesuai dengan kesepakatan bersama, misalnya  suami memberikan nafkah pokok seperti biaya makan, listrik, air, dan  istri bertugas membayar cicilan rumah atau cicilan mobil. Kebutuhan pribadi seperti hobi atau hiburan ditanggung oleh masing-masing pihak.


Penutup


Kalimat uang suami adalah milik istri dan uang istri adalah milik istri itu benar adanya. Tidak salah, sesuai syariat. 


Namun, dalam mengatur keuangan rumah tangga tergantung dari kesepakatan masing-masing. Mau menggunakan tipe apa untuk mengatur keuangan rumah tangga. 


Apapun tipenya, jangan melupakan prinsip dasar, ya. Bahwa hubungan antara suami dan istri tidak melulu transaksional dan seputar hak & kewajiban saja. Rumah tangga itu prinsipnya kesalingan. Saling mencintai dan saling membantu. 


Baca Juga : 7 Tips Jitu Atur Keuangan Pascalebaran


Nah, bagaimana dengan teman deestories? Tipe apa yang digunakan untuk mengatur keuangan rumah tangga? 


Share di kolom komentar, ya! 

Terima kasih. 

24 komentar

  1. Lebih baik beginilah atau fifty fifty daripada punya suami mocondo, so sad.

    Iyaa uang istri milik istri. Bebas buat beli kosmetik, dll. Kalaupun digunakan untuk keperluan rumah tangga jadinya sedekah...gitu sepemahamanku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat, sesuai dengan kisah dan keterangan yg saya pelajari dari sebuah kitab di kajian

      Malah lebih ditekankan ambil seperlunya, sisanya sedekahkan
      Dalam arti pergunakan untuk keluarga kita

      Hapus
  2. Kami entah masuk golongan mana, karena sama-sama bekerja, tetapi biaya hidup dibagi bersama, cuma lebih banyakan dia sih karena penghasilannya 2x lipat daripada gajiku di swasta. wkwkk

    BalasHapus
  3. Yup, menafkahi adalah tanggung jawab suami. Namun dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, setiap keluarga bisa berbeda-beda, seperti diuraikan dalam artikel ini. Karena kondisi setiap orang itu berbeda, jadi jangan dibanding-bandingkan ya

    BalasHapus
  4. Yg penting sih menurut saya ga usah melihat kondisi keuangan orang lain. Syukuri seberapa besar maupun kecil rezekinya yg diterima ya
    Mau milik istri, mau milik suami, selama keduanya saling ridho, gak masalah

    BalasHapus
  5. sewajarnya seperti itu ya mba, bismillah bisa yuk kita sebagai istri mendapatkan yang terbaik yang seharusnya didapatkan

    BalasHapus
  6. Gaji suamiku dialokasikan sekian khusus bulanan biasanya diserahkan kepadaku. Untuk tabungan dan dana darurat suami yang pegang, juga dana pendidikan kuliah. Supaya aku ga pusing juga mengelolanya hahaha. Nanti dana hiburan bisa minta suami atau dia pun memberikannya otomatis. Jadi saling berbagi tugas. Kalau uang hasil ngeblog kata suamiku jadinya sedekah, bukan kewajiban untuk rumah tangga, biasanya dibelikan kamera, jajan2 kecil dan kesenanganku juga :)

    BalasHapus
  7. Kami berdua menganut tipe kolaborasi sih, sesuai fitrah wanita yang detail, maka untuk printilan detail saya yang atur, suami hanya tahu global aja, catatan pengeluaran pun saya rekap dan bisa dilihat dan evaluasi sewaktu-waktu sih

    BalasHapus
  8. Aku masuk tipe kolaboratif nih. Dari suami dan penghasilanku dipake untuk tabungan dan sehari-hari. Urusan cicilan dan bayar-bayar kayak listrik internet bagiannya suami..

    BalasHapus
  9. uang itu masalah sensitif yah termasuk dalam rumah tangga. Mau salah satu bekerja atau keduanya bekerja juga pengaturan keuangan perlu dikomunikasikan bersama. Kuncinya saling terbuka yah supaya enggak ada miskom atau konflik.

    BalasHapus
  10. Aku tipe kolaboratif, uang dr penghasilanku berkontribusi terhadap finansial rumah tangga, walau hanya menutupi. Untuk urusan uang dr awal nikah udah fair, karena tahu masalah rumah tangga itu bermula dr urusan uang dan komunikasi

    BalasHapus
  11. Aku engga terlalu musingin yg mana. Soalnya kasus aku, ada masanya suami yg menanggung semua, aku yg mengelola. Aku kerja tapi penghasilannya jauh di bawah yg dikasih suami. Eeeeh...suami PHK dong. Ya dunia terbalik deh...Ya gitu aja, akhirnya pokoknya mau dari suami atau istri, semuanya buat keluarga.

    BalasHapus
  12. Aku sih setuju kalau uang istri milik istri wkwkwk. Tapi balik lagi, kalau pengaturan finansial rumah tangga tuh fleksibel aja sesuai kebutuhan asal sesuai kesepakatan bersama. Toh balik-baliknya buat keluarga juga kan. Asal ngga ada yang ngedumel di belakang aja.

    BalasHapus
  13. Tapi aku juga gitu kok mak, uang suami milik istri dan uang istri ya milik istri. Kayaknya sama juga deh kebanyakan perempuan, tapi sebisa mungkin juga kita saling membantu. Bukan lantas apa-apa pakai uang suami ya.

    BalasHapus
  14. Betul, mba sesuai syariat ungkapan tersebut. Namun dalam prakteknya bisa jadi lebih beragam tergantung obrolan dan kesepakatan pasangan suami istri.
    Yang saya alami, suami adalah tipe terima beres. Kelola keuangan full di saya, akan tetapi beliau suka bertanya terkait pengeluaran apa saja, jadi nya ku buat g-sheet yrekapan keuangan harian, agak repot memang namun ini cara ku buat menghindari konflik terkait keuangan keluarga. Lebih trasnparansi dan pasangan bisa melihat catatan pendapatan, pengeluaran real time. Komunikasi terkait keuangan rada tricky soalnya, suka jadi pemicu keributan lebih baik ada solusi yang kita ciptakan sejak awal.

    BalasHapus
  15. Saya enggak tahu type yang mana, karena selama ini kami mengelola uang secara terbuka dan mengelolanya barengan.

    BalasHapus
  16. duit suami full dia yg atur sih karena aku agak boros jg orangnyaaa huhu, jadi untuk makan dan kebutuhan sehari2 dari penghasilanku. suami bayar listrik, pulsa, nabung, spp anak, kadang jalan2 jg budget dari suami wkwk -jihan-

    BalasHapus
  17. Keuangan ini memang sensitif menurutku.
    Karena aku sendiri gasuka ditanya-tanyain mengenai pertanggungjawaban keuangan. Jadi, di keluarga kami, suami murni kasih ke aku ya uang buat foya-foya. Masalah pengeluaran bulanan, sekolah anak-anak, dll.. itu suami. Hehehe...
    Ada beberapa pos dikasihin ke aku siih.. tapi gak banyak.

    BalasHapus
  18. Jujur sebenrnya aku type isteri yang pinginnya terima beres kalo soal keuangan meskipun khusus untuk kebutuhan2 besar dan penting nyatanya justru sebagai wanita bekerja peranku sangat signifikan mensupport family dan pak suami. Mungkin karena kami berdua sama2 bread winner, jadi ya jalani peran masing2 tanpa melanggar syar'i

    BalasHapus
  19. Kalau saya dulu tipe kolaborasi sih, tapi setelah jadi IRT duitnya paksu dipegang sendiri, akoh terima beres, meskipun enggak beres, wakakaka.
    Kalau kata teman saya dulunya, sebaiknya uang istri buat istri, untuk kebutuhan pribadi istri dulu, baru bantu suami

    BalasHapus
  20. nah iya tergantung kesepakatan. yang namanya pernikahan kan ada komunikasi dan aturan yang disepakatai bersama. itu bagian dari komitmen pernikahan

    BalasHapus
  21. Uang istri memang milik istri.
    Tapi ujung-ujungnya juga ke keluarga sih yaa... Hihihi, saling saling mewarnai aja sih yaa.. Namanya juga rumah tangga. Bener banget Di, kalo 'hubungan antara suami dan istri tidak melulu transaksional dan seputar hak & kewajiban aja'.

    BalasHapus
  22. Untuk saat ini kami tipe kolaboratif karena masih ada tanggungan yang harus diselesaikan. Tetapi suami gak pernah meminta saya untuk membayar ini itu.

    BalasHapus