Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Ketika Semangat Olahraga Harus Berhadapan dengan Mata SePeLe

 

Ketika Semangat Olahraga Harus Berhadapan dengan Mata SePeLe

"Menjadi sehat ternyata bukan hanya soal otot yang kuat, tetapi juga mata yang tetap nyaman menemani setiap langkah."

Selama tiga tahun terakhir, gym sudah menjadi bagian dari rutinitas hidup saya. Awalnya, tujuan saya sederhana: menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan. Namun seiring waktu, olahraga berubah menjadi gaya hidup. Saya menikmati setiap sesi latihan, mulai dari angkat beban, latihan kardio, hingga mencoba meningkatkan kemampuan fisik sedikit demi sedikit.

Bagi saya, olahraga bukan lagi tentang mengejar angka di timbangan. Ini adalah investasi agar bisa menua dengan sehat, tetap aktif mendampingi keluarga, dan menikmati hidup dengan tubuh yang lebih bugar.

Karena itu, saya selalu menantikan jadwal latihan di gym. Ada kepuasan tersendiri setiap kali berhasil menyelesaikan satu sesi latihan. Rasanya seperti memberi hadiah kecil untuk diri sendiri.

Namun, saya pernah belajar bahwa menjaga tubuh tetap sehat ternyata tidak cukup hanya dengan rutin berolahraga. Ada satu bagian tubuh yang selama ini justru sering saya abaikan: mata.

Saat Momen Latihan yang Ditunggu Justru Terganggu


Ketika Semangat Olahraga Harus Berhadapan dengan Mata SePeLe


Suatu sore saya datang ke gym dengan semangat penuh. Hari itu adalah jadwal latihan kaki atau leg day, salah satu sesi favorit yang selalu saya nantikan.

Sejak pagi saya sudah menyelesaikan pekerjaan di depan laptop selama beberapa jam. Setelah itu, saya masih sempat membalas pesan melalui ponsel sebelum berangkat ke gym. Sesampainya di sana, ruangan ber-AC yang sejuk memang membuat latihan terasa nyaman. Namun tanpa saya sadari, kombinasi layar digital yang terus-menerus saya tatap dan udara ber-AC ternyata membuat mata mulai terasa berbeda.

Ketika Semangat Olahraga Harus Berhadapan dengan Mata SePeLe


Awalnya hanya sedikit tidak nyaman.

Lalu perlahan muncul rasa sepet, disusul perih, kemudian mata terasa lelah meski tubuh sebenarnya masih sanggup melanjutkan latihan.

Ketika Semangat Olahraga Harus Berhadapan dengan Mata SePeLe


Saya berkedip lebih sering. Fokus melihat angka pada treadmill mulai berkurang. Saat bercermin untuk memastikan postur latihan sudah benar, mata terasa kurang nyaman. Bahkan ketika hendak merekam video latihan untuk dibagikan di media sosial, saya harus beberapa kali berhenti karena mata terasa mengganjal.

Saat itulah saya baru menyadari bahwa mata SePeLe jangan disepelein.

Gejalanya memang terlihat ringan. Namun dampaknya cukup mengganggu momen yang sudah saya tunggu sepanjang minggu.

Mata Kering Lebih Dekat dengan Gaya Hidup Aktif daripada yang Saya Kira

Selama ini saya mengira mata yang terasa sepet hanya karena kurang tidur.

Ternyata penyebabnya bisa lebih kompleks.

Dry Eye Disease atau gejala mata kering merupakan kondisi ketika permukaan mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Aktivitas sehari-hari seperti menatap layar komputer dalam waktu lama, penggunaan ponsel, hingga berada di ruangan berpendingin udara dapat meningkatkan risiko munculnya gejala mata kering.

Sebagai blogger sekaligus content creator, saya memang tidak bisa lepas dari layar laptop maupun smartphone. Sebelum berangkat ke gym, saya hampir selalu menyelesaikan artikel, mengedit foto, atau membuat konten media sosial.

Artinya, bahkan sebelum mulai berolahraga, mata saya sebenarnya sudah bekerja cukup keras.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2025 menunjukkan bahwa paparan screen time yang tinggi serta kualitas tidur yang kurang baik berhubungan dengan meningkatnya risiko dry eye disease. Penelitian tersebut menemukan prevalensi gejala mata kering sebesar 22,9% pada kelompok yang diteliti.

Sementara itu, penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga juga menunjukkan bahwa penggunaan gadget merupakan salah satu faktor risiko terjadinya dry eye disease, terutama pada kelompok dengan aktivitas digital yang tinggi.

Bahkan beberapa penelitian di Indonesia melaporkan prevalensi dry eye syndrome pada kelompok usia muda dapat mencapai sekitar 27,5%, terutama pada mereka yang memiliki durasi screen time yang panjang.

Membaca berbagai informasi tersebut membuat saya sadar bahwa saya termasuk kelompok yang cukup berisiko.

Jangan Sampai Mata Kering Mengurangi Kualitas Latihan

Selama ini saya selalu memperhatikan banyak hal sebelum latihan.

Saya memastikan tidur cukup.

Minum air yang cukup.

Mengonsumsi protein sesuai kebutuhan.

Melakukan pemanasan.

Namun ternyata saya hampir tidak pernah memikirkan kesehatan mata.

Padahal mata berperan besar ketika saya berolahraga.

Saya membutuhkan penglihatan yang nyaman untuk membaca angka pada alat latihan, menjaga keseimbangan, memperhatikan teknik gerakan, hingga memastikan posisi tubuh tetap benar agar terhindar dari cedera.

Mata yang terasa sepet, perih, dan lelah memang tidak langsung membuat saya berhenti berolahraga. Tetapi cukup membuat latihan menjadi kurang maksimal.

Menemukan INSTO DRY EYES

Karena tidak ingin kondisi tersebut terus berulang, saya mulai mencari informasi mengenai cara membantu meredakan gejala mata kering.

Saat itulah saya mengenal INSTO DRY EYES.

Saya kemudian mencoba tetesin Insto Dry Eyes ketika mata mulai terasa tidak nyaman.

Ketika Semangat Olahraga Harus Berhadapan dengan Mata SePeLe

Perlahan mata terasa lebih lembap dan nyaman sehingga saya bisa kembali fokus menyelesaikan latihan tanpa terus-menerus terganggu rasa sepet maupun perih.

Bagi saya, yang terpenting bukan hanya rasa nyaman sesaat, tetapi bagaimana saya tetap bisa menikmati aktivitas yang saya sukai tanpa terganggu gejala mata kering.

Selain Menggunakan INSTO DRY EYES, Saya Juga Mengubah Kebiasaan

Pengalaman tersebut membuat saya lebih peduli terhadap kesehatan mata.

Sekarang saya berusaha melakukan beberapa kebiasaan sederhana, seperti:

  • memberi jeda ketika terlalu lama bekerja di depan laptop;

  • menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik untuk membantu mengurangi ketegangan mata;

  • lebih sering berkedip saat bekerja di depan layar;

  • mencukupi kebutuhan cairan tubuh;

  • serta mengurangi penggunaan ponsel yang tidak perlu sebelum latihan.

Kebiasaan kecil tersebut ternyata cukup membantu menjaga kenyamanan mata di tengah aktivitas yang padat.

Menjadi Sehat Berarti Merawat Seluruh Tubuh

Selama tiga tahun terakhir, saya belajar bahwa hidup sehat bukan hanya tentang membentuk otot, menurunkan berat badan, atau rutin datang ke gym.

Tubuh bekerja sebagai satu kesatuan.

Mata membantu saya melihat setiap gerakan, setiap repetisi, setiap kemajuan kecil yang berhasil saya capai.

Karena itu, saya tidak ingin lagi menganggap remeh mata yang mulai terasa sepet, perih, ataupun lelah. Kini saya lebih peka terhadap gejala mata kering dan berusaha segera mengatasinya agar tidak mengganggu aktivitas.

Bagi saya, menjaga kesehatan mata adalah bagian dari gaya hidup sehat.

Ketika Semangat Olahraga Harus Berhadapan dengan Mata SePeLe


Dengan bantuan INSTO DRY EYES, ditambah kebiasaan baik dalam merawat mata, saya bisa kembali menikmati setiap sesi latihan dengan lebih nyaman.

Karena pada akhirnya, perjalanan menuju hidup sehat bukan hanya tentang tubuh yang kuat, tetapi juga mata yang tetap nyaman menemani setiap langkah.

Saya percaya, #InstoDryEyes membantu saya meredakan gejala mata kering sehingga saya bisa tetap menikmati aktivitas yang saya cintai. Semoga semakin banyak orang menyadari pentingnya #BebasMataKering, karena #MataSePeLeJanganSepelein.


8 komentar

  1. Yess setujuu, selain tubuh bugar, mata juga kudu segaar. Bebas sepet, perih dan lelah ya. Ngaruh juga soalnya kalo mata berasa kabur jadi berkurang performa olah raganya.
    Pake insto terbukti mata langsung berasa bersih dan terang kembali..

    BalasHapus
  2. wah seneng bisa ngegym Mbak, sayang rumah saya jauh dari tempat ngegym
    Padahal kata Ade Rai, semakin tambah usia, olah raga yang paling tepat adalah ngegym
    Eniwei, saya juga selalu pakai insto dry eyes untuk meredakan mata gatal

    BalasHapus
  3. Ih senengnyaaa bisa nge-gym rutin! Sehat sehat ya mbak Dee..

    Iya bener, sebagai orang yang sering berjam-jam di depan laptop atau lagi fokus gambar dan nulis, kadang baru sadar mata terasa sepet, perih, dan cepat lelah setelah aktivitas selesai. Setelah baca ini jadi makin ingat kalau kesehatan mata memang nggak boleh dianggap sepele

    BalasHapus
  4. Sehat buat tubuh karena nge-gym, cusss jaga kesehatan juga buat mata biar ga mata kering karena ga bisa disepelein sih, makanya siapin insto selalu

    BalasHapus
  5. Olahraga angkat beban memang bagus . Kalau mpo ikut tiktok live aja instruktur aja. AC bisa bikin mata jadi kering dan perih. Buru-buru tetesin insto jadi penolong dan lanjut olahraga lagi. Semangat berolahraga

    BalasHapus
  6. Ini pengalaman yang relate banget buat yang rutin gym tapi lupa jaga mata! Baru sadar juga ternyata kombinasi screen time tinggi plus ruangan ber-AC pas di gym bisa mempercepat munculnya gejala mata kering. Padahal biasanya kita fokusnya cuma ke persiapan fisik seperti tidur cukup, minum air, sama pemanasan plus outfitnya.

    BalasHapus
  7. Buat pekerja yang sering mantengin layar, entah ponsel atau laptop emang kudu banget tetap rutin olahraga.

    Masalahnya, kadang momen olahraga harus terganggu karena mata mendadak nggak nyaman karena terlalu lama menatap layar.

    Ada gejala mata kering gitulah. Kalau aku biasanya diringankan gejalanya dengan Insto Dry Eyes juga sih.

    BalasHapus
  8. Aku pun mengamati pertumbuhan tempat nge-gym di kotaku yang kini semakin banyak pilihannya.
    Kalo duluu.. suka riweuh karena jarang yang girls only yaa..

    Alhamdulillah.. sekarang banyaakk dan kalau uda nge-gym, butuh PT sih yaa.. biar segala rupa gerakan ada di koridor yang tepat dan sesuai sasaran. Aku juga uda pingin banget gabung di salah satu tempat gym deket rumah.. dan bener nih... kudu sedia Insto Dry Eyes di tas olga atau tas nongki.. hehhe.. karena kita gak pernah tau gejala mata kering datengnya kapaan..

    BalasHapus