Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Review MDA Makanan Pakistan Surabaya: Menu, Harga, dan Rasa Biryani Otentik

 


Weekend adalah jadwal ngedate sama suami. Biasanya, kami pergi kulineran. Kalau nggak menjajal coffee shop baru, ya mencicipi makanan yang unik. Seperti weekend ini, kami menjajal restoran Pakistan. 

Kami makan di MDA, restoran Pakistan di Surabaya. Kalau kamu mau mencoba masakan Pakistan yang autentik dan berbeda dari kuliner Timur Tengah pada umumnya, maka MDA Makanan Pakistan Asli adalah salah satu hidden gem yang wajib dicoba.

Restoran ini belakangan viral karena menyajikan makanan Pakistan asli dengan cita rasa rempah yang kuat, berani, tidak “dilokalkan”. Buat pecinta nasi briyani dan kari, tempat ini bisa jadi pengalaman kuliner yang benar-benar berbeda.


Kenapa MDA Makanan Pakistan Surabaya Banyak Dibicarakan?


Tidak seperti kebanyakan makanan Timur Tengah di Surabaya yang cenderung ringan, MDA justru hadir dengan karakter rasa yang lebih “nendang”.

Beberapa alasan kenapa tempat ini mulai populer:

  • Menggunakan beras basmati asli

  • Rasa rempah lebih kompleks dan tajam

  • Porsi besar, cocok untuk sharing

  • Pilihan menu khas Pakistan yang jarang ditemukan



Kalau kamu pernah coba nasi kebuli atau mandhi, bersiaplah, karena versi Pakistan ini lebih kaya rasa dan lebih bold.


Review Rasa MDA Pakistan Surabaya



Berhubung cuma makan berdua, kami tidak banyak mencoba menu yang ada. Cuma pesan masakan utama, minuman, dan sedikit side dish. 


Baca Juga : Es Krim Oen, Es Krim Legendaris di Kota Malang

Nasi Biryani: Signature yang Wajib Dicoba



Menu andalan di MDA Makanan Pakistan Asli adalah nasi biryani.

Ciri khasnya:

  1. Butiran nasi panjang (basmati) dan tidak lengket

  2. Warna lebih pekat karena rempah

  3. Rasa gurih, sedikit pedas, dan aromatik

  4. Dibandingkan nasi biryani versi Arab, versi Pakistan ini:

    • Lebih kuat rempahnya

    • Lebih “dalam” rasanya

    • Lebih terasa teknik slow cooking (dum)

Kari & Korma: Comfort Food yang Kaya Rasa


Disini juga tersedia kari yang bisa dimakan dengan nasi atau roti. Menu seperti sapi korma atau ayam korma jadi favorit karena:

  • Daging empuk

  • Kuah kental dan creamy (dari yogurt & ghee)

  • Rasa kompleks dan hangat

Ini tipe makanan yang bikin kenyang sekaligus “nagih”.

Paratha & Roti: Pelengkap yang Tidak Boleh Dilewatkan


Paratha di sini:

  • Disajikan hangat

  • Tekstur lembut dan sedikit buttery

  • Cocok untuk cocol kuah kari

Menu dan Harga MDA Makanan Pakistan Surabaya

Berikut daftar menu lengkap yang bisa kamu jadikan referensi sebelum datang:

Menu Nasi

  • Nasi Briyani Ayam: Rp38.000 (regular), Rp50.000 (large)

  • Nasi Polao Sapi: Rp48.000 (regular), Rp68.000 (jumbo)

Menu Porsi Besar (Sharing)

  • Nasi Biryani Ayam (5–6 orang): Rp230.000

  • Nasi Biryani Sapi (5–6 orang): Rp370.000

  • Nasi Polao Ayam (5–6 orang): Rp215.000

  • Nasi Polao Sapi (5–6 orang): Rp355.000

Menu Kari Spesial

  • Sapi Korma (1 kg): Rp300.000

  • Korma Ayam Putih Spesial: Rp210.000

Snack Khas Pakistan

  • Pakistani Samosa: Rp28.000

  • Pakistani Samosa Sapi: Rp38.000

  • Telur Shami Burger + Fries: Rp28.000

  • Chicken Special Burger + Fries: Rp28.000

  • Ayam Paratha Roll: Rp32.000

  • Paratha + Telur: Rp24.000

  • Paratha + Shami: Rp28.000

Add-ons

  • Paratha: Rp13.000

  • Shami Patty: Rp14.000

  • Samosa: Rp15.000

  • Samosa Sapi: Rp20.000

  • Kentang Goreng: Rp10.000

Minuman

  • Red Cold Mojito: Rp16.000

  • Susu Soda: Rp17.000

  • Pakistani Lassi: Rp19.000

  • Pakistani Hot Tea: Rp16.000

Menu Spesial

  • Halwa Poori: Rp80.000 (tersedia Sabtu & Minggu pagi)

Saya memesan paket mitch & match deal, yaitu seporsi nasi briyani ayam dan nasi polao sapi,  kari sapi korma dengan roti canai, dan shami patty (perkedel khas Pakistan). 


Baca Juga : Teras Korea, Sensasi Makan di Tenda Ala Pojangmacha Korea


Minumannya saya pesan red cold mojito dan pakistani lassi. 


Perbedaan Masakan Pakistan vs Timur Tengah Lainnya

Banyak yang mengira semua kuliner Timur Tengah itu sama, padahal beda banget. Saya termasuk sering mencoba berbagai hidangan khas Timur Tengah ini. 

Menurut saya, masing-masing punya cita rasa khasnya. Serupa tapi tak sama. 

Pakistan

  • Rempah kuat dan kompleks

  • Banyak menggunakan yogurt

  • Rasa lebih “berani”

Arab

  • Lebih ringan

  • Fokus pada rasa daging

  • Rempah tidak terlalu dominan

India

  • Mirip Pakistan, tapi lebih creamy

  • Banyak variasi vegetarian

Afganistan

  • Lebih sederhana dan mild

  • Tidak terlalu pedas

Iran

  • Lebih halus dan elegan

  • Banyak rasa asam-manis (delima, saffron)


Kekhasan Makanan Pakistan yang Perlu Kamu Tahu

Buat yang pengen mencoba hidangan khas Pakistan, MDA bisa jadi pilihan. Kenapa rasa di MDA Makanan Pakistan Asli terasa beda?

Karena:

  • Rempah digunakan secara berlapis

  • Teknik masak slow cooking (dum)

  • Marinasi yogurt membuat daging lebih juicy

  • Rasa tidak disederhanakan untuk lidah lokal

Baca Juga : 5 Makanan Khas Surabaya yang Unik dan Wajib Dicoba

Hasilnya: lebih autentik, lebih dalam, dan lebih memorable.

Kelebihan dan Kekurangan

👍 Kelebihan

  • Rasa autentik makanan Pakistan

  • Harga masih terjangkau

  • Porsi besar dan mengenyangkan

👎 Kekurangan

  • Tidak cocok untuk yang tidak suka rempah kuat

  • Tempat sederhana (bukan cafe aesthetic)


FAQ Seputar MDA Pakistan Surabaya

Apa menu favorit di MDA Pakistan Surabaya?
Nasi briyani ayam dan sapi korma adalah menu paling populer.

Berapa harga nasi briyani di Surabaya?
Di MDA mulai dari Rp38.000 untuk porsi regular.

Apakah makanan Pakistan pedas?
Ya, cenderung lebih kuat dan berbumbu dibanding masakan Arab.

Restoran Pakistan Surabaya yang Wajib Dicoba

Jika kamu sedang mencari kuliner Pakistan di Surabaya yang autentik, maka MDA Makanan Pakistan Asli adalah pilihan yang layak dicoba.

Bukan cuma soal makan, tapi juga pengalaman rasa yang berbeda dari kebanyakan kuliner Timur Tengah lainnya.

  • Cocok untuk food explorer

  • Cocok untuk pecinta rempah

  • Cocok untuk kamu yang ingin mencoba sesuatu yang baru


Sekian cerita wisata kuliner weekend ini. Next saya akan cerita pengalaman lain saat melakukan wisata kuliner di Surabaya, ya! 


Kalau mau tahu kuliner khas Bandung atau lainnya, boleh mampir ke artikel label Kuliner. Kalau mau tahu review tempat wisata lainnya, seperti review Bandung, bisa ke label Travelling, ya! 


Kalau mau komen, boleh banget lho! 


23 komentar

  1. Jadi MDA itu ada singkatannya apa nggak ya mbak? Penasaran, makna dari namanya itu apa, hihihi.
    Tapi jujur, aku pribadi si kayaknya kurang cocok ya. Karena sekedar makan nasi briyani biasa aja aku tuh udah suka klenger. Apalagi ini, yang secara bumbunya lebih bold & Strong lagi. Kayaknya mulutku bakal kaget dan butuh waktu buat adaptasi, wkkwkwk.
    Tapi liat porsinya, segini lumayan worth it sih ya. Harga memang agak mahal, tapi jumlah porsi yang disajikan pun lumayan.. Jadi yaaa, so far so wothed

    BalasHapus
    Balasan
    1. MDA tuh singkatan dari Mang Duyeh Asik......
      Ini mah makanan mamang banget nasi briyani, nasi mandhi yang di dalem nasinya suka ada Kapulaganya, itunya aja suka dicemilin haha.
      Pengen nyobain masakan kayak gini nih yang rasa rempah - rempahnya strong, cuma kayaknya ga ada menu kambing yah?

      Hapus
    2. Ya Allah aku ngakak, sangat confident sekali memang mang Duyeh ini yaa 🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  2. "TIDAK DILOKALKAN." Noteeeddd. Jadi ini bener2 otentik yaa, jadi makin penasaran gimana rasanya :D
    Jujur selama ini jiper makan masakan briyani2an gini yang mungkin rempahnya terlalu nyegrak, you know what i mean haha :P .
    Tapi buat pengalaman lidah bolehlah kapan2 nih dicobain yak :D
    Menu asin dengan korma ngingetin aku dulu keknya ada gulai kurma yang viral zaman kita remaja di area Ampel keknya haha.
    Aku penasaran deh rasanya lebih cocok dimakan sama roti atau sama nasi tuuu?
    BTW maksudnya banyak menggunakan yogut tu buat campuran apanya? Kuahnya?

    BalasHapus
  3. Ampun dah. giliran baca pesanan kakak yang sapi korma, yang ada di kepalaku adalah daging sapi dan kurma.

    Eh pas lihat gambarnya, kok daging berkuah doang. mana kurmanya?

    Ternyata emang bukan kurma yang dimaksud. Hehehe

    BalasHapus
  4. Saya belum pernah menikmati makanan pakistan, Mbak. Dan karena jaminan tidak dilokalkan, maka in masih sangat otentik ya. Jadi ga perlu jauh-jauh pergi ke Pakistan lagi hehehe. Saya pengin nasi Biryaninya. Secara pasti kaya rempah dengan beras yang berbeda. Untuk harga, saya rasa sesuai. Lihat foto makanannya, langsung bikin ngiler, Mbak hehehe.

    BalasHapus
  5. Nahhh aku suka yg otentik² giniii.
    karena bisa ngobati rasa penasaran dgn kuliner di negara/tempat aslinya ya kannn.
    kalo dah dilokalkan, jadinya kurang berkesan

    BalasHapus
  6. Weekend itu memng kadng ingin cari juliner yg beda di hari biasa, bisa jdi ide bagus nih makan makanan khas Pakistan( yuk are suroboyo )
    Orng2 Indonesia mungki sudah familiar yah teh dengan makanan khas timur tengah, sperti nasi biryani , parata dan itu dengan khas nya timur tengah yg bumbunya strong rempahnya ya
    Dulu bangeut pernah makan khas india Ygsalfok tuh berasnya panjang ( beras basmati ) di resto taste of india
    Jadi ingin coba lagi nib

    BalasHapus
  7. Nyobain nasi Mandhi atau pun kebuli aja udah kaya bumbu, sudah apalagi ini ala Pakistan. Penisirin buat dicoba kayak apa.
    Atau mungkin nyoba daku cari dimarih ya, minimal latihan sebelum datang ke MDA hehe

    BalasHapus
  8. seru juga ya nyobain makanan pakistan yang otentik. apalagi kalau sudah biasa makan masakan arab kayaknya bisa langsung tahu nih bedanya di mana. Kalau aku juga suka mbak masakan arab kayak nasi biryani gitu cuma masih belum kesampaian eh mampir ke restoran arabnya soalnya di rumah nggak banyak yang doyan

    BalasHapus
  9. Sebagai sesama pencinta kuliner, saya setuju kalau masakan Pakistan itu punya soul yang beda karena rempahnya yang lebih berani dan "nendang" dibanding nasi mandhi biasa. MDA ini memang definisi hidden gem ya, apalagi mereka berani menjaga keaslian rasa tanpa dikurangi bumbunya.
    Visual nasi basmati yang panjang dan kuah korma yang creamy sukses bikin ngiler. Jadi makin penasaran pengen coba Pakistani Lassi-nya buat penawar rempah. Ditunggu cerita weekend selanjutnya bareng suami, Kak!

    BalasHapus
  10. Setuju banget, kalau masakan khas Pakistan itu emang rempahnya kuat banget dan selalu ada yogurt juga. Tetapi jujur, aku suka beberapa jenis makanan khas Pakistan. Dulu sengaja beli online pas masa pandemi, ekh malah ketagihan.

    Duh, aku ngiler deh lihat nasi biryani dan kebayang enaknya samosa. MDA Makanan Pakistan, tempat oke buat pencinta makanan khas Pakistan dan seru ya, mbak punya waktu buat ngedate sama suami. Ini bagus,bretus lakukan secara konsisten ya.

    BalasHapus
  11. Uwaaaaaah mbaaaa, aku bakal sukaaaaaa ini mah 😍😍😍😍😍. Timur tengah, India, Pakistan, Lebanon, Afganistan, aku sukaaaaa kulinernya 😄😄😍😍😍.

    Mungkin Krn lidahku dah biasa dengan makann rempah, secara lama di Aceh , jadi segala makann berempah kuat, aku doyaaan ❤️❤️❤️.

    Makanya sebelum kalau ke resto begini, tp rasanya dibuat mild. Duuuuh LGS ga sreg.

    Kenapalah ini jauh bangettttt. Kalah di JKT mah, udah aku datangin mba 😍. Mana harganya masih tergolong murah. Di JKT rata2 makanan begini masih mahal. Krn rempah2 juga ga murah kan

    BalasHapus
  12. Aku cari2 namanya, kirain MDA tuh akronim. Di plang nama kafenya, ternyata ga ada kepanjangan jg. Makanan Pakistan Asli, seharusnya MPA. Wkwk. Jd namanya hanya MDA. Unik sih, ga repot ngingetnya.

    Jujur, makanan Timur Tengah tuh ga ada yg nyaman masuk lidahku. Rempahnya emg kuat bgt. Aku pikir, kok kyk mirip dgn masakan negara Timteng lainnya, ternyata ada jg yak bedanya. Baru tahu loh bedanya antara Pakistan, Arab, Afghan hingga India.

    Dan beneran sih kalo Arab lbh nonjolin rasa dagingnya. Itu aja aroma rempahnya udh nendang. Eh, yg Pakistan ini katanya lbh nendang. Bakalan nutup hidung deh gw. Wkwk.

    Tp penasaran jg nih. Ntr kalo ke Sby, cobain ahhh ke MDA ini.

    BalasHapus
  13. Menarik juga ya di Surabaya ada kuliner Pakistan yang pastinya jarang sekali ada di Indonesia apalagi tempatnya memang benar-benar menghidangkan hidangan autentik yang tidak di Indonesiakan karena suka kurang maksimal gitu kalau sudah di Indonesiakan itu jadi rasanya tidak persis sama. Boleh juga untuk alternatif kuliner Surabaya nanti makan ala Pakistan

    BalasHapus
  14. Lihat makanannya jadi lapar lagi aku. Aku suka makanan seperti ini. Tapi nggak tahu kalau yang bold banget suka apa enggak. Aku baru tahu kalau makanan Iran, Afganistan, India, Arab, dan Pakistan itu beda-beda.

    BalasHapus
  15. Sepertinya bakalan cari tempat ini
    Soalnya saya suka Nasi Biryani
    Kalau harganya seperti tertera di atas, aman bawa bocil tiga
    Gak masalah bayar agak banyak yang penting bocil senang dan habis

    BalasHapus
  16. Kebetulan saya juga suka eksplorasi kuliner, tapi jujur baru tahu kalau masakan Pakistan itu punya karakter rempah yang jauh lebih 'bold' dan berani dibandingkan masakan Arab. Penasaran banget sama nasi biryani-nya yang katanya pakai teknik slow cooking itu, pasti aromanya menggugah selera banget ya.

    BalasHapus
  17. Aku rada picky sama makanan berbumbu kuat..
    Tapi yaah.. sejak bulikku masak, aku jadiii penasaran..
    Mereun panggilan hati yaa.. hihihi.. jadi penasaran makan menu MDA Makanan Pakistan Surabaya. Rasanya pasti kenyang dan puas karena bumbunya nendang pissaan..

    BalasHapus
  18. hmm jadi pikir-pikir lagi nih mau coba masakan Pakistan, karena bungsuku ga terlalu suka makanan yang terlalu berbumbu, jadi agak susah kalau mau kulineran, ntar kucoba sendiri aja deh pas kencan ma pak suami, trims referensinya ya mbak

    BalasHapus
  19. MDA, Makanan Pakistan Asli. Mungkin yang buat namanya typo tapi terlanjur dipaket kali ya jadi dibiarkan saja. Wkwkwk. Harganya OK nih, saya jadi lapar lihat nasinya. Kebetulan penikmat nasi arab yang kaya rempah. Serius sih, gambar didindingnya bikin sedikit merinding.

    BalasHapus
  20. Makanan timur tengah selalu jadi andalan. Untuk harganya standar terlebih penggunaan rempah yg cukup banyak, jadi worth it

    BalasHapus
  21. wow, rasa otentik nih bikin penasaran. apakah makanannya akan cocok dengan lidah kita atau enggak. kapan-kapan mau coba ah kalau main ke rumah sepupu dekat daerah MDA.

    BalasHapus