Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

5 Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak, Salah Satunya dengan Let's Read

minat baca






5 Cara Menumbuhkan Minat Baca Anak, Salah Satunya dengan Let's Read - Membaca adalah jendela dunia. Membaca membuat jiwa, pikiran dan imajinasi kita menjelajah isi dunia. Dengan membaca kita bisa meneguk nikmatnya pengetahuan. Kemajuan suatu bangsa pun ditentukan oleh minat baca masyarakatnya. Namun sayang, ternyata minat baca Indonesia sangat rendah. 



Minat Baca



Menurut penelitian yang dilakukan oleh UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Minat baca Indonesia hanya 0,001%. Arttinya,  dari 1.000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang yang rajin membaca.


Riset lain yang terkait dengan minat baca Indonesia juga menunjukkan hasil yang tak jauh berbeda. Riset yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, menyatakan bahwa minat Indonesia menduduki posisi kedua dari bawah. Minat baca Indonesia menduduki peringkat ke 60, dari 61 negara. Padahal, dari sisi penilaian infrastruktur pendukung membaca, peringkat Indonesia berada diatas negara-negara Eropa.


Sebenarnya, apa sih minat baca itu? Apa pengaruh minat baca bagi sebuah bangsa?


Menurut Farida Rahim (2008) , minat baca adalah keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Seseorang yang memiliki minat baca yang kuat akan diwujudkan dalam kesediaannya untuk mendapatkan bahan bacaan dan kemudian membacanya atas kesadaran sendiri.


Minat baca ini sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Negara-negara dengan minat baca tinggi, akan tumbuh menjadi negara yang maju dan sejahtera.


Negara-negara maju di Eropa menempati negara dengan minat baca tertinggi. Peringkat teratas diduduki oleh Finlandia, disusul Norwegia, Islandia, Denmark dan Swedia. Negara-negara Skandinavia ini sering disebut sebagai negara dengan kualitas hidup terbaik di dunia.


Penyebab Rendahnya Minat Baca Indonesia


Lalu sebenarnya, apa sih yang membuat minat baca masyarakat Indonesia itu rendah? Berikut adalah faktor penyebab rendahnya minat baca Indonesia.


1. Tak Ada Role Mode



Anak-anak mungkin salah mendengar, tetapi mereka tidak mungkin salah melihat. Bagaimana mungkin kita bisa mempunyai anak yang gemar membaca jika kita sebagai orangtua tidak pernah membaca.


Tak adanya role mode menjadi salah satu sebab rendahnya minat baca di Indonesia. Banyak orangtua yang enggan membaca. Ini membuat anak-anak pun jadi enggan membaca. Membaca tidak dianggap sebagai hal yang menyenangkan.


2. Kurangnya Fasilitas



Rendahnya minat baca di Indonesia juga disebabkan oleh kurangnya fasilitas yang mendukung. Di kota-kota besar mungkin akan banyak ditemui perpustakaan dan taman bacaan. Lantas bagaimana dengan di daerah pelosok? Fasilitas membaca sangat minim. Padahal, justru masyarakat pelosoklah yang sangat membutuhkan fasilitas membaca seperti perpustakaan dan taman bacaan. Sedangkan,  kemampuan mereka untuk membeli buku sendiri sangat rendah, bahkan tidak ada.




3. Sosial Media



Sosial media menjadi sangat akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Data menunjukkan orang Indonesia menduduki peringkat kelima di dunia dalam megakses sosial media. Berselancar di sosial media lebih dipilih daripada harus membaca buku.


4. Diri Sendiri


Diri sendiri menjadi faktor penting dalam menumbuhkan minat baca. Percuma bila banyak buku tersedia, jika tidak ada ketertarikan terhadap buku. Perubahan harus dimulai dari diri kita sendiri. Tumbuhkan minat baca semenjak dini. Hadirkan cinta baca pada diri kita.


Cara Menumbuhkan Minat Baca



Menumbuhkan minat baca itu penting. Keluarga menjadi tempat terbaik untuk menumbuhkan minat baca semenjak dini. Beberapa cara yang saya lakukan untuk menumbuhkan minat baca anak adalah :


1. Sediakan Buku



Langkah awal yang harus dilakukan untuk menumbuhkan minat baca anak adalah menyediakan buku di rumah. Ajak anak mengenal buku semenjak dini.


minat baca
Pojok Buku



Buat pojok buku di rumah. Sediakan beragam buku yang sesuai dengan usia anak. Misalnya, buku bantal untuk bayi, agar aman dan tidak mudah rusak. Atau pop up book buat anak usia prasekolah, agar merangsang kecerdasan konstruktif anak.


Jadikan buku sebagai teman main anak semenjak dini. Ini akan membuat anak mencintai buku hingga mereka dewasa kelak.


2. Beri Teladan


minat baca
Beri teladan



Jadilah teladan yang baik. Tunjukkan pada anak kalau kita suka membaca buku. Membaca buku secara rutin dihadapan anak-anak akan membuat mereka memiliki keinginan untuk membaca.


Sebagaimana yang saya lakukan di rumah. Saya punya program OWOB (One Week One Book). Saya punya target, membaca satu buah buku pada setiap minggunya.


Tak hanya saya, suami juga begitu. Meski dia hanya sanggup membaca satu buku setiap bulannya. Tak jadi soal, yang penting di rumah kami semuanya suka membaca.


minat baca
Pohon literasi



Kami memiliki pohon literasi. Pohon ini yang akan membantu kami untuk tetap konsisten membaca. Setiap orang punya daunnya masing-masing. Daun ini sebagai tanda banyaknya buku yang dibaca. Semakin banyak daunnya, semakin banyak buku yang dibaca.


3. Reading Time


minat baca
Bacakan anak buku



Di rumah kami ada waktu-waktu khusus untuk membaca. Ada 3 jadwal membaca buku setiap harinya. Pertama, pagi hari saat anak-anak melakukan home education. Kedua, saat akan tidur siang. Ketiga, di malam hari sebelum tidur. Ini membuat anak-anak semakin cinta buku. Bahkan terkadang mereka juga minta dibacakan buku diluar jadwal-jadwal ini.


4. Read Aloud



Tak hanya menyediakan buku dan waktu membaca, teknik membaca juga sangat berpengaruh dalam menumbuhkan minat baca anak. Read Aloud atau membaca nyaring dianggap sebagai salah satu teknik membaca terbaik yang bisa meningkatkan minat baca anak.


minat baca
Read aloud




Dengan read aloud kegiatan membaca buku menjadi lebih menyenangkan. Anak lebih bisa menikmati isi bukunya. Selain itu, read aloud bisa mengembangkan kemampuan mendengarkan, berbicara dan membaca pada anak.


5. Buku Digital


minat baca
Baca buku digital



" Didiklah anakkmu sesuai dengan zamannya", ungakapan diatas membuat saya juga menggunakan buku digital untuk menumbuhkan minat baca anak.


Anak-anak masa kini adalah anak-anak generasi alfa. Mereka adalah generasi yang tumbuh besar ditengah kemajuan teknologi, teknologi digital khususnya. Makanya, tak salah bila mengenalkan mereka dengan buku digital.


minat baca
Buku digital pilihan kami



Buku digital bisa menambah sumber bacaan anak-anak dirumah. Visualisaai yang menarik, membuat anak-anak cenderung menyukai buku digital. Let's Read adalah aplikasi yang membantu saya mendapatkan buku digital.



Let's Read



Let's Read adalah perpustakaan digital dengan koleksi buku dengan jumlah ratusan. Let's Read ini diprakarsai oleh Books of Asia, sebuah gerakan literasi yang sudah berlangsung sejak tahun 1954. Program ini telah mendapatkan penghargaan di  U.S. Library of Congress Literacy Awards atas inovasi dalam promosi literasi pada tahun 2017.


Saat menunduh aplikasi ini, rasanya seperti medapat harta karun. Begitu banyak sumber bacaan menarik. Ini membuat saya tak akan kehabisan buku untuk dibacakan kepada anak-anak di rumah.


minat baca



Let's Read ini memiliki visi membudayakan minat baca anak semenjak dini, dengan cara :


- digitalisasi #ceritabergambar

- pengembangan cerita rakyat yang kata kearifan lokal

- penerjemahan buku cerita anak berkualitas terbitan dalam negeri dan luar negeri ke dalam bahas nasional dan bahasa ibu.


Fitur Let's Read



Let's Read ini memiliki tujuh fitur menarik. Fitur-fitur ini membuat kegiatan membaca dengan Let's Read semakin menyenangkan. Ini adalah fitur-fitur menarik yang dimiliki oleh Let's Read.


1. Pencarian yang mudah


Kita bisa mencari buku dengan mudah pada aplikasi ini. Tombol search yang berada paling atas akan memudahkan kita mendapatkan buku yang diinginkan. Pencarian ini bisa dilakukan dalam dua kategori, penulis dan judul buku. Ketik saja penulis atau judul buku yang diiingkan, maka buku akan segera muncul dengan cepat.


2. Bahasa


minat baca



Let's Read ini memiliki fitur multibahasa. Ada 44 bahasa dalam aplikasi ini. Tak hanya itu, beberapa bahasa daerah pun tersedia, seperti Jawa, Bali , Sunda hingga Minangkabau juga ada. Ini selaras dengan misi Let's Read yang ingin memgembangkan minat baca melalui cerita rakyat yang kaya akan kearifan lokal.


3. Label


minat baca


Let's Read menyediakan ratusan buku dengan label beragam. Ada 15 label buku yang ada disini. Mulai dari buku science, superhero, nature hingga nonfiksi tersedia di Let's Read.


4. Level


minat baca



Let's Read juga menyediakan buku dengan beragam level. Buku-buku yang ada di aplikasi ini disesuaikan dengan tahap usia anak. Mulai dari level buku pertamaku hingga level lima. Kita tinggal pilih yang sesuai dengan usia anak. Misalnya, untuk si bungsu yang berusia 4 tahun, buku level 1 cocok untuknya. Buku level 1 ini buku dengan ilustrasi yang penuh warna dan tak banyak teks, sehingga sangat cocok untuknya.


5. Buku Unggulan



Fitur buku unggulan ini akan memudahkan kita mendapatkan buku-buku yang paling sering dibaca. Ini bisa kita gunakan bila belum tahu mau mencari buku seperti apa saat ingin membaca di Let's Read.


6. Buku Unduhan

minat baca


Buku-buku yang ada Let's Read ini bisa di unduh secara gratis. Fitur buku unduhan akan memudahkan kita membaca buku yang sudah kita unduh. Kalau sudah di unduh, kita bisa membacanya meski tanpa koneksi internet. Bahkan kita boleh juga mencetak buku-buku yang ada di Let's Read ini. Wah tentu ini bisa menambah koleksi bacaan di rumah ya. Tak perlu beli buku lagi, cukup cetak gratis dari Let's Read.


7. Pengaturan



Salah satu kelemahan membaca buku digital adalah membuat mata cepat lelah. Eits, itu tidak berlaku kalau kita membaca buku di Let's Read. Fitur pengaturan teks membuat membaca di Let's Read tetap nyaman. Kita bisa perbesar gambar dan teks sesuai dengan keinginan kita. Saya yang berminus tinggi ini pun merasa tetap nyaman saat membaca buku di Let's Read.


minat baca



Aplikasi Let's Read ini bisa di unduh secara gratis di Play Store. Cukup ketik "Let's Read" di tombol pencarian. Setelah dapat, langsung unduh dan instal di smartphone, mudah bukan? Atau untuk lebih mudahnya klik link ini.




mudahnya membaca buku lewat Let's Read



Ini adalah cerita saya dalam menumbuhkan minat baca anak. Let's Read membantu saya menyediakan beragam bahan bacaan yang menarik, sehingga anak-anak semakin suka membaca.


Bagaimana denganmu? Apa ceritamu dalam menumbuhkan minat baca anak? Sudahkah mencoba membaca buku di Let's Read? Share di kolom komentar ya.... :) 

60 komentar

  1. kalo saya bisa juga menumbuhkan baca minat anak dengan cara adanya gambar agar si anak mudah paham lalu nanti jika udah ngerti dan suka naik level dengna membaca buku tanpa adanya gambar atau minim gambar

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya ya kak, karena emang membaca pada anak itu ada level-levelnya ya

      Hapus
  2. Bener sih mbak, harus ada role model agar anak-anak minat baca. Di rumah, koleksi buku ortu dan aku saingan, menciptakan rumah yang nyaman untuk membaca, jadi nanti terbentuk kebiasaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ortu juga harus memberi teladan ya

      Hapus
  3. Keren bingits, bisa dicoba nih huehehe

    BalasHapus
  4. ini yang terkadang di lupakan, sebagai orang tua harus menjadi tauladan, dan memiliki read time, wah terima kasih sudah mengingatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama, semoga bisa membantu meningkatkan minat baca anak ya

      Hapus
  5. wah keren jg ini aplikasi.
    Kalo menurutku si naikan minat baca anak ajak sering2 ke toko buku dan ortu harus berperan serta dr kecil. Bacain dongeng misalnya.

    BalasHapus
  6. Role model itu penting banget buat anak supaya mereka mulai cinta membaca. Enaknya sekarang banyak aplikasi dan pralform yang menyediakan bacaan ya jadi gak harus beli buku juga bisa. Alhamdulillah anakku lebih suka ke toko buku daripada ke toko mainan (emaknya pelit beliin mainan soalnya hehehe)

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, let's read ini snagat membantu..
      kolesi bukunya banyak dan sangat menarik

      Hapus
  7. Sama kayak aku nih. Sekarang aku lebih suka baca buku digital. Dan kalau ada teman yang mau minta rekomendasi, aku kasih lewat digital pula. Lebih enak dibaca menurutku. Hehe.

    BalasHapus
  8. Saya merasakan minat membaca anak zaman now memang berkurang daripada zaman dulu, Mbak. Dulu saya itu haus membaca. Sudah jadi anggota perpus, masih nyewa lagi di teman atau taman bacaan.

    Makanya orang tua perlu ekstra, termasuk memberi contoh gemar membaca. Dan memang paling bagus menyediakan bacaan. Apalagi zaman now, bahan membaca tidak hanya daru buku fisik saja, tapi dari media online juga. Misalnya adanya perpus digital yang banyak menyediakan buku cerita anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, padahal banyak fasiltasnya ya mas

      Hapus
  9. Memang harus sudah dilatih sejak dini anak anak itu untuk latihan membaca, harus dieseimbangkan dengan gadget yang sudah semakin maju. Dengan kata lain media online melalui aplikasi ini juga baik untuk merangsang otak anak. Thank for share mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. buku digital bisa membantu mengasah minat baca anak

      Hapus
  10. Problem aku nih menumbuhkan minat baca, padahal udah dibacain buku cerita tiap malam, pas udah bisa baca teuteup nggak mau baca sendiri maunya dibacain, huhuhu

    BalasHapus
  11. Aku belum make lets read mba heheheh pengen juga make kapan-kapan aku juga termasuk orang yang suka baca. Tapi belum coba. Aku sedih di daerahku adanya perpustakaan daerah, sejaman dari rumah kalo mau minjem males jauhnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iya ya mbak, iya emang minat baca anak sekarang masih rendah ya

      Hapus
  12. Kalau di aku yang paling ngaruh ke anak adalah dengan mencontohkan kalau orangtua nya juga membaca. Jadi kalau aku lagi baca buku, anakku pasti langsung nimbrung. Entah itu ambil buku yang sedang aku baca atau ngambil bukunya sendiri dan baca sama aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes, benar itu mnak
      keteladanan kuncinya ya

      Hapus
  13. Wah baru tau kalo ada Let's Read, perpustakaan digital dengan koleksi buku dengan jumlah ratusan. Bisa download untuk ajarin adik nih yeay makasih mbak infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, koleksi bukunya sangat banyak dan menarik lho

      Hapus
  14. minat baca itu ternyata penting banget ya mbak... dan ada hubunganya dengan kesejahteraan sebuah negara rupanya. Makin termotivasi buat menumbuhkan minat baca anak.

    BalasHapus
  15. keren deh pohon literasinya jadi kita semangat menambah daunnya ya dengan judul buku yang kita baca

    BalasHapus
  16. Apk Lets Read bagus nih untuk menumbuhkan minat baca anak-anak. Selain mudah digunakan, pada saat membaca pun anak dapat memilih bahasa berbagai jenis bahasa. Selain itu tidak hanya menampilkan tulisan saja, pada Apk Lets Read ini juga terdapat gambar pendukungnya.

    BalasHapus
  17. Jadi gampang ya mbak kalau ada buku digital. kalau lagi mau kemana gitu gak perlu bawa-bawa buku. Soalnya udah ada aplikasinya.

    BalasHapus
  18. Seruuu banget Let's Read ini
    Menjawab kegundahan buibu jaman now
    Kuy ahhh, ajak anak rajin baca pake Let's Read!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, pas bgt buat anak zaman now

      Hapus
  19. Setuju mbak... menumbuhkan minat baca anak juga tumbuh dari melihat role modelnya. Alhamdulillah saya juga hobi baca :), jadi kami enggak terlalu kesulitan untuk membangun kebiasaan baca di rumah. Soalnya anak-anak sudah terbiasa melihat saya asyik baca buku,hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren ya mbak. Pasti senang lihat anak anak suka membaca

      Hapus
  20. setuju banget, tanpa role model, fasilitas dan lainnya, nggak mungkin kan ujug ujug anak menyukai buku
    Hal tersebut yang membuat minat baca anak rendah
    Beruntung sekarang banyak terobosan seperti Let's Read ya? Sehingga anak punya pilihan saat menggunakan gadget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, anak anak bisa gunakan gadgetnya untuk membaca buku

      Hapus
  21. Role model ini besar banget pengaruhnya pada anak. Mau diingatin seperti apa kalau mereka tak melihat orangtuanya mencontohkan dengan kebiasaan, juga kurang ngaruh ya. Untung sekarang ada bacaan digital yg sangat membantu.

    BalasHapus
  22. Kalo aku sih suka baca dari kecil, serumah semua suka termasuk bapak ibu. Nah karena suami gak suka baca, aku ajakin anak-anak sejak mereka masih bayi udah suka buku. Tapi alhamdulilah suami meski gak suka baca, tapi mendukung banget hobi baca kami sampai dibuatkan eh dipesankan rak buku ada 6 buah. Dan selalu support dana untuk belanja buku bulanan.

    Anak sekarang enak sih, beragam jenis buku. Bahkan ada Let's read cocok buat ibu muda yang sibuk, tapi bisa pasang aplikasi ini untuk anaknya. Dari pada nonton video joged aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya, gadgetnya bisa buat hal yg bermanfaat ya

      Hapus
  23. Anakku dari bayi mainannya buku sih Mbak, alhamdulillah sampai sekarang dia suka dibacain buku. Pas lihat banyak blogger cerita tentang aplikasi ini jadi penasaran juga pengen download, sayangnya memori ipad lagi penuh hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mantap, dari kecil da akrab sama buku ya

      Hapus
  24. Aih asyik amat itu pojok bacanya. Si sulung saya nih doyan banget baca mbak. Cepat banget tuh bukubuku dilahapnya. Kadang bukubuku pelajaran uaknya yang dosen pun dibaca juga sama dia. Hahaha. Kalau install Let's Read gini makin demen deh dia membaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, di lets read bacaannya banyak dan menarik

      Hapus
  25. Naksir pojok buku dan pohon literasinya, Mbak. Anak saya yang kecil suka juga sama aplikasi Let's Read. Ceritanya menarik-menarik dan ada reading levelnya jadi dia bisa pilih yang tingkat kesulitannya sesuai dengan kemampuan dia.

    BalasHapus
  26. Beruntung banget dari kecil ayah dan ibuk mendukung banget dalam pemenuhan minat baca saya mbak, termasuk support buku" yg berkualitas setiap bulannyaa. Sampai sekarang juga punya target bacaan sebulan setidaknya baca 2 buku baru hehehe disela" tumpukan kerjaan, aktivitas baca buku ini jd metime tersendiri. Novel sih yg lebih sering 😁 sekarang lebih enak lagi yaa mbak dibandingkan jaman dulu, ada let's read buat jd teman baca anak-anak, biar minat baca di Indonesia meningkat harus dikenalkan sejak dini ke anak-anak ☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar ya kak..
      Membaca bisa jadi me time tersendiri

      Hapus
  27. Seneng banget ada aplikasi Let's Read, secara anak-anak saya sukaa banget baca buku. Bisa buat selingan sambil baca buku-bukunya yang numpuk di lemari. Yang bungsu pun happy dibacain terutama menjelang tidur :)

    BalasHapus
  28. Kekinian bgt,anak anak pasti suka
    Karena skrg udah pake gadget kan, jadi lets read membawa bermain ke hal positif membaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, bisa manfaatin gadget untuk baca buku dgn lets read

      Hapus
  29. Metode belajar saat ini menyesuaikan zaman ya mbak, pakai aplikasi di gadget. Senang jadinya, apalagi ada aplikasi Let's Read ini ya. Semoga anak-anak jadi lebih fun menumbuhkan minat bacanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ini yg sesuai dgn anak zaman now ya mbak

      Hapus
  30. Kalau memperkenalkan aplikasi baik ini, kita sebagai orangtua harus tetap mendampingi. Pengalaman pribadi, anak malah membuka Youtube setelah ibunya menjauh. Bikin kesal! WKwkwk

    BalasHapus
  31. Wah, terima kasih banyak infonya mba. Aku juga bertekad untuk menanamkan minat baca kepada anak2ku. Alhamdulillah, sejak bayi sudah sering didengarkan buku bacaan.

    BalasHapus
  32. wah benar kak setuju nggak adanya role model juga memengaruhi apakah anak suka membaca atau tidak, jadi bukan hanya kurangnya fasilitas ya. nah dengan lets read ini bs jd alternatif biar mainan gadgetnya bermanfaat :D

    BalasHapus