Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Food Preparation di Saat Social Distancing



Food Preparation di Saat Social Distancing- Food preparation adalah gaya hidup kekinian yang dilakukan para mama muda. Food preparation semakin gencar dilakukan apalagi saat harus social distancing seperti saat ini. Sebenarnya, bagaimana sih kiat praktis melakukan food preparation? Baca terus ya :)


food preparation




Sebelum wabah Covid 19 merebak dan adanya himbauan akan social distancing ini, saya sudah sering melakukan food preparation. Biasanya saya menyiapkan food preparation ini seminggu sekali. Namun kini saya akan menantang diri saya, menyiapkan food preparation untuk dua minggu!


Apa itu Food Preparation



Menurut saya food preparation itu adalah cara mengubah bahan baku mentah (seperti buah, sayur, daging, ikan, biji-bijian, dan lain-lain) menjadi bahan siap masak. Biasanya di dalamnya ada proses seperti membersihkan, mengupas, memotong dan mencampur bahan masakan.


Buat saya, cara ini seperti investasi waktu. Repot sedikit di awal, tapi jadi lebih cepat dalam proses memasak selama satu sampai dua minggu ke depan.


Setiap kali melakukan food preparation saya menghabiskan waktu 3 hingga 4 jam. Namun hari-hari berikutnya, waktu memasak saya jadi lebih cepat.

Manfaat Food Preparation



Beberapa teman sering bertanya, mengapa sih saya repot-repot menghabiskan waktu akhir pekan saya untuk melakukan food preparation ini? Bukankah akhir pekan waktunya istirahat? Baik, saya akan bercerita mengapa food preparation harus dilakukan. Pastinya, karena banyak manfaat yang di dapat dari food preparation ini.


1. Bebas Galau



Ibu mana yang sering galau saat bangun pagi? Bingung mau masak apa hari ini. Nah kalau sudah melakukan food preaparation kita akan bebas galau lho, karena sudah tahu akan masak apa hari ini.


2. Efisien



Kalau sudah melakukan food preparation, memasak jadi lebih efisien. Praktis dan tentunya lebih cepat.


3. Hemat Waktu


Food preoaration ini bisa menghemat waktu. Nggak hanya hemat waktu saat memasak, tetapi juga hemat waktu karena nggak harus belanja ke pasar setiap hari.

4. Menu Sehat



Food preaparation memudahkan kita menyediakan menu sehat bagi keluarga. Kalau sudah food preparation dijamin frekuensi makan sembarangan berkurang.


5. Hemat



Sejak rutin melakukan food preparation ini saya jadi hemat lho. Nggak ada lagi makanan yang terbuang mubadzir. Dan pastinya mengurangi beli makan di luar.


6. Social Distancing



Food preparation juga menjadi salah satu usaha dalam melakukan social distancing lho. Tak perlu berjubel belanja setiap hari.


Apalagi saya berbelanja di kedai sayur yang ada di dalam perumahan. Ditambah lagi saya bisa pesan lewat sms dulu dengan penjualnya. Nanti diantar sampai rumah. Saya tetap di rumah saja dan melakukan social distancing, tapi stok bahan makanan tetap aman.


Contoh Food Preparation



Baik saya akan memberi contoh food preparation yang barusan saya lakukan beberapa hari lalu.


food preparation




Bahan  belanjaan yang saya beli :


Sayur :


1. Kacang panjang
2. Wortel
3. Buncis
4. Sawi putih
5. Kembang kol
6. Jagung baby
7. Bayam
8. Belimbing sayur
9. Jeruk nipis
10. Cabai merah
11. Cabai rawit
12. Bawang Pre
13. Rempah-rempah
14. Bawang

Lauk Pauk


1. Tempe
2. Tahu
3. Cumi
4. Udang
5. Tongkol
6. Pindang
7. Sosis
8. Krecek
9. Hati ayam


Sayuran sengaja beli yang tahan lama seperti jagung, buncis, wortel dan sawi. Bayam hanya bertahan sehari, makanya besok langsung dimasak. Sayur saya alasi dengan kertas, kalau ada tisu dapur juga boleh. Simpan sayur dalam keadaan kering.

food preparation





Cabai baik merah ataupun rawit saya buang tangkainya. Simpan di wadah yang sudah dialasi kertas. Jangan lupa letakkan satu siung bawang putih yang sudah dikupas, biar cabai awet tidak busuk.


Rempah-rempah cukup disimpan saja. Bisa diletakkan di suhu ruang. Begitu juga dengan bawang merah dan bawang putih. Saya juga mengupas beberapa bawang, buat stok 2-3 hari. Jadi saat memasak, tak perlu kupas-kupas lagi. Bawang yang sudah dikupas, simpan di wadah yang beralas kertas. Tidak perlu dicuci terlebih dahulu. Cuci saat akan digunakan.


Krecek dan hati ayam saya rebus dulu, baru disimpan di frezer. Cumi dan udang saya simpan langsung di frezer, di cuci kalau mau digunakan. Biar tidak membusuk di frezer.


Oh ya, tadi saya  beli  bahan makanan secara online daging teriyaki dan kerang hijau. Berhubung frozen food, maka langsung saja diletakkan di frezer.


food preparation



Contoh Menu



Dari hasil belanja kemarin dan masih ada beberapa bahan food preparation sebelumnya, saya bisa menyusun menu masakan selama 18 hari lho.


food preparation



food preparation



food preparation




Nah hasil belanja sekali bisa digunakan untuk menu selama 18 hari. Terhitung mulai senin kemarin, 29 Maret 2020. Mungkin sesekali perlu belanja lagi, untuk beberapa bahan yang cepat habis dan tidak tahan lama, seperti tahu dan tempe. Tapi itupun tidak sering. jadi saya bisa tetap memasak menu sehat setiap harinya dengan tetap melakukan food preparation. Bagaimana dengan kamu? Apakah juga melakukan food prepration saat social distancing seperti ini? Share ceritamu yuk, ditunggu di kolom komentar ya.. :)


47 komentar

  1. Rajin banget sih Mbaaa hahaha.
    Saya dari dulu sih sudah misah-misahin bahan makanan setelah dibeli, tapi nggak semua masuk kotak sih, sebagian dibungkus kertas koran hehehehe.
    Kayak wortel, biasanya dibungkus koran.
    Sayur yang dedaunan udah dipotong-potong, di cuci bersih masukin kotak dan diatur nggak boleh terlalu lama di masak, paling lama 2 hari.

    BalasHapus
  2. Sejak ada pandemi ini, jadi semacam memaksa saya untuk bikin food prep. Padahal tadinya suka malas karena merasa mudah kalau mau ke pasar. Tapi, sekarang sebisa mungkin dikurangi ke pasarnya. Semua disimpan di wadah yang tertutup rapat hehehe

    BalasHapus
  3. Idenya menariikkk banget Mba
    Jadi mengurangi intensitas ke pasar ya
    Siaappp, bisa ditiru nih :)

    BalasHapus
  4. food prep emang banyak manfaatnya.. kita jadi lebih tenang gak bingung mau masak apa.. Beneran cocok. sih di situasi spt skrang

    BalasHapus
  5. Saya melakukan food preparation ini kalau sudah menjelang bulan Ramadhan, selama Ramadan, dan di awal bulan Syawal, mba.
    Awal-awal social distancing juga melakukannya, memang sangat terbantu sekali. Ga bingung lagi mau masak apa. Tempat penyimpanan juga rapi.

    BalasHapus
  6. SAya juga sama, Mbak..seminggu sekali tapi, itupun tahu tempe beli 2 hari sekali karena yang jualan masih lewat. Membantu sekali memnag di saat social distancing

    BalasHapus
  7. Pandemi corona ini benar-benar memberikan challenge buat semua orang, termasuk ibu rumah tangga ya Mba. Bisa ditiru nih ahh tipsnya, bias social distancingnya makin puol! :D

    BalasHapus
  8. Foodprep menjadi solusi saat social distancing, meski aku cuma nyetok untuk tiga hari aja. Alasannya karena ada tukang jual sayur yang masih keliling naik mobilnya.

    BalasHapus
  9. Wah keren nih
    Saya setuju dengan food preparation, lemari es juga lebih bersih ya?
    Ngga ada bahan yang tertunda karena "gak ada temannya"
    PR nih buat saya
    Thanks udah berbagi

    BalasHapus
  10. Tempat saya Alhamdulillah masih zona hijau. Pasar dan warung masih buka. Jadi untuk makanan yg mudah rusak, saya tidak simpan cukup beli kalau mau masak saja. Yg lain yg tahan lama saya ada beli sekaligus

    Semoga pandemi ini segera berakhir ya

    BalasHapus
  11. Prepare bahan makanan ini tepat dilakukan, biar tetep ikut aturan juga ya buat jaga jarak, dan nggak sering juga ke luar rumah

    BalasHapus
  12. Beneeer krn gak bisa belanja harian skrng lbh sering food prep belanja buat semingguan minimal ya mbak. Wah aku bisa contek nih planner menu2nya. Ah baca sayur lodeh aku jd pengen nih tapi di sini nangka muda alias tewel lg susah dicari hiks

    BalasHapus
  13. Mbak Deeee, ini nih kegiatan idaman aku banget. Bisa prepare dulu, mana terorganisir sekali gitu adajadwalnyasegala mbak. Kapan ya aku bisa suka masak sampai terencanabegini

    BalasHapus
  14. iya mbak aku sepakat emang agak ribet awalnya tapi bakal cepat pada akhirnya
    terebih kalau pas senin selasa
    selain itu bisa juga memperkirakan mau masak apa jadinya udah terencana rapi

    BalasHapus
  15. Prepare bahan makanan untuk saat ini sangat penting, bila sudah ada bahan bahannya kemudian kita tinggal memasaknya

    BalasHapus
  16. Wuih rajiiiinnya mbak :)) Emang kalo dibiasakan gini jatuhnya lebih hemat ya. Dan terbiasa masak sehat hehe. Aku baru tahu loh kalo wadah cabe dikasih satu bawang putih biar gak mudah busuk. Kudu ditiru ini mba :))

    BalasHapus
  17. Saya juga dah melakukan food prepaeation sejak sebelum adanya himbauan utk di rumah saja. Betul kata Mba, ini merupakan investasi waktu, apalagi bagi ibu2 yang bekerja di luar rumah penting banget melakukan hal ini..

    BalasHapus
  18. Sebelum ada corona ini saya juga sudah menerapkan food preparation buat beberapa hari, dan memang lebih hemat jadinya. Hihi.
    Tapi kadang saya suka pindah haluan sih,niatnya senin mau masak A eh masak B. Wkwk. Tapi food preparation memang benar-benar membantu. Kulkas juga jadinya lebih bersih dan rapi.

    BalasHapus
  19. boleh juga nih food preparation. senyata di negara kita tak biasa libur panjang. jadi setiap hari kudu belanja, ilmu yang kita bisa ambil dari wabah ini adalah bisa lebih hemat energi dan tepat sasaran, hehe

    BalasHapus
  20. Saya kadang juga kayak gini, bisa nyiapin banyak hal di kulkas, cuma kali mood anak anak lagi ga bagus ya kacau lagi deh semuanya haha.. jadi ya wes dijalanin aja 🤭

    BalasHapus
  21. Terencana banget ya kak. Kalo aku untuk sayur bisa nyimpen banyak untuk semingguan. Tapi lauk beli mentah 2 hari sekali. Selama liburan panjang anak-anak cepet habis pulak hehehe...

    BalasHapus
  22. wow bisa belanja untuk 18 hari ? mantap banget, akutuh cuma bisa bertahan paling lama seminggu lah, itupun berupa seafood, kalo sayuran tetap 2-3 hari belanja lagi,

    BalasHapus
  23. Nyarinya juga jadi gampang ya, kak. Aku kalo lagi mbersihin kulkas bisa rapi gini meskipun gak diwadahin gini. Terus lama2 berantakan lagi. Hehehe...

    BalasHapus
  24. Menu sehat dan hemat ini. Saya juga termasuk orang yang suka makan sayuran dan buah-buahan, bisa dipratikkan selama masa di rumah aja ini.

    BalasHapus
  25. Sejak dulu aku melakukan food preparation
    Karena dulu aku kerja dan rutin bawa bekal, jadi ya belanja mingguan lalu buat jadwal hari apa masak apa, biar bangun pagi udah tinggal eksekusi gak pakai bingung
    Nah sekarang yang bawa bekal itu suami dan anak, jadilah lanjut food preparationnya
    Eh sekarang saat semua di rumah karena pandemi, malah makin ketat ngatur menunya
    Setuju banget, dengan begini kita lebih efisien lho memasak, baik waktu dan pikiran

    BalasHapus
  26. Oalah gitu to, mudah nya itu bersih2 di awal jadi residu atau yg TDK perlu di buang dulu. Jadi yg di simpen itu udah bersih semua

    BalasHapus
  27. Food preparation emang memudahkan dalam menyiapkan menu, apalagi jaman sekarang lagi pesen makanan dan sayur segar dari rumah, tinggal di packing aja dan mana yang mau dimasak tinggal diolah. Aman deh..... ngga perlu terkontaminasi lagi setelah di packing

    BalasHapus
  28. Preparing food for the week is very convenient and will save you a lot of time and money because you always have something to eat.

    BalasHapus
  29. Aku conteh daftar menunya ah buat puasa nanti, aku udah bikin catatan juga biar ga bingung. Food preparation aku selama di rumah dilakukans eminggu sekali pulang dari pasar. Bener banget jadi hemat waktu masak & praktis jadinya ya

    BalasHapus
  30. Ternyata cukup ribet dan makan waktu ya utk melakukan food preparation ini. Kalo cowok sih taunya tinggal makan aja hahaa.. Tapi kalo lihat proses yg benar kayak gini, kita jadi puas dan tenang karena makanan yg dibikin lebih terjamin kesehatannya ya

    BalasHapus
  31. Masyaallah metode food preparation ini sepertinya cocok sekali utk org tipe sy yg praktis dan tak suka lama di dapur. Saya mau mulai coba juga ah.

    BalasHapus
  32. Lebih hemat waktu sih daku mencoba food preparation ini beberapa kali. walau ya kadang-kadang tetep ke warung sayur juga dengan tetep langsung cuci tangan dan ganti pakaian

    BalasHapus
  33. Aku juga suka food preparation mbak, itu pas anak-anak masuk sekolah. Sekarang udah jarang ih, hahaha. Soalnya anak-anak minta menu berbeda dari yang udah aku planner, huhuh. Jadi sekarang masaknya ddakan aja. Tapi tetep aja bahan makanan aku simpan kayak food preparation gitu biar awet

    BalasHapus
  34. Food preparation ini pentiing banget nih, apalagi dikondisikan pas lagi pandemic gini nih.

    BalasHapus
  35. ahahaha sekarang ini aku jadi suka melakukan food preparation dan bikin meals plan mingguan, dari mulai sarapan sampai makan malem

    BalasHapus
  36. Alhamdulillah sudah mulai foodprep sejak tinggal diratauan, meskipun belum rapi sih...hehe. Sepertinya saya harus mulai bikin jadwal menu harian deh biar nggak bingung di depan kulkas mikir mau masak apa :D

    BalasHapus
  37. edektif efisien banget kayaknya kalau make sistem food preparation gini.. mau juga lah aku nyoba

    BalasHapus
  38. Kudu banget memang, biar nggak rajin belanja bahan makanan juga nih.

    Btw saya kalau bayam bisa tahan 3 sampai 4 hari Mba. Bayamnya saya petikin dulu daunnya, masukkan ke wadah tertutup.

    Batangnya pun begitu. Saya pisahkan dari daunnya. Kalau mau masak, baru disatukan.

    Kadang sih batangnya saya jadiin olahan untuk dadar telur atau bakwan, sementara daunnya dibikin sayur bening aja mba.

    BalasHapus
  39. bermanfaat banget nih untuk keperluan dari social distancing ini dari segi makanan kan emang sangat diperlukan di masa-masa ini. Aku juga lagi mau bebikinan daging dari frozen food

    BalasHapus
  40. Setuju, Mbak. Food prep emang bikin hemat. Bukan cuma hemat uang belanja tapi juga uang transpor karena istri kan ke pasar naik motor. Cukup2-3 hari sekali. Sekaligus social distancing di era begini. Tapi bagi yang penghasilannya harian, tentunya agak sulit menerapkan food prep. Semoga wabah corona segera musnah, ekonomi pulih lagi. Tapi food prep tetap dong buat kebiasaan mama-mama biar ga sering ke pasar dan belanja makin irit. Makasih ide menunya, Mbak :)

    BalasHapus
  41. Bagus banget idenya nih Kak. Jadi investasi waktu ya, kulkas juga jadi lebih rapi dan makanan jadi lebih tahan. Aku harus cobain nih di rumah.

    BalasHapus
  42. Food preparation emang lebih praktis dan ekonomis ya. Mau masak juga jadi lebih cepat. Dan gak ada lagi drama bingung mau masak apa setiap pagi.
    Saya baru mencoba selama 3-4 hari aja, nanti dicoba untuk lebih lama lagi

    BalasHapus
  43. Baca menu2nya jadi pengin masak2 aw terutama sop ayamnya :3 kalau Ibuk di rumah sudah meenyiapkan bahan2 sih dan boasanya malam sebelumnya sudah tahu mau masak apa. Tapi biasanya suka ganti sendiri walaupun hdah direncana :D

    BalasHapus
  44. Nah, benar banget postingan ini, seperti yang dilakukan mamaku selama hampir sebulan ini. Makanan pun gak berlebihan dan bisa lebih hemat dan nyaman.

    BalasHapus
  45. Betul mbak. Aku suka melakukan food preparation kerana bila sudah ada bahannya tinggal dimasak aja. Lebih hemat waktu

    BalasHapus
  46. Aku juga lagi seneng2nya food preparation, apalagi sejak pandemi covid. Berguna banget. Nggak perlu ke pasar tiap hari. Cuma masih harus belajar do and donts nya nih, kadang masih suka salah2.. ya untungnya belanajanku banyakan cuma sayur sama tahu tempe wkwk.

    BalasHapus
  47. Wehhh ternyataa jadi kesenangan tersendiri yaa kak . Apalah dayaku yg taunya makan dan makan 😂😂

    BalasHapus