Cukup keluar sebentar dari hiruk-pikuk kota, menghirup udara yang lebih dingin, makan enak, lalu tidur nyenyak tanpa bunyi notifikasi yang terus berbunyi.
Long weekend kemarin, saya dan suami memutuskan touring santai dari Surabaya ke Tretes. Tidak terlalu jauh, tapi cukup untuk membuat kepala terasa lebih ringan.
Dan ternyata, 24 jam di Tretes cukup untuk membuat kami merasa “hidup lagi”.
Perjalanan Singkat yang Selalu Menenangkan
Dari Surabaya menuju Tretes sebenarnya tidak memakan waktu terlalu lama. Apalagi kalau berangkat pagi dan kondisi jalan masih cukup lengang.
Semakin mendekati kawasan Prigen dan Tretes, suasana mulai berubah.
Udara terasa lebih dingin. Pepohonan semakin banyak. Jalanan mulai dipenuhi tempat makan, vila, hotel, dan para wisatawan yang juga ingin menikmati akhir pekan.
Tretes memang punya suasana yang unik.
Baca Juga : Menikmati Sleep Vacation di Front One Boutique Hotel B21 Malang
Ia bukan kota wisata yang terlalu ramai seperti Batu. Tapi justru di situlah daya tariknya. Ada rasa tenang yang sulit dijelaskan.
Cocok untuk orang-orang yang sedang lelah dengan ritme hidup kota besar.
Makan Siang di Warung Kepulan Asap
Perut lapar setelah perjalanan touring jelas harus segera diisi. Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah Warung Kepulan Asap.
Tempat makan ini cukup menarik perhatian karena suasananya sederhana, tapi aroma masakannya benar-benar menggoda.
Asap dari proses pembakaran sate dan aneka menu lainnya langsung memenuhi area warung. Mungkin itu juga alasan kenapa namanya “Kepulan Asap”.
Makan di tempat seperti ini punya sensasi tersendiri.
Tidak mewah. Tidak estetik berlebihan. Tapi justru terasa hangat dan akrab.
Menu di sini mayoritas makanan rumahan khas Jawa ya. Mulai dari Ayam Lodho, Mangut Lele, Kikil Sapi, Tempe Mendoan, dan lain sebagainya.
Menu yang kami pesan terasa cocok dengan udara Tretes yang dingin. Apalagi disantap setelah perjalanan motor cukup jauh dari Surabaya.
Kadang memang, makanan terenak itu hadir bukan karena plating cantik, tapi karena dimakan di waktu yang tepat.
Sore Hari Menjelajah Pasar Wisata Tretes
Menjelang sore, kami menuju kawasan Pasar Wisata Tretes.
Area ini cukup ramai, terutama saat long weekend. Banyak penjual makanan, jajanan, sate, hingga minuman hangat yang menggoda untuk dicoba satu per satu.
Suasana pasar wisata ini terasa hidup.
Lampu-lampu mulai menyala saat petang datang. Aroma bakaran sate bercampur udara dingin khas pegunungan menciptakan suasana yang sulit ditolak.
Baca Juga : Hotel 100 Ribuan di Batu, Ada Wifi dan Kolam Renang
Kami akhirnya berhenti cukup lama untuk kulineran.
Ada aneka sate, mulai dari sate ayam, kambing, kelinci dan taichan. Ada juga nasi goreng, mie goreng, bihun, dan berbagai camilan yang sebenarnya sederhana, tapi terasa jauh lebih nikmat dimakan di udara dingin seperti Tretes.
Menu pilihan kami adalah sate kambing, sate taichan, bihun goreng, dan STMJ.
Yang saya suka dari tempat seperti ini adalah suasananya.
Orang-orang datang bukan untuk pamer gaya hidup, tapi benar-benar untuk menikmati waktu bersama keluarga, pasangan, atau teman.
Dan di tengah hidup yang sekarang serba cepat, suasana seperti itu terasa mahal.
Menginap Santai di Hotel Sinergi Tretes
Malam harinya, kami check in di Hotel Sinergi Tretes.
Hotel ini cocok untuk staycation santai tanpa harus menguras dompet terlalu dalam. Bangunannya sederhana, tapi nyaman untuk beristirahat setelah seharian berkeliling.
Hal yang paling saya suka justru suasananya yang tenang.
Tidak terlalu ramai. Tidak terasa sumpek. Cocok untuk benar-benar tidur dan recharge energi.
Kadang staycation terbaik memang bukan hotel paling mewah, tapi tempat yang membuat tubuh bisa benar-benar istirahat.
Apalagi udara Tretes di malam hari cukup dingin. Tidur terasa lebih nyenyak dibanding di kota.
Dan jujur saja, tidur tanpa suara kendaraan besar dan panas kota Surabaya itu terasa seperti kemewahan kecil.
Sarapan dan Jogging Pagi
Pagi hari kami berjalan-jalan di sekitar hotel. Jogging santai sambil menikmati keindahan la pegunungan. Menikmati setiap hembusan nafas. Kapan lagi bisa menghirup udara pagi yang kaya oksigen seperti ini.
Setelah jogging, saatnya makan pagi. Berhubung cuaca yang dingin, enaknya makan makanan yang hangat. Soto ayam jadi pilihan kami.
Sebelum kembali ke hotel, kami mampir ke Point Coffee. Rasanya akan kurang kalau sarapan tanpa minum kopi. Saya pesan es americano, sedangkan suami memilih double shot espres.
Makan Siang di Lesehan Sari
Siang hari, sebelum kembali ke Surabaya, kami mampir makan di Lesehan Sari.
Lesehan ini menu andalannya adalah ayam bakar.
Tempat makan seperti ini selalu punya daya tarik tersendiri saat berada di kawasan pegunungan.
Baca Juga : Menikmati Korean Food di Chingoo Malang
Suasananya santai. Tidak terburu-buru. Orang-orang duduk lesehan sambil menikmati makanan hangat dan udara pegunungan.
Rasanya sederhana, tapi menenangkan.
Kadang healing memang sesederhana itu.
Tretes dan Kemewahan yang Sederhana
Sekian Catatan Perjalanan saya selama 24 jam di Tretes. Liburan kali ini membuat saya sadar satu hal.
Healing tidak selalu harus mahal.
Tidak harus naik pesawat. Tidak harus menginap di resort mewah. Tidak harus pergi jauh sampai keluar negeri.
Tretes memberi semua itu.
Dan mungkin, itu alasan kenapa banyak orang selalu kembali ke tempat ini saat merasa penat.
Karena di tengah hidup yang semakin sibuk, tempat-tempat sederhana seperti Tretes diam-diam mengingatkan kita untuk melambat sebentar.
Bagaimana dengan teman-teman? Punya pengalaman apa saat healing di Tretes? Atau mungkin mau share Rekomendasi Wisata di Tretes?
Share di kolom komentar, ya!













Liburan yang berkualitas gak mesti ketempat tempat populer atau ke destinasi yang jauh dan mahal.
BalasHapusYang terpenting adalah tujuan kita berlibur itu dapet dan jangan sampai justru sepulang liburan kita sakit karena kecapean di jalan atau pusing karena uangnya habis di pake liburan.
Justru tempat kayak gini healing-nya bisa maksimal.
BalasHapuskarena ga usah pusing mikirin duit bakal keluar banyak.
bayangin kalo healing ke 5-stars hotel di Bali, wis sutris disikan hahahahah
Ooo motoran
BalasHapusAku kira pas lihat di status WA tuh naik mobil
Ternyata touring sekalian
Aku jadi ingat pernah juga tapi bukan Tretes sih
Seru karena saya hitung jumlah pomp bensin yang dilalui, haha
Kulinerannya seru ini
Nah saya suka nih jalan-jalan santai sambil staycation tipis-tipis dan juga menikmati aneka makanan yang menyenangkan. perjalanannya tidak ambisius tapi semuanya tercapai mulai dari makan sate makan di warung kepulan asap. Yang penting menikmati suasana yang berbeda dan juga pulangnya menyenangkan
BalasHapusLiburan mah ga mesti jauh, ga mesti mahal. Yang penting bersama si dia, ihiyyy.. Hihihi
BalasHapusTretes ini kalo di Jabodetabek mungkin kayak puncak cisarua ya. Bisa diakses pake motor hitungan jam, dan cuaca serta suasananya pun serba dingin.
Dan lebih mantep lagi kalo bisa sekalian nginep disana ya, biar makin kerasa bangun pagi dan menikmati suasana paginya 😍
Saya tau Tretes ini saat membaca novel misteri Bu S. Mara GD, Mbak. Yang tokohnya Kapten Polisi Pak Kosasih dan temannya Gozali. Kebetulan lokasi selalu di sekitar Surabaya. Termasuk Selecta
BalasHapusDan seru sekali ini jalan-jalan naik motor dari Surabaya ke Tretes naik motor ya, Mbak. Bisa puas melihat pemandangan. Aktivitas selama di Tretes juga sangat menyenangkan. Saya setuju liburan seru dan menyenangkan tidak harus mewah dan jauh. yang penting bisa membuat kita bahagia.
Mungkin Tretes ini kayak Bandungnya tempat orang jakarta healing yaa 😄😄. Aku tahu Tretes karena baca novel series S Mara Gd mbaaa, yg series Gozali - Kosasih nya. Sering banget Tretes dijadikan lokasi dalam novelnya.
BalasHapusMakanya aku tahu ini kota yg adem dan sejuk, walau belum pernah kesana . Pengen sih kalah ada rezeki ke Surabaya lagi, mampir ke Tretes dan sekalian nginep
Ada yang bilang kalau jalan-jalan itu bukan tentang ke mana, tetapi dengan siapa kita berangkat. Sepakat sih. Kalau jalan-jalannya dengan orang terkasih, tak peduli jauh atau dekat, sederhana atau mewah, pastinya akan ada kenangan manis di setiap langkah yang kita habiskan bersama. Itu kenapa, 'kabur dulu' sebentar bersama dengan pasangan di antara hiruk pikuknya dengan berbagai pekerjaan sehari-hari itu memang penting, buat recharge energi, ya
BalasHapusDaku setuju, Kak.
BalasHapusApapun nama penginapannya, yang penting mah ketika kitanya staycation terasa nyaman sehingga kepingin bolak-balik lagi
Kebetulan aku belum pernah berwisata ke Tretes nih. Jadi belum ada gambaran itinerary juga.
BalasHapusAkan tetapi, melihat dan ikut merasakan momen touring dan 24 jam di Tretes. Rasanya cukup menarik buat didatangi ya. Perjalanan nyantai, quality time nya pun dapet banget. Makan di tempat makan yang enak, nyaman, sampai dengan penginapannya pun sangat tenang, adem.
24 jam yang amat berharga dan bisa diulang di next kesempatan ya.
kadang healing terbaik itu bukan tentang seberapa jauh atau mahalnya, tapi tentang momen buat melambat sebentar. Udara dingin Tretes dipadu sama kulineran sate, STMJ, dan ditutup kopi hangat emang kombinasi juara buat charge energi.
BalasHapusOh yaaa itu foto-fotonya bikin langsung pengen ikutan touring santai ke sana weekend ini. Lesehan Sari juga noted banget buat masuk list kulineran berikutnya.
24 jam tetep bisa enjoy dan happy yes. super seru!
Jalan brdua suami memang wajib dilakukan untuk merawat cinta. Yaa seperti mbak niih asyik banget menghabiskan waktu berdua ke Tretes meski hanya 24 jam tapi deeply banget ini bondingnya. Menikmati kebersamaan dan betul banget seperti kata mbak bahwa tidqk hatus mahal apalagi untuk pamer gaya hidup..no..no..no..yang penting itu kita menikmati dan bikin bahagia.selamat merayakan cinta mbak dalam perjalanan indah ke Tretes bersama orang tercinta.
BalasHapusBerasa honeymoon lagi ya kak. Momen kenangan indah bersama suami gini hrs sering tercipta biar kebersamaan trs terjaga. Kesetian terus terjalin. Komunikasi trs lancar.
BalasHapusApalagi ke Tretes yang biasanya lebih dingin dari kota kyk Sidoarjo apalagi Surabaya. Bikin momen menginap makin syahdu ya kak.
Aku baru mau nanya berani bener klean ke Tretes saat long wiken wkwkw, ternyata touring naik motor, asyik bener sih ituuu :D
BalasHapusUdah lama bener eui nggak ke sana, apakah masih seadem dulu? :D
Asyik sih kalau naik motor, nggak bawa bocils, bisa lebih santai jalannya yaa. Trus bisa berhenti2 menikmati kulineran, bisa nengokin pasar wisata juga yang juga bisa dipastikan nggak sepi pengunjung :D
Hotel Sinergi ini keknya hotel lawas ya? Tapi kalau buat numpang sehari aja buat melepas lelah sih cocok yaa. Apalagi area sekelilingnya juga OK, nggak seramai Batu.
Duh mbuh kapan ya bisa keluar touring ma suami doank wkwk, nungguin bocils agak gedean dikit soalnya nggak ada yang jagain hihihi.
Seru banget mbak touringnya. Walaupun nggak begitu jauh tapi pasti sangat berkesan. Selain itu juga bisa menambah romantisme dalam rumah tangga. Hahai!
BalasHapusBaca ini jadi kengen dinginnya Tretes. Kapan-kapan kalau mudik kayanya bisa nih diagendakan jalan ke Tretes. Kebetulan suamiku juga belum pernah ke sana.
Aku baru tahu tempat bernama tretes, mbak. Kayaknya ini liburannya cuma berdua ya? Asiknya pacaran lagi. Hihi. Menu rumah makannya bikin penasaran nih terutama yang ayam lodho itu kayaknya enak
BalasHapusSaya pertama kali ke Tretes waktu masih ajdi maba karena ada kegiatan dari kampus. Sepertinya sekarang sudah banyak perubahan ya. Touringnya seru, karena motoran jadi harus benar-benar fokus melihat jalan, tidak boleh ngantuk he...he...dan liburan yang berkualitas itu bukan tentang seberapa banyak budget yang dianggarakan, tapi seberapa banyak moment yang bisa diabadikan.
BalasHapusEh... kuat banget Di... touring gapake jaket...
BalasHapusKebayang dinginnya udara Tretes.. dan itu kabut yaah??
Seneng Di.. charge energi bersama pasangan.
Langgeng teruuss, Di... sakinnah mawaddah dan warahmah, in syaa Allah.
Btw ini honeymoon yang kesekian kalinya nih hehehe, hanya berdua menikmati dinginnya tretes. Sayang ya Tretes ini kurang maju dibandingkan wisata lain seperti batu atau Pandaan, jadi banyak yang terbengkalai
BalasHapusAku belum pernah ke Tretes, tapi pas baca ini jadi tau vibes di sana. Cocok ya buat slow living. Detail kecil seperti makan di warung sederhana sampai suasana pasar malam bikin yang baca ikut ngerasain momen healing-nya. Dan aku setuju nih, kalau mau recharge sejenak itu nggak harus kok ke tempat-tempat jauh dan mahal.
BalasHapus