Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Lebaran Ketupat




Lebaran Ketupat - Ketupat menjadi kuliner khas lebaran. Tapi tahukah kamu, di Surabaya ketupat justru tak ada saat idul fitri. Ketupat baru hadir setelah seminggu pelaksanaan idul fitri. Saat itu msayarakat Surabaya merayakan lebaran ketupat.


Beberapa hari lagi lebaran, kalau menjelang lebaran gini yang terbayang adalah kuliner khas lebaran. Nasi kebuli, kerengsengan daging, sambel goreng ati sudah terbayang dimata. Wait, kok nggak ada ketupat? Hehe iya, disini ketupat justru nggak ada di hari idul fitri. Ketupat baru akan hadir seminggu kemudian. Tanggal 8 syawal, ada lebaran ketupat. Saat itulah ketupat akan tersaji di meja makan.


Tradisi Lebaran Ketupat


Bagi masyarakat Surabaya dan beberapa daerah lain di Jawa, selain lebaran idul fitri juga ada lebaran ketupat. Lebaran ketupat dirayakan seminggu setelah pelaksanaan idul fitri. Tepatnya pada tanggal 8 syawal. Bebarengan setelah selesai melaksanakan puasa syawal.


Tradisi ketupat ini sudah ada sejak zaman dahulu. Dan masih tetap dijalankan hingga kini. Adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali mengenalkan tradisi ini.


Saat itu Sunan Kalijaga memperkenalkan dua istilah Bakda, yakni Bakda Lebaran dan Bakda Kupat kepada masyarakat Jawa.


Lebaran Ketupat



Bakda Lebaran dipahami sebagai prosesi pelaksanaan shalat Ied tanggal 1 Syawal. Termasuk tradisi saling berkunjung antartetangga maupun antarsaudara untuk tujuan saling memaafkan. Sedangkan Bakda Kupat dilaksanakan sepekan setelah Bakda Lebaran. Pada hari itu, masyarakat muslim Jawa umumnya membuat ketupat.


Baca Juga : Hidangan Lebaran


Makanya ketika idul fitri, tidak ada ketupat sebagai sajian lebaran. Di keluarga kami yang masih ada keturunan timur tengah, kuliner timur tengah jadi hidangan andalan saat lebaran. Nasi kebuli, krengsengan daging, kue srikaya, gulai maryam akan hadir di meja makan.


Makna Lebaran Ketupat



Penggunaan istilah ketupat dalam Lebaran ketupat tentu bukan tanpa makna. Kata “ketupat” atau “kupat” berasal dari istilah bahasa Jawa yaitu “ngaku lepat” (Mengakui Kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Prosesi ngaku lepat umumnya diimplementasikan dengan tradisi sungkeman, yaitu seorang anak bersimpuh dan memohon maaf di hadapan orangtuanya. Dengan begitu, kita diajak untuk memahami arti pentingnya menghormati orang tua, tidak angkuh dan tidak sombong kepada mereka serta senantiasa mengharap ridho dan bimbinganya. Ini merupakan sebuah bukti cinta dan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya begitupun orang tua kepada anaknya. Prosesi ngaku lepat pun tidak hanya berkutat pada tradisi sungkeman seorang anak kepada orang tua, lebih jauh lagi adalah memohon maaf kepada tetangga, kerabat dekat maupun jauh hingga masyarakat muslim lainya, dengan begitu umat Islam dituntun untuk  mau mengakui kesalahan dan saling memaafkan dengan penuh keikhlasan yang disimbolkan dengan ketupat tersebut. Ketupat menjadi simbol “maaf” bagi masyarakat Jawa, yaitu ketika seseorang berkunjung ke rumah kerabatnya nantinya mereka akan disuguhkan ketupat dan diminta untuk memakannya, apabila ketupat tersebut dimakan secara otomatis pintu maaf telah dibuka dan segala salah dan khilaf antar keduanya terhapus.


Lebaran Ketupat
Lebaran Ketupat | Tribun



Sedangkan untuk istilah laku papat (empat tindakan), masyarakat Jawa mengartikanya dengan empat istilah, yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Lebaran berarti akhir dan usai, yaitu menandakan telah berakhirnya waktu puasa Ramadhan dan siap menyongsong hari kemenangan.


Sedangkan Luberan bermakna meluber atau melimpah, layaknya air yang tumpah dan meluber dari bak air. Pesan moral yang dihendak disampaikan dari luberan adalah budaya mau berbagi dan mengeluarkan sebagian harta yang lebih (luber) kepada fakir miskin, dengan begitu akan membahagiakan para fakir miskin dan diharapkan angka mengikis angka kemiskinan yang ada di negara kita. Adapun Leburan berarti habis dan melebur. Yaitu momen untuk saling melebur dosa dengan saling memaafkan satu sama lain, dengan kata lain dosa kita dengan sesama dimulai dari Nol kembali. Yang terakhir adalah Laburan yang berasal dari kata labur atau kapur. Kapur merupakan zat padat berwarna putih yang juga bisa menjernihkan zat cair, dari ini Laburan dipahami bahwa hati seorang muslim haruslah kembali jernih nan putih layaknya sebuah kapur. Karena itu merupakan simbol kejernihan dan kesucian hati yang sebenarnya.


Perayaan Lebaran Ketupat di Surabaya


Lebaran ketupat dirayakan dengan meriah oleh masyarakat Surabaya. Saya yang besar di Surabaya selalu bersuka cita saat lebaran ketupat datang. Bagaimana tidak, saat lebaran ketupat datang banyak tetangga yang mengirim masakan. Selain ketupat ada juga lepet.



Menariknya ketupat tidak dimakan bersama opor. Tetapi dengan kuah Adun. Masakan ayam adun adalah kuliner khas Madura. Maklum saat itu tetangga disekitar banyak orang madura. Jadi saat lebaran ketupat, makan ketupatnya dengan kuah adun.

Lebaran Ketupat
Kuah Adun



Kuah adun ini secara umum, bumbunya sama dengan bumbu opor ayam. Bedanya santannya lebih banyak, cabai merah besar juga lebih banyak. Karena cabai besarnya lebih banyak, jadi kuahnya lebih merah. Kalau oporkan kuahnya agak encer dan warnanya kuning pucat. Kuah adun lebih kental.


Di Madura sendiri, tradisi lebaran ketupat disebut sebagai "Terater". Jadi saat lebaran ketupat, masyarakat saling mengantarkan ketupat kepada tetangga sekitar. Tradisi ini terus dipegang oleh masyarakat Madura, meski di daerah rantau. Makanya para tetangga kami saat lebaran ketupat mengirimi kami ketupat, lepet  dan juga kuah adun yang lezat itu.


Lebaran Ketupat
Terater | Tribun



Sedangkan di daerah Sukolilo Surabaya, lebaran ketupat dilakukan dengan cara unik. Meski sama-sama berbagi ketupat dengan tetangga sekitar, caranya beda.


Warga Sukolilo secara sukarela membagi-bagikan ketupat gratis di depan rumah masing-masing dan yang menjual adalah anak-anak kecil. Meski dijual, tapi tidak perlu membayar. Tak hanya ketupat dan sayur manisa yang dibagikan, tetapi juga ada bihun dan lepet.



Lebaran Ketupat
Lebaran Ketupat di Sukolilo | Kabar Surabaya



Begitulah tradisi lebaran ketupat di Surabaya. Bagaimana dengan daerahmu? Apakah juga ada lebaran ketupat? Share di kolom komentar ya.



19 komentar

  1. Salam kenal Mbak Dian..

    Kalau di tempat saya di Bandung tidak ada istilah Lebaran Ketupat mbak, atau lebih tepatnya Ketupat selalu ada di setiap hari pertama lebaran, dan biasanya Ibu sudah sibuk membuat ketupat di H-2 atau H-1 lebaran. Dan biasanya selalu ditemani dengan opor ayam, gule daging dan sambal goreng kentang, tidak lupa dengan emping dan kerupuk udang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya ya mbak, iya memang biasanya lebaran ketupat dilakukan oleh masyarakat jatim

      Hapus
  2. Kupat itu Ngaku Lepat ya Mbak Dee. Btw waktu saya dulu stay di Jogja pernah gak mudik, lebarannya di sana aja, diajarin gini pas salaman sm orang, "Sedoyo kalepatan kawulo nyuwun pangapunten, nggih" hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya itu bahasa jawa halus yambak

      Hapus
  3. Saya baru tahu lebaran ketupat itu setelah menikah. Melihat ibu mertua yang sibuk masak seminggu setelah lebaran. Maklun kalau pas di Bandung, nggak ada kebiasaan ini :).

    BalasHapus
  4. Di daerah asal saya tidak mengenal tradisi lebaran ketupat, mba.
    Setelah menikah dengan orang Jawa Tengah, saya baru mengenalnya.
    Indonesia kaya dengan tradisi yang penuh makna ya. Semoga lebaran tahun ini tidak mengurangi makna yg terkandung di dalamnya, walau harus tetap menjaga social distancing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak..
      Indonesia kaya akan tradisi

      Hapus
  5. ketupat, sajian khas saat lebaran. kalau di pasuruan, orang biasa bagi ketupat dan sayurnya di malam lebaran dan riyoyo pitu. sekarang? kurang tahu. gak mudik soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya, di pasuruan juga seperti itu ya

      Hapus
  6. kearifan lokal yang tak pernah ditinggalkan

    BalasHapus
  7. Oh kirain bakda tupat cuma ada di kota Solo
    Jangkauannya ternyata merambah hingga Surabaya
    Karena pengaruh para wali hingga pelosok Indonesia ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,, di jawa pada umumnya seperti itu
      ada lebaran ketupat

      Hapus
  8. Wah, lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Hihihi. Saya baru tahuuu ini mba, tradisi lebaran di Surabaya. Tahun ini perdana kami lebaran di Surabaya karena saya baru 3 bulan di sini. Wih, di Sukolilo begitu yaaa, jadi kita tetap bisa makan ketupat. Huhuhu. Kira-kira dengan aturan PSBB apakah tradisi sama tetap ada ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah sepertinya tahun ini tradisinya libur dulu

      Hapus
  9. wah unik banget...sayurannya beda ya, mirip opor tapi pedes, enak pasti. Terus ada yang "jualan" ketupat di depan rumah. Beda daerah beda tradisi. Kalau di Kediri juga ada lebaran ketupat. Tapi kini sudah lebh praktis ga ada ater-ater lagi. Tapi dikumpulkan di musholla/masjid dekat rumah terus dibagi rata. Ater-ater paling cuma buat saudara dekat saja. Duh kangen jadinya dengan lebaran ketupat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, sepertinya tahun ini tradisi lebaran ketupatnya libur dulu

      Hapus