Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Jangan Bingung, Ini Dia Tujuh Langkah Sederhana Menerapkan Pendidikan Literasi Keluarga







Saya masih ingat saat saya kecil, almarhum papa selalu membacakan dongeng sebelum tidur. Tak hanya itu, papa juga sering membelikan saya majalah. Kebiasaan ini berlangsung sampai saat saya kuliah lho. Hanya jenis majalahnya saja yang berubah. Menyesuaikan usia saya tentunya. Semua yang almarhum papa lakukan itu  semata-mata agar saya suka baca. Dengan suka baca, maka pengetahuan saya akan menjadi luas. 


Apa yang almarhum papa lakukan itu adalah contoh adanya pendidikan literasi keluarga. Sebuah gerakan yang baru-baru ini terus disebarluaskan.


Literasi



Literasi sebenarnya bukanlah sebuah istilah baru. Namun mungkin baru-baru ini mulai akrab di telinga masyarakat. Literasi berasal dari bahasa latin, literatus. Artinya adalah orang yang belajar. Banyak sekali definisi literasi. Semuanya merujuk pada satu kesimpulan, bahwa literasi tidak terlepas dari kemampuan dasar berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis.


Kemampuan literasi ini sangat penting lho. Banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari kemampuan literasi. 


💠 Memperkaya kosa kata

💠 Mengasah kinerja otak

💠 Memperluas wawasan dan informasi

💠 Melatih kemampuan berpikir dan analisa

💠 Mengembangkan kemampuan verbal 

💠 Meningkatkan fokus dan konsentrasi

💠 Meningkatkan kemampuan interpersonal

💠 Mengasah kepekaan sosial


Kemampuan literasi juga menjadi kunci kemajuan sebuah bangsa lho. Bangsa yang memiliki kemampuan literasi tinggi bisa dipastikan akan memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul. 


Sayangnya, kemampuan literasi Indonesia sangat rendah. Tahun 2016 lalu, UNESECO merilis sebuah penelitian yang berjudul "The Words Most Literate Nations". Hasil penelitiannya sangat mencengankan, Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara yang diteliti. 


Tentunya kita tidak boleh diam saja. Pastinya kita harus berbenah untuk meningkatkan kemampuan literasi ini. 


Pendidikan Literasi Keluarga



Beberapa tahun terakhir ini, gerakan pendidikan literasi keluarga mulai digencarkan. Keluarga dijadikan garda terdepan untuk meningkatkan kemampuan literasi.


Pendidikan literasi keluarga dinilai sebagai langkah tepat agar kemampuan literasi bangsa meningkat. Kebijakan ini berdasar bahwa keluarga adalah unit sosial terkecil dari masyarakat. Keluarga menjadi tempat pertama bagi setiap individu. 


Sejatinya memulai pendidikan literasi keluarga itu tidak sulit kok. Pendidikan literasi keluarga bisa dilakukan dengan hal-hal yang sederhana.


Pojok Buku



Langkah awal untuk memulai pendidikan literasi keluarga adalah dengan memiliki buku di rumah. Bagaimana mengenalkan literasi tanpa ada buku di rumah. Maka setiap rumah hendaknya memiliki pojok buku di rumah.


Di rumah kami, bahkan sejak anak baru lahir kami sudah memiliki pojok buku di rumah. Saat anak masih bayi saya memilih buku bantal sebagai sahabat mereka. Buku bantal cocok untuk bayi. Bahannya lembut dan tidak akan sobek.


Beda lagi saat anak-anak sudah balita. Saya memilihkan buku board book dengan cerita-cerita singkat dan ilustrasi warna-warni. 





Sangat penting memilih jenis buku berdasarkan usia anak. Seperti saat dulu papa memilihkan saya majalah. Saat masih anak-anak, saya mendapat majalah anak-anak. Saat remaja, saya diberikan majalah remaja. Ketika kuliah, saya mendapatkan majalah Tempo atau Intisari dari papa setiap bulannya. 


Buku bantal untuk bayi



Bacaan yang bahan dan isi sesuai dengan usia anak, akan membantu anak untuk bisa meresapi setiap cerita di buku. Orangtua pun tak perlu khawatur buku akan rusak ataupun sobek.


Reading Time



Pojok Buku akan sia-sia apabila tidak ada waktu untuk membaca buku. Buat apa ada buku bila tidak dibaca. Di rumah kami ada yang namanya reading time. Saya dan suami bergantian membacakan buku untuk anak setiap harinya.





Bagi si bungsu yang masih belum sekolah, reading time dilakukan saat pagi hari. Bersamaan dengan aktivitas home education nya. Selain itu juga saat akan tidur, baik tidur siang ataupun malam.





Berbeda dengan si sulung yang sudah sekolah. Reading time dilakukan sebelum dia berangkat sekolah dan saat malam hari menjelang tidur.  Setiap hari buku menjadi #SahabatKeluarga


Keteladanan



Pendidikan literasi keluarga tidak hanya dilakukan dengan membacakan buku untuk anak, tetapi orangtua juga harus baca buku. Tentu anak akan semakin bersemangat membaca buku bila melihat orangtuanya juga suka membaca. Keteladanan sangat penting dalam proses pengasuhan anak, termasuk di pendidikan literasi keluarga.





Saya sendiri punya waktu khusus untuk membaca buku. Yaitu saat pagi hari setelah semua aktivitas rumah tangga selesai. Saya tetapkan waktu 10 hingga 15 menit per hari untuk membaca buku. 


Pohon Literasi






Di rumah kami ada yang namanya pohon literasi. Pohon ini membantu kami agar tetap konsisten membaca setiap harinya.





Kami membuat pohon literasi ini secara bersama-sama. Pohon literasi kami gambar diatas kertas karton. Lalu daun-daunnya dari kertas tempel. Setiap orang di rumah akan memiliki daunnya sendiri. Setiap daun akan ditulis dengan judul buku yang dibaca setiap harinya. 


Bila semakin rimbun dan beragam daunnya, tandanya setiap orang di rumah sudah rutin membaca. 


Story Time



Tak hanya reading time saja yang diperlukan dalam pendidikan literasi keluarga. Story time juga perlu ada. Story time adalah saat anak-anak harus bisa menceritakan kembali buku yang sudah dibacanya.





Kemampuan menceritakan ini juga menjadi salah satu indikator literasi. Bila anak bisa menceritakan kembali isi buku, maka anak sudah mampu menyimak buku yang sudah dibaca. 


Wisata Literasi



Pendidikan literasi keluarga tidak hanya berlangsung di rumah, tetapi bisa juga di luar rumah. Melakukan wisata literasi juga menjadi salah satu upaya pendidikan literasi keluarga.






Wisata literasi berarti mengisi waktu berlibur dengan membaca dan menulis. Kegiatan membaca di sini dapat diartikan membaca buku, jurnal, majalah, surat kabar, atau juga dapat diartikan pergi ke suatu tempat untuk mencari informasi, berkunjung ke toko buku, museum, cagar budaya dan sebagainya.


Sesekali di akhir pekan kemi mengajak anak-anak untuk jelajah literasi. Kami mengunjungi perpustakaan, museum dan cagar budaya. Atau membeli buku di toko buku, untuk melengkapi koleksi pojok buku kami di rumah.


Teras Baca



Kami juga memiliki project keluarga yang bertujuan meningkatkan minat literasi di lingkungan sekitar. Dua pekan sekali kami membuka teras baca di rumah.





Project ini kami beri nama "Pustaka Zahra". Di teras baca ini anak-anak tetangga bisa membaca koleksi buku-buku kami. Kedepannya tak hanya membaca buku saja tapi akan di isi dengan berbagai aktivitas menarik lainnya. Seperti read aloud, percobaan sains dan dolanan bareng (memainkan permainan tradisional).



Begitulah cerita kami dalam melakukan pendidikan #LiterasiKeluarga. Pendidikan literasi keluarga bisa dilakukan dengan cara-cara yang sederhana. Orangtua sebagai fasilitator utama. Keluarga yang memiliki kemampuan literasi tinggi, pasti akan menghasilkan individu unggul. Sehingga pada akhirnya mampu menjadi SDM yang berkualitas bagi negara.


Bagaimana dengan para sahabat sekalian? Sudahkan menerapkan pendidikan literasi keluarga? Berbagai cerita di kolom komentar yuk :)





59 komentar

  1. Seneng sekali lihatnya mbak, #LiterasiKeluarga memang penting banget untuk menumbuhkan minat membaca ke anak kita.
    Aku seneng lihat pojok literasinya rapih, di rumah aku masih berantakan karena raknya sudah nggak cukup -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah itu rapi hanya untuk di foto, hahah..

      Pasti berantakan, tapi nggak apa-apa itu tandanya bukunya di baca :)

      Hapus
  2. Yaampun seneng banget bacanya Mbak, literasi bukan hanya sekadar membaca tapi juga kemampuan untuk menganalisa bacaan bahkan keadaan, berpikir kritis dll. Sebagai orang tua yang menjadi madrasah pertama anak, penting banget sadar literasi. Salam Literasi Mbak! Terima kasih sharingnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, literasi juga menyimak, menulis dan menganalisa :)

      Hapus
  3. Ayo mulai lagi rutin bacain anak2 buku..

    Terasnya juga buka lagi, ayo semangat...

    Aku juga harus semangat :)

    BalasHapus
  4. Aku juga lagi nenerapkan poin soal literasi dalam keluarga nih. Sudada ada pojok buku dan sedang disiplin reading time sebelum tidur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah bagus tu mbak..

      Yuk, tetap semangat membacakab buku untuk anak :)

      Hapus
  5. seru banget deh ada pojok literasi. coba kita tetanggan ya bun, enak nih anak ku bisa baca bareng di rumah bunda

    BalasHapus
  6. Hmm, pantesan Mbak Dee nya jd penulis ya, secara dr kecil papanya udah ngenalin sm aktivitas literasi. Tfs yaa Mba Dee

    BalasHapus
  7. Senangnya jika semangat membacanya juga drasakan oleh sekeluarga ya. Asik juga ada ruang membaca ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, di rumah memang baiknya ada ruang baca

      Hapus
  8. Kalau anak-anak suka baca itu bikin gembira ya mbak. Soalnya membaca membantu stimulasi yang bagus untuk perkembangan literasi anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, membaca adalah salah satu bagian dari kemampuan literasi

      Hapus
  9. saya adanya pojok mainan. haha. dulunya mau jadi pojok buku ternyata malah diacak3 sama si kecil. alhamdulillah sekarang udah suka baca2 buku meski usianya 1.5 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, gpp mbak
      Anak anak memang spt itu
      Ya mbak bagus itu, kita bisa sedini mgkn membacakan buku pada anak

      Hapus
  10. Ide bagus nih, buat pohon literasi, agar konsisten membaca

    BalasHapus
  11. Langkah sederhana, tapi mengena ya mba
    Thanks for sharing

    BalasHapus
  12. Salah satu usaha saya untuk menghidupkan literasi adalah dengan mendirikan sebuah taman baca, alhamdulillah respon masyarakat sangat bagus. Semoga semangat literasi terus berkembang

    BalasHapus
  13. Melihat foto-foto Pustaka Zahra membuat saya kangen dengan kegiatan literasi di dekat rumah saya beberapa tahun yang lalu dimana anak-anak bisa membaca buku pilihannya, didongengkan oleh kakak volunteer, hingga melakukan kegiatan kreasi seperti buat percobaan sains. Semoga Pustaka Zahra sukses selalu dan memberi inspirasi sekitarnya ya, Mbak :)

    BalasHapus
  14. infonya bermanfaat mbak, bisa deh ini diterapin buat ponakan-ponakan di rumah

    BalasHapus
  15. Keren nih idenya. Saya suka ide mengenai pohon literasi. Sepertinya patut dicoba nih. hehe. Terima kasih atas sharingnya, kak.

    BalasHapus
  16. Saya belum punya pojok buku sebab buku2 diletakkan di lemari atas. Hihi. Cuma buku2 si kecil ajah yg diletakkan di bawah meja ruang tamu biar mudah dijangkaunya. Yap sedari dini wajib biasakan anak buka buku biar makin cinta

    BalasHapus
  17. Saya juga bikin pojok baca di rumah, diusahakan banget suasana di situ selalu nyaman. Biasanya pulang sekolah anak-anak istirahat di situ, sambil baca-baca :)

    BalasHapus
  18. Senang banget dengan pojok buku mbak, di mana anak-anak jadi punya kebiasaan yang baik dalam membaca dan mengenalkan literasi di usia dini.

    BalasHapus
  19. Idenya keren nih, bisa ditiru. Saat ini karena anak-anak sudah besar jadi agak sulit juga, reading time. Karena mereka punya kegiatan masing-masing, belum lagi terditraksi gawai, gak bisa barengan dan gak perlu dibacakan. Tapi jadi reminder buat saya nih. TFS Mbak

    BalasHapus
  20. mantap sekali mba memang oiterasi mudahnya dari keluarga ya utamanya ortu jadi role model :) akupun begitu hehhee

    BalasHapus
  21. Seru banget nih ada pojok membacanya, di rumahku masih kecampur buku anak dan dewasa, blm aku bikinin khusus anak hehe. Coba ah ntr.
    Itu seru banget ada pohon literasi gtu mbak, aku jg mau bikin ah. Thanks inspirasinya :D

    BalasHapus
  22. Wah pohon literasi pernah dibuat suamiku untuk acara di Kantor nih, inovatif. Dan yang terpenting memang keteladanan yaa bagi anak anak Yang dikenal peniru ulung.

    BalasHapus
  23. Alhamdulillah sudaahh hehe.. Alhmdulillah memang anak2 juga suka baca.. dan si kaka skr suka nulis.

    BalasHapus
  24. Aku juga sempat bikin pohon literasi, pas ditempel di dinding, gak ada lima menit sudah dibuat mainan sama anakku yang kinestetik..

    BalasHapus
  25. MasyaAllah menginspirasi bgt mb, aku juga sedih ketika baca hasil penelitian tentang angka literasi indonesia yg rendah. Harus bgt nih kita ningkatin literasi sejak dini

    BalasHapus
  26. Budaya literasi baiknya memang dimulai sedini mungkin, dan dari keluarga. Dulu waktu anak-anak kecil suka banget bacain dongeng. Sekarang udah gede, udah gak mau dibacain. Wkwkwk.

    BalasHapus
  27. Mantap nih 7 langkahnya untuk membudayakan literasi. Semoga anak-anak kita jadi semangat membaca buku yaa.

    BalasHapus
  28. Wah tipsnya oke banget nih mbak...
    Saya izin turut menerapkannya di rumah yaaaa...
    selama ini baru ada pojok baca dan reading time aja nih, ada wisata literasi juga. tapi belum yang bikin pohon literasi. Thank you ya mbak

    BalasHapus
  29. Tips yang sangat bermanfaat membudayakan literasi. Pohon literasi itu sebagai alat ukur banyaknya bacaan. Jangan lupa mengapresiasi pada anak setiap menyelesaikan baca satu buku.

    BalasHapus
  30. Alhamulillah, keluarga kamipun sudah menerapkan budaya literasi. Selamat atas terpilihnya tulisan ini sebagai nomine blog kemedikbud ya mbak. ^^

    BalasHapus
  31. Memang sebagai orang tua, kita harus memiliki banyak cara untuk menumbuhkan minat anak agar mau membaca, serta turut menemani ia membaca.
    Jangan sampai ia menjadi malas dan beralih ke gudget,yang kita ketahui banyak efek negatifnya.
    Semoga dengan adanya budaya literasi dapat diterapkan dikeluarga kita, masyarakat indonesia

    BalasHapus
  32. literasi adalah minat baca anak, jadi sebagai orang tua harus mmiliki cara bagaimana anak agar gemar membaca

    BalasHapus
  33. Sepakat banget mba untuk memberikan keteladanan ke anak sebelum melakukan kebiasaan untuk mengajarkan anak untuk suka membaca ya mba. Story telling juga oke jadi cara mengajarkan

    BalasHapus
  34. Terima kasih mba buat 7 tips meningkatkan minat literasi anak di rumah. aku pun banyak share buku-buku buat anakku.

    BalasHapus
  35. Orang tua saya gak pernah ngedongengin anak-anaknya. Tetapi, royal banget beliin buku. Apalagi saya paling seneng baca buku. Itu bisa setiap saat ada aja buku baru yang dibawain orang tua setiap pulang kantor. Terasa sih efek positifnya sampai sekarang

    BalasHapus
  36. Iya dari awal mesti sjak dini ya dibiasakan membaca Dan orangtua juga hrs jd contoh yg baik keren deh mba idenya

    BalasHapus
  37. saya juga gitu nih mbak, kalau ditanya nih, masa kecil ala yang paling melekat dihati? jawabannya adalah pas Bokap mendongeng sebelum tidur. masih inget banget cerita nya seperti apa aja. ditambah semenjak saya kecil, paling suka baca buku, apapa pun itu. tapi jeleknya, saya suka baca buku sambil tiduran. jadinya dari kelas 5SD saya sudah pakai kacamata.

    BalasHapus
  38. Memang sangat rendah literasi kita. Waktu saya jadi PJ Event menulis aja, udah dituliskan ketentuannya, eh masih aja ada yang MALAS BACA. Miris banget

    BalasHapus
  39. Mendongeng atau membacakan buku untuk anak emang jitu banget ya membuat anak suka membaca, jangan lupa untuk menjadi teladan juga. Soalnya anakku kalau ibunya malas baca dia malas juga hehe.

    BalasHapus
  40. Duh bunda kreatif banget ya untuk membiasakan anak membaca aku jadi malu dah lama nih gk bacain crta buat mereka

    BalasHapus
  41. Bundanya keren banget... kalau bukan kita sebagai ibunya yang membiasakan kebiasaan baik ini, siapa lagi ya, Bun? tetap semangat, Bun...

    BalasHapus
  42. Menebarkan kebaikan..
    Suka banget sama pojok bukunya. Raknya doonk...penuh dengan petualangan ke negeri manapun....

    BalasHapus
  43. Wah keren banget mbak programnya. Saya sendiri masih kesulitan nih menerapkan baca buku sebelum tidur trus sayanya juga sekarang makin jarang baca buku. Huhu

    BalasHapus
  44. Ide pohon literasinya itu apik banget mom, jadi pengen nyontek hehe. Soalnya kadang kami bacanya satu buku gak abis soalnya satu buku terdiri dr bbrp cerita, jd buat penanda jg ya seberapa banyak buku yg dibaca :D

    BalasHapus
  45. Aku tertarik dengan pohon literasi di atas. Seru dan kayaknya bisa diterapkan dengan sangat mudah ya.
    Ini juga menjadi salah satu cara yang menarik untuk memompa semangat membaca di keluarga. Masa Mama udah baca 2 buku, aku satu aja belum sih? Mungkin bisa timbul pemikiran seperti itu pada anak jika pohon literasinya belum ada yang terisi. Hiihhi

    BalasHapus
  46. Kelihatannya sederhana dan mudah ya Mbak tapi praktiknya itu lho? So kudu jadi PR buat saya juga nih semoga bisa menerapkan langkah-langkah di atas agar si kecil bisa suka membaca dan cinta literasi.

    BalasHapus
  47. Wahh itu rapi banget Dan terimakasih loh tips2nya bermanfaat banget jadi bisa menerapkan juga buat si kecil belajar merapikan yah

    BalasHapus
  48. Dari 7, yang belum saya lakukan 3 ni, Mbak. Pohon literasi, wisata literasi dan teras buku. Asyik ya semacam punya perpus mini untuk masyarakat sekitar.

    BalasHapus
  49. Perlu ditiru nih edukasi literasi sejak ini, anak jadi betah sama buku bukan smartphone, serunya asa pohon literasi

    BalasHapus
  50. Sangat bagus artikelnya, mohon izin mengutip ide dasarnya. Terimakasih

    BalasHapus