Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia

 

Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia

Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia - Menjadi hal yang akan saya lakukan seadainya menjadi pemimpin Indonesia. Menyusui memberikan banyak manfaat, bagi bayi, ibu bahkan negara. Melalui ASI (Air Susu Ibu) beragam penyakit bisa dicegah, Menyusui akan membantu mengatasi masalah kesehatan yang ada di Indonesia, karena itu harus selalu didukung dan diupayakan.

Masalah Kesehatan Indonesia


Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia

Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) suatu bangsa ditentukan oleh kondisi kesehatan masyarakatnya. Kualitas SDM berpengaruh pada produktivitas, krativitas, spiritulitas, dan intelektualitasnya. Bahkan kualitas SDM merupakan penentu utama kemajuan peradaban suatu bangsa. Jadi, penting sekali untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Di Indonesia, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Tahun ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menentukan lima fokus masalah kesehatan yang dihadapi, yaitu :

1.      Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi

Salah satu indikator kesehatan suatu bangsa dilihat dari angka kematian ibu(AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Di Indonesia, angka kematian ibu dan angka kematian bayi masih cukup tinggi.

Data World Bank mencatat, Indonesia menduduki posisi ketiga AKI tertinggi di ASEAN tahun 2017 dengan 177 kematian per 100 ribu kelahiran.


Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia

Bangaimana dengan angka kematian bayi? Angka kematian bayi (AKB) adalah jumlah meninggalnya bayi yang berusia di bawah 1 tahun per 1.000 kelahiran yang terjadi dalam kurun satu tahun. AKB ini bahkan bisa dijadikan acuan untuk menilai baik-buruknya kondisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan di suatu negara.

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), angka kematian bayi di Indonesia pada 2019 lalu adalah 21,12. Angka ini menurun dari catatan pada 2018 ketika angka kematian bayi di Indonesia masih mencapai 21,86 atau pada 2017 yang mencapai 22,62. Meski mengalami penurunan, AKB di Indonesia ini masih paling tinggi dibandingkan negara-negara lain di Asia.

2.      Pengendalian Stunting


Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia

Stunting adalah kondisi kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek pada anak balita (di bawah 5 tahun). Anak yang mengalami stunting akan terlihat pada saat menginjak usia 2 tahun.

Seorang anak dikatakan mengalami stunting apabila tinggi badan dan panjang tubuhnya minus 2 dari standar Multicentre Growth Reference Study atau standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO.

Selain itu, Kementerian Kesehatan RI menyebut stunting adalah anak balita dengan nilai z-skor nya kurang dari -2SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted). Tabel grafik ini bisa dijumpai di buku kesehatan ibu dan anak.

Kondisi stunting di Indonesia juga sangat memprihatinkan. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi yang dilansir dari situs Kemenkes RI, pada 2016 angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,5 persen. Artinya sekitar 1 dari 3 balita di Indonesia mengalami stunting. Bahkan pada 2017 angkanya meningkat menjadi 29, 6 persen.

Angka ini menempatkan Indonesia berada pada status kronis, karenaWHO mengklasifikasikan negara mengalami status kronis jika angka prevalensinya melebihi 20 persen. Indonesia bahkan menjadi negara dengan kasus stunting tertinggi se Asia.

3.      Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Pencegahan dan pengendalian penyakit juga menjadi perhatian permasalahan kesehatan di Indonesia. Pemerintah berusaha melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan penyakit berbahaya, misalnya pneumonia. Pada peringatan hari pneumonia sedunia tanggal 12 November lalu, disebutkan bahwa pneumonia adalah salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.  Menurut data riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013, pneumonia menjadi penyebab kematian kedua setelah kelahiran prematur.

 

Baca Juga : STOP PNEUMONIA PADA ANAK,INI PERAN YANG BISA AYAH LAKUKAN

 

4.      Germas

GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat.

Ada 7 langkah penting dalam rangka menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Ketujuh langkah tersebut merupakan bagian penting dari pembiasaan pola hidup sehat dalam masyarakat guna mencegah berbagai masalah kesehatan yang berisiko dialami oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari melakukan aktivitas fisik, budaya konsumis buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menjaga kesehatan lingkungan dan menggunakan jamban.

5.      Tata Kelola Sistem Kesehatan

Tata kelola sistem kesehatan ini dilihat dari bagaimana masyarakat mendapatkan akses kesehatan, tersedianya fasilitas kesehatan hingga pemanfaatan jaminan kesehatan nasional.

Manfaat Menyusui untuk Mengatasi Masalah Kesehatan di Indonesia

Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia

Dari lima fokus masalah kesehatan yang menjadi prioritas Kemenkes, sebagian besar bisa diselesaikan dengan pemberian ASI (Air Susu Ibu). Menyusui membantu mengatasi beragam masalah kesehatan di Indonesia.

Menyusui untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan

Seribu hari pertama kehidupan anak dimulai sejak dia berada di dalam kandunggan, hingga Sembilan bulan lamanya (270 hari). Kemudian 730 hari dilanjutkan saat anak lahir hingga berusia dua tahun. Seribu hari pertama kehidupan ini menjadi momen penting,bagi kelanjutan generasi di masa mendatang. Seribu hari pertama menjadi fokus dari gerakan Scalling up nutrition yang dilakukan oleh 57 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga : MENYUSUI SEBAGAI FONDASI DI 1000 HARI PERTAMA ANANDA

Seribu hari pertama kehidupan anak menjadi waktu yang penting dalam memberikan nutrisi terbaik. Menyusui di periode ini menjadi pilihan terbaik bagi anak. Menyusui sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Kandungan ASI sangat lengkap, mulai dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan zat-zat penting lainnya.

Kajian global The Lancet Breastfeeding Series 2016 telah membuktikan menyusui eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari tiga bulan. Lalu, sebanyak 31,36% (82%) dari 37,94% anak sakit karena tidak menerima ASI ekslusif. Menyusui juga menjadi investasi dalam pencegahan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah), stunting, dan menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis lainnya.

Menyusui menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah kelaparan dan maalnutrisi. Dengan menyusui anak akan terhindar dari gizi buruk bahkan bisa mencegah  kematian bayi.  

Menyusui untuk Mencegah Stunting

Stunting tidak bisa diobati, tapi bisa dicegah. Pencegahan stunting dimulai pada 1000 hari pertama anak. Menyusui secara langkap mulai dari IMD (Inisiasi Menyusu Dini), ASI Eksklusif, MPASI (Makanan Pendamping ASI) dan tetap menyusui hingga usia dua tahun, dapat mencegah anak terkena stunting. 

Baca Juga : YUK CEGAH STUNTING DARI RUMAH!

ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi, sehingga tidak menderita malnutrisi yang bisa menyebabkan stunting. Selain itu Selain itu ASI memperkuat daya tahan tubuh dari berbagai penyakit dan infeksi penyebab stunting.

Menyusui untuk Mencegah Pnemonia


Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia

Pneumonia menjadi penyakit kedua penyebab kematian anak di Indonesia. Setiap menit ada dua anak yang meninggal akibat pneumonia ini. Pemberian ASI Eksklusif enam bulan,  dilanjutkan dengan pemberian MPASI dan terus menyusui sampai 2 tahun atau lebih menjadi langkah pencegahan agar anak terhindar dari penyakit ini.

 ASI ekslusif adalah cara terampuh mencegah Pneumonia pada anak. Kandungan ASI membuat anak memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk bisa menyusui bayinya, dan ini butuh dukungan dari banyak pihak, termasuk dukungan dari ayah.

Menyusui untuk Kesehatan Ibu

Manfaat menyusui tidak hanya untuk bayi saja, tetapi menyusui juga berdampak kesehatan ibu. Dengan menyusui ibu terhindar dari berbagai penyakit berbahaya. Misalnya, ibu yang menyusui bisa terhindar dari risiko kanker payudara. Seperti penelitian dari jurnal Archives of Internal Medicine menemukan bahwa perempuan dengan riwayat keluarga kanker payudara mengurangi risiko terkena penyakit ini sebelum menopause hampir 60 persen jika mereka menyusui.

Selain itu banyak juga penelitian yang menyebutkan bahwa dengan menyusui ibu juga terhindar dari beberapa penyakit kronis lainnya. Jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa menyusui selama satu hingga dua tahun menurunkan risiko ibu terkena tekanan darah tinggi, artritis, lemak darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2 sebesar 10 hingga 50 persen.

Mendukung Menyusui


Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia

Besarnya manfaat menyusui dalam mengatasi beragam permasalahan kesehatan di Indonesia, menjadi wajar ya kalau menyusui menjadi pilihan bagi setiap ibu untuk bayinya. Sayangnya, angka menyusui di Indonesia juga masih rendah. Menurut data dari WHO, di Indonesia, hanya 1 dari 2 bayi berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif, dan hanya sedikit lebih dari 5 persen  anak yang masih mendapatkan ASI pada usia 23 bulan. Artinya, hampir setengah dari seluruh anak Indonesia tidak menerima gizi yang mereka butuhkan selama dua tahun pertama kehidupan. Lebih dari 40 persen bayi diperkenalkan terlalu dini kepada makanan pendamping ASI, yaitu sebelum mereka mencapai usia 6 bulan, dan makanan yang diberikan sering kali tidak memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Ada banyak faktor yang menyebabkan rendahnya angka menyusui di Indonesia. Tapi pada tulisan kali ini saya tidak ingin membahas faktor penghambat menyusui di Indonesia. Saya ingin berandai-andai, apa yang akan saya lakukan untuk meningkatkan angka menyusui di Indonesia jika saya menjadi seorang pemimpin. Ini adalah beberapa hal yang saya lakukan untuk mendukung menyusui :

Sosialisasi Pentingnya Menyusui

Sosialisasi pentinnya menyusui menjadi langkah awal untuk meningkatkan angka menyusui. Tak hanya ibu yang perlu disosialisasi, tetapi juga para ayah dan lingkungan sekitar. Menyusui membutuhkan dukungan banyak pihak.

Sosialisasi bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai media yang ada, termasuk sosial media yang banyak digunakanoleh generasi muda. Edukasi kelas menyusui secara online maupun live di instragam bisa menjadi cara yang efektif untuk mensosialisasikan pentingnya menyusui menjadi langkah nyata peran generasi muda.

Sosialisasi pentingnya menyusui juga bisa dilakukan melalui pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan pos pelayanan terpadu (Posyandu). Bila semua pihak terkait sudah menyadari pentingnya menyusui, pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk mendukung ibu agar sukses menyusui.

Cuti Melahirkan Selama 6 Bulan

Saya juga akan menerapkan pemberian cuti melahirkan selama 6 bulan. Banyak penelitian menyebutkan bahwa ibu bekerja terhambat memberikan ASI saat masa cutinya habis. Ini juga yang menjadi salah satu faktor rendahnya angka ASI eksklusif di Indonesia.

Pemberian cuti melahirkan selama 6 bulan bisa membuat ibu menyusui bayinya secara eksklusif. Mengingat setelah 6 bulan bayi bisa menerima asupan lain, MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Beberapa negara maju bahkan sudah memberikan cuti melahirkan hingga 1-2 tahun lamanya. Misalnya, sejumlah negara Skandinavia dan Eropa yang telah menerapkan cuti 1 – 2 tahun untuk ibu yang melahirkan.

Menciptakan Lingkungan Kerja Pro ASI

Meski saat ini sudah ada peraturan pemerintah terkait lingkungan kerja pro ASI, dalam pelaksanaannya masih banyak kantor yang tidak mendukung ibu untuk tetap memberikan ASI pada bayinya. Misalnya tidak semua kantor yang memiliki ruang khusus menyusui. Ini membuat ibu harus memerah ASI ditempat-tempat yang tidak seharusnya, mulai dari mushola, gudang bahkan toilet.

Selain itu, banyak juga kantor yang tidak memberikan kesempatan memerah. Padahal, saat terpisah dengan bayi, ibu harus memerah ASI selama 2-3 jam sekali. jika tidak, produksi ASI ibu akan menurun, akhirnya proses menyusui pun berhenti.

Saya ingin agar semakin banyak lingkungan kerja pro ASI. Caranya dengan memberikan sistem reard and punishment. Bila ada lingkungan kerja yaang mendukung ASI, akan diberi penghargaan. Sebaliknya, bila ada yang menghambat ya akan ditindak sesuai dengan perarturan yang berlaku.

Perlindungan Bagi Ibu Menyusui


Mendukung Menyusui untuk Atasi Masalah Kesehatan di Indonesia

Ibu menyusui perlu dilindungi. Masih banyak daerah yang tidak memiliki peraturan perlindungan terhadap ibu menyusui. Padahal, peraturan ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan menyusui.

Selain mendorong terbitnya berbagai peraturan yag melindungi kepentingan ibu menyusui, yang paling penting adalah memastikan bahwa peraturan tersebut bisa dierapkan dengan baik. Agar ibu menyusui bisa dilindungi secara undang-undang.

Juga perlu adanya advokasi untuk melindungi ibu menyusui. Misalnya, ibu yang dihambat menyusui oleh pihak tertentu, akan medapatkan advokasi yang menjamin ibu bisa melakukan haknya, menyusui.

Fasilitas Kesehatan Pro ASI

Salah satu faktor penghambat keberhasilan menyusui adalah tidak adanya fasilitas kesehatan yang mendukung. Masih banyak fasilitas keshatan yang tidak memberikan kesempatan melakukan IMD dan rawat gabung, padahal dua hal tersebut sangat penting dalam keberhasilan proses menyusui.

Bahkan yang lebih parah, masih banyak fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang terang-terangan mempromosikan susu formula dibanding ASI. Tentu ini tidak bisa dibiarkan.

Saya berharap semakin banyak fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang pro ASI. Pemberian pelatihan manajemen fasilitas kesehatan pro ASI bisa membantu meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan yang mendukung ibu untuk tetap bisa menyusui bayinya.

 

Inilah yang akan saya lakukan seandainya saya menjadi pemimpin Indonesia, saya akan meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat dengan mendukung menyusui. Menyusui menjadi langkah yang mudah dan murah untuk mengatasi beragam masalah kesehatan. Bukankah jika masyarakatnya sehat, negaranya akan kuat?

Bagaimana dengan teman-teman? Apakah teman-teman setuju dengan rencana saya ini? Atau mungkin teman-teman mau berbagi cerita, apa yang teman-teman lakuka bila menjadi pemimpin Indonesia? Ditunggu ceritanya di kolom komentar ya..

 

Terima Kasih


Referensi :


1.      Event Online Festival Anak Sehat

2.      http://stoppneumonia.id/

3.      IDAI, Indonesia Menyusui. 2010. Jakarta : Badan Penerbit IDAI.Tangerang : Penerbit Lentera Hati

4.      Dr. Jack Newman, The Ultimate Breastfeeding Book of Answers.

5.      https://www.who.int/indonesia/news/detail/03-08-2020-pekan-menyusui-dunia-unicef-dan-who-menyerukan-pemerintah-dan-pemangku-kepentingan-agar-mendukung-semua-ibu-menyusui-di-indonesia-selama-covid-19

6.      https://theconversation.com/sebagian-besar-ibu-di-indonesia-tidak-beri-asi-eksklusif-6-bulan-apa-penghambatnya-100958

7.      https://lokadata.id/artikel/angka-kematian-ibu-di-indonesia-masih-jauh-dari-target-sdgs

8.      https://promkes.kemkes.go.id/germas




#Kabarhutanku
#GolonganHutan
#GolHutXBPN
#BlogCompetitionSeries

 

70 komentar

  1. Wah gede juga ya angka kematian ibu ini. Tapi yang lebih sebel ada ibu yang enggan menyusui anaknya demi karier. Kan sayang banget ya anaknya. Nah tugas ayah sih buat selalu dukung istri untuk ngasih ASI sejak bayi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, makanya ibu perlu untuk terus di dukung agar bisa sukses menyusui

      Hapus
  2. Hiks, bener banget nih mbak. Aktivitas menyusui itu tidak sekedar memberi makan bayi. tapi banyak hal yang bisa didapat dari aktivitas ini.Jadi memang sudah selayaknya untuk didukung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar mbak, banyak manfaat lain dari proses menyusui yg sangat penting bagi perkembangan anak, makanya menyusui harus diperjuangkan

      Hapus
    2. Iya mbak, aku dua kali menyusui penuh dengan drama tapi aku gak mau menyerah begitu saja. Karena mengASI memang layak diperjuangkan.

      Hapus
  3. Jadi ini yang disebut ASI eksklusif ya mbak? Menyusui hingga 1000 hari di awal kelahiran. Ternyata emang bener banyak bgt manfaat ASI untuk tumbuh kembang anak. Semoga busui baru selalu dilimpahkan ASI yang baik dan cukup untuk si buah hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1000 hari pertama itu tidak hany memberi asi eksklusif tapi juga mpasi dan terus menyusui hingga dua tahun atau lebih

      Hapus
  4. Cuti melahirkan selama 6 bulan bagus juga itu, soalnya biar si ibu lebih fokus ya menjalankan perannya mengASIhi si anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, dgn pemberian cuti melahirkan selama 6 bulan, para ibu bekerja bisa sukses memberikan asi eksklusif

      Hapus
    2. Yups, dulu temen temanku meski bekerja mereka tetap semangat untuk mengASIhi, dan alhamdulillahnya pada diberi kesempatan untuk pumping.

      Hapus
  5. Besar banget ternyata ya Mbak pengaruh menyusui untuk masa depan anak Indonesia?! Alhamdulillah dulu istri bisa kasih ASI ke duo Xi sampai dua tahun, eksklusif 6 bulan. Bahaya juga tuh kalau stunting karena bisa bikin gizi buruk dan bahkan kematian kan? Aku setuju dengan program, Mbak Dian. Terutama advokasi ASI karena banyak juga kaum pria yang meyakini ASi urusan buibu saja. Lanjutkan, Mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. wwah iyakah mas, makasih banyak ya
      dan gimana mas anak anakknya sekarang? pasti tumbuh sehat dah hebat ya

      Hapus
  6. Begitu besar manfaat menyusui bagi anak dan ibunya sendiri, tapi saya heran kok masih banyak ibu yang enggan menyusui anaknya dengan alasan kerja.Saya pernah mendapati ibu gang gak mau menyusui anaknya karena takut penampilannya jelek

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iyakah mbak? sayang sekali ya
      mungkin ibunya masih belum mendapat informasi yg relevan seputar menyusui, menyusui tidak membuat penampilan jelek kok

      Hapus
  7. Perlu terus dikampanyekan program menyusui, selain itu juga butuh suport orang terdekat supaya menyusui bisa berhasil. Alhamdulillah aku menu=yusui exclusive & dilanjut sampai 2 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar mbak, butuh dukungan
      wah iyakah? alhamdulillah ya mbak

      Hapus
  8. Alhamdulillah. Emaknya yuni katanya terbiasa menyusui kami sampai 2 tahun. Dulu, aku sempat bingung kenapa mamaku menyusui adik bungsu sampai usianya 2 tahun. Karena emang nggak tahu sih. Ternyata beliau lebih paham meski nggak tahu bagaimana menjelaskannya. HEhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya mbak, asi sampai dua tahun atau lebih juga punya banyak manfaat bagi anak

      Hapus
  9. Yeay, hidup menyusui!!
    Aku bener2 bersyukur bisa menyusui ketiga anakku secara penuh, selain dari sisi ekonomi yang bebas pengeluaran susu, bonding kami pun jadi dekat satu sama lain. Sampe sekarang, meskipun orang sudah merasa fair, kampanye menyusui harus tetap digalakkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes, menyusui nggak hanya memberi manfaat kesehatan saja, tapi juga bersifat ekonomis

      Hapus
  10. Setuju kalo cuti melahirkan smp 6 bulan. Bener banget stunting hrs dicegah, engga bisa diobati. Lanjutkan Mbak...kita dukung!

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, dgn cuti selama 6 bulan, ibu bisa fokus menyusui secara eksklusif

      Hapus
  11. Semangat terus untuk para ibu menyusui. Semangat mengASIhinya yaa.
    Jadi ingat dulu pas si sulung, gak bisa sepenuhnya dapat ASI, campur minum sufor. Huhuhu. Alhamdulillah pas anak yang kedua ini bisa full ASI. Emang dukungan keluarga tuh penting banget deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya mbak, makanya sangat perlu mendukug ibu untuk sukses menyusui

      Hapus
    2. iyaa..termasuk dengan memberikan waktu cuti yang cukup, agar si ibu bisa menyusui secara ekskulif dan tenang yaa

      Hapus
  12. sepakat banget menyusui harus didukung penuh
    alhamdulillah setelah program pengarusutamaan gender, di kpemerintah cutinya sudah sampe 6 bulan
    tiap kantor ada ruang ramah menyusui, dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iyakah? di kantor apa mas? alhamdulillah ya klo gitu

      Hapus
  13. Ternyata, selain bagus untuk perkembangan bayi. ASI juga berlimpah manfaat ya, moms.

    Pantas saja ASI eksklusif sangat disarankan. Tapi, menjadi pejuang ASI itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasti ada aja dramanya ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, menyusui butuh perjuangan dan dukungan

      Hapus
  14. Stunting, istilah yang aku telat tahu banget, bahkan aku tahunya ketika menjadi bahan debat capres aja. Duh, padahal fenomena ini tuh ada banyak di sekitar kita. Eh bukan, di sekitarku pun ada. Yang bikin sebel, anak bayi dan ibunya dibiarkan makan seadanya, tetapi bapaknya lancar rokokan. hidih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ih iyakah, duh menyebalkan banget ya itu

      Hapus
  15. Semoga ASI saya kelak jika melahirkan lancar. Pengen banget kayak semasa anak pertama begitu lahir langsung dapat ASI eksklusif.

    BalasHapus
  16. Kadang sedih jika ingat pengalaman menyusui dua anak saya yang nggak full 2 tahun, ada kendala saja, walaupun lulus ASIX 6 bulan tapi sedih aja nggak full 2 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. its okay mbak, paling tidak anak sudah mendapatkan asi eksklusf :)

      Hapus
  17. Hiks, bener banget nih mbak. Aktivitas menyusui itu tidak sekedar memberi makan bayi. tapi banyak hal yang bisa didapat dari aktivitas ini. Dari bonding sama anak, komunikasi yang positif dan memastikan anak merasa aman. Jadi memang sudah selayaknya untuk didukung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes, makanya manfaatnya banyak
      nggak hanya dari sisi kesehatan saja

      Hapus
  18. coba klo cuti untuk ibu hamil dan pasca melahirkan dri kantor bisa lbih lama ya, jadi afdol mengASIhinya bisa sekalian bonding karena bersentuhan sama si baby

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar mbak, ibu akan menjadi lebih mudah untuk sukses menyusui

      Hapus
  19. keren banget idenya Mbak, ASI untuk Indonesia lebih sehat dan maju

    BalasHapus
  20. Bagus sekali misinya Mbak...Memang salah satu cara meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat dengan mendukung menyusui.
    Sebuah langkah yang mudah dan murah untuk mengatasi beragam masalah kesehatan yang akan membuat masyarakat sehat dan negara kuat

    BalasHapus
  21. Pentingnya menyusui ya, salah satunya agar tidak stunting. Karena kita tahu manfaat asi sangat besar sekali. Adik saya pun kapan hari hampir pasrah nggak mau menyusui anaknya karena nggak keluar ASI-nya tapi saya dukung untuk menyusui terus hingga ASI-nya lancar kembali

    BalasHapus
  22. manfaat meng-ASI-hi memang banyaaakk banget ya Mba
    Beruntung ada konselor ASI seperti dirimu yg membantu ibu2 muda.
    karena terus terang, banyak yg clueless soal ASI nih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru tahu aku loh kalu ternyata selain berguna untuk pertumbuhan, ASI juga kaya manfaat

      Hapus
  23. Setuju banget dengan manfaat ASI. Saya salah seorang yang menyesal tidak bisa memberikan ASI untuk anak saya. Semoga semakin banyak ibu muda yang teredukasi dengan pentingnya ASI ya

    BalasHapus
  24. Jadi inget zaman baru punya anak ke-2. Udah habis cuti trus masuk kerja lagi deh. Begitu kerja, ASI berkurang produksinya. Mungkin setres...Hiks...
    Setuju kalau cuti melahirkan jadi 6 bulan. Tiga bulan mah kurang...

    BalasHapus
  25. Saya dukung banget, apalagi yang cuti melahirkan sampai 6 bulan. Biar kita ibu pekerja bisa ngASI ekslusif di 6 bulan pertama. Dan selanjutnya pumping ASI di kantor harus tersedia, ya.

    Dan lingkungan harus memadai. Karena kadang suka ada yang julid aja gitu sama ibu yang berjuang memberikan ASI Eksklusifnya.

    BalasHapus
  26. Ternyata stunting itu bisa dicegah melalui pemberian ASI secara rutin di 1000 hari pertama anak ya bund. Memang ASI ini punya beragam manfaat yang gabisa dikalahkan sama air susu yang lain buat nutrisi dan kesehatan si kecil.

    BalasHapus
  27. Sedih banget AKI dan AKB kita termasuk yang tertinggi di Asia :(
    Untuk ASI juga, edukasi terus. Nggak cuma ke ibu, tapi juga ke bapak dan keluarganya. Masih sering lihat bapak-bapak yang lebih suka beli rokok daripada beli makanan bergizi, susu, atau ASI booster buat istrinya. Udah gitu ngerokok pulaaa dekat bayinya :'(

    BalasHapus
  28. Kalau diminta berandai-andai nih, bagi kantor yang tidak bisa memberikan cuti ibu melahirkan 6 bulan, harus memberikan fasilitas ibu menyusui, misal bikin dan memgelola day care di lokasi dekat kantor. Karyawan yang masih menyusui bayi bisa bawa bayinya ke day care selama kerja dan ada waktu menyusui misal 2x di luar jam istirahat. Aah...namanya juga berandai-andai, impian ibu bekerja hihi...

    BalasHapus
  29. Hikz... Kalau ngomong ini IMD saya suka sedih, karena kedua anak saya nggak dapet gitu, setuju banget kalau pro menyusui ini ada, masalahnya di fasilitas kesehatan aja yg notabene tau pentingnya Asi, kurang perhatian, apalagi manusia awam. Tak dukung jadi pemimpin mbak hihi..

    BalasHapus
  30. Begitu besar manfaat menyusui bagi anak dan ibunya sendiri. Alhamdulillah berhasil program 2 tahun full menyusui untuk DuoK

    BalasHapus
  31. Iya mbak setuju sama programnya. Menurutku, pembekalan masalah ASI serta seribu hari pertama kehidupan ini perlu diberikan kepada yang mau menikah... Jadi sewaktu waktu punya anak, mereka sudah ada ilmunya

    BalasHapus
  32. Edukasi terus menerus emang harus dilakukan apalagi ilmu yang bermanfaat, menyusui apalagi pengalaman pertama bagi orangtua baru itu tidak segampang membalikkan telapak tangan harus ada supporting system yang kuat...

    BalasHapus
  33. Mamfaat pemberian ASI memang sudah tidak diragukan lagi, baik untuk anak dan ibu. Saya setuju mbak dengan programnya, karena selama ini banyak ibu menyusui yang bekerja akhirnya ridak efektif dalam memberikan asi. Apalagi untuk ibu pemula yang baru pertama kali menyusui, harus benar2 mendapat dukungan dari semua pihak, terutama keluarga terdekat dan lungkungan sekitar agar nyaman.

    BalasHapus
  34. Wah saya dukung banget gerakan ASI ini, karena saya juga full ASI ke anak. Terbukti anak saya tumbuh sehat dan kuat, insya Allah

    BalasHapus
  35. Duh gagal fokus liat mamak cantik yang lagi nyusuin itu :D

    Btw baru anak kedua dong saya baru lebih semangat dengan ASI dan mendukung ASI, selain memang saya nggak kerja lagi, pun juga sekarang memang ilmu udah banyak banget ya, beda kayak dulu, sekali ASI seret, cuusss ke sufor hehehe

    BalasHapus
  36. Kalo nggak ada indikasi medis dan bisa menyusui sayang banget klo sampai anak gak dapat asi eksklusif. MengASIhi itu karunia dan rezeki Allah dimana cuma perempuan loh yg bisa, tertulis juga di Alquran jd sebaiknya sebisa mungkin diusahakan dan diamalkan ya mba..

    BalasHapus
  37. NgASI eksklusif itu godaannya banyak. Gak tau ya kalau sekarang. Semoga sistem udah lebih baik. kalau pas aku melahirkan anak kedua, itu kudu rodok ngomel dan keukeh. Itu aja si bidan tetep bawain sufor dengan dalih, "ini suvenir Bu, kalau gak dipakai ya gak apa2". Hadeuhhh

    BalasHapus
  38. Masalah stunting itu tidak bisa diremehkan. Kesannya tidak terlihat, tapi banyak kasusnya. ASI jadi salah satu solusi untuk mencegah stunting. Bayi yang menerima ASI kalau tidak salah, punya imun lebih baik.

    BalasHapus
  39. NgASI itu butuh perjuangan banget. Saya beruntung sih punya lingkungan yang support untuk ngASI. Kalau enggak rasanya bakal berat banget. Dengar banyak cerita dari temen2 yang harus berjibaku antara idialisme memberikan yang terbaik untuk anak atau dengarin kata orang. Salut sama ibu yang bisa konsisten ngASI di tengah lingkungan demikian.

    BalasHapus
  40. semoga semakin banyak wanita dan semua pihak tulisaan ini agar mereka terbuka wawasannya betapa pentingnya menyusui

    BalasHapus
  41. Wah ternyata banyak banget ya manfaat pemberian ASI, nggak hanya sekadar memenuhi kebutuhan bayi aja tapi juga bisa mengatasi masalah kesehatan

    BalasHapus
  42. Pastinya biar sukses menyusui itu butuh support system yang oke banget. Tapi kalau kulihat sih sekarang sudah banyak yang sadar tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif sih. Memang edukasi harus terus diberikan berkelanjutan biar informasinya terus diterima secara luas oleh masyarakat.

    BalasHapus
  43. ASI memang yang terbaik untuk sang buah hati.
    Semoga dukungan dari para Ibu dari lingkungannya semakin membuat Ibu kuat dan kukeu memberikan yang terbaik.

    BalasHapus
  44. ASI ini selain baik untuk buah hati juga baik utk ibunya lho. saya pernaha baca dimana gitu kalau ga salah ASI juga cara alami untuk menurunkan berat badan ibu.

    BalasHapus
  45. Saat ini sepertinya sudah banyak kok Ibu yang sadar betapa pentingnya ASI dan menyusui ekslusif. Oh ya, anak ASI itu jarang sakit. Ponakanku semuanya ASI ekslusif minimal 6 bulan, bahkan ada beberapa yang diteruskan sampai 1,5 tahun lebih. Anak-anaknya jadi punya imun yang lebih baik

    BalasHapus
  46. Aku mendukungmu Mbak...
    Percaya akan pentingnya Ibu menyusui atau pemberian ASI pada 1000 hari pertama anak. Terlebih, ibu mendakpat dukungan dari sekitar baik internal maupun eksternal untuk tetap menyusui bayinya.
    Karena, pasti ada aja ya mbak dampak ketika anak tidak disusui dengan ASI,

    BalasHapus
  47. Ak sepakat dengan menyusui untuk membangun generasi. Karena sudah banyak penelitiannya. Semoga edukasi mengenai pemberian ASI semakin gencar dilakukan.

    BalasHapus