Dee Stories

Kumpulan artikel parenting yang ditulis oleh blogger parenting Indonesia.
Suka travelling & kuliner. Konselor ASI &MPASI.

Tiga Kali Merayakan International Yoga Day, Tahun Ini Paling Berkesan karena Yoga Bersama Anjasmara



Minggu pagi itu langit Surabaya sebenarnya tidak terlalu bersahabat.

Awan gelap menggantung sejak subuh. Sesekali gerimis turun, membuat sebagian peserta mulai melirik langit dengan cemas. Namun ternyata hujan tidak cukup kuat untuk mengalahkan semangat ribuan orang yang datang dengan satu tujuan yang sama: merayakan International Yoga Day.

Bagi saya, ini adalah kali ketiga mengikuti perayaan Hari Yoga Internasional. Tetapi entah mengapa, tahun ini terasa berbeda. Lebih meriah, lebih hangat, dan lebih berkesan.

Mungkin karena tahun ini saya berkesempatan mengikuti sesi yoga bersama Anjasmara.

Atau mungkin karena saya menyaksikan sendiri bagaimana yoga mampu menyatukan begitu banyak orang dari berbagai usia, latar belakang, dan kemampuan dalam satu hamparan matras yang sama.

Saat Hujan Tak Mampu Mengalahkan Antusiasme

Ketika tiba di lokasi acara di kawasan Universitas Negeri Surabaya, saya sempat berpikir jumlah peserta akan berkurang karena cuaca yang kurang mendukung.

Ternyata saya salah.


Lautan matras yoga sudah memenuhi area acara. Peserta terus berdatangan meskipun gerimis beberapa kali turun. Ada yang datang bersama keluarga, komunitas yoga, teman kantor, hingga peserta yang datang bersama teman-teman dekat seperti saya pada tahun-tahun pertama mengikuti acara ini.



Justru di situlah saya melihat sesuatu yang indah.

Yoga bukan tentang cuaca yang sempurna. Yoga adalah tentang hadir sepenuhnya pada momen saat ini.

Dan pagi itu, ribuan orang memilih tetap hadir.

Semangat tersebut bahkan mengantarkan penyelenggara mencatatkan rekor MURI melalui yoga massal yang melibatkan sekitar 3.000 peserta, termasuk partisipasi penyandang disabilitas dalam jumlah besar. Kegiatan ini menjadi salah satu perayaan International Yoga Day terbesar yang pernah digelar di Surabaya. 


Bertemu dan Berlatih Langsung Bersama Anjasmara

Salah satu alasan yang membuat saya begitu antusias mengikuti acara tahun ini tentu saja karena kehadiran Anjasmara.


Selama ini saya mengenalnya sebagai aktor. Namun beberapa tahun terakhir, ia juga dikenal sebagai praktisi dan instruktur yoga yang aktif mengkampanyekan gaya hidup sehat melalui yoga. Ia kerap memandu berbagai perayaan International Yoga Day di berbagai kota di Indonesia.

Baca Juga : Merayakan Kemerdekaan dengan Yoga Bersama


Saat sesi dimulai, suasana yang semula riuh perlahan berubah tenang.


Anjasmara memandu setiap gerakan dengan santai. Tidak terburu-buru. Tidak membuat peserta merasa harus sempurna.

Saya menyukai cara ia mengingatkan peserta untuk fokus pada nafas dan mendengarkan tubuh masing-masing.

Karena memang itulah yang saya pelajari selama beberapa tahun terakhir menekuni yoga.

Yoga bukan kompetisi.

Tidak ada pemenang.

Tidak ada yang harus lebih lentur atau lebih kuat dibanding orang lain.

Yang ada hanyalah perjalanan mengenal diri sendiri.

Dari Tidak Suka Olahraga hingga Menjadikan Yoga Sebagai Gaya Hidup

Jika ada yang mengenal saya beberapa tahun lalu, mungkin mereka akan tertawa jika mendengar saya rutin mengikuti acara yoga. Mulai dari teman sekolah ataupun di lingkungan para blogger, termasuk seorang teman yang juga travel blogger Medan.

Dulu saya termasuk orang yang tidak terlalu menyukai olahraga.

Baca Juga : Manfaat Yoga Swing untuk Pemula, dari yang Awalnya Takut Jadi Ketagihan


Bahkan mencari alasan untuk tidak bergerak terasa jauh lebih mudah daripada mengenakan sepatu olahraga.

Namun perjalanan hidup membawa saya pada kesadaran bahwa kesehatan bukan sesuatu yang bisa ditunda.

Perlahan saya mulai mencoba berbagai aktivitas fisik, baik indoor ataupun outdoor activity. Dari berjalan kaki, bergabung menjadi member gym, mencoba berbagai jenis yoga, hingga ikut kelas reformer pilates yang belakangan sedang populer.

Sebagai ibu rumah tangga yang harus membagi energi untuk keluarga, pekerjaan, dan berbagai aktivitas lainnya, menjaga konsistensi tentu tidak selalu mudah.

Ada hari-hari ketika tubuh terasa lelah.

Ada hari ketika jadwal begitu padat.

Ada pula hari ketika motivasi sedang rendah.

Tetapi yoga mengajarkan satu hal penting: datanglah apa adanya.

Tidak harus sempurna.

Tidak harus selalu kuat.

Yang penting tetap kembali.

Mungkin itulah alasan mengapa saya selalu merasa pulang setiap kali menggelar matras yoga.

Perayaan yang Lebih Inklusif

Hal lain yang membuat saya terharu tahun ini adalah semangat inklusivitas yang dihadirkan penyelenggara.

Perayaan International Yoga Day tidak hanya diikuti masyarakat umum, tetapi juga melibatkan ratusan penyandang disabilitas. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa kesehatan, kebahagiaan, dan ketenangan batin adalah hak semua orang. Upaya ini juga menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut mendapat pengakuan dari MURI. 

Baca Juga : Manfaat Aqua Yoga untuk Tubuh dan Pikiran: Saya Sudah Coba Sendiri



Melihat mereka berlatih bersama di tengah ribuan peserta membuat saya kembali menyadari bahwa yoga memang untuk semua orang.

Tidak peduli usia.

Tidak peduli bentuk tubuh.

Tidak peduli kemampuan fisik.

Semua orang bisa memulai dari titiknya masing-masing.

Sampai Jumpa di International Yoga Day Tahun Depan

Saat acara berakhir, hujan kembali turun tipis-tipis.

Namun kali ini saya tidak mempermasalahkannya.

Tubuh terasa lebih ringan.

Pikiran terasa lebih tenang.

Dan hati terasa penuh.

Tiga kali mengikuti International Yoga Day membuat saya menyadari bahwa setiap tahun selalu membawa cerita yang berbeda.

Tahun pertama mungkin tentang rasa penasaran.

Tahun kedua tentang membangun konsistensi.

Sedangkan tahun ketiga ini menjadi pengingat bahwa perjalanan sehat yang saya jalani selama ini layak dirayakan.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, yoga mengajarkan saya untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mensyukuri tubuh yang telah bekerja begitu keras setiap hari.

Dan jika tahun depan kembali ada perayaan International Yoga Day, saya rasa saya sudah tahu jawabannya.

Tentu saja saya akan datang lagi. 



Tidak ada komentar

Posting Komentar